Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PKM PENINGKATAN PRODUKSI OLAHAN KANGKUNG SEBAGAI JAJANAN SEHAT DI KECAMATAN BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR Syafriani Syafriani; Afiah Afiah; Nia Aprila
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.9522

Abstract

Kangkung land (Ipomea reptans Poir) is one of the horticultural plants that are very popular with the people of Indonesia because of its savory taste. This plant belongs to the group of seasonal crops and is short-lived and does not require large areas to cultivate it so that it is possible to cultivate it in cities where land is generally limited. In addition to the savory taste, the nutrients contained in kale vegetables are quite high. Kale production in Indonesia can reach 10?646.00 tons in 2021 (BPS 2021). The marketing opportunities for land kale are getting wider to supermarkets with the entry of kale vegetables to supermarkets will increase the selling price of this vegetable (Taufik, 2012). This water spinach plant (Ipomoea reptans) is only sold in the market and processed into vegetables, even though there are many processed products that can be used as healthy snacks from this kale raw material. Kangkung is one of the most popular vegetables in Indonesia. This plant comes from the tropics, especially Africa and Asia. Kangkung contains nutrients such as protein, fat, carbohydrates, calcium, phosphorus, iron, sodium, potassium, vitamin A, vitamin B, and vitamin C. (Priyowidodo, 2012). The purpose of this activity is to explore innovative ideas, increase creativity, instill an entrepreneurial spirit, train mentally and teach to work hard and be responsible. In addition, another goal is to reduce the waste generated by processing it into kale chips, kale sticks, and kale nuggets. There are several obstacles faced, namely (1) Limited capital. (2) Low motivation for entrepreneurs with kale as the main ingredient. (3) There is no diversity of processed kale products. (4) The absence of packaging and marketing of kale. Keywords:steak, nuggets, kangkong chips
Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA Pada Balita di UPT Puskesmas Bengkalis Tahun 2024 Syafriani Syafriani; Afiah Afiah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42103

Abstract

Masalah kesehatan yang sering muncul pada balita adalah Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). ISPA merupakan penyakit utama penyebab kematian balita dan sering menepati urutan pertama angka kesakitan balita. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita di UPT Puskesmas Bengkalis pada tahun 2024. Jenis penelitian analitik kuanliatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu balita yang datang berobat di UPT Puskesmas Bengkalis dengan sampel sebanyak 126 responden, yang diperoleh dengan menggunakan teknik acidental Sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 18-28 November 2024. Alat ukur yang digunakan pada penelitian adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi square. Adapun hasil penelitian ini didapatkan bahwa sosial ekonomi rendah sebanyak 68 (53,96%), pengetahuan ibu kurang sebanyak 68 (53,96%), status imunisasi yang tidak lengkap sebanyak 66(53,38%), status gizi baik sebanyak 64 (50,79%), status merokok sebanyak 75 (59,52%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi ( p value 0,003 ), status gizi ( p value 0,002 ), status merokok ( p value 0,000 ) dan sosial ekonami ( p value 0,000 ), dengan kejadian ISPA, serta tidak terdapat hubungan yang tidak signifikan (p value > 0,05) antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada Balita. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan sosial ekonomi, status gizi, status merokok, dengan kejadian ISPA tidak ada hubungan pengetahuan dengan kejadian ISPA.
Hubungan peran keluarga dengan pemberian makanan pendamping ASI dini pada bayi dibawah 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Cerenti Elvira Harmia; Afiah Afiah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42305

Abstract

Makanan Pendamping ASI terlalu dini memiliki persentase yang cukup tinggi terutama di Indonesia, berdasarkan SDKI tahun 2017 bayi yang berusia 4-5 bulan mendapatkan makanan pendamping ASI secara dini sebesar 57%. Peran keluarga sangat dibutuhkan dalam informasi pemberian MP-ASI yang tepat karena keluarga merupakan lingkungan terkecil dan terdekat dari ibu. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan peran keluarga dengan pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja puskesmas Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pendekatan analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di seluruh Desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Cerenti pada tanggal 10-22 Desember 2024 dengan jumlah sampel 59 ibu yang memiliki bayi 6- 12 bulan diperoleh dengan teknik total sampling. Data pemberian MP-ASI dini, peran keluarga diperoleh melalui wawancara, analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Analisa univariat diperoleh 38 ibu (64%) memberikan MP-ASI dini, 42 (84%), 30 ibu (51%) memiliki peran keluarga yang baik. Hasil analisa bivariat ada hubungan antara peran keluarga (p = 0,000) dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia dibawah 6 bulan. Simpulan: terdapat hubungan antara peran keluarga dengan pemberian MP-ASI dini. Diharapkan kepada ibu bayi dan keluarga bayi untuk meningkatkan peran serta dalam mengasuh bayi. Kata Kunci: MP-ASI Dini, Peran Keluarga, ASI Eksklusif