Anindya Oktafiani
Faculty of Madicine, Sebelas Maret University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TRANSEPIDERMAL WATER LOSS TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN PADA PASIEN PSORIASIS VULGARIS Oktafiani, Anindya; Irawanto, Muhammad Eko
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 51 No 3 (2024): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v51i3.437

Abstract

Pendahuluan: Psoriasis Vulgaris (PV) yaitu penyakit kulit yang bersifat kronis residif, ditandai adanya bercak eritema berbatas tegas disertai skuama tebal berwarna putih mengkilap dengan predileksi di daerah siku, lutut, punggung, kuku jari dan kulit kepala. Skala pengukuran yang paling umum digunakan dalam mengidentifikasi keparahan psoriasis adalah nilai Psoriasis Area Severity Index (PASI). Kerusakan barier kulit dan penyakit sistemik seperti psoriasis dapat menyebabkan gangguan transepidermal water loss (TEWL). Tujuan: mengetahui nilai TEWL terhadap derajat keparahan PV berdasarkan skor PASI di Rumah Sakit Dr. Moewardi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan studi potong lintang dengan metode consecutive sampling yang dilakukan pada pasien dengan diagnosis PV di Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Dr. Moewardi Surakarta. Foto klinis pasien dilakukan untuk menilai skor PASI serta pengukuran TEWL menggunakan alat tewameter setelah dilakukan aklimatisasi. Semua data dianalisis secara statistik menggunakan Statistical Package for the Social Scient (SPSS) versi 21 kemudian dilakukan uji korelasi Spearman rank dan nilai p <0,05 dianggap terdapat hubungan signifikan. Hasil: Dua puluh enam pasien memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan skor PASI didapatkan 12 pasien dengan derajat psoriasis berat, 3 derajat sedang, dan 11 derajat ringan. Nilai TEWL pada psoriasis ringan, sedang, dan berat masing-masing adalah 8,59+5,82, 9,60+5,27, dan 16,65+6,26. Analisis statistik memperoleh korelasi yang sangat kuat antara TEWL dan tingkat keparahan PV (r=0,621; p=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara TEWL dengan derajat keparahan PV yang dinilai berdasarkan skor PASI. 
Ashy Dermatosis: A Narrative Literature Review Oktafiani, Anindya; Muhammad Eko Irawanto
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 3 No. 5 (2023): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v3i5.356

Abstract

Ashy dermatosis (AD) or erythema dyschromicum perstans (EDP) is a type of hyperpigmented macules characterized by asymptomatic, gray macular lesions with a symmetrical distribution. Some of the predisposing factors for ashy dermatosis are intestinal parasitic infections, a bad environment such as consumption of ammonium nitrate, X-ray contrast media and genetic factors such as the HLA-DR4 allele. The clinical manifestations of ashy dermatosis are hyperpigmented or gray macules with slow progression and pigmentation abnormalities in the inner epidermal layer. The differential diagnosis of ashy dermatosis is with lichen planus pigmentosus, idiopathic eruptive macular pigmentation, and Riehl's melanosis. Diagnosis of ashy dermatosis needs to be linked between clinical findings and histopathological examination, other supporting examinations and differentiating it from other differential diagnoses. Management for patients with ashy dermatosis is with topical or systemic agents. For now, a combination of laser and tacrolimus ointment is recommended.