Balthazar Kreuta
Universitas Cenderawasih

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI ANGGARAN BERBASIS KINERJA Kaillin Lalli Randa; Ida Ayu Purba Riani; Balthazar Kreuta
KEUDA (Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.776 KB) | DOI: 10.52062/keuda.v3i3.701

Abstract

The purpose of the study was to analyze what factors influence the Performance Based Budget by using a sample of 87 respondents working at the Secretariat of the Papuan People's Representative Council. While the data analysis technique used is the Ordinary least square (OLS) technique. The results of the study are indicated by the calculation of the mean (mean) of 32 item questions and 87 respondents and the result is 137.31. If the value is compared to the criteria that the author has set, then the average value is included in the "Very Good" category. While the results of the partial analysis of organizational commitment (X1) have a significant and positive influence on the performance-based budget of 1,261. Keywords: Performance Based Budget
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN JAYAPURA La Ode Abdul Wahab; Siti Rofingatun; Balthazar Kreuta
KEUDA (Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah) Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.663 KB) | DOI: 10.52062/keuda.v2i3.728

Abstract

The purpose of this paper is to analyze and obtain empirical evidence about the financial performance of Jayapura regency government in fiscal year 2010-2014, measured from the level of independence of local, regional dependency rate, the level of fiscal decentralization, the level of effectiveness and efficiency of financial management and fiscal capacity Jayapura regency in fiscal year 2010-2014, measured through share and growth Local Revenue. The results obtained from this study is that the financial capacity of Jayapura regency, measured from the level of the region's autonomy in fiscal year 2010-2014 included in the criteria are lacking, and the level of dependence of the region in that period qualifies as a very high criteria instructive relationship patterns. The ratio of fiscal decentralization is still lacking, the level of effectiveness of regional revenue in 2010-2014 classified in the category of very effective with a ratio of regional revenue collection efficiency is very efficient. The financial capacity of the district of Jayapura in this case the level of independence and dependence of the area and the level of fiscal decentralization is considered good if the government of Jayapura District has been able to raise the percentage of acceptance of regional revenue to be in the top 40% of the fund balance, because then the Local Revenue will contribute greater of the total regional expenditure. Keywords: financial capacity of local, regional autonomy, regional dependence, fiscal decentralization, effectiveness, efficiency
Analisis Sektor Basis Dan Non Basis Di Kabupaten Jayapura Aurelianus Jehanu; Ida Ayu Purba Riani; Balthazar Kreuta
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i3.2067

Abstract

Sektor basis dengan nilai LQ terbesar terdapat pada sektor industri dan pengolahan dengan nilai rata-rata 3,22 dan yang terendah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai rata-rata 0,66. Sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahan mengalami pergeseran dengan nilai DLQ lebih dari satu, Pada Analisis Tipologi Klassen pada awal tahun 2004 semua sektor-sektor Kabupaten Jayapura rata-rata merupakan sektor yang masuk dalam kategori kuadran I dimana laju pertumbuhan dan kontrubusi sektornya lebih besar dari laju pertumbuhan dan kontrubusi sektor provinsi Papua. Akhir tahun 2013 sektor-sektor mengalami perubahan pola pada sektor pertambangan dan penggalian dan sektor listrik dan air bersih dimana dalam kuadran IV laju pertumbuhan dan kontrubusi  Kabupaten Jayapura lebih kecil dari laju pertumbuhan dan kontrubusi Provinsi PapuaKata Kunci: PDRB, LQ, DLQ, Tipologi Klassen
Analisis Sektor Unggulan Di Kabupaten Merauke Tahun 2007-2013 Rizka Andani; Yundy Hafizrianda; Balthazar Kreuta
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 2 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v2i3.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor ekonomi yang menjadi sektor basis dan sektor unggulan, sektor yang menjadi konsentrasi pertumbuhan serta mempunyai keunggulan kompetitif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data PDRB Kabupaten Merauke yang diperoleh dari BPS. Metode analisis yang digunakan yaitu SLQ, DLQ, SSA, IS dan MRP. Berdasarkan hasil penelitian, sektor yang basis di Kabupaten Merauke adalah sektor pertanian, subsektor peternakan dan hasilnya, subsektor kehutanan, subsektor perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industi pengolahan dan sektor listrik dan air bersih. Sedangkan sektor unggulannya adalah sektor pertanian. Sektor yang menjadi konsentrasi pertumbuhan adalah sektor Pertanian, subsektor Peternakan dan hasilnya, subsektor Perikanan, sektor Pertambangan dan Penggalian, dan sektor Listrik dan Air Bersih. Sektor yang memiliki keunggulan kompetitif adalah sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Bangunan, dan sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan. Sektor yang basis harus dipertahankan sedangkan sektor yang non basis perlu ditingkatkan agar menjadi sektor yang basis.Kata Kunci : PDRB, Sektor Unggulan, SLQ, DLQ, SSA, IS, MRP
Kajian Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Kota Jayapura Tahun 2010-2014 Balthazar Kreuta; Yundi Hafizrianda; Agustina Sanggrangbano
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v3i1.2073

