Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kajian Fungsi dan Intensitas Bangunan sebagai Akibat Pembangunan Jalan Lingkar Dalam Parliana, Dewi
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 13, No 4 (2009)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.819 KB)

Abstract

Adaptasi Bentuk dan Fungsi secara Pragmatis pada Hunian Kampung Parliana, Dewi
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.031 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji mengenai bagaimana adaptasi bentuk bangunan yang terjadi pada koridor jalan arteri yang berbentuk lengkung dan miring. Hasil dari penelitian menunjukkan besarnya dampak terhadap bentukan arsitektur yang ditimbulkan oleh pembangunan jalan lingkar dalam (Lingkar Selatan) yang tidak mengikuti pola kawasan terbangun yang sudah ada. Kapling dan bangunan terpotong miring berubah menjadi bentuk-bentuk tidak beraturan, dan orientasi kapling terhadap jalan menjadi tidak tegak lurus. Konsolidasi lahan pascapembangunan jalan tidak dilakukan oleh Pemerintah, sehingga dengan bentuk-bentuk kapling yang tidak beraturan, masyarakat membangun rumah mereka kembali tanpa kaidah-kaidah arsitektur yang baik. Adaptasi bentuk bangunan yang dilakukan oleh masyarakat memperlihatkan kecenderungan pragmatis, yang berdampak kepada pemandangan yang tumpang tindih dan tidak teratur. Ketidakteraturan juga terbentuk oleh penetrasi perubahan fungsi dari hunian ke nonhunian (komersial) seperti bengkel, warung, dan lain-lain, yang merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan memita. ABSTRACTThis research was conducted to observe building adaptation that occured in a curved and tilted arterial road. This research showed the impact of road construction on buildings along a new road that does not conform to the existing pattern of its built up area. The construction of this corridor had resulted in land parcels of peculiar shapes with nonperpendicular axis toward the streets. Without proper land readjusment and consolidation, local people tend to adapt their buildings to these new shapes of land in a pragmatical way, often without complying to architectural rule and regulation. The result was a disorderly streetscape and overcrowding, which was then worsen by the penetration of economic activities to dwelling area as a logical consequence of ribbon developmen that follow.
Konfigurasi Massa Bangunan Rusun Dengan Pencahayaan Alami dan Sirkulasi Udara Pada Rusun Cingised Bandung Parliana, Dewi; Fasari, Dwi Kurnia; Hernawan, Lupita A; Taufiq, Imam
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.371 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1389

Abstract

Konfigurasi Massa Bangunan Rusun Dengan Pencahayaan Alami dan Sirkulasi Udara Pada Rusun Cingised Bandung   DEWI PARLIANA, DWI KURNIA FASARI, LUPITA A HERNAWAN, IMAN TAUFIQ Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : dewipar@gmail.com   Abstrak Rusun Cingised merupakan bangunan hunian vertikal yang terletak di daerah Arcamanik, Bandung. Rusun Cingised memiliki konfigurasi massa cluster yang terdiri dari 5 blok massa bangunan dan terdapat jarak antar blok massa yang berbeda-beda, sehingga menyebabkan terjadinya daerah persinggungan. Unit rusun yang berada di daerah persinggungan cenderung beresiko terkena pembayangan matahari dan angin. Analisa pada Rusun Cingised ini bertujuan untuk mereview standar pencahayaaan dan sirkulasi udara alami terkait dengan konfigurasi massa. Melalui simulasi model 3D Rusun Cingised dengan menggunakan aplikasi Sketchup, Autodesk Ecotect, dan Flow Design maka dapat dilihat pembayangan matahari, hasil besaran lux ruang unit dalam, serta pergerakan sirkulasi udara yang berada di daerah persinggungan. Hasil dari analisis menggunakan ketiga aplikasi tersebut menunjukkan bahwa blok massa dengan jarak paling kecil merupakan blok massa yang belum memenuhi standar. Kata kunci: konfigurasi massa, daerah persinggungan, pembayangan matahari, sirkulasi udara Abstract Cingised Flat is a vertical residential building located in Arcamanik area, Bandung. It has cluster mass configuration which is consist of five bulding mass blocks and there is a distance between different mass blocks which causing the intersection area. The unit towers which located in areas of contact tend to have risk of sun and wind shadowing. The analysis on Cingised Flat aims to lighting standard review and natural air circulation associated with mass configuration. Through the simulation of 3D models by using an application Cingised Flat Sketchup, Autodesk Ecotect and Flow Design can be seen sun shadowing, lux scale results in a unit space, and the movement of air circulation in the area of contact. The result from analysis through three applications shows that mass block with the smallest distance is a mass block that does not meet the standards. Keywords: Mass Configuration, Intersection Area, Shading, Air Circulation
Kualitas dan Pola Pemakaian Ruang Terbuka Luar Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised Parliana, Dewi; Dwinindita, Risma; Abdullah, Muhammad Ridhwan; Ariyani, Esther Linda
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.601 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1373

