Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : journal of exploratory dynamic problems

Penerapan Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Anak Usia 5-6 Tahun Erfi Yanti; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Penerapan Senam Irama Pada Anak Tk Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru Desi Handayani; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Masrul Masrul; Yenda Puspita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan dasar seperti berjalan seimbang, melompat, mengikuti gerakan sesuai irama, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan kaki. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kurangnya variasi kegiatan fisik, rendahnya minat anak dalam mengikuti kegiatan senam, serta metode pembelajaran yang belum optimal dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar anak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan kegiatan senam irama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan senam irama di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 orang anak Kelompok B yang terdiri atas 6 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase ketuntasan perkembangan motorik kasar anak. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap pratindakan, anak yang mencapai ketuntasan hanya sebanyak 3 anak (33,33%). Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, jumlah anak yang tuntas meningkat menjadi 5 anak (55,56%). Pada Siklus II, jumlah anak yang mencapai ketuntasan meningkat lagi menjadi 8 anak (88,89%), atau mengalami peningkatan sebesar 33,33% dari Siklus I dan 55,56% dari kondisi pratindakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan kegiatan senam irama mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak secara signifikan, terutama dalam aspek keseimbangan, koordinasi gerak, kelincahan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dengan demikian, kegiatan senam irama terbukti efektif digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce Menggunakan Bahan Alam Asrina Nelti; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.196

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menjepit dan memegang benda kecil, memasukkan benda ke dalam lubang, menyusun benda secara berurutan, meronce sesuai pola sederhana, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan meronce menggunakan bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK IT Jasmiina. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce menggunakan bahan alam mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak secara signifikan. Persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 7% pada pra siklus menjadi 27% pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 91% pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator yang diamati, meliputi kemampuan menjepit dan memegang benda kecil, memasukkan benda ke dalam lubang kecil, menyusun dan mengurutkan benda, meronce sesuai pola sederhana, serta koordinasi mata dan tangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian, yaitu minimal 90% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), telah terpenuhi pada Siklus II. Dengan demikian, kegiatan meronce menggunakan bahan alam terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun Dengan Penerapan Metode Bercerita Berbantuan Boneka Jari Di Tk Negeri Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Fatmawati Fatmawati; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Joni Joni; Amin Yusi Nur Sa'ida
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.198

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun di TK Negeri Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak melalui metode bercerita. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun di TK Negeri Mengkirau yang berjumlah 15 anak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak. Pada kondisi awal (pra siklus), kemampuan bahasa anak memperoleh persentase sebesar 35% dengan kategori mulai berkembang. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, persentase meningkat menjadi 59% dengan kategori berkembang sesuai harapan. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik yaitu mencapai 84% dengan kategori berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode bercerita efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun di TK Negeri Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.
Penerapan Lagu Sebagai Media Pembelajaran Huruf Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Tk Mulia Insani Rantau Kopar Khumairoh Khumairoh; Moh Fauziddin; Joni Joni; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan lagu sebagai media pembelajaran huruf pada pendidikan anak usia dini di TK Mulia Insani Rantau Kopar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 6 anak Kelompok B, 1 guru, dan 1 kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lagu dalam kegiatan pembelajaran mampu meningkatkan minat, perhatian, dan kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal dan konsonan. Anak lebih mudah mengingat bentuk dan bunyi huruf karena pembelajaran dilakukan secara menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, penerapan lagu sebagai media pembelajaran efektif digunakan untuk membantu pengenalan huruf pada anak usia dini di TK Mulia Insani Rantau Kopar.
Upaya Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Finger Painting Di Tk Negeri Pembina 01 Kampar Utara Pira Wati Putri; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Joni Joni; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3 No.2 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan Finger Painting di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 orang anak kelompok B2.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Finger Painting mampu meningkatkan perkembangan motorik halus anak. Pada kondisi prasiklus, persentase kemandirian anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) baru mencapai 11,90%. Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 38,09%, dan pada Siklus II persentase anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) meningkat mencapai 90,48%, anak terlihat lebih aktif, percaya diri, terampil, dan mampu mengikuti kegiatan secara lebih mandiri. Dengan demikian, kegiatan Finger Painting terbukti dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan bermakna di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara.