Dwi Putri Parendrawati
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan Fariansyah, Belly; Parendrawati, Dwi Putri; Rohim, Abdal
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.353 KB)

Abstract

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan Tahun 2012 Parendrawati, Dwi Putri; Ramadhy, Asep Sufyan; Fariansyah, Belly
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.608 KB)

Abstract

Pengaruh Terapi Sosiodrama Terhadap Keterampilan Komunikasi Non Verbal Pada Anak Retardasi Mental Ringan Di SLB X Kota Cirebon Parendrawati, Dwi Putri; Wahyuni, Santi; Solihin MS, Rd
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.1.588

Abstract

Anak dengan retardasi mental mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental jauh dibawah rata-rata sehingga kesulitan dalam melakukan tugas-tugas akademik, komunikasi maupun sosial. Pendekatan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi yang dapat diberikan kepada anak retardasi mental diantaranya adalah terapi bermain. Terapi ini dilakukan dengan cara memberikan pelajaran berhitung, sosiodrama ataupun bermain jual beli. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi non verbal dengan sosiodrama pada anak retardasi mental ringan di SLB X Kota Cirebon. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan waktu  (time series design). Jumlah sampel sebanyak 21 siswa dipilih secara purposive random sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan komunikasi non verbal dengan terapi sosiodrama pada anak retardasi mental ringan {p= 0,001; α= 0,05}. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa terapi sosiodrama berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan komunikasi non verbal pada anak-anak retardasi mental ringan. Saran agar terapi sosiodrama diaplikasikan dalam proses kegiatan belajar di sekolah guna meningkatkan kemampuan komunikasi non verbal anak dengan retardasi mental ringan.
PENGALAMAN MENERAPKAN ASUHAN KEPERAWATAN SPESIALIS PADA KLIEN GANGGUAN JIWA DI PANTI GRAMESIA CIREBON Dwi Putri Parendrawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.39 KB)

Abstract

A. LATARBELAKANG Undang,- Undang No 36 tahun 2009 tentang, Kesehatan Pasal 144 ayat (1) , menyatakan bahWa. Upaya kesehatan jiwa ditujukan untdk menjamin setiap orang dapat menikmati kehidupan kejiwaan,yang sehat; bebas dari ketakutan, tekanan, dan gangguan lain yang ,dapat mengganggu kesehatan jiwa. (2) Upaya kesehatan jiwa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif pasien gangguan jiwa dan masalah psikososial. (3) Upaya kesehatan jiwa sebagaimaira dimaksud pada ayat (1) menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pasal 145: Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat menjamin upaya kesehatan jiwa secara preventif promotif, kurbtif; dan rehabilitatif, termasuk menjamin , upaya kesehatan jiwa di tempat kerja,sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 ayat,(3). Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 masalah,kesehataan jiwa Nasional menunjukkan angka l2,06 % dari jumlah penduduk yang terbagi dalam gangguan jiwa berat 0,46 % dan gangguan jiwa ringan ll,6 %. Angka gangguan jiwa di Jawa Barat dari hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 diperoleh angka total yang mengalami gangguan jiwa 20,22%, hal ini menunjukkan bahwa persentase angka yang mengalami ganggu  jiwa di Jawa Barat melebihi gangguan jiwa Nasional, sedangkan angka gangguan mental emosi di wilayah Cirebon prepalensinya 29,9 % jumlah penduduk termasuk di wilayah III Cirebon. Meningkatnya prevalensi gangguan jiwa di dunia, di Indonesia bahkan di Wilayah III Cirebon tidak dapat dibedung seiring dengan rneningkatnya tuntutan hidup di masyarakat dalam era globalisasi dan terjadinya krisismulti dimensi. Penelitian Bank Dunia: Beban yang harus ditanggung akibat penyakit (Global Burden of Disease) yang rnenyebabkan hari-hari produktif yang hilang, pada tahun 1995 di beberapa negara: 8,1 96 masalah kesehatan jiwa (Tahun 2000, 12,395.Proyeksi Tahun 2020 I5%), tuberkulosis 7,2%o, kanker 5,8 yo, penyakit jantung 4;4% ; malaria 2,6 %. Berdasarkan data di atas dan didorong oleh amanat Undang-Undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan terutama Bab V pasal 25 ayat 2 dan sesuai dengan kekuatan serta kelemahan yang kami miliki, kami bermaksud turut andil dalam menangani penderita gangguan jiwa dengan mendirikan Panti Rehabilitasi Penderita Gangguan Jiwa . Yayasan "Bina Insan Mandiri Cirebon" yang didirikan berdasarkan akta notaris Nelly Amali, SH, No. 20 tanggal, 15 Desember 2008 di Cirebon merencanakan mendirikan Panti Rehabilitasi Penderita Gangguan Jiwa: PANTI GRAMESIA (GRAHA
Pengalaman Ibu dalam Melakukan Perawatan Metode Kanguru Santi Wahyuni; Dwi Putri Parendrawati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.896 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i3.67

