Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

THE LENGTH-WEIGHT RELATIONSHIP OF Butis sp. IN THE TAMBUN RIVER, TOLITOLI DISTRICT, CENTRAL SULAWESI Suardi Laheng; Dwi Utami Putri; Febriani Febriani
AQUASAINS Vol 12, No 2 (2024): March 2024
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v12i2.p1435-1440

Abstract

Butis sp. is a type of fish that possesses physical characteristics such as small scales and a yellowish belly. Information regarding the existence and growth of this type of fish is still limited to the Tambun River, Tolitoli Regency. Analyzing the length and weight of the fish is one of the methods used to determine the biological conditions and fish stocks, there by facilitating the management of biodiversity sustainability. The aim of this study was to determine the relationship between the length and weight of Butis sp. in order to understand fish growth patterns. This research was carried out for 2 months in Sungai Tambun, Tolitoli Regency, Central Sulawesi Province. The location for collecting sample were   divided into 3 stations. The test parameters observed were the relationship between length and weight and habitat conditions. The research results of Butis sp. in Sungai Tambun, Tolitoli Regency showed a positive allometric growth pattern (b= 3,25). The water quality in the Tambun River still supports the growth of Butis sp. (temperature 25-28oC, pH 5,5-8,5).Keywords : Biodiversity, fish biology, growth, positive allometrics
ABON IKAN SOLUSI USAHA KECIL YANG MENGUNTUNGKAN DAN BERKELANJUTAN Dewi Puspita; Mardiana Mardiana; Nindy Cahya Ningsih; Sri Dhita Aulia; Dwi Utami Putri
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i3.1226

Abstract

The community service program in Lais Village, Dondo District, Tolitoli Regency was carried out to enhance community skills in processing fish into value-added shredded fish (abon) products. The region has abundant fish resources, but utilization remains limited to selling fresh fish at low prices with a high risk of spoilage. The program applied methods such as socialization, technical training, and business management assistance. The results showed significant improvements in participants’ technical skills in fish processing, more hygienic packaging practices, and a better understanding of cost calculation and marketing strategies. The shredded fish produced had good taste, a shelf life of up to two months without preservatives, and strong potential for both traditional and digital marketing. The program provided positive socio-economic impacts by creating additional household income opportunities and fostering community self-reliance. With government policy support, abundant raw material availability, and increasing consumer demand for practical food, shredded fish products have strong potential to develop into sustainable and competitive small-scale businesses.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN PENANDA WISATA DI DESA SALUMBIA Riski Nurhazizah; Arlin S Naukoko; Sudirman La Tjemma; Ilmuddin Ilmuddin; Ika Wahyuni Putri; Dwi Utami Putri
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i2.1259

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi potensi tempat wisata udang merah di Desa Salumbia yang mengalami penurunan pengunjung yang signifikan akibat kurangnya promosi dan fasilitas atau infrastruktur pendukung. Dengan mengadopsi pendekatan partisipatif, program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan infrastruktur dan penanda wisata yang komprehensif. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak, lokakarya bersama masyarakat untuk merancang penanda dan fasilitas, serta pembangunan sarana prasarana baru seperti jembatan akses dan area istirahat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pesat pada daya tarik destinasi, yang tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan dan aktivitas ekonomi lokal. Fasilitas penanda yang baru didesain tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk arah, tetapi juga sebagai media edukasi dan promosi yang memperkuat identitas Desa Salumbia sebagai pusat wisata udang merah. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa revitalisasi pariwisata berbasis komunitas, didukung oleh intervensi yang tepat pada infrastruktur, dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap potensi lokal suatu tempat.
Inovasi Pakan Berbasis Tepung Bayam Merah untuk Meningkatkan Kualitas Warna Ikan Platy (Xiphophorus maculatus) Yulianingsih; Ika Wahyuni Putri; Dwi Utami Putri; Aliyas; Zakirah Raihani Ya'la
Arborescent Journal Vol 3 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i2.1521

