Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kemitraan Pola Pendampingan Bimbingan Teknis Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Bima Tauhid Tauhid; M.Taufiq M.Taufiq; Firmansyah Firmansyah; Syahri Ramadoan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7418

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri 14 Tahun 2018  tentang Orientasi dan Pendalaman Tugas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, maka Anggota DPRD Kabupaten Bima melakukan kegiatan bimbingan teknis dalam rangka untuk mendalami tugas pokok dan fungsi sebagai anggota legislatif. Berkaitan dengan itu  tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mbojo Bima melaksanakan kegiatan   pengabdian kepada masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima melalui Pendampingan Bimbingan Teknis (Bimtek). Dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kabupaten Bima mendapatkan  pemahaman terkait dengan optimalisasi peran DPRD Terhadap perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat ini, sebagai tindak lanjut, diharapkan kepada eksekutif Kabupaten Bima, untuk dapat melakukan sinergitas hubungan dan komunikasi serta dukungan terhadap Anggota DPRD Kabupaten Bima dalam menyikapi pokok-pokok pikiran Anggota DPRD Kabupaten Bima dalam sistim informasi pemerintahan daerah terutama usulan dari masyarakat melalui reses untuk ditindaklanjuti dan dilaksanakan oleh eksekutif sebagaimana tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima.
BELAJAR REFLEKTIF KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI DESA BERBASIS PRINSIP KEPEMERINTAHAN MELALUI TRANSPARANSI Muhammad Taufiq; Dwi Arini Nursansiwi; Rahmad Hidayat
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.26137

Abstract

To realize a democratic, participatory, and open government, public organizations must fulfill society's rights to information disclosure by providing data and ensuring easy accessibility for external parties to monitor their performance and actively participate in managing development through meaningful mechanisms. This community service program aimed to enhance the conceptual-contextual understanding of the target audience, including the Village Government, Village Consultative Council, and residents, regarding the meaning, scope, and significance of public information disclosure under the Law on Public Information Disclosure and the Village Law. During the program planning stage, the implementer team coordinated with stakeholders in the village to discuss facilitation designs. At the implementation stage, we facilitated reflective learning by combining direct instruction with inquiry-based and participatory learning. This reflective learning facilitation has effectively enhanced the knowledge and understanding of most target audiences about village-level public information disclosure, including its meaning, scope, and significance. This program also effectively enhances collective awareness and fosters commitment among all partners to promote public information disclosure in the village. That serves as a foundation for transparency and accountability in the village government's fulfillment of its constitutional duties, which require active resident participation in overseeing village development management.  ---  Untuk mewujudkan pemerintahan yang demokratis, partisipatif, dan terbuka, organisasi publik harus memenuhi hak masyarakat atas keterbukaan informasi dengan menyediakan data dan memastikan akses mudah bagi pihak eksternal untuk memantau kinerja lembaga pemerintah dan turut berpartisipasi aktif dalam mengelola pembangunan melalui mekanisme yang bermakna. Keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat yang harus dipenuhi guna perwujudan pemerintahan demokratis, partisipatif, dan terbuka. Ketersediaan data serta aksesibilitas mudah harus disediakan organisasi publik yang memungkinkan pihak eksternal dapat mengawasi kinerja lembaga pemerintah sekaligus melibatkan diri secara aktif dalam pengelolaan pembangunan melalui mekanisme yang bermakna. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berorientasi meningkatkan pemahaman konseptual-kontekstual khalayak sasaran yang berasal dari unsur Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta warga tentang makna, cakupan, dan signifikasi keterbukaan informasi publik sesuai amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UUKIP) dan Undang-Undang Desa (UUDesa). Selama tahapan perencanaan program, kegiatan inti yang dilakukan adalah koordinasi tim pelaksana dengan para pihak terkait di desa lokasi program untuk mendiskusikan desain fasilitasi. Sementara pada tahapan pelaksanaan, pendekatan pedagogis yang digunakan dalam fasilitasi belajar reflektif adalah kombinasi instruksi langsung (ceramah, diskusi, serta brainstorming) dengan pembelajaran berbasis inkuiri dan partisipatif. Fasilitasi belajar reflektif ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan atau pemahaman mayoritas khalayak sasaran tentang makna, cakupan, dan signifikasi keterbukaan informasi publik level desa sesuai kehendak UUKIP dan UUDesa. Program ini juga mampu menjadi medium efektif yang telah didayagunakan bersama-sama untuk pengasahan kesadaran kolektif serta perajutan komitmen seluruh mitra dalam rangka menciptakan keterbukaan informasi publik di desa. Hal itu berfungsi sebagai fondasi transparansi dan akuntabilitas Pemerintahan Desa dalam pelaksanaan tugas konstitusionalnya yang harus beriringan dengan partisipasi aktif warga dalam pengawasan pengelolaan pembangunan desa.
Kebijakan Pembangunan Dalam Pengentasan Kemiskinan Di Wilayah Pesisir Kabupaten Bima Kamaluddin Kamaluddin; Muhammad Taufiq; Haeril Haeril
MIMBAR ADMINISTRASI FISIP UNTAG Semarang Vol. 20 No. 1 (2023): April : Jurnal MIMBAR ADMINISTRASI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/mia.v20i1.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dalam menanggulangi kemiskinan masyarakat pesisir. Pemilihan daerah pesisir sebagai obyek dari pengentasan kemiskinan adalah karena karakteristik lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya yang unik dengan sumber daya alam yang melimpah namun masih banyak masyarakat pesisir yang hidup serba kekurangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial Kabupaten Bima, lokasi tersebut sangat strategis dalam melihat studi kasus dan permasalahan yang terjadi. Subyek penelitian ini dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjawab berbagai permasalahan di dalam pengentasan kemiskinan nampaknya tidak bisa hanya menggunakan pendekatan satu solusi. Begitu juga untuk kemiskinan masyarakat pesisir di Kabupaten Bima yang memiliki kehidupan kompleks baik secara struktural, kultural maupun natural. Pendekatan secara struktural yaitu lebih ke arah teknis, di mana penyediaan sarana prasarana serta alat produksi yang mendukung dan memperlancar kegiatan produksi masyarakat pesisir. Kemudian pendekatan yang dilakukan secara kultural yaitu memberikan pengetahuan, informasi dan ketrampilan kepada masyarakat pesisir agar terbuka wawasannya sehingga bisa meningkatkan kualitas diri dan lebih berdaya. Selain itu juga perlunya pengembangan kelembagaan dalam bentuk misalnya kelompok nelayan secara permanen sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman, informasi, kerjasama dalam berlayar hingga proses produksi. Yang terakhir pendekatan pengentasan kemiskinan disebabkan karena natural yang terkait dengan alam akibat gangguan iklim dan cuaca dapat di atasi dengan memberikan alternatif-alternatif pekerjaan yang dapat dilakukan selama musim tidak dapat diandalkan untuk berlayar.
Institutional Accessibility in Providing Development Data as a Primary Dimension of the Village Government's Public Accountability Muhammad Taufiq; Rahmad Hidayat
Journal of Governance Volume 9 Issue 1: (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jog.v9i1.20634