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab tingginya kematian bayi dalam satu bulan pertama kehidupan di Indonesia. Bayi BBLR rentan terhadap hipotermia. Salah satu penanganannya dengan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Metode ini tak sekedar menggantikan peran inkubator tapi juga memberi peluang bayi untuk beradaptasi baik dengan lingkungan ekstrauterin. Tujuan penelitian kualitatif deskriptif fenomenologi ini untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam melakukan PMK. Delapan partisipan terpilih dengan metode purposive dan memenuhi kriteria memiliki bayi BBLR dan berpengalaman melakukan PMK selama dirawat di rumah sakit serta menindaklanjuti di rumah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam sebanyak dua kali yang dilengkapi dengan catatan lapangan, baik yang dilakukan di rumah ataupun di tempat lain yang disepakati oleh partisipan. Wawancara direkam kemudian dibuat transkrip verbatim dan dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian mengungkapkan kelahiran bayi BBLR menimbulkan ekspresi emosional baik positif dan negatif. Makna, perasaan, alasan dan motivasi yang diungkapkan partisipan adalah mempertahankan kelangsungan hidup bayi, memberi kehangatan, melakukan yang terbaik untuk bayinya. Gambaran cara ibu melakukan PMK mengikuti cara yang diajarkan di rumah sakit, PMK secara kontinu dengan posisi pronasi. Bentuk dukungan berupa dukungan edukasi, emosional dan fisik. Harapan partisipan adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, sosialisasi PMK, dan pemantauan perkembangan bayi BBLR. Hasil penelitian ini memberikan implikasi berupa informasi yang bermanfaat untuk mempromosikan posisi lateral dekubitus yang dapat memperbaiki kondisi psikologis ibu dan neuromotor bayi, meningkatkan pelayanan konseling dan memfasilitasi pembentukan kelompok pendukung PMK. Kata kunci: beratbadan lahir rendah, fenomenologi, perawatan metode kanguru AbstractLow birth weight (LBW) baby is one of the causes of high infant mortality rate, especially in the first one month of birth, in Indonesia. LBW babies are vulnerable to hypothermia. The kangaroo mother care method can be used to prevent hypothermia in LBW babies. This method is not only replacing the incubator, but also giving the chance for babies to adapt well with extra-uterine environment. The aim of this descriptive phenomenology study is to explore the mothers’ experience in performing the kangaroo mother care method. Eight participants were chosen using purposive method and fulfilled criteria of having LBW baby and has been performing the kangaroo mother care method in the hospital and continuing this method of care at home. The data were collected twice through in-depth interview in the mothers’ house or elsewhere that has been agreed by participants. The interview is recorded and then transcribed verbatim and analyzed using Colaizzi method. The result shows that the baby, who was born with LBW, caused positive and emotional expression for the mothers. The reason and motivation that is expressed by participants are maintaining the baby survival, giving the warmth for the baby, and doing the best for her baby. The mothers followed the kangaroo method as shown in the hospital which is continuous kangaroo mother care method in prone position. The mothers perceived that they have received support in terms of educational, emotional and physical. The mother are hoping that there will be improvement in health care service quality, socialization of kangaroo mother care method, and monitoring of LBW babies’ development .This study can be used to give information to promote lateral decubitus position that could improve mothers’ psychological condition as well as improve neuromotor of babies , to improve the counseling service, and to facilitate the establishment of support group for kangaroo method. Key words: Low birth weight baby, kangaroo mother care method, phenomenology
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan Belly Fariansyah; Dwi Putri Parendrawati; Abdal Rohim
