Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Islamic Circle

PRAKTEK JUAL BELI KUINI SECARA TEBASAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: (Studi Kasus Di Desa Iparbondar Kecamatan Panyabungan) Nasution, Martua
Islamic Circle Vol. 3 No. 1 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i1.852

Abstract

Penelitian ini membahas jual beli kuini dengan sistem tebasan di DesaIparbondar dan pandangan hukum Islam terhadap jual beli kuini secara tebasa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research metode penelitian kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa system jual beli tebasan di Desa Iparbondar terjadi setelah adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli. Dalam akad jual beli ini, kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli tidak menuangkan kesepakatan yang tercapai pada sebuah perjanjian yang tertulis, artinya kesepakatan antara kedua belah pihak hanya secara lisan yang dijadikan dasar transaksi jual beli dari awal sampai akhir. Dalam hal ini, pemilik pohon kuini memberikan kepercayaan atau amanah sepenuhnya kepada pembeli untuk memetik kuini yang sudah tua atau layak untuk dipetik, dari sejumlah pohon kuini yang sudah ditentukan oleh penjual atau pemilik pohon.Praktek jual beli menurut hukum Islam adalah sah, karena telah memenuhi semua rukun dan syaratnya. Jual beli tebasan ini merupakan bentuk yang sederhana dan praktis dengan tujuan untuk memperlancar pelaksanaan penyelenggaraan jual beli kuini. Jual beli kuini secara tebasan ini didalamnya mengandung manfaat atau kemaslahatan yang dicapai dengan madharat yang ditimbulkan tetapi akan lebih baik apabila memelihara kemaslahatan atau manfaat tersebut dengan mengesampingkan madharat yang ditimbulkan selama tidak melenceng dari tujuan syara’.
Relevansi Hukum Islam Terhadap Tradisi Adat Pernikahan di Desa Aek Marian Masyarakat Mandailing Nasution, Martua
Islamic Circle Vol. 4 No. 2 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i2.1690

Abstract

Marriage is a bond between a man and a woman whom he is lawful to marry. This relationship will certainly be valid if the terms and conditions have been fulfilled. The wedding sequence is often mixed with certain regional traditions. For the Aek Marian people, marriage customs are something that must be followed. So, this article aims to describe a number of customs in marriage in the Mandailing community in Aek Marian village and their relevance in Islamic law. The research is a qualitative form of field research. Primary data was produced through observation and interviews. Meanwhile, secondary data was generated through literature study. All findings data were analyzed descriptively. The results of the research explain that the series of customs in marriage in the Mandailing community in Aek Marian village do not substantially conflict with Islamic law. Apart from that, the practices carried out by the community are dynamic and adapt to Islamic law. Perkawinan merupakan sebuah ikatan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang halal dinikahinya. Hubungan ini tentu menjadi sah apabila telah terpenuhi rukun dan syarat-syaratnya. Rangkaian dalam perkawinan sering dicampur dengan tardisi adat daerah tertentu. Bagi masyarakat Aek Marian, adat dalam perkawinan merupakan hal yang mesti dilakukan. Jadi, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait sejumlah rangkaian adat dalam perkawinan pada masyarakat Mandailing di desa Aek Marian serta relevansinya dalam hukum Islam. Penelitian merupakan bentuk kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data-data primer dihasilkan melalui observasi dan wawancara. Sedangkan untuk data skunder dihasilkan melalui studi pustaka. Semua data-data temuan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa rangkaian adat dalam perkawinan pada masyarakat Mandailing di desa Aek Marian secara substansial tidak bertentangan dengan Hukum Islam. Selain itu, praktik yang dilakukan oleh masyarakat bersifat dinamis dan menyesuaikan dengan hukum Islam.
Peranan Lubuk Larangan Untuk Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam (Studi Kasus Lubuk Larangan Desa Gunung Tua Julu) Nasution, Martua
Islamic Circle Vol. 1 No. 2 (2020): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.513 KB) | DOI: 10.56874/islamiccircle.v1i2.512

