Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INISIASI MENYUSU DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ROKAN HULU Romy Wahyuny; Yuyun Bewelli Fahmi; Siti Nurkhasanah; Reviyanti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4402

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini merupakan kemampuan seorang bayi untuk menyusu sendiri sesaat setelah lahir, yaitu dalam waktu 60 menit atau 1 (satu) jam pertama setelah bayi dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi tindakan inisiasi menyusu dini di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023 dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana data yang digunakan merupakan data primer yaitu dengan cara mengisi kuesioner. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Kemudian, data dianalisis secara univariat dan bivariat (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pendidikan terakhir Dasar (33,4%), menengah (33,3%), dan perguruan tinggi (33,3%), pengetahuan cukup (66,3%), mendapatkan dukungan suami/keluarga (73,4%), peran/sikap bidan/tenaga kesehatan (51,7%).tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,117, tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,354. Dukungan suami/keluarga dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini bersifat konstan (homogen). Adanya hubungan antara peran bidan/tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,017. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini, dukungan keluarga bersifat konstan dikarenakan semua responden mendapat dukungan keluarga, dan terdapat hubungan yang bermakna antara peran bidan/tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG RISIKO KEHAMILAN REMAJA DI SMPN 05 RAMBAH HILIR Romy Wahyuny; Heny Sepduwiana; Yuyun Bewelli Fahmi; Hotlimaria Pangaribuan
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4401

Abstract

Salah satu penyebab kematian ibu adalah kehamilan risiko tinggi diantaranya kehamilan remaja (< 20 tahun). Sebanyak 10,3% kehamilan usia < 20 tahun menyebabkan kematian pada ibu secara tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang risiko kehamilan remaja di SMPN 05 Rambah Hilir tahun 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2023 dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana data yang digunakan merupakan data primer yaitu dengan cara mengisi kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VII (tujuh) SMPN 05 Rambah Hilir sebanyak 73 siswa. Jumlah sampel penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yaitu sebanyak 73 siswa. Kemudian, data dianalisis secara univariat dan bivariat (uji chi square). Hasil penelitian menunjukkan 100% responden mendapat dukungan dari orangtua, 63% responden merasakan peran tenaga kesehatan dan 100% responden memiliki pengetahuan tinggi. Didapatkan tidak ada hubungan dukungan orangtua (nilai p = 0.918) dan peran tenaga kesehatan (p = 0.416) terhadap pengetahuan remaja tentang risiko kehamilan remaja. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan dukungan orang tua dan peran tenaga kesehatan berperan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang risiko kehamilan remaja. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi atau penyuluhan mengenai risiko kehamilan kepada remaja.
PENGARUH PEMBERIAN JUS WORTEL TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS DISMENORE PADA REMAJA PUTRI SMP NEGERI 3 TAMBUSAI Yuyun Bewelli Fahmi; Nana Aldriana; Eka Yuli Handayani; Nofriorita
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4444

Abstract

Dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah yang terjadi saat menstruasi merupakan salah satu penyebab terganggu aktifitas sehari-hari. Angka kejadian dimenore di dunia sangat besar . Rata-rata lebih dari 50% wanita mengalami dimenore disetiap Negara. Di Indonesia angka kejadian dismenore mencapai 60 70% wanita. Dismenore terjadi pada remaja dengan pravelensi berkisar antara 43% hingga 93%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Wortel Terahadap Penurunan Intensitas dismenore pada Remaja Putri SMP Negeri 3 Tambusai. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptik Analitik, dengan desain Pra Eksperimen dengan pendekatan one group pre tes and post tes. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampel sejumlah 30 responden. Responden diberikan jus wotel 2 kali sehari selang waktu 2 jam setelah pemberian pertama dengan takaran 250 gram dicamper 150 cc air. Tingkat desmenore diukur menggunakan Numeretic Rating Scale (NRS) dan uji statistik T dependen. Hasil penelitian ini dapat diketahui mean intensitas dismenore sebelum pemberian jus wortel adalah 3.23 dengan standar deviasi 0,84. Dari hasil uji statistik dengan uji t-dependen di dapat nilap p value 0,00 (p< 0,05) memiliki makna yang signifikan yaitu ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri SMP N 3 Tambusai. Disarankan remaja putri yang mengalami nyeri haid untuk mengkomsumsi jus wortel karena efektif terhadap penurunan intensitas dimenore
PENGARUH SENAM DYSMENORHEA TERHADAP SKALA NYERI DYSMENORHEA REMAJA PUTRI SMPN 2 KUNTO DARUSSALAM Yuyun Bewelli Fahmi; Rika Herawati; Heny Sepduwiana; Richi Fitriani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4446

