Darnawi Darnawi
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK DAN PENYIRAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI LAHAN PASIR PANTAI Muhammad Inti Septiawan; Yekti Maryani; Darnawi Darnawi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Agroust
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk organik dan penyiraman air pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bungkus, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, D.I.Y. Ketinggian ± 10 m dpl dengan rata – rata curah hujan per tahun 1400 – 1900 mm3/th, pH tanah 5,6 – 6,0, kelembaban udara 65 – 85%. Jenis tanah adalah tanah berpasir, Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2020. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Split plot dengan menggunakan dua faktor dan satu kontrol yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor pertama adalah penyiraman yang terdiri dari F1: satu kali satu hari, F2: satu kali dua hari, F3: satu kali tiga hari. Faktor kedua adalah pemberian macam pupuk organik yaitu P0: tanpa pemberian pupuk, P1: pupuk organik kompos, P2: pupuk organik kascing dan P3: pupuk organik guano fosfat. Variabel yang diamati meliputi dua fase yaitu vegetatif dan generatif. Pengamatan pada fase vegetatif yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, dan klorofil daun. Pengamatan pada fase generatif yaitu jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, dan bobot biji per hektar. Analisis data pengamatan dengan menggunakan sidik ragam pada jenjang nyata 5% sedangkan perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji jarak berganda DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada jenjang 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan macam pupuk organik dan penyiraman menunjukan tidak ada interaksi terhadap variabel pertumbuhan dan hasil. Perlakuan macam pupuk organik memberikan pertumbuhan dan hasil lebih tinggi dibanding kontrol. Perlakuan penyiraman menunjukan ada beda nyata terhadap pertumbuhan. Perlakuan penyiraman 1 hari 1 kali dan 2 hari 1 kali memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan 3 hari 1 kali.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L) PADA SISTEM SALIBU DENGAN PEMBERIAN PUPUK PETROGANIK DAN NPK PHONSKA PLUS Sigit Aprianto; Zamroni Zamroni; Darnawi Darnawi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Agroust
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk Petroganik dan pupuk NPK Phonska Plus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sistem salibu.Penelitian telah dilaksanakan di Desa Kepuhan, Kelurahan Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, dengan ketinggian tempat ± 273 mdpl, suhu minimum 22ºC dan Suhu maksimum 30ºC. Jenis tanah Grumosol. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan desember sampai dengan bulan februari 2020. Penelitian ini telah dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk petroganik yaitu S1 : pupuk Petroganik dengan dosis 1000 kg/ha, S2 : pupuk Petroganik dengan dosis 2000 kg/ha, S3 : pupuk Petroganik dengan dosis 3000 kg/ha. Faktor kedua adalah dengan dosis pemberian pupuk NPK Phonska Plus yaitu P1 pupuk NPK Phonska Plus dengan dosis 600 kg/ha, P2 : pupuk Npk Phonska Plus dengan dosis 700 kg/ha, P3 : pupuk NPK Phonska Plus dengan dosis 800 kg/ha.berdasarkan dua faktor tersebut maka diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Variable yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat gabah per rumpun, bobot 1000 bitir, persentase gabah isi, hasil gabah per hektar Analisis data dengan menggunakan sidik ragam pada taraf 5%, dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf α = 5%. Berdasarkan peneliitian dapat disimpulkan bahwa Perlakuan pupuk Petroganik dan pupuk NPK Phonska Plus tidak menunjukkan interaksi terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil kecuali pada variabel berat kering tanaman. Perlakuan pupuk Petroganik tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter tang diamati, demikian juga perlakuan pupuk NPK Phonska Plus tidak berpengaruh nyata pada parameter yang diamati.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK HAYATI (BIOFERTILIZER) DAN NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI SAWI HIJAU (Brassica Juncea L.) Junaidin Junaidin; Yekti Maryani; Darnawi Darnawi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Agroust
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk NPK Phonska dengan pupuk Hayati evagrow terhadap hasil tanaman sawi hijau (Brassica juncea L). Percobaan ini dilaksanakan di Pusat Pelatihan Dan Pedesaan Swadaya P4S Lestari Makmur, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dengan ketinggian tempat ± 87,50 mdpl, suhu minimum 24,5ºC dan Suhu maksimum 32,5ºC. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 3 ulangan dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk Biofertilizer yang terdiri dari 2.5 g/ha, 5 g/ha, dan 7.5 g/ha. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK Phonska yang terdiri dari 200 kg/ha dan 300 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk, bobot akar, dan bobot tajuk per ha. Analisis hasil pengamatan menggunakan sidik ragam taraf 5% dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian ini yaitu perlakuan dosis pupuk Biofertilizer terdapat beda nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk, dan bobot akar. Sedangkan untuk variabel hasil bobot tajuk per hektar tidak menunjukkan ada beda nyata. Perlakuan dosis pupuk NPK Phonska terdapat beda nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan untuk variabel pengamatan bobot tajuk, bobot akar, dan bobot tajuk per hektar tidak menunjukkan ada beda nyata.
STUDI PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN KOMPOS TERHADAP KALIUM TERSEDIA PADA RIZOSFER TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Nurwito Nurwito; Muhammad Inti; Efan Nurhidayat; Dinna Juwita Anggraini; Nurul Hidayat; Muhammad Nurhuda; Anjariana Makmum Rokim; Ananda Rizqi azharry Rohmadan; Nurmaliatik Nurmaliatik; Indah Rohana Setyaningsih; Nurdin Cahyo Setiawan; Yuda Wicaksana; Darnawi Darnawi; Maryan Maryan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1273

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pupuk kandang dan kompos terhadap kalium tersedia rizosfer tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Parangtritis, Kretek, Bantul, dengan ketinggian ± 10 m dpl, pH tanah 5,6 – 6,0, kelembaban udara 65 – 85%. Jenis tanah adalah tanah berpasir. Percobaan menggunakan Split plot dua faktor: (1) frekuensi penyiraman sebagai main plot yang terdiri atas satu kali sehari dan tiga hari sekali, (2) pemberian pupuk kandang dan kompos sebagai sub plot. yaitu : tanpa pemberian pupuk, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan pupuk kompos. Variable yang diamati adalah pada fase vegeratif, meliputi rasio tajuk-akar segar, rasio tajuk-akar kering, kapasitas tukar kation, kalium tersedia tanah, dan kandungan kalium jaringan kacang hijau. Analisis data menggunakan sidik ragam jenjang nyata 5%, perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil: perlakuan pupuk kompos memberikan ketersediaan kalium tanah teringgi (53 ppm), diikuti pupuk kandang kambing (48,5 ppm), pupuk kandang sapi (26 ppm) dan tanpa pupuk (24 ppm). Perlakuan penyiraman sehari sekali memberikan ketersediaan kalium tanah 40 ppm lebih tinggi dibanding penyiraman tiga hari sekali (33,5 ppm). Perlakuan pupuk kompos, kandang sapi, dan kandang kambing memberikan kandungan kalium jaringan tanaman kacang sama dengan tanpa pupuk. Perlakuan frekuensi penyiraman tidak memengaruhi kandungan kalium jaringan tanaman kacang. Perlakuan pupuk kompos, kandang sapi dan kandang kambing memberikan Sum Growth Rate lebih tinggi dibanding tanpa pupuk. Penyiraman sehari sekali memberikan Sum Growth Rate lebih tinggi dibanding penyiraman 3 hari sekali.