Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : journal of exploratory dynamic problems

Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Menggambar Bebas Pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang Miftahul Amalia; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Moh Fauziddin; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.149

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di TK Aisyiyah Sumpadang, kreativitas anak Kelompok B2 masih tergolong rendah. Kondisi tersebut disebabkan karena kegiatan pembelajaran seni masih bersifat terstruktur, anak cenderung meniru contoh yang diberikan guru, kesempatan untuk mengeksplorasi ide dan imajinasi masih terbatas, serta metode pembelajaran yang digunakan belum memberikan kebebasan berekspresi kepada anak. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu memberikan ruang kepada anak untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitasnya melalui kegiatan menggambar bebas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan menggambar bebas pada Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 anak Kelompok B2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar bebas mampu meningkatkan kreativitas anak pada setiap siklus pembelajaran. Pada observasi awal, rata-rata kreativitas anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 57%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 29%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 14%, dan belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah tindakan diberikan melalui dua siklus, terjadi peningkatan pada seluruh indikator kreativitas, yaitu kemampuan menuangkan ide secara mandiri, menggunakan warna secara variatif, menghasilkan gambar yang berbeda dari teman, serta mampu menceritakan hasil gambar yang dibuat. Pada akhir Siklus II, rata-rata anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 35,71% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 55,36%, sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan kegiatan menggambar bebas yang difokuskan pada empat indikator kreativitas, yaitu kemampuan menuangkan ide secara mandiri, penggunaan warna secara variatif, keaslian hasil gambar, dan kemampuan menceritakan hasil karya pada anak Kelompok B2 TK Aisyiyah Sumpadang. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya menilai kreativitas secara umum, penelitian ini memberikan pengukuran yang lebih spesifik terhadap perkembangan kreativitas anak melalui indikator tersebut. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan alternatif strategi pembelajaran seni yang lebih inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada anak sehingga dapat menjadi referensi bagi guru PAUD dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan menggambar bebas.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Warna Melalui Media Pasir Warna Pada Kelompok B Di RA Ridho Ilahi Desy Gusmisari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.151

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan anak dalam mengenali, menyebutkan, dan mengelompokkan warna pada anak Kelompok B di RA Ridho Ilahi sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan mengetahui peningkatan kemampuan mengenal warna anak melalui media pasir berwarna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B usia 5–6 tahun di RA Ridho Ilahi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal warna anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap prasiklus, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) masih sebesar 0%. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase BSB meningkat menjadi 50%, kemudian meningkat secara signifikan pada Siklus II menjadi 82,30%. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menyebutkan, menunjuk, mengelompokkan, dan mencocokkan warna dengan tepat. Selain itu, penggunaan media pasir berwarna juga meningkatkan keaktifan, konsentrasi, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media pasir berwarna efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Melukis Dengan Teknik Tarikan Benang Alisdar Alisdar; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina; Joni Joni; Masrul Masrul
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.156

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina yang terlihat dari kemampuan anak dalam mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengendalikan gerakan jari, serta melakukan aktivitas yang memerlukan ketelitian masih belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut disebabkan oleh kurang bervariasinya kegiatan pembelajaran sehingga stimulasi terhadap perkembangan motorik halus anak belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK IT Jasmiina yang terdiri atas 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 13,3% pada prasiklus menjadi 53,3% pada Siklus I dan meningkat lagi menjadi 86,7% pada Siklus II. Selain itu, persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 33,3% pada prasiklus menjadi 73,3% pada Siklus I dan mencapai 93,3% pada Siklus II sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu 80%. Dengan demikian, kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mencap Dengan Berbagai Media Bahan Bekas Di Kelompok B TK Negeri 2 Kerumutan Anita Anita; Yenda Puspita; Joni Joni; Masrul Masrul; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.157

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri 2 Kerumutan. Sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang alat cap, menekan alat dengan tepat, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol arah cap, serta menghasilkan cap yang rapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan mencap dengan berbagai media bahan bekas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Negeri 2 Kerumutan tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana melalui persentase pencapaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan mencap dengan berbagai media bahan bekas dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Anak menjadi lebih terampil dalam menggunakan alat cap, koordinasi mata dan tangan semakin baik, serta hasil karya yang dihasilkan lebih rapi dan jelas. Dengan demikian, kegiatan mencap menggunakan berbagai media bahan bekas dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini.
Upaya Meningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Playdough Fitriani Fitriani; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Masrul Masrul; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.159

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam dan menekan adonan, menggulung playdough, membentuk objek sederhana, menggunakan alat bantu, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan playdough dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B di TK Permata Bunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan playdough mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara signifikan. Persentase ketuntasan kemampuan motorik halus meningkat dari 43% pada tahap pra-tindakan, menjadi 84% pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 93% pada Siklus II, sehingga terjadi peningkatan sebesar 50% dari kondisi awal. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menggenggam dan menekan adonan, menggulung, membentuk berbagai objek sederhana, menggunakan alat bantu dengan benar, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata selama kegiatan bermain. Dengan demikian, permainan playdough terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Tradisional Lompat Tali Pada Anak Kelompok B Di Tk Adzkyah Bangkinang Kota Wulandari Wulandari; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Amin Yusi Nur Sa’ida
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.161

