Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

UJI TARIK DAN UJI IMPAK PADA KOMPOSIT SERAT BATANG PISANG DENGAN PENGARUH PENAMBAHAN ALKALISASI DAN TANPA PENAMBAHAN ALKALISASI Matius Wahyu Susanta; Bayu Dwi Cahyo; Lady Silk Moonlight
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat batang pisang menjadi salah satu serat alam yang berpotensi sebagai bahan penguat komposit polimer yang memiliki keunggulan mudah menyerap air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai perbandingan komposit dan untuk mengetahui komposit serat batang pisang mana yang paling bagus dengan uji tarik dan uji impak. Komposit ini dibuat dengan perendaman alkalisasi 5% dan 10% selama 2 jam menggunakan teknik hand lay up dengan variasi fraksi volume serat 10% sedangkan resin polyesternya 90%, dengan orientasi serat searah. Pengujian yang dilakukan merupakan pengujian tarik menggunakan ukuran standar ASTM D638-1 dan pengujian impak menggunakan ukuran standar ASTM A370. Berdasarkan pengujian tarik dan impak dilakukan pada komposit, maka dalam pengujian tarik didapatkan hasil komposit dengan perlakuan alkalisasi 10% mendapatkan nilai tegangan rata - rata 28,491 dan regangan rata – rata 0,097 yang paling tinggi, dan tanpa perlakuan alkalisasi 0% mendapatkan nilai tegangan rata - rata 8,492 dan regangan rata – rata 0,089 terendah. Lalu untuk pengujian impak didapatkan hasil komposit dengan perlakuan alkalisasi 5% mendapatkan nilai tenaga patah rata - rata 10,8583 Joule dan keuletan rata – rata 0,1723 Joule yang paling tinggi, dan dan tanpa perlakuan alkalisasi 0% mendapatkan nilai tenaga patah rata - rata 9,4610 Joule dan keuletan rata – rata 0,1075 Joule terendah.
PENGARUH LARUTAN ASAM CLORIDA (HCL), ASAM NITRAT (HN03) DAN NATRIUM CLORIDA (NACL) TERHADAP LAJU KOROSI PADA ALUMUNIUM ALLOY 2024 Moch Muharrom Ricky Maulana1; Bayu Dwi Cahyo; Lady Silk Moonlight
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi adalah degradasi atau penguraian bahan sebagai akibat dari reaksi kimia di dalam lingkungan. Korosi dapat disebabkan oleh reaksi kimia atau elektrokimia. Korosi dapat menyebabkan pesawat jatuh jika dibiarkan tanpa pengawasan. Korosi dapat terjadi pada pesawat atau struktur badan pesawat. Pengujian ini menggunakan paduan aluminium 2024 yang direndam dalam larutan asam klorida (HCl), asam nitrat (HNO3), dan natrium klorida (NaCl). Operasi ini dilakukan selama 240 jam perendaman terus menerus, dan pemeriksaan dilakukan selama 48 jam, 96 jam,.144 jam, 192 jam dan 240 jam. Ini adalah metode untuk menemukan korosi dengan melakukan perhitungan menggunakan rumus korosi, menimbang berat awal dan akhir, dan mengambil gambar dengan mikroskop elektron pemindaian (SEM). Hasil perhitungan laju korosi bahan paduan aluminium dalam larutan asam klorida (HCl) selama 24 jam adalah 266,20 mpy, dan dapat dinilai bahwa paduan aluminium memiliki ketahanan korosi. Hasil ini sebanding dengan laju korosi yang dihitung dari paduan aluminium dalam larutan asam nitrat (HNO3) selama 24 jam. Nilainya 191,66 mpy dan kita dapat menyimpulkan bahwa paduan aluminium tahan korosi. Hasil laju korosi untuk natrium klorida (NaCl) dari paduan aluminium berbanding terbalik dengan kedua larutan di atas, namun laju korosi adalah 85,18 mpy dalam 24 jam.
ANALISIS PENGARUH LARUTAN NATRIUM CLORIDA DAN ASAM CLORIDA TERHADAP LAJU KOROSI PADA ALUMUNIUM 1100 Moch. Noval Ardiansyah; Bayu Dwi Cahyo; Lady Silk Moonlight
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada plat logam dapat terjadinya korosi yang dipicu oleh lingkungan yang mengandung HCl dan jenis garam termasuk NaCl. HCl merupakan salah satu jenis asam kuat karena terdisosiasi sempurna dalam air. NaCl juga termasuk media korosif yang dapat berbentuk larutan, kristal atau garam yang dapat menyebabkan korosi pada suatu material contohnya pada alumunium. Adanya korosi pada struktur pesawat yang sebagian besar terbuat dari logam dapat mengakibatkan kerusakan yang fatal yang mengakibatkan kecelakaan pada pesawat terbang. Dalam penelitian ini material yang digunakan adalah Alumunium 1100 pada media korosi natrium clorida (NaCl) dan asam clorida (HCl). Metode yang digunakan adalah metode weight loss atau kehilangan berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh natrium clorida dan asam clorida terhadap laju korosi Alumunium 1100. Pengujian laju korosi yang dilakukan dengan waktu 24, 72, 144, dan 216 jam. Hasil yang dicapai adalah mengetahui perbedaan laju korosi Alumunium 1100 dengan menggunakan larutan NaCl dan larutan HCl sehingga dapat diketahui laju korosi pada material tersebut. Hasil untuk larutan NaCl selama 24 jam didapat nilai sebesar 118,35 mpy. Sedangkan hasil untuk larutan HCl selama 24 jam didapat nilai sebesar 384,64 mpy. Hasil laju korosi larutan NaCl dan larutan HCl pada Alumunium 1100 memiliki selisih laju korosi sebesar 266,29 mpy.
PENGARUH PENAMBAHAN PROSENTASE ETHANOL DAN MODIFIKASI JENIS PISTON TERHADAP UNJUK KERJA MESIN SATU SILINDER Bambang Junipitoyo; Moh. Fahmi Almansyah; Rifdian I.S; Bayu Dwi Cahyo
Jurnal Penelitian 66-74
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v8i1.1359