Abstract

Dismenorea merupakan rasa nyeri atau tidak nyaman yang terjadi pada bagian bawah perut menjalar ke punggung hingga paha. Penanganan dismenorea dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Penanganan nyeri dismenorea dengan terapi non farmakologi dapat dilakukan salah satunya adalah teknik relaksasi yaitu senam dismenorea. Senam dismenorea merupakan senam yang membantu peregangan otot perut, panggul dan pinggang. Angka kejadian dosmenorea di Provinsi Riau pada remaja putri mencapai 95,7% dengan rentang usia 15-16 tahun. Sementara itu angka kejadian dismenorea Pengaraian di Kabupaten Rokan Hulu berkisar 56.7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam dismenorea terhadap skala nyeri dismenorea remaja putri SMPN 2 Kunto Darussalam. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain penelitian one group pre test and post test. Pengumpulan data menggunakan kuisioner sedangkan analisis data menggunakan uji t-dependent. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan skala nyeri dismenorea sebelum senam dysmenorrhea (pre-test) mayoritas nyeri berat dengan standar deviasi 0,736. Mayoritas intensitas nyeri dismenorea sesudah senam dysmenorrhea (post-test) adalah nyeri sedang dengan standar deviasi 0,736. Sedangkan hasil uji statistik T-dependent terhadap intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan diperoleh nilai p-value = 0.000 (P< 0,05) Maka dapat disimpulkan ada pengaruh senam dysmenorrhea terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea pada remaja putri SMPN 2 Kunto Darussalam pada saat menstruasi
PENGARUH SEDUHAN DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DAN HB PADA IBU NIFAS DI KLINIK SWASTA BIDAN ENNY SWITA NAINGGOLAN, Amd.Keb WILAYAH TAMBUSAI KECAMATAN TAMBUSAI Yuyun Bewelli Fahmi; Romy Wahyuny; Andriana; Zuliani Tambusai
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4449

Abstract

Pada keadaan fisiologi menyusui, kebutuhan gizi ibu meningkat karna kebutuhan untuk memproduksi ASI faktor makanan berpengaruh signifikan terhadap produksi ASI selain faktor psikis dan isapan bayi. Daun kelor merupakan salah satu bagian dari tanaman kelor yang banyak diteliti kandungan gizi dan kegunaannya. Daun kelor kaya akan nutrisi,diantaranya kalsium,zat besi,protein,vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Daun kelor mengandung zat besi lebih tinggi dari air seduhan lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan metode PreExperimental dengan uji statistic menggunakan uji T dependen. Hasil penelitian ini adalah Rerata Peningkatan pertambahan volume ASI pada ibu nifas sebelum diberikan seduhan daun kelor memiliki rerata 35,0. Untuk Rerata Peningkatan pertambahan kadar HB pada ibu nifas sebelum diberikan seduhan daun kelor memiliki rerata sebelum diberikan seduhan daun kelor memiliki rerata 9,2. Untuk hasil uji Paired sampel T test terlihat bahwa nilai p = 0,032 < 0,05 artinya ada perbedaan rerata pertambahan volume ASI pada ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan seduhan daun kelor. Dan hasil uji paired sample t test terlihat bahwa nilai p = 0,026 < 0,05 artinya ada perbedaan rerata pertambahan kadar HB pada ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan seduhan daun kelor. Dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian seduhan daun kelor terhadap peningkatan ASI dan Hb ibu nifas.