Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Pemuda melalui Budi Daya Ikan Lele di Yayasan Borneo Bersinar Kalimantan Cemerlang Defri Triadi; Stephanus Prihadi; Tiavone Theressa Andin; Eva Inriani; Yoan Colina; Cristi Devi Darnita; Petriana Petriana; Sri Renita; Tesalonika Tesalonika; Marajoko Marajoko
Jurnal Pengabdian Masyarakat (abdira) Vol 2, No 1 (2022): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i1.50

Abstract

Borneo Bersinar Kalimantan Cemerlang is a foundation that accommodates unable children from variousregions, who are given education and coaching to form character and have a  better future. In meeting daily needs, foundation funding is managed by its owners with independent business activities and expects assistance from the government and the community. Thisinitiative aims to improvethe quality of life and welfare of the foundation through the empowerment of youth in accordance with their own potential. Metode used is ABCD (Assets Based Community Development) with step 1) Field Observation, 2) Coordination With Partners, 3) Implementation of Activities, and 4) Monitoring and Evaluation of Activities. There are power and assets belonging to the foundation that can be utilized, namely unused land covering an area of 30x40m² located next to the foundation building. The land is utilized by farming catfish amounting to 7,000 fish seedlings in a pond size of 2x1x0.75m as much as 7 pieces, where later the results of catfish cultivation management will be the foundation's income.
Implementasi Kebijakan Pembangunan Bidang Agama dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat: Yoan Colina
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 1 No 2 (2021): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.304 KB) | DOI: 10.54170/dp.v1i2.65

Abstract

Religion has a strategic role and position whose main function is as an ethical and moral foundation that influences the national development of the Indonesian state. Religion can be said as a value and a system that must be understood and carried out by every community as an individual who lives and resides in a country as the basic foothold to animate the life of the nation and state. In Indonesia, religion is an important milestone in the development of the country because religion is the spiritual, ethical and moral foundation of an individual. The government has a number of policies in the development of the religious sector to support the realization of social welfare. In the public policy stage, program implementation becomes an important stage in the main public policy. To realize social welfare in the community, programs that support development are implemented such as economic, social, infrastructure, and cultural and religious programs. This writing departs from this issue and wants to examine in depth how the implementation of the development program in the field of religion to support the realization of social welfare for the community, especially in the Central Borneo Province, using qualitative descriptive writing methods, using the perspective of Public Administration, Public Policy Theory, Implementation Theory, Development Theory and Community Welfare. The findings of this study indicate that in implementing the development policy in the field of religion, Christian Guidance for the Regional Office of Central Kalimantan province uses three stages of the process, namely input, process and program. Agama memiliki peran dan kedudukan strategis yang fungsi utamanya adalah sebagai landasan etika dan moral yang mempengaruhi pembangunan nasional negara Indonesia. Agama bisa dikatakan sebagai nilai dan sistem yang harus dipahami serta dijalankan oleh setiap masyarakat sebagai individu yang hidup dan berdiam di suatu negara sebagai pijakan dasar untuk menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara. Di Indonesia agama merupakan tonggak penting dalam pembangunan negara karena agama merupakan landasan spiritual, etika dan moral seorang individu. Pemerintah memiliki sejumlah kebijakan dalam pembangunan bidang agama untuk mendukung terwujudnya kejehteraan sosial. Dalam tahapan kebijakan publik implementasi program menjadi tahapan yang penting dalam pokok kebijakan publik. Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dalam masyarakat, maka diimplementasikan program-program yang menunjang pembangunan seperti program ekonomi , sosial, sarana prasarana , serta budaya dan agama. Penulisan ini berangkat dari isu tersebut dan ingin mengkaji secara mendalam bagaimana implementasi dari program pembangunan bidang agama untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat, secara khusus di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, dengan menggunakan metode penulisan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan perspektif Administrasi Publik, Teori Kebijakan Publik, Teori Implementasi, Teori Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengimplementasikan Kebijakan pembangunan bidang agama, Bimas Kristen Kantor Wilayah provinsi Kalimantan Tengah menggunakan tiga tahapan proses yaitu Input, Proses dan program.
Peran Pengawas Pembina dalam Meningkatkan Mutu Pengelolaan Pembelajaran di TK Gugus 5 Bunga Krisan Zefanya Octoberi; Nita Yuliana; Jane Ibrani Rumbekwan; Yoan Colina
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5vzck846

