Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Effect of the Construction Contract System on the Quality of Contractors' Work in Road and Bridge Construction Projects in Mountainous Papua Province Yompi Lani; Bernathius Julison; Dewi Ana Rusim; Mujiati Mujiati; Bahtiar Bahtiar
Journal of Social Research Vol. 4 No. 11 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i10.2810

Abstract

The Lumpsum contract system with a Fix Price value with the financing system is Contractor's Full Prefinanced (CPF). This system will be implemented for owners to ease costs, considering that financing is charged to contractors 100%. and paid 30 days after the minutes of the PHO were signed by both parties, Rato (20018). One of the contract systems used in the contract for the purchase of a construction project is the Remeasure Contract (Unit Price). Bridge construction infrastructure is one of the land transportation infrastructure that has an important role in the distribution of goods and services as well as mobility for the community and other economic sectors. Therefore, bridge construction plays a very important role in economic growth in a region. From the above background, the author needs to re-analyze a construction project in the Mountainous Papua Province in terms of the quality of work of the contractor, the lumpsum contract system, and the unit price contract system in the bridge construction project. The results of this study are as follows: the effect of the Lumpsum contract system on the quality of contractors' work in road and bridge construction projects is GOOD. The effect of the Unit Price contract system on the quality of contractors' work in road and bridge construction projects is GOOD. There is no effect of the contract system on the quality of contractors' work on road and bridge construction projects in Papua Mountainous Province.
Pengaruh Karakteristik Tanah Dasar pada Ruas Jalan Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim terhadap Nilai CBR dan Swelling Shrinkage Indra Syaputra; Duha Awaluddin Kurniatullah; Bahtiar Bahtiar; Mujiati Mujiati; Bernathius Julison
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2749

Abstract

Infrastruktur jalan pada ruas Jayapura–Wamena, khususnya segmen Mamberamo–Elelim, memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah antara Papua dan Papua Pegunungan. Namun, ruas ini sering mengalami kerusakan perkerasan dan tanah dasar akibat kondisi geologi yang kompleks, curah hujan tinggi, serta karakteristik tanah yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik tanah dasar terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) dan perilaku swelling–shrinkage. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengambilan sampel tanah asli pada enam lokasi, yaitu STA 26+700, STA 30+600, STA 34+750, STA 39+475, STA 42+900, dan STA 44+800. Pengujian meliputi kadar air, berat jenis, batas Atterberg, batas susut, pemadatan standar Proctor, CBR laboratorium, dan swelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah memiliki sifat fisis dan mekanis yang bervariasi, dengan kadar air 10,92%–31,67%, berat jenis 2,58–2,75, dan indeks plastisitas 12,20%–19,57%. Nilai CBR pada kondisi unsoaked selalu lebih tinggi dibandingkan soaked, yang menunjukkan bahwa air menurunkan daya dukung tanah secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi plastisitas dan susut tanah, semakin rendah nilai CBR, sehingga diperlukan perbaikan tanah dasar dan pengendalian drainase.
Pengaruh Implementasi Sistem Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015 terhadap Kualitas Proyek Konstruksi Jalan di Provinsi Papua Barat Daya Kristoper Lemauk; Julison Julison; Bahtiar Bahtiar; Dewi Ana Rusim; Mujiati Mujiati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2751