Abstract

Abstrak Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang eksplisit yang muncul dari periode panjang yang berevolusi bersama – sama masyarakat dan lingkungannya dalam sistem lokal yang sudah dialami bersama – sama. Penelitian ini akan membahas tentang kearifan lokal yaitu peranan lubuk arangan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dalam perspektif hukum ekonomi islam. Sebagai hasil dari penilitian ini bahwa masyarakat di Desa Gunung Tua Julu memiliki kebiasaan membuka lubuk larangan pada setiap lebaran atau hari besar agama. Penghasilan dari lubuk larangan akan dipergunakan sebagian untuk kas desa Gunung Tua Julu sebagai salah satu program desa Gunung Tua untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Kata Kunci: Lubuk Larangan, Ekonomi Islam, Pendapatan Abstract Local wisdom is explicit knowledge that emerges from a long period of evolving together with the community and its environment in a local system that has been experienced together. This study will discuss local wisdom, namely the role of lubuk arangan in improving the community's economy in the perspective of Islamic economic law. As a result of this research, the people in Gunung Tua Julu Village have a habit of opening the pit of prohibition on every Eid or religious holiday. The income from the Lubuk Ban will be used partly for the Gunung Tua Julu village treasury as one of the Gunung Tua village programs to increase the community's economic income. Keywords: Lubuk Larangan, Islamic Economics, Income
Empowering Communities: The Role of Zakat in Alleviating Poverty and Promoting Economic Growth in Indonesia Nasution, Martua; Putra, Dedisyah; Desry Deski
Islamic Circle Vol. 6 No. 1 (2025): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v6i1.2257

Abstract

Poverty remains a major development challenge in Indonesia despite various government programs. In this context, zakat as an Islamic economic instrument holds significant potential to address economic inequality and improve community welfare. However, the optimal utilization of zakat to support economic empowerment and development has yet to be fully realized. This study aims to analyze the role of zakat in alleviating poverty and promoting economic growth in Indonesia, as well as to identify obstacles and strategies for optimizing its management. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing literature review and secondary data analysis from zakat institutions’ reports, academic publications, and national statistics. Additionally, case studies were conducted on economic empowerment programs based on zakat implemented by several prominent zakat institutions in Indonesia. The findings indicate that zakat plays a significant role in increasing the income of zakat recipients (mustahik), expanding access to micro business capital, and encouraging economic self reliance. Productive zakat programs are proven to be more effective in the long term compared to consumptive zakat distribution. Nevertheless, challenges such as low zakat literacy, unequal distribution, and the lack of integration between zakat institutions and government programs remain key barriers. The study recommends enhancing collaboration among institutions, utilizing digital technology for zakat collection and distribution, and strengthening regulations and public education as strategies to maximize zakat's potential in national economic development. Keywords: zakat, economic empowerment, poverty alleviation, Indonesia
Peranan Lubuk Larangan Untuk Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam (Studi Kasus Lubuk Larangan Desa Gunung Tua Julu) Nasution, Martua
Islamic Circle Vol. 1 No. 2 (2020): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v1i2.512

Abstract

Abstrak Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang eksplisit yang muncul dari periode panjang yang berevolusi bersama – sama masyarakat dan lingkungannya dalam sistem lokal yang sudah dialami bersama – sama. Penelitian ini akan membahas tentang kearifan lokal yaitu peranan lubuk arangan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dalam perspektif hukum ekonomi islam. Sebagai hasil dari penilitian ini bahwa masyarakat di Desa Gunung Tua Julu memiliki kebiasaan membuka lubuk larangan pada setiap lebaran atau hari besar agama. Penghasilan dari lubuk larangan akan dipergunakan sebagian untuk kas desa Gunung Tua Julu sebagai salah satu program desa Gunung Tua untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Kata Kunci: Lubuk Larangan, Ekonomi Islam, Pendapatan Abstract Local wisdom is explicit knowledge that emerges from a long period of evolving together with the community and its environment in a local system that has been experienced together. This study will discuss local wisdom, namely the role of lubuk arangan in improving the community's economy in the perspective of Islamic economic law. As a result of this research, the people in Gunung Tua Julu Village have a habit of opening the pit of prohibition on every Eid or religious holiday. The income from the Lubuk Ban will be used partly for the Gunung Tua Julu village treasury as one of the Gunung Tua village programs to increase the community's economic income. Keywords: Lubuk Larangan, Islamic Economics, Income
PRAKTEK JUAL BELI KUINI SECARA TEBASAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: (Studi Kasus Di Desa Iparbondar Kecamatan Panyabungan) Nasution, Martua
Islamic Circle Vol. 3 No. 1 (2022): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v3i1.852

