Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Description of Factors Related To People With Leprosy in Mantar Village, Poto Tano District West Sumbawa Regency Galuh Permatasari; Nur Arifatus Sholihah
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 2 No 1 (2022): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v1i3.333

Abstract

Salah satu permasalahan dalam pengobatan kusta adalah terjadinya reaksi kusta yang dapat menyebabkan kecacatan pada penderita kusta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit kusta di Desa Mantar Kecamatan Pototano Kabupaten Sumbawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kusta yang berdomisili di Desa Mantar Kecamatan Pototano Kabupaten Sumbawa Barat. Oleh karena itu, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah detail sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis kelompok umur menunjukkan bahwa dari orang, 30 orang adalah <15 tahun yaitu 9 (36,7%), dan 21 (63,3%) adalah >15 tahun (usia produktif). Pada kategori jenis kelamin, terdapat 11 laki-laki (36,7%) dan 19 perempuan (63,3%). Kategori pendidikannya adalah mereka yang berpendidikan rendah yaitu SD-SMP. Ada petani dalam kategori bekerja sebagai petani yaitu sebamyak 30 orang (100%). Pada kategori pengetahuan, 5 orang (16,6%) memiliki pengetahuan cukup, dan 25 orang (83,4%) memiliki memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang kusta. Pasien kusta terkonfirmasi pertama berusia 15 tahun ke atas, dan sebagian besar adalah perempuan. Penderita kusta memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kusta karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit kusta yaitu 25 orang (83,3%). Diharapkan kepada petugas di Puskesmas Prtotano untuk meningkatkan kegiatan skrining dan penyuluhan kusta di masyarakat serta meningkatkan personal hygiene seperti menjaga cuci tangan.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di Rumah Yatim dan Dhuafa Putri An-Nisa Galuh Permatasari; Antari Yugi Antari
Indonesia Berdaya Vol 3, No 2: February-April 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022292

Abstract

The importance of maintaining reproductive health can affect adolescent health. Good knowledge about the reproductive system can be the basis for a sense of responsibility from each teenager. Therefore, it is important to increase knowledge about reproductive health through counseling to adolescents. Counseling was carried out at the An Nisa orphanage on March 26, 2020, with 20 participants. Participants focused on adolescent girls who ranged in age from 12 to 19 years. Counseling is carried out by conducting pre-test and post-test to determine the increase in adolescent understanding. It was found that there was an increase in adolescents' understanding of the reproductive system. Abstrak: Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dapat mempengaruhi kesehatan remaja. Pengetahuan yang baik mengenai system reproduksi dapat menjadi dasar akan rasa tanggung jawab dari tiap remaja. Oleh sebab itu penting adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi melalui penyuluhan pada remaja. Penyuluhan telah dilakukan di rumah yatim piatu an nisa pada tanggal 26 maret 2020 denganjumlah peserta 20 orang. Peserta difokuskan pada remaja wanita yang bervariasi dari usia 12 sampai 19 tahun. Penyuluhan dilakukan dengan melakukan pre test dan post test untuk mengetahui peningkatan pemahaman remaja. Didapatkan bahwa terdapat peningkatan pemahamn remaja tentang system reproduksi.
UPAYA PENCEGAHAN HIV-AIDS MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMK FARMASI KABUPATEN SUMBAWA Nur Arifatus Sholihah; Asri Reni Handayani; Galuh Permatasari
Midwifery Care Journal Vol 3, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.248 KB) | DOI: 10.31983/micajo.v3i1.8180

