Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Kapuas

Aplikasi Sistem Resirkulasi Filtrasi Pada Pendederan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) di Bak Terpal Bagi Kelompok Pembudidaya Ikan Tani Makmur Di Desa Punggur Kabupaten Kubu Raya Ridwan Salim; Farid Mudlofar; Rizal Akbar Hutagalung; M. Taufik
Kapuas Vol 1 No 1 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i1.223

Abstract

Sangkuriang catfish is one of the superior catfish strains that has high economic value by means of fish breeding which is relatively easy, but the availability of water has decreased quality in the cultivation process, so the necessity of the application of filtration recirculation system in order to maintain the quality and quantity of water in order to support the growth rate and survival rate in the nursery process of sangkuriang catfish. Problems faced by the Farmers Farmers' Group Makmur in the Punggur Kecil Village, especially in implementing sangkuriang catfish nursery with a recipe system, of course, technically the community does not master because they are accustomed to gardening even though there are some farmer groups that have pondered fish but the knowledge about fish farming is good and right of course the knowledge of knowledge is still limited, in order to overcome the problem, it is necessary to have counseling from universities to transfer fisheries cultivation technology by means of assistance so that the community can independently carry out fish farming activities with the reculation system. The activities in the application of science and technology include socialization activities, counseling, science and technology applications in fish culture to technical and business evaluations and assistance during the process of fish farming activities. The technical results obtained by fish farmers during sangkuriang catfish breeding with a filtration recirculation system are with a significant increase in growth rate and survival rate during maintenance reaching 86.15%, from the evaluation of the technical results based on the value of community welfare where profits are obtained the increasing business feasibility and feasibility in terms of the B / C ratio <1 so that it is expected to have an impact on increasing profits in raising sangkuriang catfish. Keywords: Breeding, Sangkuriang catfish , Recirculating, Filtration, Punggur Village
Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya Dengan Penerapan Sistem Mina Padi Di Desa Sungai Besar Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu M. Idham Shilman; Slamet Tarno; Agus Setiawan; Muhammad Nasir; Rizal Akbar Hutagalung
Kapuas Vol 1 No 1 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i1.224

Abstract

Sungai Besar Village is one of the areas in Bunut Hulu Subdistrict, Kapuas Hulu Regency, West Kalimantan, which has considerable development potential in the fisheries sector. This is reinforced by the majority of people who have a livelihood as farmers and fish farmers. In addition, Sungai Besar Village is also one of the leading regions for the fisheries sector, especially tilapia and catfish. However, the rapid increase in population can cause limited production areas that can be used in various fields of fisheries. This encourages the intensification of efforts as one way of land utilization. One way that can be done is the application of the Minapadi fish culture system. This minapadi system has several advantages including an increase in community income through the existence of fish farming and more effective land use. The development of the fisheries sector, primarily the tilapia (Oreochromis niloticus) aquaculture business using the Minapadi system, is a solution in addressing land use issues and improving the economic community in the Kapuas Hulu Regency. In addition, Sungai Besar Village is expected to become a target village for the production of fish cultivation using the Minapadi system. The method that will be used in community service activities (PPM) is the method of assisting the transformation of science and application programs (training and counseling) related to the application of fish cultivation with the Minapadi system. Expected output in this activity is the community of Sungai Besar Village is able to implement fish farming with the Minapadi system. This is in the form of a method of fish cultivation that is able to maximize land use. Keywords : Aquaculture, Tilapia, Mina Padi, Sungau Besar Village
A Teknik Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Monosex Sebagai Alternatif Dalam Meningkatkan Produktifitas Pembudidayan Ikan Pada Keramba Jaring Apung Di Dusun Buntut Limbung Desa Muara Baru Kec. Sungai Raya Kab. Kubu Raya Susilawati Susilawati; Slamet Tarno; agus Setiawan; Sarmila Sarmila; Farid Mudlofar; Sri Warastuti; Rizal Akbar Hutagalung; Hylda Khaiarah Putri
Kapuas Vol 2 No 1 (2022): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v2i1.362