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan, diantaranya untuk (1) Mengetahui perkembangan pendapatan dan belanja Pemerintah Kota Jayapura; (2) Mengukur dan menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kota Jayapura; (3) Mengukur kemampuan keuangan Pemerintah Kota Jayapura; dan (4) Mengukur efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Jayapura; (5) Merumuskan Kebijakan apa yang tepat dalam meningkatkan kinerja keuangan Pemerintah Kota Jayapura. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yaitu dengan melakukan pengambilan data secara langsung pada bagian Akuntansi Dinas Pengolaan Keuangan dan Aset Kota Jayapura yaitu berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2010-2014. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa hal diantaranya, (a) Sumber PAD terbesar Kota Jayapura adalah pajak daerah, terutama yang berasal dari pajak hotel dan restoran; (b) Belanja daerah Kota Jayapura selama tahun 2010-2014 cenderung mengalami peningkatan yang berfluktuatif, dengan daya serapnya yang cukup tinggi; (c) Tingkat ketergantungan fiskal di Kota Jayapura selama ini masih sangat tinggi, sehingga kemandirian fiskalnya menjadi rendah; (d) Kota Jayapura memiliki kemampuan pengembalian pinjaman yang cukup baik; (e) Secara keseluruhan tingkat efisiensi belanja Pemerintah Kota Jayapura dapat dikatakan rendah.Kata Kunci: PAD, belanja daerah, efisiensi dan efektivitas, kinerja keuangan.
Pengembangan Infrastruktur Jalan Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Tahun 2013-2017 Marlin Reynke Hewada; Mesak Iek; Balthazar Kreuta
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v6i1.2123

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pembangunan jalan serta jembatan terhadap sektor pertanian, sektor industry, sektor perdagangan, sektor jasa lainnya, serta sektor transportasi dan perkembangan ekonomi di Kabupaten Jayawijaya. Data yang digunakan adalah PDRB harga konstan (2010) periode 2013-2017 dan panjang jalan (km), serta alat analisinya digunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Jayawijaya berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto sektor Pertanian, sektor industi, dan sektor perdagangan, sedangkan berdampak positif tetapi tidak signifikan pada sektor jasa lainnya, sektor trasnportasi dan pertumbuhan ekonomi pada umumnya. Hal ini terjadi karena sektor pertanian dan industry, serta perdaganagn merupakan sektor yang membutuhkan jasa transportasi sebagai permintaan turunan dalam mendukung dalam proses produksi maupun proses pengangkutan outputnya. (2) Pembanguan infrastruktur Jalan dan Jembatan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada sektor jasa lainnya, transportasi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kondisi ini tecipta karena topografi wilayah yang sangat sulit dijangkau oleh jasa angkutan darat secara merata, selain itu, traporatsi jarak jauh dominand dilayani oleh moda angkutan udara. Agar lebih cepat mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jayawijaya, pembanguan infrastruktur jalan dan jemaban perlu lebih gencar dilakukan untuk menghubungkan wilayah-wilayh yang memiliki potensi ekonomi khususnya sektor pertanian, perkebunan, sektor sektor perdagangan, sehingga akan membuka peluang usaha yang semakin luas dan merata di semua wilayah.Kata Kunci : Pembangunan insfrastruktur Jalan, Pertumbuhan Ekonomi
Analisis Efektivitas Pengelolaan Dana Kampung Di Kampung Yoka Distrik Heram Kota Jayapura Jefri Kito Ohee; Transna Putra Urip; Balthazar Kreuta; Flora Yvonne de Quelyoe
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i2.2178

