Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL DALAM PEMBELAJARAN MEMAKNAI INFORMASI TEKS BERITA KELAS VII SMPN 2 PAKIS Ananda, Dea; Adi, Pidekso
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i2.2024.8

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang disusun sebagai upaya untuk mengakomodasi perbedaan antar peserta didik sebagai individu dalam satu kelas agar tidak timbul kesenjangan yang signifikan antar peserta didik dan tercipta pembelajaran yang inklusif, responsif, dan mendukung kebutuhan semua peserta didik. Berdasarkan hasil observasi karakteristik peserta didik kelas VII-C SMPN 2 Pakis, diketahui bahwa tingkat capaian peserta didik kelas VII-C beragam khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan pendekatan Teaching at the Right Level dalam pembelajaran memaknai informasi teks berita di kelas VII-C sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat capaian peserta didik. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan triangulasi data sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat capaian peserta didik di kelas VII-C dipetakan menjadi tiga kelompok, tujuh siswa sangat mahir, sepuluh siswa mahir, dan tiga belas siswa perlu bimbingan. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut dirancang pembelajaran diferensiasi TaRL dengan strategi diferensiasi konten dan proses dengan hasil penilaian pengerjaan tugas yang diberikan, hanya ada satu kelompok yang mendapat nilai dibawah 75 (KKM sekolah) dan itu dari kelompok peserta didik mahir.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATERI FITUR PADA TEKS BERITA KELAS 7 SMP Alvi Tita Wijaya; Arum Tri Wulandari; Pidekso Adi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i3.2024.11

Abstract

Abstrak Latar belakang adanya penelitian ini adalah adanya keberagaman yang dimiliki peserta didik berdasrakan latar belakang, kondisi sosial ekonomi dan budaya. Dengan adanya keberagaman tersebut dapat menyebabkan adanya perbedaan mengenai kesiapan belajar, minat dan gaya belajar peserta didik. Sehingga setiap peserta didik tidak memiliki cara yang sama dalam belajar. Untuk mengatasi tantangan tersebut dapat dilakukan pembelajaran yang dapat mengakomodasi dan memfasilitasi keberagaman karakteristik tersebut salah satunnya dengan pengimplementasian pembelajaran berdiferensiasi. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII D di SMPN 02 Pakis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada materi fitur pada teks berita. Penelitian ini menjelaskan mengenai proses pemetaan kebutuhan peserta didik meliputi minat belajar, gaya belajar, dan profil belajar peserta didik. Lalu dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan hasil pemetaan yang telah dilakukan, proses pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi pembelajaran yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan di pertemuan selanjutnya. Lalu aspek diferensiasi yang dipilih pada penelitian ini adalah diferensiasi konten guna memfasilitasi kebutuhan peserta didik berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan. Didapati hasil yang cukup memuaskan yaitu rata-rata nilai hasil belajar kelas yang mencapai nilai 90,7. Nilai tersebut sudah sangat melampaui nilai Kriteria Kelulusan Minimum yaitu 75.
Psikologi Idiolek: Erosi Kepemilikan Linguistik dalam Praktik Menulis dengan AI: Penelitian Zefanya Cathabell Samosir; Yolanda Danke Manuela Marpaung; Marikza Dyah Syafira; Marsha Adinda Azzahra; Pidekso Adi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.289

Abstract

Integrasi akal imitasi (AI) dalam praktik menulis melampaui isu integritas akademik dan menyentuh persoalan mendasar tentang standardisasi bahasa yang mengancam pembentukan identitas linguistik unik individu (idiolek). Melalui tinjauan literatur, artikel ini menganalisis bagaimana penyerahan tugas menulis kepada mesin mengikis ciri khas bahasa personal dan mengganggu proses pembentukan diri melalui bahasa. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi mekanisme psikologis yang menghubungkan penggunaan AI dalam menulis dengan homogenisasi dan erosi idiolek pada penulis dewasa, serta mengeksplorasi risiko kegagalan pembentukan idiolek pada individu yang terpapar AI sejak dini. Penelitian kualitatif dengan tinjauan literatur sistematis yang diperkaya analisis fenomenologis ini menggunakan data yang bersumber dari jurnal internasional (2013–2026) melalui Google Scholar, JSTOR, PsycINFO, dan ERIC. Kajian menunjukkan AI mendorong cognitive offloading substitutif yang menurunkan psychological ownership dan keterhubungan neural penulis terhadap teks. Dominasi pola LLM menyebabkan homogenisasi struktural yang menstandarisasi gaya bahasa. Meskipun AI meningkatkan skor kualitas tulisan secara signifikan, proses ini secara bersamaan mengikis idiolek yang ada pada dewasa, sedangkan pada remaja, hal ini mencegah munculnya idiolek dan menginterupsi pembentukan identitas naratif. Kesimpulan menunjukkan bahwa persoalan idiolek di era AI merupakan masalah psikologis yang menyentuh fondasi pembentukan diri. Penulis dan pendidik perlu mempertimbangkan secara kritis implikasi jangka panjang dari ketergantungan pada AI dalam menulis. Disarankan penerapan prinsip Responsible AI, yaitu menulis draf mandiri sebelum menggunakan AI, untuk menjaga autentisitas dan kedaulatan linguistik individu.