Abstract

. Budidaya tunggal kelamin (monoseks) tepat untuk diterapkan sehingga diperoleh nila dengan pertumbuhan yang cepat seperti pada ikan berjenis kelamin jantan yang tumbuh lebih cepat dibandingkan ikan betina. Waktu panen pun lebih singkat, bibit jantan membutuhkan 4 bulan untuk mencapai bobot 450-500 gr/ekor, sedangkan betina selama 6 bulan. Sebagian masyarakat di Dusun Buntut Limbung kecamatan Sungai Raya selama ini memanfaatkan anak sungai Kapuas untuk membudidayakan ikan nila dengan menggunakan metode budidaya ikan nila secara multisex pada KJA. Metode ini menghasilkan panen yang masih belum memenuhi standar dalam hal produktivitasnya. Untuk itu perlu dilakukan cara terbaik yang mudah diterapkan dan memungkinkan terjadinya peningkatan hasil panen dengan waktu pemeliharaan yang relatif lebih singkat. Metode yang dianggap tepat menurut survey yang dilakukan oleh tim PPM prodi Budidaya Perikanan Politeknik Negeri Pontianak di tahun 2021 ini adalah dengan metode budidaya ikan nila secara monosex kultur. Tujuan kegiatan PPM (Pengabdian Pada Masyarakat) ini adalah : Meningkatkan produkstivitas usaha budidaya ikan nila dengan pemanfaatan sarana dan prasarana secara efektif dan efisien, Meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya ikan, dan menumbuhkan motivasi bagi masyarakat lainnya serta meningkatkan kemampuan atau kompetensi komunitas pembudidaya ikan di dusun Buntut Limbung dalam menerapkan teknologi budidaya ikan nila dengan sistem monosex kultur secara berkelanjutan. Sedangkan manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan PPM ini adalah meningkatnya penghasilan sebagai dampak peningkatan produkstivitas dari usaha yang dilakukan sebelumnya dan meningkatnya kompetensi komunitas pembudidaya ikan dalam penerapan teknologi produksi ikan Nila sistem monosex dengan pemanfaatan sarana produksi secara efektif dan efisien. Tahapan kegiatan PPM ini adalah: Sosialisasi kegiatan dengan cara memaparkan latar belakang, tujuan, dan manfaat iptek bagi para komunitas masyarakat pembudidaya ikan dan masyarakat lain di sekitarnya, penyuluhan membuka wawasan dan memberikan pengetahuan terkait dengan potensi atau prospek usaha budidaya ikan nila secara monosex di KJA, guna menjaga keberhasilan pola percontohan tersebut maka dilakukan kegiatan pendampingan. Penerapan teknologi Budidaya Ikan nila dengan sistem monosex kultur di KJA ini, meliputi : Menyiapkan sarana prasarna serta alat dan bahan lainnya, teknis budidaya meliputi : Persiapan wadah dan jaring, melakukan seleksi dan penebaran benih, benih ikan nila yang ditebar berukuran 5-8 cm dengan padat tebar 100 ekor/m3. Melakukan manajemen pakan, melakukan sampling populasi dan pertumbuhan per 2 minggu sekali, serta melakukan pengecekan kualitas air yang dilakukan setiap hari, melakukan pengamatan adanya kemungkinan serangan hama dan penyakit ikan. Melakukan tindakan pencegahan sesuai kaidah biosecurity serta dapat melakukan penanganan yang cepat dan tepat. Melakukan sortasi dan grading, serta melakukan pemanenan baik secara parsial maupun secara masal yang dilakukan oleh pembudidaya ikan serta mengevaluasi tingkat keberhasilan teknis dan ekonomis yang akan dijadikan acuan bagi siklus budidaya ikan nila berikutnya. Analisa usaha dilakukan pada akhir pemeliharaan dengan hasil pendapatan bersih Rp. 5.895.000/siklus,sedangkan dengan sistem konvensional mendapatkan hasil 1.038.000/siklus. Peningkatan perekenomian masyarakat melalui dengan menerapakan teknologi yang aplikatif adalah target sasaran yang diinginkan dalam kegaitan PKM ini, hal tersebut telah terealisasai dengan perhitungan analsisi ekonomi dengan estimasi keungungan yang lebih besar dibanding dengan budidaya ikan nila tanpa menerapkan teknologi benih ikan nila monosex. Kata Kunci: Budidaya, Ikan Nila Monosex, Keramaba Jaring Apung.