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus is one of public health concern in the world, including in Indonesia. Based on Basic Health Research 2007, approximately 5.7% population in Indonesia was suffered diabetes mellitus, especially noninsulin dependent diabetes mellitus type. There are many complications due to diabetes mellitus such as macrovascular and microvascular complications. Therefore, diabetes mellitus patients should be treated and got medication regularly. This research aims to analyze the association between family’s supports with medication compliance among 2nd type diabetic patients in Internal Medicine Polyclinic 45 Kuningan General Hospital. Method: This study is designed by cross-sectional design. The samples is taken by purposive technique, with inclusion criteria: (1) less than 60 years age, (2) NIDDM type, (3) more than 1 time visit polyclinic. Data were collected by questionnaire and analyzed by Chi Square test. Results: The results show that 53.2% patients have a good support from their family members, 66% patients have a good compliance for medication, and there is a significant association between family support with medication compliance among 2nd type diabetic patients (p = 0.028; OR = 2.639). Discussion: Hospital management is recommended to develop a specific educational team serving diabetic patients and families and in addition, the nurse must also enhance their competencies, especially in implementing the therapeutic communication and health education.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan Tahun 2012 Dwi Putri Parendrawati; Asep Sufyan Ramadhy; Belly Fariansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Saat ini diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang terus melonjak prevalensinya. Pada tahun 2003 prevalensi diabetes di dunia mencapai 194 juta, diperkirakan akan meningkat 333 juta di tahun 2025. Dari berbagai penelitian epidemiologi di Indonesia, terdapat peningkatan prevalensi dari 1,5–2,3% menjadi 5,7% pada penduduk usia lebih dari 15 tahun, bahakan suatu penelitian di Manado dan Depok mendapatkan angka prevalensi sebesar 6,1% dan 12,8%. Data terakhir yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI 2007 menyebutkan prevalensi DM secara nasional 5,7%. Diabetes melitus karena sifat penyakitnya yang kronik dan bisa mengenai seluruh anggota tubuh memerlukan pendekatan multi disipliner. Ini mengandung makna bahwa pengelolaan DM harus melibatkan berbagai pihak, baik tenaga medis, penyandang DM, serta keluarga dan masyarakat. Berhasilnya pengobatan diabetes bergantung pada kerjasama antara petugas kesehatan dengan penyandang diabetes dan keluarganya. Dukungan keluarga merupakan suatu yang tidak bisa dipisahkan demi meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan tersebut, karena kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor untuk mengurangi serta mengindari tingkat komplikasi pada pasien diabetes melitus yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD 45 Kuningan tahun 2012. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian berjumlah 94 orang yang diambil dengan tekhnik purposive sampling. Data penelitian diolah dan dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian (53,2%) pasien diabetes tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD 45 Kuningan memiliki keluarga dalam kategori mendukung. Sementara itu (66%) pasien diabetes tipe 2 yang melakukan pengobatan rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD 45 Kuningan patuh minum obat. Uji Hipotesis menunjukkan (p= 0,028) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di PoliklinikPenyakit Dalam RSUD 45 Kuningan.
Cognitive Behavioral Therapy Menurunkan Kecemasan Penyintas Bencana Banjir Utami, Tantri Widyarti; Astuti, Yunani Sri; Ariani, Ni Putu; Hidayat, Eyet; Parendrawati, Dwi Putri
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1873

Abstract

Bencana adalah peristiwa traumatis yang berdampak terhadap  kesehatan fisik dan mental . Dampak terhadap kesehatan mental diantaranya  pasca trauma stress disorder , cemas, stress dan depresi.penatalaksanaan kesehatan mental  sangat penting dilakukan  salah satunya melakukan  Cognitive behavioral therapy   . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas  Cognitive behavioral therapy    terhadap kecemasan pada  penyintas  bencana banjir. Metode penelitian adalah  Quasi experimental pre-post test design with control group” dengan intervensi  Cognitive behavioral therapy (CBT)   . penelitian ini menggunakan ramdomnisasi, teknik pengambilan sampel purposive sampling dan   kriteria inklusi adalah penyintas bencana  berusia 25-60 tahun, tinggal di daerah rawan bencana banjir, riwayat terpapar bencana banjir, dapat membaca menulis, tidak menderita penyakit berat , bersedia menjadi responden.  Total  sampel  126 orang, terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol.  Analisis data menggunakan independent sample t test, T paired-test dan regresi linear . Hasil penelitian menunjukkan CBT menurunkan kecemasan pada penyintas bencana  (p-value =0,000). Kesimpulan CBT dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan pada penyintas bencana banjir.