Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN KESEHATAN REPRODUKSI BENCANA DAN IDENTIFIKASI ANCAMAN, KAPASITAS, SERTA KERENTANAN BENCANA GEMPA BUMI DI DESA POTORONO, KECAMATAN BANGUNTAPAN, KABUPATEN BANTUL, DIY Utami, Fitriana Putri; Wijaya, Oktomi Putri
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.852 KB) | DOI: 10.12928/jp.v1i2.334

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kerentanan terhadap ancaman bencana alam. Ancaman terbesar adalah gempa bumi dan letusan gunung berapi. Semua orang yang hidup dalam situasi darurat bencana berhak atas kesehatan termasuk kesehatan reproduksi. Pencegahan terjadinya risiko kerugian yang tinggi akibat bencana baik dalam sektor kesehatan maupun sektor lainnya dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi risiko bencana. Identifikasi risiko bencana ini terdiri dari identifikasi ancaman bencana, kerentanan bencana, dan kapasitas bencana di tingkat desa. Kajian kesehatan reproduksi bencana disampaikan dengan metode penyuluhan disertai diskusi interaktif. Identifikasi ancaman, kapasitas, dan kerentanan bencana menggunakan metode partisipatory. Peserta dipilih secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif.  Peserta menyebutkan bahwa permasalahan kesehatan reproduksi yang dapat terjadi meliputi perasalahan kesehatan ibu dan anak, pelecehan seksual, dan penularan penyakit seksual yang diakibatkan oleh keadaan sarana prasarana pengungsian yang minim. Berdasarkan hasil identifikasi diketahui bahwa ancaman bencana gempa dapat menimbulkan kerentanan pada manusia khususnya bayi, anak-anak, lansia, dan penyandang cacat berupa luka sedang hingga kematian. Kerentanan pada infrastruktur berupa robohnya bangunan akibat struktur yang tidak kuat. Kapasitas bencana yang dimiliki desa berupa adanya forum kebencanaan dan pelatihan serta simulasi bencana yang mendukung adanya infrastruktur siaga bencana. Ancaman gempa bumi dapat menimbulkan kerugian pada asset berisiko desa yang berupa manusia dan infrastruktur, namun pihak desa telah memiliki kapasitas / kekuatan pada seluruh aspek berisiko tersebut untuk meminimalisir kerugian yang muncul. Diharapkan aparat desa dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan melakukan pemetaan risiko bencana desa secara berkesinabungan.
Akses Pasangan Usia Subur (PUS) Miskin terhadap Informasi Keluarga Berencana (KB) di Kota Yogyakarta Utami Fitriana Putri; Matahari Ratu; Sugiharti Sri
Populasi Vol 28, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp.59620

Abstract

The government’s effort to overcome the high rate of population growth is implementing a family planning program. However, limited access to family planning is undergone by poor population in very great numbers. One factor causing poor couples of childbearing age not to become a family planning acceptor is the limited sources or access to information related to the family planning program. This study aims to find out how poor couples of childbearing age accessed information related to family planning as an initial step to increase family planning acceptors in Yogyakarta. This study used a mixed research method, i.e. quantitative and qualitative designs. Quantitative design was carried out by distributing questionnaires to 368 poor couples of childbearing age selected by using simple random sampling. Qualitative design was carried out with in-depth interviews with six poor couples of childbearing age as well as focus group discussion (FGD) on family planning officers and companions of the Program Keluarga Harapan (PKH) which were selected purposively. The results of this study were analyzed descriptively and content analysis. The majority of poor couples of childbearing age obtained information on contraceptive methods and free family planning program from midwives in primary health care. Delivered information in the form of home visits was only obtained by 7.3% of respondents. The obstacle experienced by family planning officers and PKH companions in delivered family planning information was the assumption that many children have lots of fortune and certain belief factors that prohibit the use of contraception. There was a need for training on interesting educational methods to PKH companion and health cadres to be forwarded to childbearing couples and the existence of media for family planning education as a guide.
KAJIAN KESEHATAN REPRODUKSI BENCANA DAN IDENTIFIKASI ANCAMAN, KAPASITAS, SERTA KERENTANAN BENCANA GEMPA BUMI DI DESA POTORONO, KECAMATAN BANGUNTAPAN, KABUPATEN BANTUL, DIY Fitriana Putri Utami; Oktomi Putri Wijaya
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.334

