Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Bias Awal Penciptaan Perempuan Dalam Tafsir Alquran (Perspektif Pendekatan Tekstual dan Kontekstual) Agus Imam Kharomen
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.852 KB) | DOI: 10.29240/alquds.v2i2.392

Abstract

This writing proves that form of textual and contextual interpretation are not caused by period/ time (classic, modern, contemporary), but they are not caused by interpreter’s method and approach. This research also disagrees many opinions included orientalist who always assesses classical interpreter produces textual interpretation. This research is bibliographical (Library Research) with interpretation (tafsir) study object from classical interpreter Al-Tarbari (passed away 923) al-Zamakhsyarî (1144), Ibnu ‘Atiyyah (1159), al-Qurtubî (1273), Abî Hayyân (1344), mufasir modern al-Syinqtî (1973) and Wahbah al-Zuhailî (born 1932), al-Marâghî (1952), al-Qâsimî (1914), Râsyid Ridâ (1935), al-Sya‘râwî (1998) and contemporary M. QuraishShihab (born 1944). In process, this research uses method of analytical descriptive by approach content analysis and comparative with analysis of Abdullah Saeed theory about category of textual and contextual approach.
Kedudukan Anak dan Relasinya dengan Orang Tua Perspektif Al-Qur’an Agus Imam Kharomen
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 7 No 2 (2019): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.444 KB) | DOI: 10.36052/andragogi.v7i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengonfimasi ungkapan-ungkapan yang tersebar di masyarakat perihal anak, seperti anak sebagai anugerah, amanat, titipan, dan merespon maraknya persoalan di masyarakat perihal anak, seperti ketidakharmonisan anak dan orang tua, kekerasan yang menimpa ana k atau bahkan orang tuanya, kurangnya perhatian orang tua pada pemenuhan hak anak terutama dalam hak pendidikan dan kasih sayang. Metode penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan objek ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan tafsir maudû‘î (tematik). Tulisan ini menunjukkan bahwa dalam al-Qur’an anak memiliki berbagai kedudukan, mulai dari kedudukannya sebagai cobaan, kebanggaan, kecondongan rasa cinta, bahkan sebagai musuh bagi orang tuanya. Tulisan ini juga menunjukkan bahwa al-Qur’an mendeskripsikan relasi orang tua dan anak di dunia dalam bentuk hak dan kewajiban. Hak anak memperoleh pendidikan, nafkah, dan warisan. Adapun hak orang tua mendapatkan perlakuan baik, kasih sayang dan doa dari anak mereka. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan kelak di akhirat relasi anak dan orang tua dapat terjalin jika didasari dengan keimanan dan kesalihan.
Metode Pembelajaran Tafsir di Sekolah Berbasis ‘Ulum Al-Qur'an Agus Imam Kharomen
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 8 No 2 (2020): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v8i2.179

Abstract

[TAFSEER LEARNING METHODS IN 'ULUM AL-QUR'AN BASED SCHOOL]. This paper is aimed to respond to the lack of formulation of tafsir learning methods at schools. This study shows that the learning method with the basis of Ulum al-Qur’an consists of three aspects, i.e. the foundation, learning material, and method. The foundation of tafsir learning comprises three elements; it must be based on the function of the Qur'an, gradual, and not burdensome. Then, the learning materials of tafsir can use the stories contained in the Qur'an, asbab al-nuzul (reason of revelation), and the main themes of the Qur'an. Meanwhile, the tafsir learning process uses the ijmali method. This is a library based study with data sources from books, especially ‘Ulum al-Qur'an Mabahits fi 'Ulum al-Qur'an by Manna' al-Qathan, 'Ulum al-Qur'an by Nuruddin' Itr, Kaidah Tafsir by M. Quraish Shihab, and Membumikan Ulumul Qur’an by Ahsin Sakho Muhammad as well as research results in the form of journals and others in the field of education. In the process, this study uses a descriptive-analytical method with a content analysis approach and contextual interpretation.
Kajian Kisah Al-Qur`An dalam Pemikiran Muhammad Ahmad Khalafullah (1916 – 1988) Agus Imam Kharomen
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 5 No 02 (2019): SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v5i02.1191