Abstract

This study aims to analyze the role of supervisory officers in improving the quality of learning and institutional management at TK Gugus 5 Bunga Krisan. Theoretically, supervisory officers function as academic and managerial supervisors who are responsible for guidance, mentoring, evaluation, and the development of teachers’ and principals’ competencies. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings revealed that supervisory activities began with the preparation of systematic work programs and plans, including structured schedules for coaching and classroom supervision. In practice, the supervisor implemented coaching approaches adapted to the characteristics of each school and principal, making the guidance process more flexible and contextual. The discussion results indicated that the coaching activities increased teachers’ motivation to develop more varied and child-centered learning strategies and learning processes. In addition, the supervisor also acted as a mentor, facilitator, and motivator in assisting schools to adapt to policy changes and demands for educational quality improvement. Therefore, the role of the supervisory officer contributes to the sustainable improvement of learning quality and institutional management in early childhood education institutions.  
The Leadership Role of the Principal in Building Teacher Professionalism in the Pembina State Kindergarten Sebangau District Merliana; Istiniah; Wina Priskila; Winarti Bagau; Yoan Colina
International Proceeding On Religion, Culture, Law, Education, And Hindu Studies Vol. 1 (2024): International Proceeding On Religion, Culture, Law, Education, And Hindu Studies
Publisher : IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/internasional-seminar.v1i.310

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan kemampuan dan kewenangan untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengarahkan tindakan serta mendorong kemajuan dan semangat yang kuat untuk memotivasi semua warga sekolah. Peran kepemimpinan kepala sekolah menjadi fokus utama dalam mengembangkan profesionalisme guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menumbuhkan profesionalisme guru di TK Negeri Pembina Kabupaten Sebangau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah TK Negeri Pembina Kabupaten Sebangau telah menjalankan perannya secara efektif dalam mengembangkan profesionalisme guru. Hal ini terlihat dari perannya dalam melaksanakan fungsi kepemimpinan, prinsip-prinsip kepemimpinan dan peran kepemimpinan kepala sekolah. Selain itu kepala sekolah juga terus berupaya untuk mendorong dan memotivasi melibatkan guru atau tenaga kependidikan di TK Negeri Pembina Kabupaten Sebangau untuk terus belajar, berlatih dan berkembang dengan memanfaatkan berbagai program kegiatan pembelajaran guru seperti program latihan guru belajar mandiri, seminar, webinar dan kegiatan lainnya. yang berkontribusi pada pengembangan profesional guru pendidikan anak usia dini.
Management Planning Strategy for PAUD Institutions at TKN Pembina, Sebangau District, Palangka Raya City Vira Ezha; Fetriani; Linda Susanti; Nopraeda; Yoan Colina
International Proceeding On Religion, Culture, Law, Education, And Hindu Studies Vol. 1 (2024): International Proceeding On Religion, Culture, Law, Education, And Hindu Studies
Publisher : IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/internasional-seminar.v1i.312

Abstract

The increase in the number of early childhood education units must be balanced with good governance to realize a golden generation of Indonesia. With good governance to realize the golden generation of Indonesia that fulfills the constitution. Early childhood education now requires new steps and paradigms, including aspects of planning and management. The purpose of this research is to analyze the planning stages of PAUD institution management in TKN Pembina Kec. Sebangau, which supports the development of quality national education. This research uses descriptive qualitative research methods with this type of research is phenomenology with data collection techniques Observation, Interview and Documentation. Based on the results of research conducted at TKN Pembina Kec. Sebangau, it shows that the management planning strategy of PAUD institutions is carried out referring to the direction of PAUD management planning. Strategic planning of early childhood education management can be done for example through identification of needs and problems, environmental studies, determination of vision and mission, preparation of programs, and preparation of documents and plans.
Strategi Perencanaan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan PAUD Unggul di TK Kristen IV Betania Palangka Raya Riri Anggraini; Cailla Yovanca Fertyna; Yoan Colina
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z7y4ds98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi perencanaan kepala sekolah dalam pengelolaan PAUD unggul di TK Kristen IV Betania Palangka Raya serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi perencanaan kepala sekolah dilaksanakan melalui penyusunan program sekolah berdasarkan visi dan misi, pengembangan kompetensi guru melalui pembinaan dan supervisi, pengelolaan sarana dan prasarana, pembentukan budaya sekolah yang positif, serta penguatan kemitraan dengan orang tua dan masyarakat. Faktor pendukung dalam pengelolaan PAUD unggul meliputi kerja sama yang baik antara kepala sekolah dan guru, dukungan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta visi dan misi sekolah yang jelas. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan dana operasional akibat penurunan jumlah peserta didik, keterbatasan sarana dan prasarana, serta tuntutan peningkatan kompetensi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi perencanaan yang sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan mutu pengelolaan PAUD unggul.