Ajun Junaedi
Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

ESTIMASI JUMLAH KARBON VEGETASI YANG HILANG AKIBAT KEGIATAN PEMANENAN KAYU DI HUTAN ALAM TROPIS Estimation of Total Loss Vegetation Carbon by Timber Harvesting in Tropical Natural Forest Ajun Junaedi
Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 2 Edisi Juli 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.876 KB) | DOI: 10.20527/jht.v2i2.1576

Abstract

Kegiatan pemanenan kayu menyebabkan kerusakan tegakan tinggal, tanah dan keterbukaan areal hutan yang berpengaruh terhadap simpanan biomasa dan karbon vegetasi di atas dan di bawah permukaan tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menduga jumlah karbon vegetasi di atas permukaan tanah yang hilang akibat kegiatan pemanenan kayu dengan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) di areal IUPHHK-HA  PT Sindo Lumber Kalimantan Tengah. Biomasa vegetasi diduga dengan menggunakan rumus allometrik Chave, et. al. (2005) dan sekitar  47 % dari biomasa  merupakan  kandungan karbon vegetasi yang tersimpan. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung jumlah karbon vegetasi yang hilang adalah dengan membandingkan simpanan karbon di hutan primer dengan hutan yang sudah dilakukan kegiatan penebangan. Sedangkan  pendugaan jumlah emisi CO2 yang terlepas ke atmosfir merupakan hasil perkalian jumlah karbon yang hilang dengan faktor konversi dari C menjadi CO2 sebesar 3,67 (IPCC, 2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pemanenan kayu dengan sistem silvikultur TPTI menyebabkan jumlah karbon yang hilang sebesar 80,94 tonC/ha/tahun dan emisi CO2 yang terlepas ke atmosfir sebesar 297,02 tonCO2/ha/tahun. Jumlah karbon yang hilang pada vegetasi tingkat pohon lebih tinggi (78,38 %) dibandingkan tingkat tiang, pancang dan semai.Kata Kunci : karbon, karbon dioksida, pemanenan kayu, vegetasi
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI DI AREAL BEKAS TEBANGAN BERDASARKAN ZONE KELERENGAN Ajun Junaedi; Nisfiatul Hidayat
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6009.938 KB) | DOI: 10.20527/jht.v3i1.4170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur dan komposisi  vegetasi di hutan primer dan areal bekas tebangan 2 tahun pada zone kelerengan datar (0-8 %) dan agak curam (15-25 %) di IUPHHK-HA PT Indexim Utama Kalimantan Tengah. Penentuan lokasi penelitian dengan metode purposive sampling dan pola penarikan sampel menggunakan metode petak tunggal dengan luasan masing-masing petak 80 m x 80 m yang di dalamnya terdapat sub-sub petak ukur (nested sampling). Hasil penelitian menunjukkan struktur vegetasi horizontal di areal bekas tebangan 2 tahun pada zone kelerengan datar mengalami penurunan jumlah kerapatan vegetasi yang signifikan pada kelas diameter >39 cm sebesar 75,86%. Sedangkan struktur vegetasi vertikal juga mengalami penurunan jumlah kerapatan vegetasi yang siginifikan pada kelas tinggi 10-14 m di lokasi dan kelerengan yang sama sebesar 66,20%. Jumlah jenis yang ditemukan paling banyak pada kelerengan datar terdapat di areal bekas tebangan 2 tahun (13-17 jenis) dibandingkan hutan primer (11-12 jenis). Kondisi sebaliknya terjadi pada kelerengan  agak curam, dimana jumlah jenis yang ditemukan di hutan primer lebih tinggi (13-21 jenis) dibandingkan areal bekas tebangan 2 tahun (12-17 jenis). Vegetasi tingkat tiang mengalami pergeseran dominansi jenis di areal bekas tebangan 2 tahun pada zone kelerengan datar dan agak curam berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP). Indeks keanekaragaman jenis Shannon-Wienner (H’) di semua lokasi penelitian pada zone kelerengan datar dan agak curam termasuk dalam kategori “sedang”.Kata Kunci: struktur dan komposisi, vegetasi, areal bekas tebangan, kelerengan Penulis