Abstract

Kualitas dan Pola Pemakaian Ruang Terbuka Luar Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised Studi Kasus : Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised – Jalan Cingised No. 125, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. DEWI PARLIANA, RISMA DWININDITIA, MUHAMMAD RIDHWAN ABDULLAH, ESTHER LINDA ARIYANI. Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan – Institut Teknologi Nasional Bandung dewipar@gmail.com   ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk yang pesat menjadikan kebutuhan tempat tinggal semakin meningkat namun kesediaan lahan yang terbatas menyebabkan urbanisasi dari luar kawasan perkotaan, Oleh sebab itu bentuk hunian vertikal merupakan salah satu solusi untuk melakukan efisiensi lahan pemukiman di kawasan perkotaan. Selain dalam bentuk penyediaan bentuk fisik bangunan rumah susun, diperlukan penyediaan ruang yang dapat menjadi tempat untuk menghubungkan penghuni dalam berinteraksi berupa ruang terbuka yang terbentuk karena adanya kebutuhan tempat untuk bertemu, berkomonikasi, dan bermain. Dimana peraturan mengenai Ruang terbuka ini tercantum dalam  Undang-Undang RI no.26 tahun 2007 mengenai Penataan Ruang serta SNI 03-7013-2004 mengenai kualitas ruang. Sebagai wahana interaksi sosial, ruang terbuka diharapkan dapat menghubungkan seluruh anggota masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Aktivitas yang terjadi pada ruang terbuka dapat menjelaskan seberapa pesat dinamika kehidupan sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengamati kualitas,kuantitas dan pola pemakaian penghuni terhadap ruang terbuka di rumah susun. Untuk mendapatkan tujuan tersebut Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif, analitif, komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka cenderung digunakan oleh orang tua dan anak – anak pada pagi dan sore hari, dengan aktivitas yang dilakukan adalah bercengkrama dan bermain. Kata Kunci: rumah susun, ruang terbuka, aktifitas ABSTRACT The rapid increase in population makes ever increasing needs a place to stay but the willingness of a limited land led to urbanization from outside the urban areas, therefore forms a vertical residential is one solution to perform efficiency of land settlements in urban areas. Other than in the form of the provision of the physical form of the building rises, required the provision of a room can be a place to connect residents in interacting in the form of open space that is formed due to the need for a place to meet, to communication and play. Which the rules on this are contained in the open space Undang Undang RI No. 26 of 2007 concerning Spatial and SNI 03-7013-2004 regarding the quality of the space. As a vehicle of social interaction, open space is expected to connect all members of the community without differentiating the background of social, economic, and cultural. Activities that occur on the open space could explain how rapidly the dynamics of the social life of the community. The purpose of this research was to observe the quality, quantity and usage patterns of residents towards the open spaces in the flats. To obtain these objectives methodology used is the method descriptive, comparative, analitive. The results showed that the utilization of open spaces tend to be used by parents and children in the morning and afternoon, with activity that is for gather and play. Keywords: flats, open spaces, activities
Typology of Nature in Functionalism Pada Perancangan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Kabupaten Bandung Barat Putra, Edwin Perdana; Parliana, Dewi
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.671 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.263

