Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Model Prediksi Penyakit Ginjal Menggunakan Algoritma Neural Network Khoirul Mustofa; Linda Widyaningrum; Wiji Lestari; Tri Yusnanto
Jurnal ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli : Jurnal ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juisik.v5i2.1219

Abstract

Neural networks are the focal point of machine learning research. Their applications span across various fields and solve complex and intricate problems. Neural networks have now been applied in health image processing to detect various diseases such as cancer and diabetes. Another disease that threatens our health is kidney disease. This disease is becoming more common due to the substances and elements we consume. Death is imminent and inevitable within a few days without at least one functioning kidney. Ignoring kidney damage can lead to chronic kidney disease leading to death. Often, Kidney Disease and its symptoms are mild and gradual, often going unnoticed for years and only being realized recently. This study used 400 patients with 10 attributes as our dataset from Bade General Hospital. We used a Neural network model to predict the presence or absence of kidney disease susceptibility in patients. The model yielded an accuracy of 98%. Furthermore, we identified and highlighted the important features to rank the features used in kidney disease prediction. The results revealed that two attributes; Creatinine and Bicarbonate had the highest influence on kidney disease susceptibility prediction.
FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN KLAIM BPJS Linda Widyaningrum; Astri Sri Wariyanti; Herlina Parwati
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.085 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1224

Abstract

Keterlambatan klaim BPJS pada sarana pelayanan kesehatan berpengaruh pada mutu pelayanan kesehatan. Pada sarana pelayanan kesehatan masih mengalami keterlambatan sehingga harus di tunda dan masih terdapat dokumen klaim BPJS pasien belum diterima dan dikembalikan yang mengakibatkan klaim teapat waktu dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penyebab katerlambatan klaim BPJS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan framework PICOPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Proses pengumpulan artikel yang digunakan adalah database Google Scholar. Keyword dan Boolean operator dalam penelitian ini adalah “klaim BPJS AND keterlambatan OR tertundanya klaim BPJS.Pengumpulan data meliputi pencarian data yang diperoleh dari data sekunder dan meliputi screaning data/penilaian kualitas dengan menerapkan kriteria inklusi dan eklusi. Pengolahan data meliputi ekstraksi data dan sitesis data.Hasil keterlambatan klaim dapat disimpulkan yaitu man, machine, method, money, materials. Faktor paling dominan dalam keterlabatan klaim BPJS adalah ketidaklengkapan pengisian dokumen klaim BPJS. Keterlambatan pengiriman berkas klaim berdampak kepada penerimaan pembayaran klaim dari BPJS KesehatanKesimpulan yang dapat diambil faktor paling dominan keterlambatan klaim BPJS adalah ketidaklengkapan pengisian dokumen klaim BPJS. Perlu adanya kebijakan tentang standar pengisian dokumen berkas klaim dan kepatuhan dari komponen sumber daya untuk pengisian kelengkapan berkas klaim.Kata Kunci : Studi Literatur, PICO, Keterlambatan, klaim, BPJS
STUDI LITERATUR KEAKURATAN KODE EXTERNAL CAUSE PADA KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN ICD-10 Iin Indriyani; Linda Widyaningrum; Puguh Ika Listyorini
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.755 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1254

Abstract

Rekam medis merupakan suatu aspek yang sangat penting bagi rumah sakit dimana salah satunya aspek pengkodean diagnosis, ketepatan kode sangat krusial. Salah satunya adalah kode external cause yang merupakan kode sekunder untuk mendeskripsikan penyebab luar dari suatu penyakit. Ketidaktepatan kode external cause dapat berpengaruh terhadap analisis pembiayaan, pelayanan kesehatan dan pelaporan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keakuratan kode external cause pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan ICD-10. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi literatur, sampel yang digunakan adalah 5 jurnal yang memenuhi kriteria. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu hasil penelitian terdahulu yang dipublikasikan dan diperoleh peneliti melalui Google Scholar serta dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil studi literatur 5 jurnal, ditemukan hasil persentase ketidakakuratan kode external cause pada kasus kecelakaan lalu lintas tertinggi yakni 100 %. Persentase ketidakakuratan kode external cause terendah yakni 56%. Tingginya persentase ketidaktepatan kode diagnosis tersebut dikarenakan Koder tidak mengetahui external cause, tidak teliti dalam menganalisa serta kurangnya komunikasi dengan dokter. Ketidaktepatan kode diagnosis disebabkan oleh beberapa faktor, oleh karena itu sebaiknya petugas koder lebih teliti dan cermat dalam pengkodean sehingga tidak ada informasi yang terlewat, terhindar dari pengkodean yang tidak spesifik serta perlunya komunikasi antara koder dan dokter dalam penentuan kode.Kata Kunci : Keakuratan kode1 , External Cause2, ICD-103
STUDI LITERATUR KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS NEOPLASMA BERDASARKAN ICD-10 Sauha Lulumanin; Linda Widyaningrum; Sri Wahyuningsih Nugraheni
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.267 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1261