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kerentanan terhadap ancaman bencana alam. Ancaman terbesar adalah gempa bumi dan letusan gunung berapi. Semua orang yang hidup dalam situasi darurat bencana berhak atas kesehatan termasuk kesehatan reproduksi. Pencegahan terjadinya risiko kerugian yang tinggi akibat bencana baik dalam sektor kesehatan maupun sektor lainnya dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi risiko bencana. Identifikasi risiko bencana ini terdiri dari identifikasi ancaman bencana, kerentanan bencana, dan kapasitas bencana di tingkat desa. Kajian kesehatan reproduksi bencana disampaikan dengan metode penyuluhan disertai diskusi interaktif. Identifikasi ancaman, kapasitas, dan kerentanan bencana menggunakan metode partisipatory. Peserta dipilih secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif.  Peserta menyebutkan bahwa permasalahan kesehatan reproduksi yang dapat terjadi meliputi perasalahan kesehatan ibu dan anak, pelecehan seksual, dan penularan penyakit seksual yang diakibatkan oleh keadaan sarana prasarana pengungsian yang minim. Berdasarkan hasil identifikasi diketahui bahwa ancaman bencana gempa dapat menimbulkan kerentanan pada manusia khususnya bayi, anak-anak, lansia, dan penyandang cacat berupa luka sedang hingga kematian. Kerentanan pada infrastruktur berupa robohnya bangunan akibat struktur yang tidak kuat. Kapasitas bencana yang dimiliki desa berupa adanya forum kebencanaan dan pelatihan serta simulasi bencana yang mendukung adanya infrastruktur siaga bencana. Ancaman gempa bumi dapat menimbulkan kerugian pada asset berisiko desa yang berupa manusia dan infrastruktur, namun pihak desa telah memiliki kapasitas / kekuatan pada seluruh aspek berisiko tersebut untuk meminimalisir kerugian yang muncul. Diharapkan aparat desa dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan melakukan pemetaan risiko bencana desa secara berkesinabungan.
EDUKASI MENOPAUSE DAN ANDROPAUSE GUNA MEWUJUDKAN LANSIA SEHAT DAN PRODUKTIF DI KELURAHAN COKRODININGRATAN KECAMATAN JETIS YOGYAKARTA Fitriana Putri Utami; Rizaldy Udin; Risqi Fitriyadi Rizal Pratama; Aditya Nugroho
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i1.1526

Abstract

Peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) diproyeksikan akan terus berlangsung, sehingga mengakibatkan peningkatan jumlah orang lanjut usia (lansia) pada masa mendatang. Masa lanjut usia ditandai dengan adanya menopause pada seorang wanita dan andropause pada pria. Masa ini sering disertai dengan adanya keluhan atau gangguan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan-keluhan tersebut dapat diatasi dengan adanya persiapan fisik dan psikis menjelang lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai menopause dan andropause bagi lansia dan pra-lansia di RW 03, 04, dan 05 di Kelurahan Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta yang dilaksanakan selama tiga hari pada bulan November 2019, menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab.  Hasil dari kegiatan edukasi ini terlihat peserta kegiatan antusias dalam bertanya tentang materi yang disampaikan dan aktif menceritakan kisah mereka saat awal memasuki masa menopause dan andropause. Reaksi seseorang berupa suka atau tidak suka pada materi yang diterima merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam pembentukan sikap akibat adanya kegiatan pendidikan dan pelatihan.
EDUKASI ALAT KONTRASEPSI GUNA MENINGKATKAN KEIKUTSERTAAN KELUARGA BERENCANA DI DUSUN MODALAN KECAMATAN BANGUNTAPAN BANTUL D.I YOGYAKARTA Fitriana Putri Utami; Lukyana Dinar Puspita; Ninda Mira Dania; Wulida Andri Astuti; Najwa Hasna Nida; Sitti Nuhra
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i1.1968

