Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Case-Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar Elektronika Dasar Pemelajar SMKN 1 Tomohon Calvin Mamahit; David Wungow; Janne Ticoh; Viverdy Memah; Harrychoon Angmalisang
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 4 No. 1 (2024): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edunitro.v4i1.8095

Abstract

Abstrak— Penelitian ini menggunakan metode pembelajaran berbasis kasus (case-based learning) untuk meningkatkan hasil belajar pemelajar SMK kelas X TITL. Pembelajaran berbasis kasus merupakan suatu teknik untuk meningkatkan pemikiran tingkat tinggi ketika memecahkan suatu kasus. Pengetahuan pemelajar dalam mengemukakan pendapat dapat lebih baik dalam proses pendidikan; pemelajar kurang mampu mengeksekusi informasi yang diberikan pembelajar, dan rendahnya pengalaman kelompok pemelajar dalam sesi Elektronika Dasar. Hal ini digunakan dalam skenario dan studi masalah dalam pembelajaran berbasis kasus untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penalaran pemelajar dalam memecahkan tantangan yang dihadapi, terutama hasil belajar yang rendah. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X TITL 1 SMK Negeri 1 Tomohon pada bulan April–Mei 2023. Kategori pembelajaran merupakan kegiatan kelas tiga siklus yang meliputi persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik dan alat pengumpulan informasi penelitian ini adalah analisis deskriptif terhadap informasi pada kertas kerja pemelajar, pencatatan nilai, dan lembar observasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa hasil belajar pemelajar meningkat drastis dari siklus I ke siklus II hingga siklus III bila menggunakan paradigma pembelajaran berbasis kasus. Sedangkan pada siklus I rata-rata angkanya mencapai 68%; pada siklus II rata-rata angkanya mencapai 80,30%; dan pada siklus III rata-rata angkanya mencapai 90%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa paradigma pembelajaran berbasis kasus dapat meningkatkan hasil belajar pemelajar.
Implementation of Contextual Learning Improves the Lighting Installation Learning Outcomes of Students of SMKN 1 Tomohon Calvin Mamahit; Herry Sumual; Eddy Kembuan; Fransiska Makaliwe
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 4 No. 2 (2024): October Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edunitro.v4i2.9835

Abstract

This study is expected to improve learning outcomes. Electrical lighting installation for grade XII students using a contextual learning model during the 2022–2023 academic year. The study was conducted in two cycles, with planning, implementation, action, observation/evaluation, and reflection as components of each cycle. This study involved 30 grade XII TITL students. The collected data were analyzed through test techniques. It was analyzed using qualitative descriptive techniques. The results of the study showed that the average student learning outcomes in cycle 1 in the electrical lighting installation component were 67.4% in the moderate category, which in cycle 2 increased to 80% in the high category, indicating an increase of 85.66%. Thus, the contextual learning model has been proven to improve the learning outcomes of grade XII TITL students at SMKN 1 Tomohon in the 2022–2023 academic year.
Analisis Pengaruh Sistem Manajemen Pembelajaran Terhadap Keefektifan Pengajaran Calvin Mamahit; Eddy Kembuan; Hendro Sumual; Fransiskus Seke
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 5 No. 1 (2025): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edunitro.v5i1.10607

Abstract

Abstrak— Pembelajaran jarak jauh yang tertata baik adalah yang menggunakan learning management system (LMS). LMS tidak hanya bermanfaat sebagai pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid 19, tetapi juga untuk aplikasi blended learning dalam kondisi normal. Ada banyak platform LMS, tapi yang sering digunakan sekarang oleh dosen adalah Moodle dan Google Classroom. Kemampuan mereka dalam menangani LMS memengaruhi keefektifan pengajaran mereka. Setiap platform LMS berbeda dalam hal antarmuka pengguna dan fungsionalitas yang dapat diakses. Dosen butuh pengetahuan dan waktu untuk menguasai penggunaan LMS. Latar belakang pendidikan dan usia dosen memiliki pengaruh terhadap kemampuan mereka dalam menggunakan aplikasi LMS. Jadi, jenis platform LMS, tingkat pendidikan, dan usia dosen semuanya memengaruhi kesuksesan instruksional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dan perbandingan antara ketiga kelompok tersebut. Kelompok platform LMS meliputi Moodle dan Google Classroom, kelompok kualifikasi pendidikan meliputi gelar master dan doktor, dan kelompok usia meliputi mereka yang berusia di bawah 45 tahun dan mereka yang berusia di atas 45 tahun. Penelitian menggunakan Anova 3-jalur yang mengungkapkan bahwa ketiga kelompok tersebut memiliki efek interaksi sebesar 74,1% terhadap keberhasilan instruksi mereka.
Sistem Pemantauan Kualitas Udara Berbasis IoT di Area Oil Mill P.T. Cargil Indonesia – Amurang Javier Laoh; Calvin Mamahit; Janne Ticoh
JURNAL EDUNITRO Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 5 No. 1 (2025): April Issue
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edunitro.v5i1.10915

Abstract

Abstrak— Kualitas udara merupakan pertimbangan utama yang harus diperhatikan di lokasi industri seperti pabrik minyak Amurang milik PT. Cargill Indonesia yang akan memastikan kesehatan pekerja, keberlanjutan lingkungan, dan kepatuhan terhadap peraturan. Proyek ini berupaya menciptakan sistem penilaian kualitas udara berbasis IoT yang dapat memantau konsentrasi gas berbahaya (CO₂, SO₂, NOx), kelembapan, dan suhu secara real-time. Sistem ini mengumpulkan dan menganalisis data menggunakan sensor yang digabungkan dengan platform cloud, yang memungkinkan tindakan proaktif untuk mengatasi kemungkinan bahaya lingkungan. Temuan desain menunjukkan bahwa IoT dapat meningkatkan efisiensi pemantauan, mengurangi bahaya kesalahan manusia, dan menawarkan data yang benar untuk pengambilan keputusan strategis. Selain itu, sistem ini dapat menekan biaya operasional melalui pemantauan otomatis dan memberikan solusi yang fleksibel sesuai kebutuhan pabrik. Namun, kendala seperti terbatasnya jaringan internet di lokasi terpencil dan perlunya perangkat yang tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem menjadi tantangan dalam penerapannya. Dengan demikian, perancangan sistem ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pengelolaan kualitas udara di kawasan industri dan mendukung okupansi.
The development of movement system of the second six-legged robot PTE UNIMA Mamahit, Calvin E J; Sanggola, Mildes
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 4 No 4 (2021): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v4i4.21323

Abstract

Engineering technology in robotics for the present era is no longer new, especially in high education, marked by Indonesian robot contests routinely held annually by the national achievement center. The participants in this event are groups of students from all higher education institutions spread throughout Indonesia. The development of robotics technology is now faster to spur individuals and students to compete to conduct research and development in robotics. The study aims to develop a six-legged robotic motion system or so-called hexapod. The research was conducted using the Addie model research method consisting of five stages, namely, analyze stage to analyze the needs of the development of the robotic motion system and analysis of the needs of tools and materials to be used. The design stage of designing the mechanical structure of the robot both in terms of hardware and in terms of robot software, the development stage of developing a six-legged robot's motion system to be more stable and more efficient in moving, the implementation stage is a test stage of the robot's motion system that has been developed. The evaluation stage is the last stage of this development research; at this stage, the evaluation is done to ensure the robot's motion system is feasible to use.