Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

the Improving Language Skills in 2-3 Year Old Children through Flashcard Media at Denali Development Center: Meningkatkan Keterampilan Bahasa Pada Anak Usia 2-3 Tahun Melalui Media Flashcard di Denali Development Centre Mulia Marita Lasutri Tama; Hera Oktriani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1635

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan masa anak berusia 0 sampai dengan 6 tahun yang mempunyai ciri-ciri dan sedang dalam proses perkembangan yang sangat cepat. bahwa setiap anak mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda-beda menurut usianya yaitu masa kanak-kanak. Stimulasi anak usia dini (0-6 tahun) yang disebut juga dengan masa emas (golden age) memegang peranan penting dalam seluruh aspek tumbuh kembang anak dan berperan dalam tugas-tugas perkembangan. Aspek yang sangat penting dalam perkembangan anak  adalah  perkembangan bahasa. Memang benar bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Bahasa merupakan bagian dari perkembangan manusia dan tidak dapat dipisahkan dari perannya sebagai alat komunikasi antar manusia. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini menggunakan flashcard yang berisi gambar (benda, binatang, dll) yang dapat digunakan untuk melatih ejaan dan memperluas kosa kata. Tujuan dari layanan ini dapat membimbing dan mendorong anak untuk memberikan jawaban yang diinginkan melalui flashcard yang dapat diberikan kepada anak dalam bentuk permainan pengenalan huruf dan kata. Hasil pengabdian kepada Masyarakat ini di dapatkan  hasil yang signifikan bahwa anak dapat berkembang dalam setiap aspek pengamatan dan minatnya terhadap kegiatan pembelajaran, serta dapat menjadi alat bantu belajar baru bagi guru.
PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA ANAK TUNARUNGU MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI SLB NEGERI SEKAYU Khusnul Khotimah; Mulia Marita Lasutri Tama
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 9: September 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosakata merupakan unsur penting bahasa, dan merupakan materi pembelajaran yang sangat penting, karena digunakan oleh suatu kelompok orang pada suatu lingkungan. Fenomena yang terjadi pada anak Tunarungu pada saat pengamatan berlangsung yang dilakukan di SLB Negeri Sekayu adalah adanya permasalahan dari salah satu anak Tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam mengetahui kosakata, sehingga membuat kemampuan belajar akademik anak rendah akibat miskinnya mereka dalam mengetahui kosakata. Metode yang digunakan adalah media gambar dengan 3 tahapan yakni, prasiklus, siklus I, dan siklus II. Berdasarkan hasil dari prasiklus, siklus I, siklus II yang telah dilakukan dengan menggunakan media gambar dalam meningkatkan penguasaan kosakata yang didapatkan adalah adanya peningkatan dalam penguasaan kosakata pada anak Tunarungu.
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA DOWN SYNDROME MELALUI MEDIA BERMAIN PERAN DI SLB NEGERI SEKAYU Mulia Marita Lasutri Tama; Kartika Kartika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19057

Abstract

Permasalahan pada anak down syndrome adalah kesuitan pada kepercayaan diri, terdapat 63,3% anak down syndrome mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan sosial sehingga hal ini mempengaruhi cara bersosialisasi dan keterbatasan pada lingkungan sosial. Penelitian ini berfokus pada meningkatkan dan membantu perkembangan kepercayaan diri pada anak down syndrome Metode yang digunakan adalah metode bermain peran dengan beberapa tahapan yaitu siklus 1 tahap 1, siklus 1 tahap 2, dan siklus 2. Setelah dilakukannya uji coba siklus 1 tahapan 1, siklus 1 tahapan 2, dan siklus 2, mendapatkan perbandingan yang sangat signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri. Pada siklus 1 tahapan 1 subjek sama sekali belum memiliki rasa kepercayaan diri, pada siklus 1 tahapan 2 subjek mulai dapat meningkatkan kepercayaan diri, dan pada siklus ke 2 sangat terlihat bahwa peningkatan kepercayaan diri sangat baik setelah melakukan uji coba bermain peran. Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media bermain peran dapat meningkatkan kepercayaan diri anak di lingkungan sekolah.
ANALISIS PROSES RECRUITMENT AND SELECTION KARYAWAN DI PT SUMBER ALFARIA TRIJAYA TBK BRANCH PALEMBANG Mulia Marita Lasutri Tama; Efril Naldy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19061