Abstract

HIV-AIDS is a sexually transmitted disease whose appearance is like an iceberg phenomenon, namely the number of reported sufferers is much smaller than the actual number of sufferers. The spread of HIV-AIDS is strongly influenced by factors of education, knowledge, attitudes and behavior. The provision of information is expected to increase knowledge and can be done by providing sosializaton to the community, group or individual. This study aims to prove that HIV-AIDS counseling has an effect on the level of knowledge about HIV/AIDS. The design of this study was a pre and post test group, involving 30 students of Pharmacy Vocational School in Sumbawa Regency, which were selected using simple random sampling technique. The mean level of knowledge of students before counseling was 12.03 and after counseling was 17.97. The p-value of the t-test is 0.0001, thus it is interpreted that counseling has an effect on the level of knowledge of students about HIV/AIDS at the Pharmacy Vocational School of Sumbawa Regency. Thus, it is important to increase knowledge and understanding of how to prevent and treat HIV Aids, especially among adolescents through sosialization about HIV Aids. 
HUBUNGAN LAMANYA PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN TERHADAP GANGGUAN HAID DI UPT PUSKESMAS KECAMATAN PLAMPANG Susi Susanti; Galuh Permatasari; Yunita Lestari
Jurnal Kesehatan dan Sains Vol 5 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN DAN SAINS (JKS)
Publisher : LPPM STIKES Griya Husada Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family Planning (KB) is an attempt to distance or plan the number and distance of pregnancy by using contraception. The results of a preliminary study conducted at plampang district health center in January-March 2020 as many as 103 respondents.From the data researchers interviewed as many as 39 respondents and found problems that occurred in plampang district health center that is delayed menstruation for 6 months to 1 year due to using injectable birth control 3 months. The purpose of this study was to see if there was a relationship in the duration of use of injection control 3 months to menstrual disorders. The method used in research is descriptive analytics with a cross sectional approach using primary and secondary data.The results of the study of 39 respondents of kb acceptors injected 3 months in UPT Puskesmas Plampang District in 2020 which was processed with SPSS 20 found 23 respondents with the use of injectable birth control 3 months with a long use of > 6 months found 16 (64.8%) respondents who experienced menstrual disorders while new use < 6 months there were as many as 7 (27.5%) respondents who experienced menstrual disorders that showed a significant relationship between the length of use of 3 months injectableKB against menstrual disorders in Plampang village of Plampang District of Sumbawa Regency with a value of p (sig)<a (0.303 < 0.05). Concluded that there is a relationship between the length of use of injectable birth control 3 months and menstrual disorders.
EDUKASI CUCI TANGAN PADA MURID TK DI TK SARI ASIH SUMBAWA BESAR Gladeva Yugi Antari; Galuh Permatasari; Luh Putu Sri Yuliastuti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4831

Abstract

Kewaspadaan harus terus diperketat untuk menurunkan penularan penyebaran virus dengan memperkatat pencegahan bagi anak yaitu dengan mencuci tangan pakai sabun. Mencuci tangan dapat mencegah perpindahan mikroorganisme tidak baik pindah kedalam tubuh manusia.Peserta pada pengabdian ini adlah siswa kelas A dan B TK Sari Asih Sumbawa. Pelaksanaan dilaksanakan 1 hari. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan diketahui bahwa pelaskanaan program pengabdian kepada masyarakat terdiri dari beberapa langkah kegiatan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian diketahui telah bahwa siswa menjadi mengetahui dan merasakan cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Edukasi Gosok Gigi Pada Murid TK Di TK Sari Asih Sumbawa Besar Galuh Permatasari; Gladeva Yugi Antari; Luh Putu Sri Yuliastuti
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v2i1.424

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu faktor yang tidak hanya berpengaruh terhadap rongga mulut serta fungsi pengunyahan, namun dapat mempengaruhi kualitas hidup secara langsung. Kesehatan gigi yang dipelihara dengan baik sejak dini dapat berpengaruh terhadap perilaku dan perkembangan di kemudian hari. Pada anak sekolah, masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang penting karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit, tetapi juga menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktivitas. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan Pada Murid TK dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada siswa dan siswi TK yang ada di TK Sari Asih. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi kepada anak usia dini melalui demonstrasi. Peserta adalah siswa TK Sari Asih kelas A dan B yang memiliki usia antara 4 sampai 5 tahun. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 30 anak dengan didampingi oleh guru yang ada di sekolah. Hasil kegiatan diketahui bahwa siswa secara keseluruhan cukup mampu menggosok gigi secara baik dan benar bila tanpa bantuan orang dewasa Peran aktif orang tua dan guru baik dirumah maupun disekolah sangat penting untuk mendukung hal tersebut.
ANALISIS PELAKSANAAN INFORMED CONSENT PADA PASIEN BERSALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ELY FARIDAH Galuh Permatasari; Gladeva Yugi Antari; Luh Putu Sri Yuliastuti
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): April : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v11i1.127

