Awalia Awalia
Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Profil Pasien Systemic Lupus Erythematosus Dengan Manifestasi Kardiorespirasi Di Rsud Dr Soetomo Periode Januari - Desember 2018 Putri Dwi Amartya Kirana; Awalia Awalia; Helmia Hasan
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2760

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis sistemik dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh itu sendiri. Penyebab penyakit autoimun ini belum dapat dijelaskan secara pasti. Manifestasi klinis penyakit SLE begitu beragam dan dapat mengenai berbagai organ tubuh. Beberapa manifestasi klinis pada pasien SLE antara lain yaitu adanya kelainan ada paru dan jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil pasien SLE dengan manifestasi kardiorespirasi yang menjalani rawat inap di RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling yang berarti semua individu pada populasi yang memenuhi kriteria inklusi merupakan sampel. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Total sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 74 pasien. Pasien didominasi oleh perempuan dengan kelompok usia terbanyak adalah usia 26-45 tahun. Sejumlah 22 pasien dilaporkan meninggal dengan penyebab terbanyak adalah syok sepsis. Manifestasi paru yang ditemukan berupa efusi pleura (30.6%), penumonitis lupus (28.6%), pneumonia (27%), edema paru (11.1%), hipertensi pulmonal (6.3%), tuberkulosis (6.3%), ILD (6.3%). Manifestasi jantung yang ditemukan adalah efusi perikardium (46.7%), insufisiensi katup mitral (30%), insufisiensi katup trikuspid (33.3%), insufisiensi katup pulmonal (6.7%), dilated cardiomypathy (6.7%), dan heart failure (13.3%). Kelainan laboratorium yang ditemukan adalah anemia 66.6%, limfopenia 75.3%, trombositopenia 37%. Terapi yang banyak diberikan berupa methylprednisolon, chloroquin, antibiotik ceftriaxone, dan levofloxacin. Pasien SLE dengan manifestasi kardiorespirasi didominasi oleh perempuan usia produktif. Penyebab kematian pada pasien SLE dengan manifetsasi kardiorespirasi terbanyak adalah akibat syok sepsis.
Gambaran Aktivitas Penyakit dengan Indeks Basmi pada Pasien Spondiloartritis di Poli Reumatologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya Raisha Putri Azzahra; Yuliasih Yuliasih; Lukas Widhiyanto; Awalia Awalia
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.6120

Abstract

Spondyloarthritis (SpA) is a group of inflammatory diseases affecting the peripheral and axial joints, with a significant impact on patients’ quality of life and productivity. Diagnosis and evaluation of disease activity are often hindered by non-specific symptoms. This study aims to evaluate SpA disease activity using the Bath Ankylosing Spondylitis Metrology Index (BASMI) at Dr. Soetomo General Hospital, Surabaya. This was a descriptive cross-sectional study using consecutive sampling. A total of 50 SpA patients were examined, with 45 meeting the inclusion criteria. Data were obtained through measurement of five BASMI components: tragus to wall distance, lumbar side flexion, modified Schober’s test, cervical rotation, and intermalleolar distance. The majority of patients were aged 17–60 years, with a mean age of 41.83 years, and were predominantly female (88.89%). Measurements showed that most patients had a tragus-to-wall distance of 10–12.9 cm, lumbar side flexion of >20 cm, modified Schober’s test of >7 cm, cervical rotation ranging from 59.6° to 68°, and intermalleolar distance between 70–79.9 cm and 50–59.9 cm. The total BASMI scores ranged from 0.4 to 3.8, with the majority falling within the range of 2–2.99. There is a variation in the degree of axial movement limitation among SpA patients as measured by BASMI, which can serve as a practical evaluation tool in clinical practice. In the assessment of each BASMI component, the average score showed a tragus-to-wall distance of 11.74 (+/- 3.46) cm, lumbar side flexion of 25.73 (+/- 8.94) cm, Modified Schober's test of 7.11 (+/- 2.27) cm, Cervical Rotation of 64.4 (+/- 11.5)°, intermalleolar distance of 64.69 (+/- 18.13) cm. In general, the results of BASMI measurements in the subjects showed limitations in axial and peripheral movements, which reflected the activity of SpA disease in this population.