Nursalim Nursalim
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdimasa

PENGEMBANGAN EGRA UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BACA TULIS SISWA SD KELAS AWAL DI DAERAH PINGGIRAN DAN TERPENCIL 30 SEKOLAH DASAR KABUPATEN SORONG Nursalim Nursalim; Doni Sudibyo
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.167 KB)

Abstract

Tujuan Keseluruan dari program ini adalah untuk menguji pendekatan yang efektif dan keberlanjutan untuk meningkatkan kemampuan literasi (baca tulis) pada Sekolah Dasar di wilayah pinggiran dan Terpencil di Kabupaten Sorong. Dampak yang diharapkan adalah peningkatan hasil pembelajaran dalam membaca dan pemahaman pada Sekolah Dasar di Wilayah Pinggiran dan Terpencil Kabupaten Sorong. Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan/program ini adalah: 1). Setelah adanya hasil ini diharapkan terdapat metode/model yang dapat mengubah perilaku guru – guru baik laki maupun perempuan, dan praktik mengajar di kelas secara regular dengan menggunakan material sesuai dengan konteks kelas awal. 2) Mengukur kemajuan kemampuan membaca dan pemahaman siswa kelas 2 dan kelas 3 di sekolah sasaran. 3)Pemerintah mereplikasi dan mengimplementasikan program ini untuk meningkatkan kemampuan literasi baca dan tulis kelas awal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SUKU KOKODA DALAM MEMBANGUN RUMAH BACA BERBASIS INKLUSI SOSIAL Surya Putra Raharja; Nursalim Nursalim
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.275 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah membangun Rumah baca berbasis Iklusi Sosial di kampung Suku Kokoda. Rumah Baca seharusnya menjadi lembaga inklusi sosial, setiap warga kampung Suku Kokoda dapat masuk ke Rumah Baca dan menikmati layanan selayaknya perpustakaan secara gratis. Masyarakat merupakan pihak yang paling berkepentingan dengan keberadaan lembaga pelayanan informasi seperti rumah baca. Kebutuhan masyarakat Suku Kokoda terhadap informasi dalam rangka peningkatan budaya Literasi membaca serta untuk meningkatkan mutu dan kualitas hidup sepatutnya menjadi dasar pokok rumah baca berdiri. Sehingga segala proses pembangunan dan pengembangan rumah baca sangat berkaitan dengan upaya masyarakat suku Kokoda dalam meningkatkan budaya Literasi membaca serta meningkatkan mutu dan kualitas hidup.
MEMPERKUAT PERAN SEKTOR PENDIDIKAN UNTUK MEMBANGUN KETERAMPILAN HIDUP REMAJA DI KABUPATEN SORONG Nursalim Nursalim; Febrian Andi Hidayat
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2019): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.626 KB)

Abstract

Program dan intervensi yang dimaksudkan selaras dengan prinsip-prinsip dalam mempromosikan gender, kesetaraan dan keberlanjutan. Misalnya, konten LSE yang memiliki topik spesifik yang mencakup isu-isu sensitif gender termasuk, kesehatan dan hak-hak seksual / reproduksi, kekerasan berbasis gender dan pemahaman yang lebih baik tentang kesetaraandan kesetaraan gender. Di bawah program ini, guru menerima pelatihan LSE dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas guru tentang topik-topik terkait LSE, serta untuk menyadarkan guru tentang masalah gender. Guru yang mendapat manfaat dari program ini akan mengajarkan pendidikan kecakapan hidup kepada anak laki-laki dan perempuan di sekolah dan juga memfasilitasi sesi gender yang telah dimasukkan dalam sesi LSE. Sejalan dengan kepala sekolah ekuitas, program ini telah memiliki fokus khusus pada penyediaan pengetahuan dan keterampilan kepada guru yang akan ditempatkan di sekolah dan mengajar di daerah pedesaan, terpencil dan sulit dijangkau di Tanah Papua. Oleh karena itu, remaja yang kurang beruntung di sekolah terpencil akan mendapat manfaat dari program ini. Diperkirakan 60% peserta pelatihan guru yang akan menerima pelatihan pendidikan kecakapan hidup di bawah program ini adalah orang Papua setempat dan 65% adalah perempuan. Dalam hal keberlanjutan, berinvestasi dalam pelatihan guru pra-jabatan adalah salah satu strategi inti untuk memastikan keberlanjutan guru terampil untuk memberikan program pendidikan keterampilan hidup. Diakui bahwa dasar kelembagaan untuk program pelatihan guru memberikan kesinambungan dan keberlanjutan. Pelatihan dalam layanan, pada gilirannya, sering disampaikan sebagai lokakarya satu kali atau serangkaian lokakarya singkat, dengan sedikit dukungan lanjutan, pengawasan atau evaluasi. Melalui kegiatan ini, dosen akan mengamati peserta pelatihan guru menggunakan alat pengamatan yang memungkinkan untuk mengkonfirmasi kepercayaan diri ketika memberikan sesi LSE, menilai pengetahuan konten dan pendekatan pedagogis masing-masing.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN MALASOM BERKEUNGGULAN Nursalim Nursalim; Yusuf Bachtiar
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2019): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.747 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka Melakukan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Malasom Berkeunggulan bertujuan untuk meningkatkan keunggulan masyarakat Malasom dalam bidang kesehatan dan pendidikan agar mampu bersaing dengan kelurahan lainnya di wilayah perkotaan. Kegiatan pengabdian ini dimulai pada tanggal 19 November hingga 20 Desember 2019 bertempat di Kelurahan Malasom Distrik, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kegiatan yang telah dilakukan adalah Penyuluhan Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat (PKHS), Aksi Donor Darah, Pelatihan Pembuatan Bunga Plastik, Pelatihan Literasi bagi Siswa, Pembersihan sampah dengan pola Bhakti Sosial, Pemberian nama papan jalan. Pengabdian ini memberikan dampak yang positif sehingga kelurahan malasom menjadi berkeunggulan.
MEMPERKUAT PELEMBAGAAN MODEL PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI HOLISTIK INTEGRATIF (PAUD HI) Di KABUPATEN SORONG DAN KABUPATEN RAJA AMPAT Nursalim Nursalim; Surya Putra Raharja
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2019): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.35 KB)