Abstract

Sumber daya manusia dalam suatu perusahaan memegang peranan penting untuk keberhasilan suatu perusahaan. Hal itu disebabkan karena ketersediaan sumber daya yang berkualitas menjadi salah satu penentu keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas kerja di perusahaan. Oleh karenanya, dalam rangka memperoleh sumber daya manusia (karyawan) yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan maka perlu diadakan proses rekrutmen dan seleksi yang tepat sasaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis melalui studi literatur secara mendalam dan observasi langsung di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Hasil dari analisis dalam proyek ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen dan seleksi di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. sudah diselenggarakan sesuai dengan program yang tercantum pada SOP perusahaan. Namun, pada dasarnya masih terdapat kendala dalam proses rekrutmen dan seleksi kandidat terbaik, yakni terbatasnya kandidat yang sesuai kriteria, pelamar yang tidak menyelesaikan seleksi, dan adanya yang mengundurkan diri. Berdasarkan hasil analisis, maka penulis merekomendasikan agar pelamar di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dapat lebih banyak lagi menggali informasi tentang perusahaan sebelum menghadapi tes. Selain itu, masukan untuk perusahaan jika terdapat kasus pengunduran diri sebaiknya tim rekrutmen menanyakan secara jelas terkait komitmen pelamar kerja yang sudah lolos tes administratif untuk dapat mengikuti wawancara dan menyelesaikan proses seleksi yang ada
Pelatihan Service Excellent kepada Siswa Jurusan Perbankan di SMKN 1 Palembang Hardiansyah Hardiansyah; Mulia Marita Lasutri Tama
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.8087

Abstract

Keterbatasan dalam pengajaran kemampuan berkomunikasi di SMKN 1 Palembang mendorong tim pelaksana dan mitra untuk menyelenggarakan pelatihan service excellent bagi siswa jurusan Perbankan. Pelatihan service excellent ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa mengenai pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pelayanan guna meningkatkan rasa percaya diri mereka. Pelatihan dilakukan secara tatap muka pada tanggal 7 dan 8 Februari 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Metode pelaksanaan yang diaplikasikan dalam pelatihan ini adalah dengan memberikan materi terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan dengan role play secara langsung. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep customer dan makna dari pelayanan, mindset service, prinsip-prinsip pelayanan prima, grooming, teknik pendekatan dengan customer, komunikasi dan penggunaan bahasa yang tepat. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai service excellent secara relevan. Namun dalam hal keterampilan, perubahan dalam komunikasi para peserta tidak secara langsung meningkat intens. Service excellent tidak hanya terbatas pada kemampuan berkomunikasi, tetapi juga melibatkan produk atau fasilitas fisik yang menjadi bagian dari layanan yang diberikan. The limitations in teaching communication skills at SMKN 1 Palembang have prompted the organizing team and partners to conduct service excellence training for students in the Banking department. This service excellence training aims to give students insights into knowledge and skills in the service field to enhance their self-confidence. The training was conducted face-to-face on February 7th and 8th, 2023, with 35 participants. The implementation method applied in this training involved delivering the materials first, followed by direct role plays. The training materials covered introducing the customer concept and the meaning of service, the service mindset, the principles of excellent service, grooming, customer approach techniques, communication, and the use of appropriate language. The training results indicated a relevant improvement in participants' understanding of service excellence. However, in terms of skills, the changes in communication among the participants did not directly intensify. Service excellence is not limited to communication skills alone but also involves the products or physical facilities that are part of the service provided.
Psikoedukasi Kesehatan Mental Bagi Remaja Melalui Sosial Media Marisa Anggraeni; Mulia Marita Lasutri Tama
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2023): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v5i2.7306

Abstract

Belakangan ini kesehatan mental remaja memang menyita sorotan publik. Selaras dengan survei pada 2021 terakhir yang dilaksanakan oleh Indonesianational adolescent mental health survery (I-NAMS) menemukan bahwa satu dari tiga remaja (34.9%), setara dengan 15,5 juta remaja di indonesia memiliki satu masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Kemudian, satu dari dua puluh remaja (5,5%) yang setara dengan 2,45 juta remaja di indonesia memiliki satu gangguan mental dalam 12 bulan terakhir. Kegiatan psikoedukasi ini mengimplementasikan berdasarkan tahapan psikoedukasi HIMPSI (2010) yaitu ; 1. Melakukan Asesmen Menggunakan General Health Quisstionare (GHQ-30) 2. Melakukan Perancangan Program 3. Melakukan Implementasi Program 4. Melakukan Monitoring dan Evaluasi ProgramBerdasarkan hasil evaluasi secara kualitatif, peserta mengungkapkan bahwa materi telah dijelaskan secara jelas, detail, dan sangat berpengaruh bagi mereka, baik dari segi pengetahuan dan kesadaran diri mengenai kesehatan mental itu sendiri. Dari skor GHQ-30 yang sudah diberikan pada remaja, hasilnya juga menunjukkan bahwa psikoedukasi memberikan dampak positif untuk meningkatkan wawasan peserta mengenai kesehatan mental. Dengan adanya psikoedukasi ini, peserta dapat meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan mental dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
PSIKOEDUKASI METODE DETEKSI DINI PERKEMBANGAN MOTORIK PADA BALITA DI DESA TANGSI AGUNG Bella Futri Anggraini; Mulia Marita Lasutri Tama; Sawi Sujarwo
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1448