Abstract

In recent years, the world's need for fossil energy such as oil and gas will increase. Meanwhile, fossil energy reserves are decreasing. This is also due to the high number of motorized vehicles. With the growth of motorized vehicles as a mode of transportation and limited fossil fuels, it is necessary to develop renewable energy as an alternative energy. This is a step to reduce the use of fossil fuels. . Ethanol is an alternative fuel source derived from plants or vegetable sources. The high octane contained in ethanol can be used as a fuel mixture or as the fuel itself. This research was carried out experimentally to determine the effect of using ethanol on the power, torque, and efficiency of the engine. In carrying out this research the first steps required are fuel, ethanol, piston variations and a tool to obtain data, namely the Dynotest. The engine will observe changes in the aspects of power, torque and efficiency by using the addition of ethanol to pertalite and piston changes. The percentages used are 25%, 30%, 35%, 40%. The results of this study obtained the best Power, Torque and Fuel Efficiency which were obtained in tests of standard piston engines and piston changes and a mixture of ethanol and pertalite obtained when using piston changes with a compression ratio of 11: 1 with a maximum power of 8.15 HP, torque at 22.96 Nm and the best fuel efficiency is 0.235 ml/s.
PELATIHAN PERAWATAN MESIN MOTOR BAKAR Gunawan Sakti; Setyo Haryadi; Bambang Junipotoyo; Bayu Dwi Cahyo; Ajeng Wulansari; Suyatmo Suyatmo; Suseno Suseno; Rizaldi Firmansyah Khamid
Journal of Public Transportation Community 1-10
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dimana perguruan tinggi wajib menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. UU nomor 14 tahun 2005 pasal 60 tentang kewajiban dosen melaksanakan tridharma perguruan tinggi. dan UU nomor 12 tahun 2012 tentang kewajiban melaksankan tridharma perguruan tinggi. Maka poltekbang sebagai perguruan tinggi wajib melaksanakan PKM bagi para dosen untuk masing-masing program studinya. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan pelatihan perawatan mesin motor bakar di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, sebagai sarana untuk mengembangkan perekonomian setempat pasca terdampak erupsi Semeru pada Desember 2021, Melalui pemanfaat ilmu pelatihan perawatan motor bakar dalam bidang wirausaha. Perawatan motor bakar dalam berwirausaha yang menjadi tema penyuluhan dengan menampilkan beberapa narasumber ahli yang dilaksanakan di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur guna meningkatkan pengetahuan warga terkait efektifitas dan efisiensi perawatan mesin motor bakar dalam berwirausaha.