Abstract

Abstrak Dalam rangka membangun Kabupaten Bandung Barat di bidang pendidikan, maka dibangunlah bangunan pendidikan yang dapat menunjang segala aktifitas pengguna bangunan. Bangunan yang diusung adalah bangunan yang dapat memanfaatkan potensi-potensi alam disekitar tapak dan mengaplikasikannya pada bangunan, sehingga dipilihlah  “Typology of Nature in Fungsionalism” sebagai tema bangunannya. “Typology of Nature in Fungsionalism” merupakan tema bangunan fungsionalis dengan memanfaatkan aspek fungsional dari semua bagian dari bangunan dan mencerminkannya dalam fasade bangunan. Semua bagian dari bangunan mempunyai fungsi tertentu yang didasari dari potensi-potensi alam yang ada di sekitar site. Dengan kata lain, tema bangunan “Typology of Nature in Fungsionalism” memiliki bentuk bangunan yang didasari dari kebutuhan fungsional dan memiliki keunggulan dalam memanfaatkan potensi-potensi alam yang ada. Kata kunci: Bangunan pendidikan, Fungsional, Potensi Alam. ABSTRACT In the efforts to build Kabupaten bandung Barat in the educational sector, then education building that could support all of the users of the building activities will be built. The building that will be planned is a building that could utilize all of the natural potentials and apply it to the building, then “Typology of Nature in Fungsionalism” has been choosen for the  theme of the building. “Typology of Nature in Fungsionalism” is a functionalism theme building that could utilize functional aspect from all of the part of the building and apply it to the facade of the building. All of the parts of the building have a certain function that based from natural potentials that already existed in the site of the building. In other words, the theme “Typology of Nature in Fungsionalism” have a form of a building that based on the functional needs and have a excellence in utilize all of the natural potentials. Keywords: Building for Education, Functional, Natural Potential.
Kajian Hubungan Antar Fungsi pada Kawasan Cihampelas Walk Bandung Parliana, Dewi; Adiatma, Odi; Baumar, Muhammad Said; Putra, Rizki Ananda
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.816 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.291

Abstract

Abstrak Cihampelas Walk merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang berada pada koridor jalan Cihampelas. Berdampingan dengan pusat perbelanjaan Cihampelas walk dengan kawasan hunian serta toko-toko di sekitaran ruas jalan Cihampelas. Dikarenakan fungsi – fungsi yang berbeda dan letak fungsi – fungsi tersebut terpisah satu sama lain maka terbentuk sebuah linkage yang menghubungkan fungsi – fungsi tersebut yang berupa sirkulasi, taman dan ruang terbuka. Arsitektur sangat penting dalam proses pembentukan kawasan Cihampelas Walk baik secara fungsi maupun visual. Bagaimana terhubungnya fungsi satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah linkage yang sehingga dimana linkage/hubungan antar fungsi tersebut sangat mempengaruhi kenyamanan pengunjung dan menjadi salah satu parameter bagi pengunjung untuk mengunjungungi Cihampelas Walk. Cihampelas Walk memiliki konsep yang berbeda dengan mall – mall lain dibandung sehingga Cihampelas Walk memiliki daya tarik tersendiri pagi pengunjung. Yang dimana daya tarik tersebut adalah hubungan antar ruang (linkage) pada Cihampelas Walk yang berupa ruang terbuka,taman serta sirkulasi yang didesain menarik. Kata kunci : Fungsi, Alur hubungan bangunan (linkage), Alur fungsi ruang luar Abstract Cihampelas Walk is one of the shopping centers are on the road corridor Cihampelas . Adjacent to the shopping center with residential Cihampelas walk and shops in the surrounding streets Cihampelas. Due to the function - different functions and layout functions - these functions are separated from each other then formed a linkage that connects the function - the function is in the form of circulation , parks and open spaces. The architecture is very important in the formation of both the Cihampelas Walk and visual function . How interlinked functions of one another , forming a linkage so that where the linkage / relationship between these functions greatly affect the comfort of visitors and become one of the parameters for visitors to mengunjungungi Cihampelas Walk. Cihampelas Walk has a different concept to the mall - another mall dibandung so Cihampelas Walk has its own attraction morning visitors. Which is where the attraction is the relationship between space ( linkage ) on Cihampelas Walk the form of open space , parks and attractive designed circulation. Keywords: function , building relationships groove (linkage) , groove outer space function
Kajian Fasilitas Pedestrian, Open Space, dan Ruang Di Antara Bangunan pada Kawasan Cihampelas Walk Parliana, Dewi; Firmansyah, Sandi; Wildan, Luthfi; Lubis, Solomon; Yani, Like
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.076 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.449