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Papua Barat Daya membutuhkan sistem pengendalian mutu yang konsisten karena proyek konstruksi jalan memiliki kompleksitas tinggi, melibatkan banyak pihak, serta berpengaruh langsung terhadap konektivitas dan pelayanan publik. Penerapan Sistem Manajemen Mutu berbasis ISO 9001:2015 menjadi salah satu pendekatan penting untuk memastikan proses pekerjaan berjalan sesuai standar, memenuhi kebutuhan pemilik proyek, serta mendukung peningkatan kualitas proyek secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat implementasi ISO 9001:2015, menilai kualitas proyek konstruksi jalan, mengkaji hubungan penerapan sistem manajemen mutu terhadap kualitas proyek, serta mengidentifikasi faktor penghambat dominan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara kepada kontraktor, konsultan pengawas, dan Pejabat Pembuat Komitmen yang terlibat dalam proyek jalan di Provinsi Papua Barat Daya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan ISO 9001:2015 mencapai 72,57% dan berada pada kategori baik. Kualitas proyek konstruksi jalan juga dinilai baik, terutama pada aspek ketepatan waktu, kesesuaian biaya, standar mutu pekerjaan, dan keselamatan kerja. Namun, masih ditemukan hambatan pada pelayanan keluhan pelanggan, audit periodik, pelatihan SDM, peremajaan alat, dan evaluasi kinerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ISO 9001:2015 berhubungan positif dengan kualitas proyek, tetapi penerapannya perlu diperkuat secara praktis dan berkelanjutan.
Mapping of Land and Water Structures in The Wogi Irrigation District, Jayawijaya Regency Harmonis Rante; Bahtiar Bahtiar
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i6.2389

Abstract

An irrigation area is a unit of land that receives water from a single irrigation network, consisting of the area to be irrigated and the main structure of the irrigation network. There are various types of irrigation, such as surface irrigation, swamp irrigation, and pump irrigation, which are used to support agriculture. The irrigation areas in Jayawijaya Regency are managed by local farmers, using a rudimentary irrigation system that relies on rivers and rainwater. Considering the potential of existing natural resources, the performance of Jayawijaya Regency's irrigation areas needs to be optimised to increase local rice production to meet the region's food needs and boost farmers' incomes. Geological conditions in an area are the result of changes in rocks due to plate tectonic processes. Plate tectonics is the relative movement between one plate and another. When the plates move, the distance between two locations on different plates gradually changes. Changes in the geological structure are indicated by the distribution of folds and faults around the movement of the plates. This is what happened in Jayawijaya Regency, where its position is on the Indo-Australian Plate, the Eurasian Plate, and the Pacific Plate, causing the distribution of rock types (lithology types or stratigraphic units, whether igneous, sedimentary, or metamorphic rocks) and stratigraphic relationships.
Pengaruh Penambahan Filler Fly Ash PLTU Holtekamp dan Filler Karang Koya terhadap Campuran Aspal Panas Lataston (HRS-WC) Anddy Santoso; Bahtiar Bahtiar; Monita Yessy Beatrick Wambrauw; Duha Awaluddin Kurniatullah; Ira Widyastuti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i6.7761

Abstract

Kinerja campuran aspal panas jenis Lataston (Hot Rolled Sheet Wearing Course/HRS-WC) sangat dipengaruhi oleh jenis dan proporsi bahan pengisi (filler) yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filler Fly Ash PLTU Holtekamp dan filler karang koya terhadap karakteristik Marshall campuran aspal panas HRS-WC, dengan variasi kadar filler sebesar 3%, 3,5%, 4%, 4,5%, dan 5% terhadap berat total campuran. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan bahan utama agregat kasar, agregat halus, aspal penetrasi 60/70, serta dua jenis filler yaitu fly ash PLTU Holtekamp dan Karang Koya. Pengujian dilakukan berdasarkan prosedur Marshall Test untuk memperoleh nilai stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), serta parameter volumetrik seperti Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan filler Fly Ash dan filler karang berpengaruh terhadap kinerja campuran HRS-WC untuk beberapa variasi penggabungan filler dengan varian nilai kadar aspal optimum 7.75% dan 8.00% serta varian kadar aspal efektif diantara 6.28%-6.53%. Pada penggunaan filler fly ash dengan varian kadar 3% dan 3.5% dan penggunaan filler karang varian kadar 3% dan 3.5% serta penggunaan kombinasi/gabungan filler fly ash dan karang dengan varian kadar 3%, 3.5%, 4% dan 4.5% menunjukan nilai yang memenuhi parameter Spesifikasi Bina Marga 2018 dan dapat digunakan sebagai komposisi bahan campuran HRS-WC. Kesimpulannya adalah bahan fly ash PLTU Holtekamp dan bahan Karang Koya pada beberapa variasi kadar filler dapat digunakan sebagai alternatif filler dalam campuran HRS-WC.