Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN PERGURUAN TINGGI (Studi empiris di Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang) Natalia Sari Pujiastuti
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v22i1.3124

Abstract

The implementation of the right strategy to implement Entrepreneurship Education is believed to be able to foster student entrepreneurial interest. Thus it is hoped that the Faculty of Information Technology and Communication Science, University of Semarang, as an important part of improving education and a place to produce quality people, needs to carry out entrepreneurial education strategically and comprehensively to support the government in reducing unemployment and producing technology-literate young entrepreneurs for the achievement of Indonesia. as a developed country in the year 2045.This study used a qualitative descriptive method based on the contribution of researchers as entrepreneurial activists and lecturers. From this study, it was found that the phenomenon of a lack of interest and entrepreneurial movement among students was revealed due to the lack of support from the tertiary education institution.
Trends and challenges of indonesian social entrepreneurship research: a systematic literature review (2013-2023) Natalia Sari Pujiastuti; Bulan Prabawani; Ari Pradhanawati; Sari Listyorini
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020254437

Abstract

The rapid expansion of social enterprises in Indonesia reflects a growing response to pressing socio-economic challenges. Existing research on Indonesian social entrepreneurship often examines these issues in isolation, lacking a comprehensive, integrative perspective. This study addresses this gap by conducting a Systematic Literature Review (SLR) of 94 Scopus- and Google Scholar-indexed research articles, analyzed using Publish or Perish 8 and Covidence software. The findings reveal six interdependent dimensions shaping Indonesia’s social entrepreneurship ecosystem: (1) organizational and policy frameworks, (2) business models and financial sustainability, (3) social and economic impact, (4) education and innovation, (5) religiosity and cultural influences, and (6) gender dynamics. Unlike prior studies that focus predominantly on descriptive narratives and case studies, this research provides a holistic, critical analysis, highlighting persistent gaps in policy implementation, financial accessibility, and cross-sector collaboration. The study also situates Indonesia’s social entrepreneurship landscape within a broader global context, identifying key disparities and potential areas for alignment with international best practices. The findings carry significant implications: for academics, the study establishes a foundation for future research on policy interventions and sustainable business models; for policymakers, it underscores the urgency of developing structured financial support mechanisms and regulatory frameworks; and for social entrepreneurs, it provides a strategic roadmap to navigate challenges, leverage opportunities, and enhance impact. Ultimately, this research underscores the critical need for targeted interventions to strengthen Indonesia’s social enterprise sector. Without a concerted effort to address systemic constraints, the sector risks stagnation, limiting its ability to drive inclusive economic growth and social transformation.
Analisis Komunikasi Organisasi Pada OI (Orang Indonesia) Kota Semarang Natalia Sari Pujiastuti; Winda Dwi Klarisa; Vellisca Eri Puspita; Nasywa Faridatussalima; Izzatunnisa Isnaeni; Yulius Ranu Mahendra; Qonita Rohadhatul Aisysaptyadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5072

Abstract

Fokus pada penelitian ini adalah analisis pada pola organisasi di OI (Orang Indonesia) dengan tujuan penelitian guna memahami bagaimana budaya organisasi memberikan pengaruh pada efektivitas komunikasi serta proses regenerasi anggotanya. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif di mana teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan dokumentasi pada organisasi. Penelitian ini memberikan hasil bahwa pola komunikasi yang berkembang di OI Semarang cenderung menyerupai pola roda (wheel). Pada pola ini, arus informasi dan pengambilan keputusan lebih banyak terpusat pada ketua atau anggota senior. Dengan adanya kondisi tersebut maka membuat interaksi horizontal antaranggota menjadi terbatas, terutama antara generasi yaitu generasi muda dan yang lebih tua. Bukan hanya itu, budaya organisasi di OI Semarang masih cukup konservatif yang artinya belum sepenuhnya mendukung inovasi maupun partisipasi aktif dari anggota muda. Dengan adanya temuan penelitian berikut, penelitian ini memberikan saran agar organisasi menerapkan pola komunikasi yang lebih terbuka yaitu semua channel (all-channel), yang dimana memanfaatkan media digital dengan optimal serta membangun budaya organisasi sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan studi komunikasi organisasi khususnya pada OI (Orang Indonesia) Semarang.
Strategi Pengembangan Komunitas Tunas Kecil Berdikari dalam Pemberdayaan Masyarakat Diyah Putri Saraswati; Aurelia Febian Rizky; Frischa Wildania Muntaza; Nadya Anindita Salsabilla; Salsabila Miftahul Jannah; Natalia Sari Pujiastuti
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Tunas Kecil Berdikari merupakan gerakan lingkungan berbasis masyarakat yang dibentuk sebagai upaya meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kelestarian alam, terutama melalui program penanaman pohon. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus di Desa Mranggen dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama, mengingat kelompok perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan mulai dari lingkup keluarga hingga komunitas sekitar. Pendekatan yang digunakan tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan penanaman pohon semata, tetapi juga pada proses edukasi, pemberdayaan, serta pembentukan perilaku ekologis yang berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, pelatihan teknik penanaman yang benar, hingga pendampingan lapangan secara langsung. Materi penyuluhan disusun agar mudah dipahami dan disesuaikan dengan konteks lokal desa, sehingga peserta dapat langsung mengaitkan manfaat kegiatan dengan kondisi lingkungan mereka. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi praktik menanam dan merawat bibit, yang bertujuan meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam memastikan bibit dapat tumbuh optimal dan keberlanjutan program dapat terjaga. Pelaksanaan kegiatan ini memperlihatkan bahwa keterlibatan aktif ibu-ibu PKK memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan pemahaman maupun perubahan sikap terhadap isu lingkungan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk saat proses penanaman dan perawatan awal bibit. Komitmen tersebut tercermin dari kesediaan peserta untuk secara mandiri melakukan penyiraman rutin, menjaga area tanam, serta mengajak warga lain untuk ikut terlibat dalam upaya penghijauan desa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan, kesadaran lingkungan, serta keterampilan teknis peserta. Jumlah pohon yang berhasil ditanam turut mengalami peningkatan dan tersebar pada berbagai titik strategis desa yang sebelumnya minim vegetasi. Dampak visual dan ekologis mulai terlihat melalui tumbuhnya area hijau baru yang berpotensi meningkatkan kualitas udara, memperindah kawasan, serta menjaga stabilitas tanah. Kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai model pelibatan masyarakat, khususnya kelompok perempuan, yang terbukti efektif dalam mendukung program konservasi lingkungan yang berkelanjutan. Temuan kegiatan ini dapat dijadikan contoh dan direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa.
FENOMENA USAHA SAMPINGAN SEBAGAI BENTUK KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA DI ERA DIGITAL Natalia Sari Pujiastuti; Abdul Rahman Bin Rahim; Chrisnanda Dicky Kurniawan; Rafi Danendra Rizaldi; Rifan Adi Kurniawan; Sultan Rafi Arya Putra
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/6j60pc23