Abstract

Warna merupakan salah satu faktor utama yang menentukan nilai estetika dan nilai jual ikan hias. Pemanfaatan bahan alami yang mengandung pigmen, seperti bayam merah (Amaranthus tricolor), dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas warna ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung bayam merah dalam pakan terhadap intensitas warna dan pertumbuhan ikan platy (X. maculatus). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi tepung bayam merah dalam pakan, yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9%, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Intensitas warna ikan diukur menggunakan Toca Colour Finder, sedangkan pertumbuhan diamati melalui laju pertumbuhan selama masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bayam merah dalam pakan berpengaruh nyata terhadap peningkatan intensitas warna ikan platy. Perlakuan dengan konsentrasi 9% menghasilkan peningkatan warna terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Selain itu, pemberian tepung bayam merah tidak memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ikan selama penelitian berlangsung. Dengan demikian, tepung bayam merah berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pigmen alami dalam pakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan platy.  
Evaluasi Keberadaan Ektoparasit pada Udang Vannamei di PT. Esputlii Prakarsa Utama Ulfiani; Suardi Laheng; Dwi Utami Putri; Aliyas
Arborescent Journal Vol 3 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i1.1522

Abstract

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Namun di sisi lain, infeksi penyakit yang terjadi pada budidaya udang dapat menghambat neningkatnya produksi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, intensitas dan prevalensi ektoparasit pada udang vannamei yang di budidayakan PT. Esaputli Prakarsa Utama. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari dengan metode analisis deskriptif. Parameter yang di amati meliputi prevalensi parasit, intensitas parasit, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukan terdapat empat jenis ektoparasit yaitu Vorticella sp, Epistylis sp, Trichodina sp, dan Oodinium sp. Intensitas dan prevalensi ektoparasit tertinggi yaitu Vorticella sp sebesar 34,31 ind/ekor dengan prevalensi 57,78%. Hasil parameter kualitas air bahwa salinitas berkisar 30-32 ppt, suhu berkisar antara 28-31̊C, Ph berkisar antara 7,4-8,2, dan oksigen terlarut berkisar antara 4,16-5,93 mg/L. Menunjukkan fluktuasi yang stabil namun tetap berada dalam kisaran optimal untuk mendukung pertumbuhan dan kesehaan udang.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Pepaya (Caricca papaya L.) Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Firmansyah; Ika Wahyuni Putri; Dwi Utami Putri
Arborescent Journal Vol 3 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i2.1602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) terfermentasi dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas (Cyprinus carpio L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan Universitas Madako, Tolitoli, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis tepung daun pepaya (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan tiga kali ulangan selama 40 hari pemeliharaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun pepaya tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05) terhadap pertumbuhan bobot dan panjang mutlak ikan mas secara statistik, namun perlakuan dengan dosis 2% memberikan nilai pertumbuhan bobot dan panjang tertinggi secara numerik. Tingkat kelangsungan hidup (survival rate) ikan pada perlakuan 2%, 4%, dan 6% juga lebih tinggi (93,33%) dibanding kontrol (86,67%), meskipun tidak berbeda nyata. Parameter kualitas air seperti suhu (27,00–27,06°C), pH (6,81–7,06), dan DO (5,30–5,35 mg/L) berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan mas.
Hematologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Dibudidayakan Pada Sistem Akuaponik Dengan Menggunakan Filter Yang Berbeda Yunifar; Dwi Utami Putri; Aliyas
Arborescent Journal Vol 3 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i2.1604

Abstract

Ikan nila ialah komoditas perairan tawar yang populer, dikenal karena tingkat produksinya yang efisien, pertumbuhannya yang pesat, dan pasokannya yang melimpah. Hal ini menjadikannya sebagai sumber pangan lokal yang sangat umum. Kemudahan dalam membudidayakannya membuat pengolahan ikan nila menjadi berbagai produk menjadi sangat relevan. Selain itu, harga ikan nila yang ekonomis serta kemampuannya menghasilkan gel berkualitas merupakan nilai lebih dari ikan ini. Penelitian ini berlangsung selama 40 hari, dimulai pada 13 Mei dan diakhiri pada 21 Juni 2025. Lokasi pelaksanaannya adalah Laboratorium Basah Fakultas Perikanan, Universitas Madako Tolitoli, yang terletak di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang diterapkan adalah eksperimen serta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 3 (Bioball, Arang dan Zeolit) perlakuan dan 3 kali pengulangan, sehingga terdapat 9 unit percobaan. Hasil analisis sidik ragam ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan berbagai sistem filter dan akuaponik tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap ikan nila (p>0,05). Sekitar 2.043.333,33 sel/mm3 hingga 2.436.666,67 sel/mm3 dari total eritrosit yang diperoleh. Total sel eritrosit dalam setiap perlakuan masih dalam keadaan normal, jumlah sel eritrosit normal pada ikan berkisar antara 20.000 hingga 3.000.000 sel/mm3.