Abstract

Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yaitu data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Kemudian data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari pihak atau sumber lain yang telah ada, sumber data dalam penelitian ini adalah pemerintah kampung Yoka. Dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa bahwa, penggunaan alokasi dana desa yag ada dikampung Yoka sudah efektif dengan tingkat efektivitas mencapai 100%. Dimana alokasi dana desa yang ada mampu membiayai empat bidang rencana kerja yang disusun dalam RKPK kampung Yoka tahun 2016 dan 2017 diantaranya, Dimana pada tahun 2016 dalam bidang pemerintah kampung mencapai efektivitas sebesar 100%. Kemudian dari bidang Pembangunan kampung juga mampu mencapai efektivitas sebesar 100% dengan kriteria efektif. Kemudian pada bidang pembinan masyarakat juga mampu mencapai tingkat efektivitas sebesar 100% dengan kriteria efektif. Dan pada bidang pemberdayaan masyarakat juga mampu mencapai tingkat efektivitas 100%. Begitu juga dengan ADD yang digunakan pada tahun tahun 2017 mampu menunjang keempat bidang yang ada di kampung Yoka. Dimana semua bidang mampu mencapai kriteria efektif. Dengan rincian bidang pemerintah kampung tingkat efektivitasnya mencapai 100%, lalu bidang pembangunan kampung efektivitasnya mencapai 100%, kemudian bidang pembinaan masyarakat dan bidang pemberdayaan masyarakat juga berhasil mencapai 100%.Kata Kunci: Dana Kampung, Efektifitas, Pengelolaan
Analisis Pengaruh Belanja Pemerintah Daerah Terhadap Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Di Provinsi Papua Tahun 2013-2016 Balthazar Kreuta; Dhiar Dwi Atmaja; Ida Ayu Purba Riani
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i3.2182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh belanja pegawai, belanja barang & jasa, dan belanja modal terhadap indek pembangunan manusia di Provinsi Papua dari tahun 2013 - 2016 dengan observasi 29 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekunder bersifat kuantitatif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi data panel dengan model fixed effect yang menggunakan alat bantu pengolahan data dengan program aplikasi Eviews 9. Variabel dari penelitian ini adalah belanja pegawai, belanja barang & jasa, dan belanja modal sebagai variabel dependen, dan variabel indeks pembangunan manusia (IPM) adalah variabel independen. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan variabel belanja pegawai, belanja barang & jasa, dan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan indicator indeks pembangunan manusia (IPM) di Provinsi Papua. Hasil regresi menunjukkan bahwa sebesar 99,9011%. Artinya bahwa 99,9011% variasi Indeks Pembangunan Manusia IPM) di 29 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dapat dijelaskan oleh variabel–variabel independen (belanja pegawai, belanja barang & jasa, dan belanja modal). Sisanya sebesar 0,099% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Secara parsial variable belanja barang & jasa, dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Papua yang ditunjukkan melalui (IPM). Sedangkan belanja pegawai berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Provinsi Papua yang ditunjukkan melalui IPM.Kata Kunci: Belanja Pegawai, Belanja Barang & Jasa, Belanja Modal dan Indeks Pembangunan Manusia
Analisis Elastisitas Dan Daya Serap Tenaga Kerja Sektor Industri Kecil Di Provinsi Papua Dominggus Marey; Balthazar Kreuta; Fajril A. Kaimudin; Yundy Hafizrianda
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i3.2184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar daya serap tenaga keja industri kecil terhadap tenega kerja Provinsi Papua dan seberapa besar elastisitas tenaga kerja sektor industri kecil terhadap perluasan kesempatan kerja di Provinsi Papua. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini yakni menggunkkan teknik analisis daya serap serta laju pertumbuhan tenaga kerja dan nilai produksi industri kecil. kemudian untuk mengetahui rata-rata elastisitas tenaga kerja sektor industri kecil di Provinsi Papua mengunakan model analisi regresi sederhana dengan metode kuadrat terkecil (Ordinal Least Square). Model regresi sederhana yang dipergunakan untuk menjelaskan hubungan antara nilai produksi industri kecil terhadap perluassan kesempatan kerja di Provinsi Papua berdasarkan pada fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata daya serap tenaga kerja sektor industri kecil selama sembilan belas tahun sebesar 1,48 persen. Rata-rata pertumbuhan tenaga kerja industri kecil tahun pada 1997-2016 di provinsi Papua sebesar 2 persen. Rata- rata pertumbuhan produksi pada tahun 1997-2016 industri kecil di Provinsi Papua sebesar 4 persen. Besar elastisitas kesempatan kerja sektor industri kecil di Provinsi Papua selama kurun waktu 1997-2016 dalam regresi adalah 0,508. Dengan demikian dapat digeneresasikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang didindikatorkan dengan melalui perkembangan nilai produksi industri kecil memiliki pengaruh positif dan cukup signifikan terhadap peningkatan kesempatan kerja di sektor industri kecil. Berdasarkan nilai elastisitasnya sebesar 0,508, sektor ini memiliki sifat yang inelastis, artinya setiap perubahan atau kenaikan pada total produksi industri kecil sebesar 1 persen, ceteris paribus, maka akan mendorong peningkatkan kesempatan kerja pada sektor industri kecil hanya sebesar 0,508 persen. Dengan kata lain industri kecil di Provinsi Papua terjadi skala hasil yang meningkat (decreasing retun to scale) dimana kenaikan output industri kecil memiliki proporsi yang lebih kecil dibandingkan dengan penambahan input. Kata Kunci: Daya Serap, Elastisitas, Tenaga Kerja, Sektor Industri