Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Observasi Minat Baca Siswa Kelas 2 SD Negeri Wonosaren Solo Melalui Metode Membaca Bersama dan Menonton Tayangan Audiovisual Luthfia Ramadhani; Joong Allewo Pramengkawi; Nadiah Ulpa Permatasari; Destia Ajeng Putri Pranata; Aulia Fadia Putri; Asep Yudha Wirajaya
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat literasi siswa kelas 2 SD Negeri Wonosaren Solo melalui penerapan metode membaca bersama dan menonton tayangan audiovisual. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Subjek penelitian terdiri atas 19 siswa kelas 2 SD Negeri Wonosaren Solo. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif guna memberikan gambaran mengenai minat baca siswa serta preferensi mereka terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa (100%) memiliki minat membaca yang baik setelah mengikuti kegiatan membaca bersama dan menonton tayangan audiovisual. Hasil voting menggunakan cap tangan menunjukkan bahwa 12 siswa (63%) lebih menyukai metode cerita peraga, sedangkan 7 siswa (37%) lebih menyukai metode audiovisual. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam menumbuhkan minat baca siswa, namun metode cerita peraga lebih diminati karena memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan selaras dengan tahap perkembangan peserta didik di jenjang sekolah dasar. Selain itu, kegiatan pembelajaran yang memadukan berbagai media mampu meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa selama proses belajar berlangsung secara aktif dan optimal. Dengan demikian, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk menumbuhkan minat baca dan memperkuat kemampuan literasi siswa sejak usia dini.
Eksplorasi Ketertarikan Minat Baca Siswa Kelas 2 SD Negeri Jagalan 81 melalui Metode Membaca Bersama dan Menonton Tayangan Audiovisual A'isyah Sekare Ati; Brigitta Olivia Mahda Pratiwi; Felicia Fiona Widiasputri; Salma Azyza Auliya; Masya Ira Nurjanah; Asep Yudha Wirajaya
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1155

Abstract

Minat baca merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran dan pengembangan literasi siswa sekolah dasar. Namun perkembangan teknologi digital menyebabkan siswa lebih tertarik pada media visual dan audiovisual dibandingkan bacaan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi minat baca siswa SD Negeri Jagalan 81 Surakarta melalui penerapan metode membaca bersama dan tayangan audiovisual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek 25 siswa kelas II yang dilaksanakan pada 8 April 2026. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi selama kegiatan membaca cerita rakyat Malin Kundang secara bersama-sama serta menonton tayangan audiovisual. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki minat membaca yang baik, ditunjukkan oleh 21 siswa yang menyatakan suka membaca dan 4 siswa yang menyatakan tidak suka membaca. Hasil pemilihan metode menunjukkan bahwa 9 siswa lebih menyukai cerita peraga, 7 siswa memilih cerita audiovisual, dan 9 siswa menyukai kombinasi keduanya. Temuan observasi menunjukkan bahwa siswa lebih antusias, fokus, dan aktif dalam berpartisipasi ketika cerita disajikan melalui media visual dan audiovisual dibandingkan hanya melalui teks. Selain itu, kegiatan membaca bersama membantu meningkatkan interaksi siswa dalam memahami isi cerita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi metode membaca bersama dan tayangan audiovisual mampu menciptakan pengalaman literasi yang menarik, meningkatkan keterlibatan siswa, serta berpotensi memperkuat minat baca siswa sekolah dasar.
Digitalisasi Naskah Kuno sebagai Upaya Preservasi Informasi Budaya di BPK Wilayah X Yogyakarta Dian Pujiastuti; Intan Handayani; Intan Pinasti Hanifah; Rieke Deska Nur Aini; Septiana Aristawati; Asep Yudha Wirajaya
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1254

Abstract

Naskah kuno merupakan warisan budaya yang menyimpan informasi penting mengenai sejarah, sastra, dan pengetahuan lokal masyarakat Nusantara masa lampau. Namun, keberlangsungannya menghadapi ancaman serius akibat kerusakan fisik yang disebabkan oleh faktor usia, kelembaban, dan keterbatasan metode preservasi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses digitalisasi naskah kuno di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Yogyakarta, menganalisis peran digitalisasi sebagai strategi preservasi informasi budaya, menjelaskan fungsi metadata dalam pengelolaan naskah digital, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan dokumentasi di Perpustakaan Dalem Jayadipuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses digitalisasi dilaksanakan melalui delapan tahapan terstruktur, mulai dari seleksi naskah hingga penyimpanan dan pencadangan data. Digitalisasi terbukti berperan penting sebagai strategi preservasi dengan mengurangi frekuensi penggunaan naskah fisik sekaligus memperluas aksesibilitas informasi budaya. Metadata yang meliputi kode koleksi, aksara, bahasa, kondisi fisik, dan deskripsi isi naskah berperan krusial dalam pengelolaan dan penelusuran koleksi digital. Kendala yang ditemukan mencakup kondisi fisik naskah yang rapuh, keterbatasan sumber daya manusia, permasalahan teknis pencahayaan, serta minimnya data provenance naskah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan informasi budaya di era digital.