Abstract

Informed Consent adalah kesepakatan/persetujuan pasien atas upaya medis yang akan dilakukan oleh bidan terhadap dirinya, setelah mendapatkan informasi dari bidan. Persalinan adalah suatu proses dimana seorang wanita melahirkan bayi yang diawali dengan kontraksi uterus yang teratur dan memuncak pada saat pengeluaran bayi sampai dengan pengeluaran plasenta dan selaputnya dimana proses persalinan ini akan berlangsung selama 12 sampai 14 jam. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis pelaksanaan informed consent pada pasien bersalin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian yuridis empiris, metode yuridis yaitu dengan melihat berdasarkan dari teori-teori hukum, literatur-literatur atau aspek-aspek hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan metode empiris adalah metode yang menggunakan fakta yang telah terjadi dalam masyarakat untuk mendapatkan data dan kebenaran yang akurat. Kebenaran hukum empiris adalah kebenaran korespondensi, artinya bahwa sesuatu itu benar karena didukung oleh fakta (Correspond To Reality). Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh langsung dari hasil wawancara informan dan data sekunder bersumber dari penelitian kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu praktik mandiri bidan telah melaksanankan prosedur pelayanan kebidanan dengan melaksanakan kewajiban untuk meminta persetujuan tindakan (Informed Consent) pada pasien bersalin sesuai dengan pasal 61 ayat 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2019 Tentang Kebidanan, namun Informed Consent tersebut dilakukan secara tertulis dan lisan pada pasien. Informed Consent tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 290 Tahun 2008 Tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. Prosedur Informed Consent yaitu adanya kesepakatan, pasien yang cakap hukum, persetujuan dilaksanakan tertulis/tidak tertulis/tanpa pesetujuan, pasien dapat menyetujui ataupun menolak tindakan medis. sedangkan penyelesaian perkara Litigasi maksudnya melalui proses pengadilan baik perdata maupun Pilihan menyelesaian perkara medis bisa melalui Litigasi dan Non Litigasi, Non Litigasi maksudnya melalui proses diluar pengadilan pidana.
PARITAS IBU BERSALAH DENGAN TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF Gladeva Yugi Antari; Galuh Permatasari; Luh Putu Sri Yuliastuti; Evi Gustina Kesuma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17117

Abstract

Masih tingginya angka kematian ibu didunia dan Indonesia. Menurut data 80% kematian ibu disebabkan akibat komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan postpartum, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi. Lamanya proses persalinan dapat menyebabkan infeksi karena bakteri dari vagina masuk ke dalam rahim, apalagi jika pembukaan serviks berlangsung terlalu lama. Proses persalinan yang lama dapat disebabkan oleh masalah kontraksi rahim, seperti inersia rahim, yang dapat mengancam kesehatan bayi dan menyebabkan kematian ibu dan/atau bayi. Pengalaman melahirkan mempengaruhi persepsi nyeri ibu saat persalinan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paritas terhadap nyeri persalinan kala satu fase aktif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian dilakukan di PMB Elly Farida selama 4 bulan dari bulan April-July 2023. Populasi adalah ibu bersalin, sampel diambil menggunakan metode total sampling sebesar 60 ibu bersalin. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Dari seluruh responden yang diteliti, ditemukan sebagian besar responden adalah multigravida sebanyak 31 responden dimana sebanyak 16 responden merasakan nyeri sedang. Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan nyeri persalinan kala satu fase aktif dengan p-value 0,48. Terdapat pengaruh paritas dengan nyeri persalinan kala satu fase aktif