Abstract

Keluarga Berencana merupakan upaya pelayanan preventif yang paling mendasar untuk mencegah morbiditas dan mortalitas ibu. Banyak PUS mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaktahuan mereka untuk menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan usia, jumlah anak, dan juga efek samping yang ditimbulkan. Pendataan yang telah dilakukan pada 247 Pasangan Usia Subur (PUS) di Dusun Modalan tepatnya RT 1-4 diketahui bahwa permasalahan terkait kesehatan reproduksi terbesar yaitu ketidakikutsertaan PUS pada program KB yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan mengenai KB. Metode pelatihan yang dilaksanakan adalah pemberian materi edukasi mengenai metode kontrasepsi tradisonal, modern jangka pendek, dan modern jangka panjang. Metode yang digunakan berupa presentasi disertai diskusi tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 22-23 Februari 2020 total selama 150 menit. Kegiatan melibatkan peserta wanita usia subur dari PKK Apsari Dusun Modalan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, D.I Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta terkait alat kontrasepsi. Terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan fasilitator pada setiap sesi. Dalam kegiatan ini terlihat para peserta antusias dalam bertanya tentang materi yang disampaikan serta menceritakan pengalaman mereka dalam menggunakan alat kontrasepsi.
Pengoptimalan Potensi Alam Desa Melalui Penataan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Pengolahan Wedang Uwuh Fitriana Putri Utami; Ratu Matahari; Azis Ikhsanudin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 8, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.342 KB) | DOI: 10.30999/jpkm.v8i2.227

Abstract

Peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) di Indonesia merupakan cerminan dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat akan tetapi jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan permasalahan social bagi orang dengan lanjut usia (lansia) akibat rendahnya produktifitas mereka. Salah satu cara peningkatan produktifitas lansia adalah dengan kegiatan pemberdayaan yang melibatkan keluarga lansia. Bentuk pemberdayaan yang mudah dilakukaan adalah dengan memanfaatkan potensi alam disekitar tempat tinggal lansia yaitu dalam bentuk tanaman obat keluarga (TOGA) dan pengolahan wedang uwuh yang bahan bakunya dapat diperoleh dari TOGA serta berpeluang untuk meningkatkan perekonomian keluarga lansia. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah aktif partisipatif keluarga lansia dari tiga dusun di Desa Sendangsari didampingi oleh 27 mahasiswa KKNPPM Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan peralatan rumah tangga secara swadaya. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah terbentuknya taman TOGA di Dusun Parakan Wetan, Parakan Kulon dan Plembon Desa Sendangsari serta keberhasilan peserta dalam mengolah bahan baku wedang uwuh menjadi wedang uwuh berbentuk sirup dan bubuk instan. Pengembangan taman TOGA dan olahan wedang uwuh merupakaan wujud dari himbauan Kementerian Kesehatan terkait pemanfaatan sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan untuk digunakan sebagai obat tradisional demi peningkatan pelayanan kesehatan dan ekonomi.  
Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi melalui Pelatihan Life Skill Education Ratu Matahari; Fitriana Putri Utami; Dedik Sulistiawan
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202052.321

Abstract

THE EFFORTS TO INCREASE ADOLESCENT KNOWLEDGE OF REPRODUCTIVE HEALTH THROUGH LIFE SKILL EDUCATION TRAINING. The internet will make adolescent easier to access information needs and carry out productive activities based on technology; on the other hand it will be backfiring when used to access some things that are counterproductive. Life skill education training for adolescent reproductive health is an effort to improve adolescent skills in self-management in facing and solving reproductive health problems they faced. The method used is a theoretical approach and practice through case studies and role play. Reproductive health life skill education training can have an impact on increasing adolescent reproductive health knowledge even though it has little impact.The conclusion of the activity was life skill education training for adolescent reproductive health in the PIK-KRR ABC group in XYZ Village, Bantul District can increase teenage knowledge, although not significantly due to the small number of trainees. This is an evaluation of the service team to collaborate with other youth groups in providing reproductive health education.
Edukasi HIV/AIDS Guna Mencegah Stigma dan Diskriminasi sebagai Hasil Community Diagnosis Masalah Kesehatan di Dusun Ngangkruk, Desa Pilangrejo, Nglipar, Gunung Kidul, Yogyakarta Fitriana Putri Utami; Lia Ayu Handayani; Kiki Aliya Sofiyanti; Alisa Zulia Harmi; Nelly Nurhaliza DA; Cicilia Nindi Arsita; Nia Puspita Dewi; Maharani Yulindari; Nurul Karina Sabrina
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202161.509