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang kota.Hal ini terlihat dari masih banyak anak yang belum mampu melakukan gerakan melompat dengan baik,menjaga keseimbangan tubuh,serta kurang lincah melakukan aktivitas fisik.Permasalahan tersebut disebabkan oleh kurang bervariasinya kegiatan pembelajaran yang dapat menstimulasi perkembangan motorik kasar dan minimnya penggunaan permainan yang menarik dalam proses pembelajaran.Solusi yang ditawarkan peneliti untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui permainan tradisional lompat tali pada anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang Kota.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap proses belajar,dimana setiap siklus terdiri atas perencanaan,pelaksanaan,,observasi,dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi,sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan kuantitatif menggunakan persentase untuk melihat peningkatan hasil belajar.Subjek penelitian berjumlah 7 laki-laki 7 perempuan .Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan pada setiap siklus.Pada pra dindakan,persentase kemampuan motorik kasar hanya mencapai 42,86% denagn katagori mulai berkembang (MB).Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 64,29%denagn katagori berkembang sesuai harapan(BSH).Pada siklus II kemampuan motorik kasar anak kembali meningkat menjadi 85.71%dengan katagori Berkembnag Sangat Baik(BSB) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan permaianan tradisional lompat tali dapat meningkat kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang kota.
Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menempel Kertas Warna Di TK Darul Yaqin Desi Anggraini; Nurmalina Nurmalina; Melvi Lesmana Alim; Joni Joni; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.165

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menempel kertas warna. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun yang terdiri atas 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menempel kertas warna mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada Siklus I, kemampuan motorik halus anak mencapai persentase 66% pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, persentase tersebut meningkat menjadi 87%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 21%. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan tangan, ketepatan menempel sesuai pola, kerapian hasil karya, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, anak menunjukkan antusiasme, konsentrasi, dan partisipasi yang lebih baik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, kegiatan menempel kertas warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin.
Upaya Peningkatan Motorik Halus Anak Dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Dalam Kegiatan Menggunting Pola Gambar Geometri Anisa Lestari; Nurmalina Nurmalina; Joni Joni; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang gunting dengan benar, menggunting sesuai pola, mengikuti garis dengan tepat, serta menyelesaikan tugas secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan metode pemberian tugas dalam kegiatan menggunting pola gambar geometri. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase rata-rata kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 6,7% pada prasiklus menjadi 66,7% pada Siklus I dan 78,6% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada seluruh indikator, yaitu kemampuan memegang gunting, menggunting garis lurus, menggunting pola sederhana, ketelitian mengikuti pola, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, metode pemberian tugas melalui kegiatan menggunting pola gambar geometri terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.
Peningkatan Kemandirian Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Permainan Modifikasi Kancing Baju pada kelompok B TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara Uci Lestari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Yenda Puspita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui permainan modifikasi kancing baju di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 orang anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan modifikasi kancing baju dapat meningkatkan kemandirian anak. Pada kondisi prasiklus, persentase kemandirian anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) baru mencapai 26,19%. Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 35,71%, dan pada Siklus II persentase anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) meningkat mencapai 90,47%. Peningkatan tersebut terlihat pada indikator kemampuan memasang dan melepas kancing baju secara mandiri, Inisiatif anak dalam mengikuti permainan, serta ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, permainan modifikasi kancing baju terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan bermakna di pendidikan anak usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Dengan Penerapan Metode Kooperatif Teknik Mencari Pasangan Berbantuan Media Bergambar TK Mutiara Bunda Bangkinang Ulfira Ulfira; Joni Joni; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Amin Yusi
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.169

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak kelompok A di TK Mutiara Bunda Bangkinang. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mampu mengenal, menyebutkan, membedakan, dan mengelompokkan bentuk-bentuk geometri sederhana sehingga diperlukan suatu metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri melalui penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) berbantuan media bergambar pada anak kelompok A TK Mutiara Bunda Bangkinang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang terdiri atas 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui perhitungan persentase untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan berbantuan media bergambar mampu meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak. Peningkatan tersebut terlihat dari meningkatnya keaktifan, antusiasme, serta kemampuan anak dalam mengenal, menyebutkan, membedakan, dan mengelompokkan bentuk-bentuk geometri. Persentase ketuntasan kemampuan anak meningkat dari 51% pada Siklus I menjadi 79,8% pada Siklus II sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode kooperatif teknik mencari pasangan (Make a Match) berbantuan media bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak kelompok A di TK Mutiara Bunda Bangkinang.