Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

INTENSIFIKASI TOGA UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK WANITA TANI Innaka Ageng Rineksane Rineksane; Dina Wahyu Trisnawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.377 KB)

Abstract

Tanaman obat keluarga menjadi salah satu alternatif tanaman yang dapat dibudidayakan di perkarangan rumah dan dimanfaatkan sebagai sumber obat keluarga maupun tambahan penghasilan apabila dikomersialkan. Jenis-jenis tanaman obat diantaranya temu kunyit, jahe, lengkuas, temu kunci, temu lawak, daun adas, daun kemangi dan daun kenikir. Tanaman obat keluarga juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber mineral maupun vitamin bagi keluarga untuk konsumsi sehari-hari. Kelompok Wanita Tani Sekarwangi dan Pendopo di Desa Kranggan telah memiliki program pemanfaatn lahan pekarangan, namun belum dilakukan penanaman tanaman obat keluarga secara khusus. Intensifikasi tanaman obat keluarga dimaksudkan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani di Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo. Intensifikasi tanaman obat keluarga atau toga ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan ketrampilan kelompok wanita tani untuk berinovasi dalam budidaya tanaman berkhasiat obat, meningkatkan pengetahuan cara budiaya dan pemeliharaan tanaman berkhasiat obat, meningkatkan penataan pekarangan serta upaya pemanfaatan hasil pekarangan. Metode yang digunakan meilputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi plot dan pendampingan budidaya serta pemeliharaan tanaman obat keluarga. Anggota Kelompok Wanita Tani Sekarwangi dan Pendopo telah memahami jenis, cara budidaya dan kegunaan tanaman obat. Anggota Kelompok Wanita Tani Sekarwangi dan Pendopo juga telah mempraktikan penyiapan lahan, penyediaan bibit tanaman obat, penanaman, pemeliharaan tanaman obat, bahkan mempraktikan penanaman tanaman obat di pekarangan rumah masing-masing.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISTEM PERTANIAN NATURAL FARMING TERHADAP PETANI DI DESA MARGODADI, YOGYAKARTA Dina Wahyu Trisnawati; Ihsan Nurkomar
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.166 KB) | DOI: 10.18196/ppm.38.247

Abstract

Natural Farming (NF) merupakan sistem pertanian ramah lingkungan karena dapat mengurangi dampaknegatif intensifikasi pertanian. Pertanian organik telah diterapkan di Desa Margodadi, Seyegan, Sleman,Yogyakarta, tetapi konsep NF belum banyak diketahui dan diterapkan. Secara garis besar, permasalahanyang harus diselesaikan adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang konsep NF sertapemanfaatan organisme yang berpotensi sebagai sumber bahan organik di lahan pertanian serta belumadanya penerapan konsep NF di Desa Margodadi. Berdasarkan perumusan permasalahan tersebut,dirumuskan pemasalahan yang dapat diselesaikan dan ditingkatkan dengan memanfaatkan hasilpenelitian. Pengabdian yang dilakukan adalah penyuluhan konsep NF serta pelatihan identifikasiorganisme. Banyak organisme yang teridentifikasi berpotensi sebagai bahan organik, seperti keong lokal,larva capung, dan ikan, tetapi petani tidak mengetahui fungsinya. Petani mengangap bahwa keong lokalberperan sebagai hama, sama seperti keong emas. Padahal, keong lokal tersebut dapat membantu petanikarena bisa menghasilkan bahan organik dan juga sebagai pengendali gulma sehingga perlu dilakukanpelatihan untuk menambah pengetahuan petani tentang manfaat keong lokal. Penelitian dilakukan denganmembandingkan manfaat keong lokal dan keong emas. Dari kegiatan pengabdian dapat disimpulkanbahwa pemahaman dan pengetahuan petani tentang konsep NF dan pemanfaatan organisme berpotensisebagai sumber bahan organik di lahan pertanian telah meningkat dan sudah dilakukan pelatihan tentangpenerapan konsep pertanian NF di Desa Margodadi.
Peningkatan Ketrampilan Kwt Pendopo Melalui Pengolahan Toga Di Desa Kranggan, Kulon Progo Innaka Ageng Rineksane Rineksane; Dina Wahyu Trisnawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.268 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.448