Abstract

HIV/AIDS EDUCATION TO PREVENT STIGMA AND DISCRIMINATION AS A RESULT OF COMMUNITY DIAGNOSIS OF HEALTH PROBLEMS IN NGANGKRUK HAMLET, PILANGREJO VILLAGE, NGLIPAR, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA. HIV/AIDS cases are an iceberg phenomenon, with fewer people being reported than they really are. The attitude of rejection and discrimination among People Living with HIV (PLHIV) in society are influenced by many factors, one of which is knowledge of HIV/AIDS. Secondary data that has been obtained from Ngangkruk Hamlet showed that the level of knowledge about HIV/AIDS was still very low, which can lead to stigma and discrimination. Community diagnosis method carried out includes the following stages: 1.) identification of problems used the PIS-PK questionnaire, 2.) determining priority problems used USG method, 3.) selecting alternative solutions to problems using SWOT, 4.) determining priority problem solving using the effectiveness method- efficiency, 5.) problem-solving actions using HIV/AIDS education programs to prevent stigma and discrimination. Result showed that HIV/AIDS education in order to prevented stigma and discrimination was carried out by means of extension methods used power point media and posters. Assessment of information delivery was carried out using the game “who’s smart”. The responses from the participants showed good enthusiasm for the material presented.
Persepsi tentang Pandemi COVID-19 dan Dampak Kesehatan yang dirasakan; Perspektif Gender pada Kelompok Pekerja Pariwisata Ratu Matahari; Helfi Agustin; Fitriana Putri Utami
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol7.Iss3.1029

Abstract

Workers in the tourism sector automatically lose their jobs due to restrictions on mobility and a ban on gatherings during the pandemic. The pandemic has caused mental health problems due to the economic breakdown, distance from social life and loss due to the death of family members. This qualitative study aims to analyze perceptions and the perceived health impacts of COVID-19 pandemic and on tourism workers in Yogyakarta. The approach used is a case study, conducted in June-September 2021. Female and male informants were involved to see if there were differences in the gender perspective. Survivors and non-survivors were involved to see differences in perceptions. The number of informants consists of 8 people, using the principles of adequacy and suitability. In-depth interviews were conducted online (phone whats app and google meet). Data were analyzed using content analysis method. The results of the study found that the economic impact was felt equally by male and female workers. Gender differences do not affect the decision of superiors when reducing employees and reducing working hours. There is no psychological pressure due to the inequalities of communication between men and women in financial management. There are no complaints of family nutritional insecurity in women because they still get enough nutrition and food, and there is also no gender-based violence at home or at work. The psychological and social impacts were not evident for women, but were found in male informants who were shown to be reluctant to socialize because they were ashamed of losing their jobs. This research is expected to contribute to gender-based policies for handling pandemics and workers in the non-formal tourism sector.
Pengaruh Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Fatma Nuraisyah; Ratu Matahari; Khoiriyah Isni; Fitriana Putri Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 20 Nomor 01 Tahun 2021
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v20i1.869

Abstract

Salah satu permasalahan remaja adalah kesehatan reproduksi. Namun hal tersebut masih dianggap tabu dibicarakan antara orang tua dengan remaja. Dengan adanya komunikasi antara orang tua dengan remaja diharapkan adanya ruang diskusi tentang dampak positif dan negatif terkait kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan komunikasi terkait kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap orang tua. Penelitian eksperimental dengan desain quasi experiment. Sedangkan bentuk rancangan pra-eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yang merupakan ibu pengurus Bina Keluarga Remaja yang memiliki anak usia remaja di Dusun Mertosanan Kulon, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner pre-post test. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hampir sebagian besar responden termasuk dalam kategori usia dewasa akhir yaitu 36-45 tahun (65%). Hasil uji t berpasangan menyatakan terdapat pengaruh pelatihan komunikasi terkait kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap orang tua (p-value=0,01). Terdapat perbedaan rerata skor responden sebelum dan setelah diberikan pelatihan komunikasi kesehatan reproduksi remaja. Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap orang tua setelah diberikan pelatihan komunikasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Seyogyanya orang tua harus mengikuti perkembangan zaman sehingga mampu menjadi tempat berdiskusi yang nyaman pada remaja. Menyaring informasi kesehatan berdasarkan kebenaran dan menyaring pergaulan sangat penting dilakukan oleh remaja, terlebih di era digital. Sementara itu, pemerintah dapat mengembangkan sistem layanan kesehatan remaja yang dapat diakses secara online oleh remaja.