Abstract

This essay examines the extent to which the village government is institutionally accessible in conveying development data to its citizens. Dervin (1973) defines institutional accessibility as the ability and willingness of public institutions to provide individuals with essential information. The easily accessible nature of such governmental entities would result in greater accountability and transparency in government administration, development, and community responsibility, which are constitutional obligations of state institutions. The authors describe the Rabakodo Village administration's level of public accountability in managing development operations, as evidenced by institutional accessibility to creating general information disclosure. This is a descriptive-qualitative study that uses focus group discussions and in-depth interviews as the primary methods of data collection. Public accountability may not have been fully implemented up to this point due to the lack of serious consideration given to the attempts to develop responsible village governance in Rabakodo Village. The lack of sincerity can be seen in the absence of adequate communication media to publicize the village development program while meeting the community's needs for information on specific development operations. The village government's failure to optimize the availability of different communication platforms and provide full access to village development information posed a barrier to increasing participatory democracy, inclusiveness, and public accountability. Such a low level of institutional accessibility steadily diminishes the possibility of confronting detrimental practices, non-populist policies, and the corrupt orientation of village-level state actors.
Kemitraan Pola Pendampingan Bimbingan Teknis Anggota Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Bima Tauhid Tauhid; M.Taufiq M.Taufiq; Firmansyah Firmansyah; Syahri Ramadoan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7418

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri 14 Tahun 2018  tentang Orientasi dan Pendalaman Tugas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, maka Anggota DPRD Kabupaten Bima melakukan kegiatan bimbingan teknis dalam rangka untuk mendalami tugas pokok dan fungsi sebagai anggota legislatif. Berkaitan dengan itu  tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mbojo Bima melaksanakan kegiatan   pengabdian kepada masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima melalui Pendampingan Bimbingan Teknis (Bimtek). Dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kabupaten Bima mendapatkan  pemahaman terkait dengan optimalisasi peran DPRD Terhadap perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat ini, sebagai tindak lanjut, diharapkan kepada eksekutif Kabupaten Bima, untuk dapat melakukan sinergitas hubungan dan komunikasi serta dukungan terhadap Anggota DPRD Kabupaten Bima dalam menyikapi pokok-pokok pikiran Anggota DPRD Kabupaten Bima dalam sistim informasi pemerintahan daerah terutama usulan dari masyarakat melalui reses untuk ditindaklanjuti dan dilaksanakan oleh eksekutif sebagaimana tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima.
The Dynamic of Actors' Relation to the Susceptible Condition of the Village Participatory Democracy Taufiq, Muhammad; Hidayat, Rahmad; Sauki, Muhammad
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 6 No 2 (2024): JGLP, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v6i2.1387

Abstract

This article deals with the implementation dynamics of the Village Law in a particular context that reflects the practice of developing participatory democracy. The effective administration of village development necessitates the cultivation of a collective ethos to foster a sense of kinship and cooperation and to promote the integration of social justice principles. In essence, effective governance necessitates accountability and participation, whereby the village government is responsible for transparently reporting and justifying all development operations or programs to residents under regulations outlined in the Village Law. Furthermore, residents should be actively engaged and involved in all phases of the development process. This study employed a descriptive approach and purposive sample technique to select key informants from government officials and citizens of Soriutu Village, located in the Manggelewa District of Dompu Regency, inside the West Nusa Tenggara Province. This essay examined the dynamics of actors' relationships in the management of development activities, specifically focusing on the leadership style of the village head from 2010 to 2016. The autocratic leadership style in Soriutu Village hinders the inclusion of inhabitants in all stages of village development governance, impeding the achievement of participatory democracy. This study's findings could enhance the theoretical understanding of leadership styles, community participation, transparency, informal participation preferences, participatory democracy, deliberative democracy critiques, and optimal village development management models.