Abstract

Kajian Al-Qur`an selama ini kurang diperhatikan. Banyak yang mengkaji tentang aspek bukti sejarah tujuannya tidak lain ialah melegitimasi keberadaan kisah-kisah dalam Al-Qur`an sebagai fakta sejarah. Padahal unsur kajian kisah Al-Qur`an tentang ‘ibrah. Sehingga ada salah satu tokoh pemikir Mesir bernama Muhammad Ahmad Khalafullah mencoba menfokuskan kajian pada kisah Al-Qur`an dengan pendekatan sastra. Khalafullah menggungkapkan bahwa kisah dalam Al-Qur`an merupakan sarana/media dalam menjelaskan ajaran dan petunjuk Al-Qur`an. Pada hakikatnya kisah Al-Qur`an bertujuan memberikan petunjuk, bimbingan keagamaan, moral dan norma-norma sosial kemasyarakatan. Terkait kata alhaq/benar yang disematkan pada kisah Al-Qur`an, Khalafullah memahami bahwa kata haqq tersebut bukan benar dalam arti kisah itu nyata terjadi, melainkan benar dalam arti tujuan yang hendak dicapai Al-Qur`an melalui kisah-kisah itu adalah suatu kebenaran, sehingga tidak perlu untuk selalu dicarikan bukti sejarahnya.
Rekonstruksi Metode Penafsiran Ayat Mutasyâbih Lafẓî (Ayat Beredaksi Mirip) Berbasis Teori Munâsabah Al-Âyât Agus Imam Kharomen
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 9 No 2 (2023): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v9i2.5266

Abstract

This article is a response to the method of interpretation (tafsîr) of identical versesof Nashruddin Baidan (b. 1951 M) which has not succeeded in revealing the meaning of the verse mutasyâbih lafẓî totally as the result of interpretation is still limited to the meaning behind the different text (redaction). This study is a library-based research, with the object of study of Nashruddin Baidan method of tafsîr, by using descriptive-analytic methods, through content analysis and interpretation approaches, as well as the theory of 'Ulûm al-Qur`ân and the rules of interpretation. The literatures used include Metode Penafsiran al-Qur’an: Kajian Kritis terhadap Ayat-ayat Beredaksi Mirip by Nashruddin Baidan (b. 1951 M), al-Burhân fî ‘Ulûm al- Qur`ân by al-Zarkasyî (d. 1392 M), Kaidah Tafsir by M. Quraish Shihab (b. 1944 M), Durrah al-Tanzîl wa Ghurrah al-Ta’wîl by al-Iskâfî (d. 1029 M), al-Baḥr al-Muḥîṭ by Abû Ḥayyân (d. 1344 M) and al-Taḥrîr wa al-Tanwîr by Ibnu ‘Âsyûr (d. 1973 M). This study shows the importance of examiningthe meaning relationship among the mutasyâbih lafẓî verses. This study proves that munâsabah can be an approach to reveal the meaning relationship among mutasyâbih lafẓî verses so that a comprehensive meaning of the verse can beobtained.
SANTRI VOICES ON GENDER: EQUALITY EMERGING FROM TRADITIONAL ISLAMIC SPACES Nadhifah, Nadhifah; Jasuri, Jasuri; Nada, Ella Izzatin; Kharomen, Agus Imam; Qutni, Darul
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v15i1.784

Abstract

Beyond Patriarchal Readings: Reassessing Qiwāmah in Classical Qur’anic ‎Exegesis Agus Imam Kharomen
Jurnal Ulunnuha Vol 15, No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v15i1.11024

Abstract

Studies on Q.S. al-Nisā’ [4]:34 often conclude that classical Qur’anic exegesis reinforces patriarchal ‎authority by positioning men as superior to women in family leadership. However, this view tends to ‎overlook the diversity of interpretations within the classical tafsir tradition. This article re-examines ‎classical interpretations of the phrase al-rijālu qawwāmūna ‘alā al-nisā’ by identifying progressive ‎perspectives that have received limited scholarly attention. Using qualitative library research and a ‎comparative hermeneutic approach, the study analyzes major classical tafsir works from the fourth to ‎eighth centuries Hijri, including those of al-Ṭabarī, al-Māwardī, al-Rāzī, and Abū Ḥayyān. The findings ‎show that classical tafsir is not a monolithic patriarchal tradition. Rather, it contains diverse ‎understandings of qiwāmah that can be grouped into three progressive models. First, the mas’ūliyyah ‎model emphasizes responsibility and care, portraying the husband as a guardian responsible for family ‎welfare. Second, the niẓām model understands qiwāmah as a functional organizational arrangement rather ‎than a sign of male superiority. Third, the qudrah model links qiwāmah to the capacity to provide ‎protection and effective leadership, allowing role flexibility based on competence rather than biological ‎sex. These interpretations indicate that egalitarian and non-hierarchical views of family relations were ‎already present within parts of the classical exegetical tradition. This study challenges the assumption that ‎classical tafsir uniformly legitimizes patriarchy and highlights the plurality of classical Islamic thought. It ‎also demonstrates the relevance of classical interpretations for developing contextual and gender-sensitive ‎readings of the Qur’an in contemporary Muslim societies.‎
Birrul Walidain dalam Lensa Al-Qur'an: Tafsir Tematik Ayat-Ayat Berbakti kepada Orang Tua Helmi Adam Zulfa; Agus Imam Kharomen
Al-Qadim: Jurnal Tafsir dan Ilmu Tafsir Vol 2 No 2 (2025): Al-Qadim: Jurnal Tafsir dan Ilmu Tafsir
Publisher : ejournal.nurulqadim.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the concept of Birrul Walidain (devotion to parents) in depth through a thematic interpretation approach to the verses of the Qur'an. The main objective of this research is to uncover the various dimensions, urgency, and implications of the command to honor one’s parents as presented in the Holy Scripture. By comprehensively analyzing the relevant verses, this study highlights how the Qur'an places Birrul Walidain as one of the most noble acts of worship, often mentioned alongside the concept ofTawhid (monotheism). The findings indicate that the Qur'an not only commands filial devotion, but also details its forms, the ethics of interaction, and the worldly and hereafter consequences for both those who uphold it and those who neglect or violate it. This understanding is crucial for shaping the character of a pious Muslim and strengthening a harmonious social structure.
Studi Tafsīr Kawasan: Pergeseran Paradigma Tafsīr Syi’ah di Iran Era Modern Nadifa Nisaul Afni; Agus Imam Kharomen
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol. 11 No. 1 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i1.9486