Abstract

TOGA atau Tanaman Obat Keluarga merupakan kegiatan menanami pekarangan dengan tanamanyang berkhasiat obat. Tanaman obat yang dimaksud termasuk rempah-rempah, tanaman sayur dantanaman buah. Istilah toga bermakna penataan pekarangan, yaitu pengelolaan pekarangan melaluipenanaman tanaman berkhasiat obat sehingga dapat memenuhi kebutuhan obat tradisional bagikeluarga maupun masyarakat. Kegiatan pengolahan hasil panen TOGA selain menyediakan obatalternatif bagi keluarga juga memberikan nilai tambah pekarangan atau lingkungan rumah sehinggadapat membantu peningkatan kesejahteraan keluarga. Masyarakat yang dapat menerapkan togatersebut diantaranya adalah kelompok wanita tani. Kelompok wanita tani (KWT) Pendopo yang ada didesa Kranggan, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo merupakan kelompok wanita tani yangtelah memanfaatkan lahan pekarangan atau lingkungan rumah sebagai wadah penyedia kebutuhan gizikeluarga melalui penanaman tanaman sayuran. Namun demikian, upaya tersebut belum optimalkarena kurangnya pengetahuan anggota akan teknologi pengolahan berbagai tanaman obat. Olehkarena itu penerapan Ipteks bagi Masyarakat melalui pengolahan hasil panen toga untuk peningkatanketrampilan KWT Pendopo di Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo. Kegiatanyang telah dilakukan meliputi survey kebun TOGA, uji produk TOGA, peningkatan pengetahuananggota KWT tentang toga dan pengelolaannya, pengolahan hasil panen tanaman berkhasiat obat danpemanfaatannya, demonstrasi dan praktek pengelolaan toga, serta pendampingan pemeliharaan toga.Hasil pre test dan post test menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman anggota KWT Pendopoterhadap proses dan bahan pembuatan gujahe serta kunyit asam mengalami peningkatan sebesar 100%dan 95,1%, setelah mereka mendapatkan penyuluhan serta melakukan praktek pembuatan gujahe dankunyit asam. Luaran yang diharapkan dari program ini adalah produk hasil olahan TOGA yangdiproduksi oleh KWT Pendopo. Selain itu luaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah publikasiilmiah di jurnal pengabdian Berdikari.
Pengenalan Serangga Berguna Dengan Menggunakan Wayang Serangga Ihsan Nurkomar; Dina Wahyu Trisnawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.755 KB) | DOI: 10.18196/ppm.26.524

Abstract

Serangga berguna mempunyai fungsi mengatur populasi hama di alam sehingga dapat dimanfaatkansebagai agen untuk pengendalian hama. Agar fungsinya berjalan dengan baik, maka diperlukan tatakelola ekosistem yang ramah lingkungan. Kelompok Tani Dadi Makmur merupakan kelompok tani diDusun Jlegongan, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Beberapapetani di daerah ini merupakan petani padi yang membudidayakan padi secara organik. Namundemikian, petani-petani tersebut masih memiliki pengetahun yang terbatas mengenai jenis, fungsi,manfaat, dan habitat serangga berguna seperti musuh alami. Tujuan kegiatan ini adalah untukmeningkatkan minat petani untuk belajar, menambah wawasan petani mengenai jenis, fungsi danmanfaat serangga berguna dan juga pengendalian hayati. Kegiatan dilakukan dengan metodepenyuluhan menggunakan wayang serangga dan praktik identifikasi untuk mengenal jenis dan peranserangga di agroekosistem. Metode penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahamanpetani akan jenis dan peran serangga. Kegiatan ini ini menambah pengetahuan petani akan pentingnyaupaya konservasi serangga sebagai salah satu upaya menejemen hama tanaman.
PELATIHAN MANAJEMEN POPULASI ULAT SUTRA Samia cynthia MELALUI REKAYASA SIKLUS HIDUP Ihsan Nurkomar; Dina Wahyu Trisnawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.886 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.585

Abstract

Samia cynthia merupakan salah satu jenis ulat sutra dengan kulit kepompong yang dapat diolah menjadi benang sutra berkualitas tinggi. Untuk menunjang produktifitas benang sutra diperlukan jumlah kokon sebagai bahan benang sutra dalam jumlah banyak. Namun demikian, kapasitas reproduksi ulat sutra yang tinggi dapat menimbulkan masalah lain yaitu perlunya pakan yang banyak dan tempat pemeliharaan yang luas. Kelompok Usaha Jantra Mas Sejahtera (JAMTRA) sebagai kelompok usaha kain sutera yang melakukan usaha dari hulu ke hilir secara mandiri mengahadapi permasalahan tersebut dalam pemeliharaan ulat sutra ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peternak ulat sutera dalam manajemen populasi ulat dipenangkaran melalui modifikasi siklus hidup pada fase telur dan pupa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa stadia telur dan pupa dapat diperpanjang selama 5 dan 7 hari secara berturut-turut. Modifikasi ini sangat bermanfaat dalam memperbanyak ulat sutra Samia dan membantu peternak untuk dapat melakukan kegiatan budidaya dengan lebih efektif dan efisien.