Abstract

Pengkodean neoplasma berpedoman pada ICD-10 dimana neoplasma dibedakan menjadi dua kode yaitu kode topografi dan kode morfologi. Menurut penelitian terdahulu diketahui keakuratan kode diagnosis neoplasma masih rendah, sehingga harus dilakukan analisis mengenai standar operasional prosedur pengkodean neoplasma serta faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan kode neoplasma.Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan identifikasi data pada google schoolar dengan kata kunci “keakuratan kode neoplasma” didapatkan 69 jurnal yang kemudian dilakukan screening data dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan 5 jurnal terkait keakuratan kode diagnosis neoplasma.Hasil penelitian menunjukkan keakuratan kode neoplasma dengan persentase keakuratan kode topografi tertinggi sebanyak 90 % akurat dan 10% tidak akurat. Sedangkan keakuratan kode topografi terendah sebesar 26% dengan ketidakakuratan 74%. Untuk keakuratan kode morfologi tertinggi didapatkan data 5% akurat dan 95% tidak akurat. Sedangkan keakuratan kode morfologi terendah sebanyak 100%. Standar Operasional Prosedur (SOP) dari 5 jurnal dapat disimpulkan bahwa banyak rumah sakit yang tidak memiliki aturan khusus mengenai pengkodean neoplasma baik kode topografi ataupun kode morfologi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan kode diagnosis neoplasma antaralain penulisan diagnosis yang tidak jelas serta tidak dapat dibaca, kelengkapan pengisian informasi terkait diagnosis neoplasma, tidak adanya hasil lab patologi anatomi serta kualitas coder.Kata Kunci : keakuratan kode, neoplasma, ICD 10
TINJAUAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS GASTROENTERITIS ACUTE PADA PASIEN RAWAT INAP BERDASARKAN ICD-10 DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYO YAKKUM SURAKARTA TAHUN 2019-2021 Febrilia Adila Rahmawati; Linda Widyaningrum
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.003 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2098

Abstract

Rumah Sakit Panti Waluyo YAKKUM Surakarta merupakan salah satu rumah sakitswasta di Solo. Berdasarkan studi pendahuluan tingkat ketidakakuratan kode GastroenteritisAcute mencapai 60% dan keakuratan sebesar 40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikeakuratan kode diagnosis Gastroenteritis Acute. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif,dengan pendekatan retrospektif. Sampel 80 kasus Gastroenteritis Acute pengambilan secarasimple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase ketidakakuratankode diagnosis 72,5% dan yang akurat 27,5% dari 80 dokumen rekam medis yang diteliti. Faktoryang mempengaruhi ketidakakuratan kode diagnosis yaitu tenaga medis atau dokter dan tenagarekam medis. Kesimpulan yang dapat diambil faktor penyebab ketidakakuratan kode diagnosisadalah dokter dalam menuliskan diagnosis kurang jelas dan petugas rekam medis kurangmemahami dalam membaca keterangan yang tertera pada lembar penunjang.
TINJAUAN PELAKSANAAN PENGAJUAN KLAIM PASIEN BPJS DI RSJD DR. RM. SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH Lathifah Kartika; Linda Widyaningrum; Anton Susanto
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.735 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2099

Abstract

Klaim BPJS kesehatan merupakan pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS olehpihak rumah sakit kepada pihak BPJS kesehatan yang dilakukan secara kolektif setiap bulannya.Apabila pada saat pengajuan klaim pasien BPJS terjadi kendala maka dapat menyebabkanterlambatnya pelaksanaan pengajuan klaim, serta penangguhan pembayaran berlebih dapatmerugikan bagi pihak rumah sakit.Penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melaluiobservasi dan wawancara mendalam kepada tiga informan yang terdiri dari 1 kepala ruang rekammedis, serta 2 orang petugas bagian casemix, dan observasi terhadap SOP yang berlaku dalampelaksanaan pengajuan klaim pasien BPJS, dan rekapan klaim pasien BPJS yang diajukan padatahun 2021.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajuan klaim memiliki SOP dimanadilakukan paling lambat tanggal 10 disetiap bulannya oleh tim pengaju klaim secara komputerisasi.Permasalahan yang terjadi seperti maintenance server, koneksi internet error, pemadaman listrik,klaim pending dan klaim tidak layak. Upaya pemecahan masalah seperti menghubungi bagian ITinternal atau menunggu perbaikan dari Kemenkes, memperbaiki kode diagnosis atau tindakan,melengkapi bukti pemeriksaan penunjang, dan berkonsultasi dengan dokter.Penulis menyarankan untuk meningkatkan koneksi internet, pemberian pelatihan kepadapetugas koder mengenai kode-kode diagnosis dan tindakan khusus, monitoring dan evaluasi secaraberkala untuk meningkatkan kegiatan dan perencanaan pelaksanaan pengajuan klaim pasien BPJS.
Evaluation of the Use of a Hypertension Control Program Using the Walet Method Liss Dyah Dewi Arini; Linda Widyaningrum; Darah Ifalahma; Yeni Nurmalitasari; Azahra Salma Salsabila Putri
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 4 No. 2 (2024): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v4i2.104