Abstract

Penelitian ini membahas jual beli kuini dengan sistem tebasan di DesaIparbondar dan pandangan hukum Islam terhadap jual beli kuini secara tebasa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research metode penelitian kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa system jual beli tebasan di Desa Iparbondar terjadi setelah adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli. Dalam akad jual beli ini, kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli tidak menuangkan kesepakatan yang tercapai pada sebuah perjanjian yang tertulis, artinya kesepakatan antara kedua belah pihak hanya secara lisan yang dijadikan dasar transaksi jual beli dari awal sampai akhir. Dalam hal ini, pemilik pohon kuini memberikan kepercayaan atau amanah sepenuhnya kepada pembeli untuk memetik kuini yang sudah tua atau layak untuk dipetik, dari sejumlah pohon kuini yang sudah ditentukan oleh penjual atau pemilik pohon.Praktek jual beli menurut hukum Islam adalah sah, karena telah memenuhi semua rukun dan syaratnya. Jual beli tebasan ini merupakan bentuk yang sederhana dan praktis dengan tujuan untuk memperlancar pelaksanaan penyelenggaraan jual beli kuini. Jual beli kuini secara tebasan ini didalamnya mengandung manfaat atau kemaslahatan yang dicapai dengan madharat yang ditimbulkan tetapi akan lebih baik apabila memelihara kemaslahatan atau manfaat tersebut dengan mengesampingkan madharat yang ditimbulkan selama tidak melenceng dari tujuan syara’.
Relevansi Hukum Islam Terhadap Tradisi Adat Pernikahan di Desa Aek Marian Masyarakat Mandailing Nasution, Martua
Islamic Circle Vol. 4 No. 2 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i2.1690

Abstract

Marriage is a bond between a man and a woman whom he is lawful to marry. This relationship will certainly be valid if the terms and conditions have been fulfilled. The wedding sequence is often mixed with certain regional traditions. For the Aek Marian people, marriage customs are something that must be followed. So, this article aims to describe a number of customs in marriage in the Mandailing community in Aek Marian village and their relevance in Islamic law. The research is a qualitative form of field research. Primary data was produced through observation and interviews. Meanwhile, secondary data was generated through literature study. All findings data were analyzed descriptively. The results of the research explain that the series of customs in marriage in the Mandailing community in Aek Marian village do not substantially conflict with Islamic law. Apart from that, the practices carried out by the community are dynamic and adapt to Islamic law. Perkawinan merupakan sebuah ikatan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang halal dinikahinya. Hubungan ini tentu menjadi sah apabila telah terpenuhi rukun dan syarat-syaratnya. Rangkaian dalam perkawinan sering dicampur dengan tardisi adat daerah tertentu. Bagi masyarakat Aek Marian, adat dalam perkawinan merupakan hal yang mesti dilakukan. Jadi, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait sejumlah rangkaian adat dalam perkawinan pada masyarakat Mandailing di desa Aek Marian serta relevansinya dalam hukum Islam. Penelitian merupakan bentuk kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data-data primer dihasilkan melalui observasi dan wawancara. Sedangkan untuk data skunder dihasilkan melalui studi pustaka. Semua data-data temuan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa rangkaian adat dalam perkawinan pada masyarakat Mandailing di desa Aek Marian secara substansial tidak bertentangan dengan Hukum Islam. Selain itu, praktik yang dilakukan oleh masyarakat bersifat dinamis dan menyesuaikan dengan hukum Islam.
Empowering Communities: The Role of Zakat in Alleviating Poverty and Promoting Economic Growth in Indonesia Nasution, Martua; Putra, Dedisyah; Desry Deski
Islamic Circle Vol. 6 No. 1 (2025): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v6i1.2257

Abstract

Poverty remains a major development challenge in Indonesia despite various government programs. In this context, zakat as an Islamic economic instrument holds significant potential to address economic inequality and improve community welfare. However, the optimal utilization of zakat to support economic empowerment and development has yet to be fully realized. This study aims to analyze the role of zakat in alleviating poverty and promoting economic growth in Indonesia, as well as to identify obstacles and strategies for optimizing its management. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing literature review and secondary data analysis from zakat institutions’ reports, academic publications, and national statistics. Additionally, case studies were conducted on economic empowerment programs based on zakat implemented by several prominent zakat institutions in Indonesia. The findings indicate that zakat plays a significant role in increasing the income of zakat recipients (mustahik), expanding access to micro business capital, and encouraging economic self reliance. Productive zakat programs are proven to be more effective in the long term compared to consumptive zakat distribution. Nevertheless, challenges such as low zakat literacy, unequal distribution, and the lack of integration between zakat institutions and government programs remain key barriers. The study recommends enhancing collaboration among institutions, utilizing digital technology for zakat collection and distribution, and strengthening regulations and public education as strategies to maximize zakat's potential in national economic development. Keywords: zakat, economic empowerment, poverty alleviation, Indonesia