Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ranah research journal of multidisciplinary research and development

Biografi Astripia Pelopor Cucuk Lampah di Kabupaten Cilacap Lestari, Nofia; Pebrianti, Sestri Indah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 2 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i2.2031

Abstract

Penelitian ini membahas biografi Astripia sebagai pelopor cucuk lampah di Kabupaten Cilacap dengan menitikberatkan pada latar belakang kehidupannya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran individu dalam menjaga keberlangsungan tradisi cucuk lampah sebagai bagian dari rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. Selama ini, penelitian mengenai cucuk lampah lebih banyak berfokus pada aspek penyajian dan makna simbolik, sementara kajian yang menelusuri perjalanan hidup tokoh pelaku seni masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengungkap latar belakang kehidupan Astripia, meliputi proses awal ketertarikan pada seni, pengaruh lingkungan sosial, serta pengalaman hidup yang membentuknya sebagai cucuk lampah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi biografi untuk memahami perjalanan hidup tokoh secara mendalam, mencakup latar belakang keluarga, pendidikan, dan perjalanan awal dalam dunia seni. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Astripia memiliki dasar kuat dalam bidang seni tari yang menjadi landasan keterlibatannya dalam cucuk lampah. Pengalaman belajar, dukungan lingkungan, serta proses panjang dalam berkesenian membentuk identitasnya sebagai pelaku seni. Latar belakang keluarga, pendidikan, dan pengalaman sosial berperan penting dalam membentuk karakter serta kiprahnya dalam melestarikan tradisi cucuk lampah di Kabupaten Cilacap. Temuan ini secara praktis dan teoretis dapat menjadi model kajian biografi yang aplikatif untuk menelusuri peran dan proses pembentukan identitas seniman tradisi lainnya dalam upaya pelestarian budaya lokal.
Analisis Bentuk Pertunjukan Opera Cinta di Bawah Rembulan Karya Agung Kusumo Widagdo Hidayat, Hafiz Nur; Pebrianti, Sestri Indah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 2 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i2.2032

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk pertunjukan Opera Cinta di Bawah Rembulan yang disajikan di halaman Pendhapa Balai Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis bentuk pertunjukan tersebut melalui pendekatan etnokoreologi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan, wawancara dengan pihak yang terlibat dalam produksi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Opera Cinta di Bawah Rembulan merupakan dramatari yang memadukan unsur verbal dan nonverbal dalam satu kesatuan penyajian. Komponen verbal terdiri atas tembang, monolog, dan dialog yang berfungsi menyampaikan alur cerita serta memperjelas hubungan antar tokoh. Sementara itu, komponen nonverbal meliputi tema, alur cerita, gerak, penari, pola lantai, ekspresi wajah, rias, busana, musik, panggung, properti, pencahayaan, dan setting panggung yang saling mendukung dalam membangun struktur dramatik serta visual pertunjukan. Keterpaduan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pertunjukan ini tidak hanya menampilkan gerak tari, tetapi juga memanfaatkan berbagai elemen artistik untuk menciptakan pengalaman pertunjukan yang estetis dan komunikatif bagi penonton. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa pengemasan dramatari berbasis ruang publik dapat menjadi strategi efektif dalam pelestarian dan revitalisasi seni tradisi agar tetap relevan dengan masyarakat kontemporer.