Abstract

Abstrak Perkembangan arsitektur sejalan dengan perkembangan masyarakat, budaya dan teknologi. Dalam pembangunan pada saat ini belum memperhatikan aspek lingkungan, dimana buruknya kondisi iklim yang mengakibatkan global warming. Sehingga muncul isu konsep sustainable yang sangat memperhatikan kehidupan masa mendatang  dan mengedepankan 3 aspek, yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Penerapannya di bidang arsitektur, yaitu pada site, desain, material dan struktur. Dimana setiap komponennya memiliki syarat-syarat sustainable yang dinilai dalam Greenship. Salah satunya adalah site, dimana terdapat syarat menyediakan fasilitas pedestrian yang aman, nyaman dan bebas dari perpotongan akses kendaraan bermotor untuk menghubungkan minimal 3 fasilitas umum di atas, dan atau dengan stasiun transportasi massal. Kajian fasilitas pedestrian, open space dan ruang di antara bangunan pada kawasan Cihampelas Walk bertujuan untuk mengetahui syarat sustainable pada suatu kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Kajian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pembelajaran kepada masyarakat tentang teori sustainable. Kata kunci: Greenship, sustainable, pedestrian, material, Open space. Abstract Architectural development in line with the development of its society, culture and technology. In construction at the moment isn’t yet paying attention to the environmental aspects, where bad of the climatic conditions that lead to the global warming. So it appears issues of the sustainable concept which is concerned to life of the future and emphasizes three aspects of social, economic and environmental. Its application in the architecture, i.e. on site, design, materials and structures. Where in any of its components have requirements in terms of sustainable value in the Greenship benchmarks. One of them is the site, where on the terms contained of Greenship benchmarks provide pedestrian facilities that are safe, comfortable and free from the intersection of motor vehicle acces to public facilities connect at least three of the components and with the mass transport station. Study of pedestrian facilities, open space, and the space between buildings in the area of Cihampelas Walk aims to find out terms of sustainable in one area. The method used is the qualitative methods. This study is expected to provide benefits of learning to people about sustainable theories. Keywords: Greenship, sustainable, pedestrian, material, Open Space.
Konsep Dinamis Dalam Formalitas pada Perancangan Sekolah Tinggi Seni Budaya di Kabupaten Bandung Barat Ahdini, Windy; Parliana, Dewi
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.81 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.268

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat di suatu kawasan maka semakin maju perkembangan kawasan tersebut. Sarana dan prasarana pendidikan sudah seharusnya dijadikan prioritas di dalam pembangunan di suatu kawasan. Dataran Sunda memiliki berbagai macam kebudayaan yang sarat dengan nilai kesenian. Oleh karena itu pendidikan secara formal mengenai kebudayaan dinilai sangat penting bagi masyarakat di Indonesia. Suatu kompleks pendidikan terdiri dari beberapa bangunan multi massa. Perlu diperhatikan bahwa identitas pendidikan di dalam karakteristik bangunan harus tercermin di dalamnya. Salah satu unsur yang dinilai perlu untuk dicirikan di dalam bangunan pendidikan yaitu unsur fomalitas. Latar belakang lain yang perlu diperhatikan di dalam pembangunan identitas suatu kawasan pendidikan yaitu jenis kegiatan pendidikan yang terlaksana di dalamnya. Sekolah seni budaya terdiri dari beberapa kegiatan seni musik dan tari dimana di dalamnya terdapat unsur dinamis. Sehingga, dalam perancangan sekolah tinggi senibudaya ini diambil tema bangunan dinamis dalam formalitas. Kata kunci: Sekolah Tinggi, Senibudaya, Dinamis dalam Formalitas Abstract Education is a measure of the progress of a nation. The higher education level of the people in an area, the more advanced development of the region. Therefore, the educational facilities should be a priority within the development of the region. Sunda Land have a wide range of cultures that is loaded with the value of the arts. Therefore, formal education of culture considered to be very important for the people in Indonesia. An educational area consists of several multi building mass. It should be noted that educational identity on the characteristics of the building should be reflected in it. One of the elements that is necessarily considered to be characterized in an educational building is a formality element. Another background reason to be considered in the identity development of an educational area is the type of educational activity that is happen in it. School of art and culture consists of several music and dance arts activities which there is a dynamic element in it. Thus, dynamic in formality theme is taken  for the design of sekolah tinggi senibudaya. Keywords: College, Arts and Culture, Dynamic in Formality 
Kajian Fungsi Ruang Luar pada Pusat Dakwah Islam di Kota Bandung Parliana, Dewi; Akbarsyah, Rizqya; Yuliansyah, Gun Gun; Putra, Septian Adi
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.931 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.443

