Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Agregat Beton Inovasi Material Ramah Lingkungan Dalam Konstruksi Berkelanjutan Edowinsyah; Barrorotul Azizah
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20147

Abstract

Limbah plastik merupakan salah satu problem lingkungan paling besar di dunia, dengan volume yang selalu meningkat tiap tahun. Plastik yang tidak terurai dengan cepat telah mencemari tanah beserta air dan juga ekosistem, sehingga diperlukan berbagai solusi yang inovatif untuk mengurangi dampaknya. Sementara itu, industri konstruksi merupakan suatu sektor penting yang dengan konsumsi material yang tinggi pula, termasuk juga agregat alam yang semakin lama semakin terbatas akibat adanya eksploitasi sumber daya yang berlebihan. Pemanfaatan limbah plastik sebagai agregat beton menawarkan solusi ganda. Hal ini mengurangi pencemaran lingkungan secara signifikan sekaligus mengurangi eksploitasi sumber daya alam, Tujuan penelitian untuk mengevaluasi karakteristik mekanis beton. Metode yang digunakan metode eksperimen, mutu beton yang rencanakan adalah f’c 14,5 Mpa dengan Agregat sampah Plastik Sebanyak 0.5 % dan 1 % dari berat agregat kasar (Kerikil), umur perawat selama 3, 14 dan 28 Hari. Hasil dari penelitian untuk berat jenis, kuat tekan dan lentur  Maksimum pada umur perawatan beton 28 hari untuk masing-masing berat  jenis beton untuk berat jenisnya  BN sebesar 2.36 Gram/cm3, BP1 sebesar 2.32 gram/cm3 dan BP2 sebesar 2.26 Gram/cm3, sedangkan untuk kuat tekan dan lentur beton untuk beton BN kuat tekan 14.66 Mpa Kuat Lentur 2.19 Mpa, BP1 Kuat Tekan 13.51 Mpa Kuat Lentur 1.72 Mpa dan BP2 Kuat Tekan 12.17 Mpa Kuat Lentur 1.42 Mpa. Meskipun kuat tekan dan kuat lenturnya menurun, penggunaan limbah plastik dalam jumlah kecil menunjukkan potensi sebagai alternatif bahan ramah lingkungan untuk aplikasi beton non-struktural
Kajian Teknis Perencanaan Drainase Semidang Alas Kelurahan Jokoh Kecamatan Dempo Tengah Dalam Aspek Penanganan Kumuh Fameira Dhiniati; Barrorotul Azizah; Muhammad Mahmud
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20430

Abstract

Drainase merupakan sistem yang berfungsi untuk mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air agar tidak menimbulkan banjir maupun genangan, dan di Desa Semidang Alas belum adanya pembangunan drainase menyebabkan genangan air sering terjadi terutama saat hujan deras dengan intensitas tinggi sehingga aktivitas warga terganggu, kenyamanan lingkungan menurun, serta infrastruktur jalan berpotensi rusak; oleh karena itu diperlukan perencanaan drainase yang tepat untuk mengurangi risiko banjir dan mendukung keberlanjutan kawasan, dengan tujuan penelitian menghitung curah hujan rencana menggunakan data maksimum harian tahunan selama 15 tahun (2010–2024) melalui metode Gumbel, menggunakan data primer hasil survei lapangan serta data sekunder dari Badan Statistik Kota Pagar Alam, dan perencanaan saluran drainase dilakukan dengan persamaan Mononobe, Manning, serta rumus lain yang relevan, di mana hasil perhitungan menunjukkan curah hujan rencana (Q) sebesar 0,435793 m³/det dengan debit saluran drainase 1,6525 m³/det, kemudian berdasarkan survei lapangan direncanakan penampang saluran tipe U dengan dimensi lebar 0,72 m dan tinggi 0,65 m, sedangkan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan standar Satuan Harga Tahun 2025 menunjukkan kebutuhan biaya sebesar Rp 524.500.000,00, dan dari analisis pengurangan luasan kumuh pembangunan drainase sepanjang 460 m dapat menurunkan luasan kumuh dari 2,80688 Ha menjadi 2,4408 Ha, sehingga perencanaan drainase ini diharapkan mampu mengurangi genangan, meningkatkan kualitas lingkungan, memperpanjang umur infrastruktur, mendukung kenyamanan serta keselamatan masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis dalam pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis tetapi juga sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga Desa Semidang Alas dapat berkembang lebih tertata, sehat, dan aman bagi seluruh warganya