Abstract

Hypertension is a condition that is often found in health services. Hypertension is a condition when blood pressure in the blood vessels chronically increases. Many risk factors can cause hypertension, including age, race, gender, lifestyle, sodium consumption, smoking, alcohol consumption, stress level, and education. The urgency of this research is the large number of hypertension patients at the Purwodiningratan Surakarta Health Center and it is increasing almost every year. From the initial survey at the Purwodiningratan Surakarta Community Health Center, data was obtained that the number of hypertension patients over the last five years has increased, decreased, then increased again. This is supported by data on the number of hypertension patients in 2019 as many as 311, in 2020 as many as 214, in 2021 as many as 319, in 2022 as many as 125 and in 2023 up to now there are 335. The objective problem in this research is the number of patients with the disease. Hypertension increases from year to year, so research is needed on the relationship between knowledge, attitudes and family support and efforts to control hypertension. The importance of this research is as an effort to control hypertension which continues to increase from year to year by means of interviews and distributing leaflets with the aim of approaching the community. The aim of this research is to analyze how much impact the hypertension control program using the walet method (interviews and leaflets) has on the community. The achievement stages in this research are for the approach used in this research, namely cross sectional. The sample in this study was employees of the Purwodiningratan Health Center, totaling 41 respondents. The sampling technique uses the accidental sampling method based on inclusion and exclusion criteria. The statistical test used is the T test followed by a linear regression test at a significance level of 0.05.
Evaluation of the Use of a Hypertension Control Program Using the Walet Method Liss Dyah Dewi Arini; Linda Widyaningrum; Darah Ifalahma; Yeni Nurmalitasari; Azahra Salma Salsabila Putri
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 4 No. 2 (2024): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v4i2.104

Abstract

Hypertension is a condition that is often found in health services. Hypertension is a condition when blood pressure in the blood vessels chronically increases. Many risk factors can cause hypertension, including age, race, gender, lifestyle, sodium consumption, smoking, alcohol consumption, stress level, and education. The urgency of this research is the large number of hypertension patients at the Purwodiningratan Surakarta Health Center and it is increasing almost every year. From the initial survey at the Purwodiningratan Surakarta Community Health Center, data was obtained that the number of hypertension patients over the last five years has increased, decreased, then increased again. This is supported by data on the number of hypertension patients in 2019 as many as 311, in 2020 as many as 214, in 2021 as many as 319, in 2022 as many as 125 and in 2023 up to now there are 335. The objective problem in this research is the number of patients with the disease. Hypertension increases from year to year, so research is needed on the relationship between knowledge, attitudes and family support and efforts to control hypertension. The importance of this research is as an effort to control hypertension which continues to increase from year to year by means of interviews and distributing leaflets with the aim of approaching the community. The aim of this research is to analyze how much impact the hypertension control program using the walet method (interviews and leaflets) has on the community. The achievement stages in this research are for the approach used in this research, namely cross sectional. The sample in this study was employees of the Purwodiningratan Health Center, totaling 41 respondents. The sampling technique uses the accidental sampling method based on inclusion and exclusion criteria. The statistical test used is the T test followed by a linear regression test at a significance level of 0.05.
Kelengkapan Informasi Medis sebagai Determinana Keakuratan Pengodean Fracture Femur Linda Widyaningrum; Aditya Kurniawan, Aditya Kurniawan
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7785

Abstract

Kelengkapan informasi dalam dokumen rekam medis merupakan faktor penting dalam menjamin keakuratan pengodean diagnosis dan external cause, khususnya pada kasus ortopedi yang membutuhkan data klinis rinci serta dokumentasi mekanisme cedera yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan informasi medis dan keakuratan pengodean kasus fraktur leher femur dan external cause. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 102 dokumen rekam medis pasien rawat inap yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan daftar tilik observasi dan pedoman pengodean ICD-10, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,25% dokumen rekam medis tergolong lengkap, sedangkan 85,37% pengodean diagnosis dan external cause dinilai akurat. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan informasi medis dan keakuratan pengodean (p = 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa ketidaklengkapan informasi medis meningkatkan risiko kesalahan pengodean, khususnya pada kode external cause yang memerlukan dokumentasi rinci mengenai kondisi terjadinya cedera. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan dalam pengisian rekam medis serta penerapan daftar tilik terstruktur sangat direkomendasikan untuk meningkatkan mutu data rumah sakit.