Abstract

Abstrak Pada awalnya lokasi ini berfungsi sebagai pemukiman, dan mulai dimanfaatkan menjadi ruang publik pada tahun 1980-an. Namun pada saat ini, kawasan ini telah diubah menjadi wadah untuk kegiatan islami di kota Bandung. Hal ini akhirnya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bersosialisasi, berdiskusi, rekreasi, belajar, dan melakukan hal-hal positif lainya. Meskipun konsep tapak pusat dakwah islam kota bandung sudah terencana, namun pada akhirnya beberapa ruang pada kawasan pusat dakwah islam mengalami peralihan fungsi ruang, dari ruang dengan fungsi tunggal menjadi ruang dengan fungsi yang fleksibel, seperti ruang parkir dan taman. Sehingga perubahan tersebut berpengaruh pada pola aksesibilitas kawasan, dan pola sirkulasi dalam kawasan tersebut. Dan peranan Arsitektur sangat penting dalam proses pembentukan kawasan Pusat Dakwah Islam atau islamic center baik secara fungsi maupun visual. Bagaimana terhubungnya fungsi satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah linkage, dimana linkage / hubungan antar fungsi tersebut sangat mempengaruhi kenyamanan pengguna. Kata kunci: Konsep Perencanaan Tapak, Fungsi Ruang Luar, Aksessibilitas dan Sirkulasi Tapak Abstract This area initially serves as a settlement , and began to be utilized as a public space in 1980. But in this time, this area has been changed into the area of Islamic activities in Bandung. This thing finally provides an opportunity for people to socialize, discuss, recreation, learning, and doing other things. Although Site planning of PUSDAI has planned, but in the end some space in PUSDAI experiencing transition function space, from space with a single function into a space with flexible functions, such as parking spaces and parks. So that these changes have an impact on the accessibility of the area , and circulation patterns in this area. And architecture has an important role in the process of formation of PUSDAI or islamic center in function and visual. How to connecting function with each other to form a linkage, where in the linkage / relationship between these functions greatly affect the users become comfortable. Keywords : Site Planning Concepts, Functions of Open Space, Accessibility and Circulation in Site
Kajian Pengaruh Adat Istiadat, Religi, dan Alam Pada Bangunan Adat, Lembah Kuta Ciamis Parliana, Dewi; Kasiwi, Aras; Aria, Siddiq; Drajati, Asih; Febian, Ezar
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.218 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.602

Abstract

Abstrak Akibat perkembangan zaman yang semakin pesat menyebabkan semakin canggih pembangunan dan material yang digunakan pada bangunan Arsitektur Vernakular di Indonesia khususnya di Kampung Kuta Ciamis.Selain itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi bangunan adat salah satunya faktor adat istiadat, religi dan alam. Faktor tersebut berpengaruh besar pada bagian rumah seperti pada bentuk bangunan, ruang dalam dan struktur, dimana faktor ini telah menjadi tradisi secara turun temurun yang selalu dipertahankan.Oleh sebab itu, dalam kajian ini dilakukan pengamatan padabangunan adatyang bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dan mendominasipada bangunantersebut.Adapun metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metodaEksploratif dan Kualitatif Deskriptif dengan menggunakan metode sekoring pada analisisnya.Faktor adat istiadat sangat berpengaruh pada bentuk bangunan, ruang dalam, dan struktur.Dengan demikian faktor yang paling dominan pada bangunan Kampung Adat Kuta adalah faktor adat istiadat.Terlihat dari hasil yang didapat dari penelitianbangunan adat di Kampung Kuta merupakan bangunan tradisional yang masih mempunyai nilai Arsitektur Vernakular yang masih mempertahankan adat istiadat setempat.   Kata kunci:Arsitektur Vernakular, Kampung Kuta, Ciamis,Bangunan Adat, Adat Istiadat, Religi, Alam, Bentuk Masa, Ruang Dalam dan Struktur Abstract Impact ofdevelopment period, building and material grown sophisticated that is in use for building Vernacular Architecture in Indonesian, particulary at theKampung Kuta Ciamis. Furthermore, there is certain factors that affect the building such as custom, religion and nature. That factors have effected form, space and structure. Whichthis Factors have been tradition for generation were maintained. Therefore, in this study has been observe for building to find out the factors dominant. Used esplorative,qualitative descriptive methodwith motode scoring.With this metode, the result is costume factor has effected for form, space and structure. In this study, the conclution is costume factor is the major factor at house of Kampung Adat Kuta. Seen from the result obtained from research traditional building of Kampung Kuta, still have Vernacular Architectural value. Keyword :Vernacular Architecture, Kampung Kuta, Ciamis, Custom, Religion, Nature, Form, Space and Structure