Abstract

The development of digital technology has created various entrepreneurial opportunities for university students through the use of social media, marketplaces, and other digital platforms. This phenomenon has encouraged the emergence of side business as a form of entrepreneurship increasingly pursued by students to generate additional income while developing skills relevant to the needs of the digital era. This study aims to analyze the phenomenon of side business as a form of student entrepreneurship in the digital era and to identify the benefits and challenges encountered in their implementation. The research employs a literature review method by examining various scientific articles and relevant bibliographic sources. The findings indicate that side business provide benefits such as increased financial independence, development of communication skills, enhanced digital literacy, and practical experience in managing a business. However, students also face various challenges, including time constraints, lack of managerial experience, and intense competition in the digital business landscape. Therefore, support from higher education institutions through entrepreneurship education and digital literacy programs is needed to improve students' readiness to develop sustainable businesses.
KONTROVERSI KONTEN VIRAL DAN PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK DI MEDIA DIGITAL: STUDI KASUS RESEPSI AUDIENS TERHADAP KASUS GIVEAWAY WILLIE SALIM Natalia Sari Pujiastuti; Jovan Sakti Nilnamuna; Dela Kristiyani; Fazil Miftakhul Hakim; Nadjuwa Aprilia Wansa; Khasana Puja
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana opini publik terbentuk di media sosial terkait kontroversi dugaan manipulasi program giveaway yang dilakukan oleh creator TikTok Willie Salim. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Teori Resepsi Encoding/ Decoding dari Stuart Hall untuk melihat bagaimana Masyarakat menafsirkan informasi yang beredar di berbagai platform media sosial. Fokus penelitian diarahkan perbedaan antara citra positif yang ditampilkan dalam video TikTok dengan fakta di balik layar yang kemudian diungkap melalui kanal YouTube Podcast Bang Denny Sumargo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Willie Salim sebagai kreator dermawan yang aktif membantu masyarakat selama periode 2023–2025 mengalami penurunan kepercayaan setelah muncul dugaan bahwa sebagian konten giveaway dibuat secara terencana atau settingan. Konten-konten tersebut sebelumnya berhasil menarik perhatian publik dengan jutaan penonton dan ratusan ribu likes. Temuan Penelitian juga memperlihatkan bahwa banyak netizen menganggap konten tersebut sebagai bentuk eksploitasi kemiskinan atau poverty porn demi mendapatkan perhatian dan popularitas di media sosial. Reaksi masyarakat kemudian terbagi menjadi beberapa kelompok. Sebagian besar berada pada posisi oposisi, yaitu menolak dan mengkritik tindakan tersebut karena dianggap tidak jujur. Sebagian lainnya berada pada posisi negosiasi, yaitu tetap mengkritik kebohongan dalam konten tetapi masih menghargai adanya bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Sementara itu, kelompok yang sepenuhnya mendukung Willie Salim semakin sedikit dan umumnya berasal dari pengikut setia yang tetap percaya pada sang kreator. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terbukanya informasi dari berbagai platform media sosial membuat audiens tidak lagi menjadi penonton pasif, tetapi lebih kritis dalam menilai konten digital. Fenomena ini juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyrakat terhadap pentingnya kejujuran, etika komunikasi, dan tanggung jawab moral dalam dunia media sosial.