Abstract

Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kesiapan generasi penerus sebagai pelaksana pembangunan. Persiapan tersebut harus diupayakan sejak anak masih berusia dini, yaitu sejak anak di kandungan sampai dengan usia 6 tahun. Karena 90% otak manusia berkembang sebelum usia 5 tahun, terutama pada anak usia 4 tahun pertama kehidupan anak. Periode ini merupakan masa paling penting dalam perkembangan otak, kognitif, dan psikososial anak, sehingga kebutuhan kesehatan dasar, gizi dan pengembangan emosi serta intelektual anak harus dipenuhi secara baik untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangannya di kemudian hari. (Data: The Economis, Tecnology and Neuroscience of Human Capbility Formation, PNAS, August, 2007). Pengembangan pendidikan anak usia dini merupakan salahsatu pendekatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan sumber daya manusia yang berkesinambungan. enelitian Prof James Heckman, Peraih Nobel Ekonomi, mengungkapkan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM dibandingan dengan investasi serupa di usia sekolah dan dewasa Dengan dana pendidikan anak usia dini yang relatif terjangkau, negara dapat mengoptimalkan pertumbuhan anak dengan meningkatkan asupan gizi anak dan memastikan anak mendapatkan stimulasi-stimulasi positif yang membantu tumbuh kembangnya. Khususnya investasi bagi anak-anak yang kurang beruntung akan menghasilkan manfaat besar bagi individu dan masyarakat dengan memperoleh pendidikan yang lebihg baik, kesehatan, dampak hasil ekonomi dan sosial, tidak hanya menghemat uang pembayar pajak tetapi juga meningkatkan produktivitas ekonomi bangsa.(Data: The Economis of Child Well-Being. Gabriella Conti James J. Heckman, 2012). UNIMUDA Sorong bermitra dengan UNICEF dalam upaya mendukung pemerintah untuk meningkatkan kualitas PAUD sebagai suatu program prioritas pembangunan pendidikan nasional dalam mengembangkan program PAUD HI di Papua Barat (Sorong dan Raja Ampat) sejak 2017 hingga sekarang. Jumlah PAUD yang selama ini diintervensi sebanyak 26 PAUD. Melalui Program Sekolah Penggerak, UNIMUDA Sorong berharap dapat menambah jumlah intervensi menjadi 125 PAUD di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Raja Ampat. Tujuan Utama program adalah membantu pemerintah mewujudkan pemenuhan kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini di Papua Barat secara menyeluruh dan terintegrasi sehingga mampu membentuk kualitas kesehatan, kecerdasan, dan kematangan sosial di tahap berikutnya.
Pemberdayaan Masyarakat Otimalisasi Kampung Klasmelek Mandiri Nursalim Nursalim; Nesya Pramudia Andini
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2020): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka Melakukan Pemberdayaan Masyarakat Optimalisasi Kampung Klasmelek Mandiri bertujuan untuk meningkatkan martabat masyarakat kampong Klasmelek dalam bidang kesehatan dan pendidikan agar terus menjadi kampung yang dapat menjadi contoh dan terus mampu bersaing dengan kampung lainnya di daerah yang lebih maju. Kegiatan pengabdian ini dimulai pada tanggal 17 – 18 Desember bertempat di Kampung Klasmelek, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kegiatan yang telah dilakukan adalah Penyuluhan Pola Hidup Sehat dan bersih yang diawali dengan kegiatan senam jantung sehat serta diakhiri dengan makan bubur kacang hijau bersama. Kegiatan lainnya adalah program pembiasaan jumat bersih dengan pembersihan sampah dengan pola Bhakti Sosial dan pemberian nama papan jalan. Pengabdian ini memberikan dampak yang positif sehingga Kampung Klasmelek mampu dalam optimalisasi menjadi lebih mandiri.
Gerakan Sekolah Maju di SD Muhammadiyah Rawa Sugi Kabupaten Sorong Abdul Hafid; Sholehun Sholehun; Nursalim Nursalim; Isni Irna Jaya; Febrianto Febrianto