Abstract

Kajian Tafsīr di Iran menunjukkan dinamika yang khas karena latar belakang sejarah, budaya, dan dominasi mazhab Syi’ah yang kuat. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya menganut Syi’ah Iṡna ‘Asyariyah, tradisi penafsiran di Iran mengalami perkembangan signifikan, mulai dari corak ekstrem yang kaku secara teologis hingga munculnya pendekatan moderat yang lebih terbuka dan kontekstual. Fokus kajian ini adalah mengungkap pergeseran paradigma Tafsīr Syi’ah di Iran era modern, dengan menelusuri transformasi dari pendekatan tradisional berbasis riwayat menuju pendekatan hermeneutis dan interdisipliner. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengandalkan sumber primer berupa kitab-kitab Tafsīr klasik dan kontemporer, serta literatur sekunder dari artikel jurnal dan referensi akademik terkait. Pendekatan deskriptif-interpretatif dipakai untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor revolusi politik, arus modernisasi, dan interaksi dengan pemikiran Barat menjadi pemicu utama perubahan paradigma Tafsīr. Penafsiran Syi’ah di Iran bergerak dari corak apologetik-ekstrem menuju corak moderat yang inklusif, seperti terlihat dalam karya-karya mufassir seperti Thabathaba’i. Adopsi metode hermeneutika juga memperkuat pendekatan kontekstual yang responsif terhadap tantangan sosial-kultural modern, menjadikan Iran sebagai salah satu pusat studi Tafsīr yang dinamis di dunia Islam. .
Pengembangan Kurikulum Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pada Perguruan Tinggi Berbasis Unity of Sciences (UoS) UIN Walisongo Semarang Machrus Machrus; Agus Imam Kharomen; Aissya Salsa Safriliani; Muhammad Anas Al Hazmi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1069

Abstract

Tulisan ini sebagai respon atas perbedaan pendapat di antara para pakar tafsir mengenai kurikulum Prodi IAT di PTKI. Penelitian ini menawarkan konsep pengembangan kurikulum Prodi IAT berbasis unity of sciences (UoS) yang digagas UIN Walisongo Semarang dengan memfokuskan pada struktur kurikulum dan relevansinya dengan profil lulusan Prodi IAT. Penelitian ini termasuk kajian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode deskriptif-analisis dengan pendekatan interpretasi kontekstual. Temuan penting penelitian ini menyatakan bahwa struktur kurikulum Prodi IAT berbasis UoS terdiri tiga aspek. Pertama, tujuan kurikulum yaitu CPL mahasiswa mampu mengembangkan dan mempraktikkan ilmu-ilmu umum dalam kajian Al-Qur’an dan Tafsir dengan dilandasi nilai dan prinsip-prinsip agama. Kedua, materi kurikulum, yaitu penambahan mata kuliah yang sejalan dengan prinsip dan strategi UoS, serta mengarahkan orientasi mata kuliah pada prinsip dan strategi UoS. Ketiga, strategi pembelajaran berupa optimalisasi mata kuliah praktik dengan kegiatan berbasis projek dan produk yang menguatkan penguasaan mahasiswa atas teori dan internalisasi prinsip dan strategi UoS. Adapun relevansi kurikulum Prodi IAT dengan tantangan kontemporer terlihat pada tiga aspek. Pertama, distingsi kurikulum Prodi IAT berbasis UoS yang memfokuskan pada keseimbangan antara teori keilmuan tafsir, dan kemampuan mengaplikasikan paradigma UoS. Kedua, profil profesionalisme alumni Prodi IAT sebagai pribadi yang baik dalam profesi yang digelutinya, sekaligus menjadi pribadi yang responsif dan solutif terhadap problem sosial yang sedang terjadi di sekitarnya. Ketiga, karakteristik alumni Prodi IAT sebagai pribadi moderat, berwawasan luas, memiliki cara pandang holistik dan kontributif bagi kemaslahatan umat.