Abstract

Usia Balita dari umur 0-5 Tahun merupakan usia yang sangat penting bagi masa perkembangan dan pertumbuhan, dan penting bagi kedua orang tua untuk memperhatikan masa kembang dan tumbuh yang terjadi pada anaknya seperti perkembangan fisik, motorik, dll. Pemantauan perkembangan anak tersebut menggunakan metode pembagian kuesioner Development Checklist yang dikembangkan oleh Sattler, Marotz & Allen. Sasaran kegiatan ini ialah ibu yang memiliki balita umur 0-5 tahun. Tujuan kegiatan keilmuan ini penulis ingin mengetahui pertumbuhan dan perkembangan motorik balita di Desa Tangsi Agung. Adapun manfaat mendapatkan pengetahuan dan wawasan untuk ibu di Desa Tangsi Agung, dan sebagai bahan masukan dalam kegiatan proses penyuluhan terhadap ajaran yang berhubungan dengan pengetahuan tentang kesehatan deteksi dini perkembangan balita. Hasil dari kegiatan ini yang telah diberikan kuesioner perkembangan motorik anak sudah cukup lumayan baik dan sesuai dengan usia masa kembangnya walaupun ada beberapa kecenderungan yang melambat pada anak dikarenakan masih kurangnya pengetahuan stimulasi orang tua.
PSIKOEDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI DESA TANGSI AGUNG Triga Ayu Amanda; Mulia Marita Lasutri Tama
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1542

Abstract

Para remaja memiliki rasa ingin tahu dan seksualitas yang hampir tidak dapat di puaskan. Seperti yang terjadi pada remaja di Desa tangsi Agung dimana pada remaja disana gaya berpacaran mereka Backstreet atau berpacaran secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua. Tujuan dari program keilmuan ini untuk memberikan pemahaman kepada partisipan terkait pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seks bebas dengan menggunakan sarana seperti penyuluhan di kantor desa dengan menjelaskan materi menggunakan Power Point dan alat Proyektor. Setelah di lakukannya penyuluhan Psikoedukasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Perilaku Seks Bebas di Desa Tangsi Agung para remaja mulai paham pada kesehatan reproduksi dan mengerti bagaimana menjaga diri sendiri agar tidak terpengaruh pada dunia seks bebas yang bisa sangat fatal merugikan diri sendiri. Dan mengerti bahwa pentingnya memberitahu orang tua bahwa para remaja mempunyai hubungan dengan lawan jenis tanpa harus berpacaran diam-diam atau backstreet.
MELATIH MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LOMPAT TALI PADA ANAK PAUD MANDIRI DESA SUKA NEGERI Annisa Fortuna; Mulia Marita Lasutri Tama; Mutia Mawardah
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3: September 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i3.2001

Abstract

Children who are at an early age (0-6 years) are children who are at a stage of rapid growth and development, both physically and mentally. This period is also called the golden age. In the golden age, early childhood needs encouragement that can support the development of the child so that the child's growth and development is not hampered. Gross motor skills are closely related to the progress, development, and growth of children at an early age. The purpose of this activity is to train gross motor skills such as movements for PAUD Mandiri children in Suka Negeri Village. The method used by the researcher is the playing method through jumping rope because researchers see many children who are still shy in doing physical activities at PAUD Mandiri Suka Negeri Village. During the routine exercise on Friday morning, the researchers saw that the children looked doubtful and reluctant to make specific movements. The enthusiasm of the children when playing jump rope was high, but there were two children who seemed hesitant, three children lost their balance when they were on a rope that reached 30cm, and six children looked confused and needed more guidance when walking in a zigzag without stepping on the rope