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2021): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD Muhammadiyah Rawa Sugi adalah salah satu sekolah yang berada di pelosok Kabupaten Sorong, dengan segala keterbatasannya sekolah ini memiliki eksistensi yang fundamental untuk keberlanjutan pendidikan dan masa depan anak bangsa yang tinggal di Kampung Rawa Sugi Distrik Salawati Kabupaten Sorong. Permasalahan utama di SD Muhammadiyah Rawa Sugi adalah kurangnya sarana dan prasarana pendidikan, sehingga motivasi siswa ke sekolah masih rendah karena belajar secara tekstual. Kemudian adminstrasi sekolah yang tidak terarsip dengan baik, dan sekolah yang belum terakreditasi, ditambah dengan kondisi Covid-19 yang tidak mengungkin adanya pembelajaran tatap muka. Dalam penerapannya Gerakan Sekolah Maju dibagi menjadi empat kegiatan, pelatihan dan pendampingan pendidikan kecakapan hidup sehat (sekolah sekolah sehat), pelatihan dan pendampingan penulisan surat dan pengarsipan, pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran kontekstual bagi semua guru kelas, serta pelatihan persiapan akreditasi. Selain itu juga pemberian bantuan bagi guru (sembako), serta beberapa sarana kepada sekolah, pemberian bibit pohon, Alquran dan Iqro. Dampak kegiatan dari keterampilan pendidikan kecakapan hidup sehat adalah perubahan paradigrama guru, terkait kecakapan hidup sehat, dan pemanfaatan lahan sekolah. Dampak kegiatan pelatihan dan pendampingan akreditasi sekolah adalah bertambahnya pengetahuan dan wawasan guru tentang akreditasi sekolah, termasuk pemahaman tentang pentingnya akreditasi. Sekolah dapat mengetahui posisi (kekuatan dan kelemahan) sekolah untuk persiapan akreditasi. Dampak dari kegiatan pelatihan dan pembinaan administrasi bagi sekolah mitra adalah, bertambahnya pengetahuan guru tentang penulisan surat dan pengarsipan, sekolah sudah membuat beberapa pengarsipan sekolah. Dampak pemberian bantuan bagi guru meringankan beban guru pada masa Covid-19, dampak bantuan bagi sekolah mempermudah dan mempercepat pelayanan pendidikan di sekolah.
Pelatihan Literasi Baca Tulis Dan Numerasi Kelas Awal Berbasis Pendidikan Inklusif Dan Disiplin Positif Bagi 7 Perguruan Tinggi Di Papua Dan Papua Barat Nursalim Nursalim; Yeni Witdianti; Desti Rahayu
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan literasi baca tulis dan numerasi kelas awal berbasis pendidikan inklusif dan disiplin positif bagi 7 perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat dimaksudkan untuk melatih 14 dosen calon pengampu mata kuliah literasi baca tulis dan literasi numerasi dari 7 perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat. Adapun 7 perguruan tinggi tersebut diantaranya; UNBN (Universitas Nani Billi Nusantara), IAIN Sorong (Institut Agama Islam Negeri), UNAMIN Sorong (Universitas Muhammadiyah Sorong), STKIP Muhammadiyah Manokwari, STKIP Biak, UNCEN Jayapura (Universitas Cendrawasih Jayapura), dan USWIM (Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire). Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dibagi tiga tahap, yaitu pengondisian, pelaksanaan, dan pendampingan. Dalam kegiatan pelatihan ini para dosen diberikan pemahaman secara teoretis tentang literasi baca tulis dan literasi numerasi, diberikan pemodelan bagaimana cara mengajar setiap komponen dalam literasi baca tulis dan literasi numerasi. Dan kemudian secara bergantian peserta mempraktikan pengajaran setiap komponen literasi baca tulis dan literasi numerasi. Setelah mengikuti pelatihan terdapat perubahan antara nilai pre-test dan post-test peserta pelatihan literasi baca tulis dan numerasi kelas awal berbasis pendidikan inklusif dan disiplin positif.