Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Tingkat Serangan Hama dan Penyakit pada Tanaman Hortikultura di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Arsi Arsi; Bambang gunawan; Suparman Suparman; Anggita Aulya Trimeiwardani
Planta Simbiosa Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v5i1.2979

Abstract

Pestisida adalah zat khusus untuk memberantas, mencegah atau membasmi gangguan serangga, binatang pengerat, nematoda, cendawan, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama yang merugikan. Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi hama, resurjensi hama, munculnya hama sekunder, dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penggunaan pestisida oleh petani dalam mengendalikan hama dan penyakit pada pertanaman hortikultura di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini disusun berdasarkan wawancara dan hasil observasi pada lahan pertanaman petani hortikultura. Hasil yang didapatkan dari wawancara dan observasi tersebut menunjukkan bahwa petani masih banyak menggunakan pestisida sintetik dengan tidak bijak dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dibudidayakan. Dalam penggunaan pestisida, petani masih mengandalkan pengalaman pribadinya dibandingkan dengan ilmu pengetahuan. Rata-rata petani belum memahami penggunaan pestisida yang baik dan benar sehingga tidak mengerti mengenai ambang ekonomi dalam menggunakan pestisida. Kesimpulannya, petani masih beranggapan bahwa semakin banyak jenis pestisida yang digunakan, maka semakin cepat untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Dengan demikian, perlu adanya penyuluhan tentang penggunaan pestisida pada petani, sehingga petani dapat memahami cara penggunaan pestisida dengan bijak untuk kedepannya. Spesies hama dan penyakit yang menyerang tanaman hortikultura yaitu, 13 spesies hama dan 11 spesies penyakit.
Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Media Pembuatan Bioinsektisida Berbahan Aktif Bacillus thuringiensis dalam Mendukung Pengendalian Hama Terpadu: Utilization of Livestock Waste as a Medium Producing Bacillus thuringiensis-Bioinsecticides Containing in Supporting Integrated Pest Control Yulia Pujiastuti; Arsi Arsi; Suparman Suparman; Abu Umayah; Bambang Gunawan; Weri Herlin
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i5.4710

Abstract

Livestock waste becomes a problem and disturbs the community environment. In addition to the odor generated, it causes an unclean environment. Livestock waste is a problem for the people of Jungkal Village, Pampangan District, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra. Good environmental management must be a priority. Therefore, livestock waste must be utilized to create a healthy environment. The purpose of this activity was to explain the use of livestock waste as a medium to produce bio-insecticides made from the active Bacillus thuringiensis bacteria. The target community was a farmer group in Jungkal Village. Activities were carried out in two ways, namely socialization activities and practical activities to produce bio-insecticide with active B. thuringiensis. Preliminary data showed that farmers were aware that livestock waste causes discomfort. Handling both liquid and solid waste has yielded little results because, so far, farmers have only gotten rid of this waste without using it as a helpful product. After the community service activities were completed, 80% of the participants understood the benefit of livestock waste. With an intensive approach and assistance, farmer groups can receive new directions.
Evaluasi Pengelolaan Penyakit Tanaman Terpadu pada Petani Jagung (Zea mays L.) Di desa Suka Menang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Arsi Arsi; Fitra Nanda Kurnia; Suparman Suparman
J-Plantasimbiosa Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v6i1.2978

Abstract

Corn (Zea mays L.) is one of the most important food crop commodities in the world after rice and wheat. In some countries, corn is the main source of carbohydrates. However, pests and diseases are the main obstacles to maize production in the tropics and sub-tropics. There are two main diseases that have the potential to reduce maize production, including leaf rust and leaf blight. leaf rust disease can reduce production up to 70% Leaf rust disease is caused by Puccinia Sp. Leaf blight can cause yield losses of up to 50%. Leaf blight is caused by Helminthosporium turcicum. Therefore, combined control is needed to minimize the impact, namely by applying the concept of integrated disease management. This study aims to determine evaluate integrated disease control that has been carried out by several farmers in Suka Menang village, Gelumbang District, Muara Enim Regency. The results of field practice show that most of the corn farmers in Suka Menang Village, Glummbang District, Muara Enim Regency have implemented the concept of integrated disease management. In the implementation process, farmers are not aware that what they are doing is included in the control. There are 2 types of diseases that attack corn plants, namely, Puccinia sp. and Helminthosporium turcicum.
Improve of Multiobjective Model on the Classification Problem of Food Consumption Levels in Indonesia Eka Susanti; Novi Rustiana Dewi; Arsi Arsi
KUBIK Vol 10 No 1 (2025): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v10i1.40632

Abstract

Classification is the process of grouping objects based on similarities and differences. In this article, a multi-objective classification model is developed with three objective functions, namely the function that maximizes the values of accuracy, sensitivity and specificity. The developed model is applied to the problem of classifying meat, egg and fish consumption levels. The classification method used is K-Nearest Neighbor (KNN) with three objective functions and the addition of the GridSearchCV module to the KNN calculation. Completion of the multiobjective model using the weighting method and Particle Swam Optimization (PSO). Based on the data, with objective function weights of 1, 2 and 3 respectively being 0.7, 0.15 and 0.15, the results obtained for Rural Areas Meat, Fish and Egg Attributes of the model performance are in good criteria. for Urban Areas Attributes of Meat, Fish and Eggs the model's performance in the criteria is very good. Addition of the GridsearchCV module can facilitate the calculation of the KNN method classification because the model will provide the best k value without having to do repeated calculations.
SOSIALISASI TANAMAN PENGENDALI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN SAYURAN DI DESA JUNGKAL II KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Arsi Arsi; Suparman Suparman; Dini Damayathi; Harman Hamidson; Yulia Pujiastuti; Rahmat Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya sayuran masih menjadi kendala masyarakat desa Jungkal. Hal ini, dikarenakan masyarakat belum mengetahui kandungan gizi, vitamin dan mineral sayuran untuk memenuhi nutrisi dalam tubuh manusia. Hama dan penyakit dalam budidaya sayuran masih menjadi permasalahan. Untuk mengurangi permasalahan tersebut perlu dilakukan pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan. Pengendalian yang ramah lingkungan menggunakan tanaman-tanaman yang ada di desa tersebut. Tujuan pengabdian ini untuk budidaya sayuran dan pengendalian organisme penganggu tanaman menggunakan pestisida nabati. Metode dalam kegiatan ini dengan melakukan penyuluhan secara langsung. Penyuluhan penggunaan budidaya tanaman sayuran dilakukan menggunakan metode ceramah serta pendampingan. Berdasarkan hasil sosialisasi pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan tanaman sudah dilakukan oleh masyarakat. Akan tetapi, kegiatan ini dilakukan secara tradisional dengan merendam bagian tanaman selama 24 jam. Pemanfaatan tanaman sebagai pestisida nabati masih sedikit dilakukan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan budidaya sayuran masih sedikit dilakukan dan beberapa tanaman saja. Kesimpulan pengendalian mengunakan pestisida nabati sudah dilakukan oleh masyarakat dan masih sedikit. Budidaya sayuran paling banyak di tanam yaitu, cabai dan terung.   Kata Kunci: pestisida, nabati, pengendalian, sayuran