Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONSEP SEDEKAH BERGULIR UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUAFA Uki Masduki; Yayat Sujatna; Imal Istimal
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.066 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.200

Abstract

Tingginya kepedulian sosial masyarakat Indonesia melalui infak atau sedekah ternyata tidak cukup dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat, seperti kemiskinan. Sedekah yang diberikan biasanya hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif sesaat, bukan untuk kebutuhan produktif yang dapat dirasakan penerima dalam waktu jangka panjang. Sedekah seharusnya mampu memberdayakan penerima sehingga dapat keluar dari permasalahannya dan berubah statusnya menjadi pemberi sedekah. Agar sedekah yang diberikan dapat bermanfaat lebih banyak, perlu pengelolaan yang memiliki orientasi pemberdayaan jangka panjang, di antaranya melalui sedekah bergulir. Tujuan kajian ini adalah mengkaji konsep sedekah bergulir untuk pemberdayaan masyarakat duafa. Metode kajian menggunakan pendekatan kajian lapangan. Pendekatan ini mengacu pada konsep penelitian lapangan, yaitu mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok, lembaga, dan masyarakat. Hasil kajian ini menyimpulkan dan merekomendasikan bahwa dalam upaya mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat dapat dilakukan melaui sedekah bergulir.
Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga dan Pasar sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Yayat Sujatna; Widi Hastomo
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 5 NOMOR 1 MARET 2021 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.313 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v5i1.5853

Abstract

Jakarta memproduksi sekitar 7.700 ton sampah setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.900 hingga 5.000 ton merupakan sampah organik. Rumah tangga dan pasar tradisional menjadi penghasil limbah yang produktif. Sampah organik yang dihasilkan dapat dikurangi dengan pemanfaatan menjadi pupuk organik cair(POC) yang bernilai jual tinggi. Pembentukan kelompok wirausaha mandiri bertujuan agar aktif membantu dalam mengurangi masalah sampah dengan dijadikan POC yang benilai jual tinggi serta peningkatan kesejahteraan keluarga. Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) ini yaitu kelompok ibu-ibu wirausaha mandiri warga RW 01 Tegal Alur Jakarta Barat. Metode yang digunakan yaitu Partisipatory Rural Apprasial (PRA), sebuah metode pada proses peningkatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini masyarakat ikut terlibat aktif pada seluruh kegiatan. Hasil dari program abdimas yaitu: 1)Meningkatnya pemahaman mitra tentang pembuatan POC dan kompos; 2)adanya hasil POC dan kompos; 3)meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kelompok mitra dalam penerapan teknologi dan pengetahuan pada pengolahan sampah menjadi POC dan kompos; 4)mitra mampu memasarkan pupuk organik cair dan kompos baik secara offline maupun online; dan 5) meningkatnya pendapatan mitra dari hasil penjualan pupuk organik cair dan kompos; serta 6) meningkatnya kesadaran tentang dampak sampah yang timbul tanpa melalui proses daur ulang.
Entrepreneurship in a Gender Perspective in Indonesia Sub-Urban Yayat Sujatna; Siti Maryama
IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development) Vol 4 No 1 (2021): January 2021
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.92 KB) | DOI: 10.29138/ijebd.v4i1.994

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to analyze the interests and differences in entrepreneurship interests based on a gender perspective. Design/methodology/approach: The research method was designed with a descriptive approach and different tests using primary data. Primary data were collected through distributing questionnaires to 100 respondents using purposive sampling technique with a linkert scale. Findings: The results showed that the level of Advertisy Quotien, Self Efficacy, Need for Achievement, and Entrepreneurial Intention between men and women was quite high. In this study also found no differences in Advertisy Quotien, Self Efficacy, Need for Achievement, and Entrepreneurial Intention between men and women. Research limitations/implications: The research sample was taken from the city of South Tangerang by random technique Practical implications: In a gender view or study, entrepreneurship has no influence or difference between men and women. that is, all people whether male or female have the same level of ability and ability in entrepreneurship. Originality/value: Paper type: This paper can be categorized as case study paper
Analisis Pengelolaan Dana Zakat Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Pada BAZNAS Kota Bogor Dede Sulaeman; Amie Amelia; Yayat Sujatna; Saiful Anwar
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 7 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i7.7792

Abstract

Zakat is an important instrument in wealth redistribution and community empowerment in the context of Islamic economics. In this context, research on the management of zakat funds by the National Zakat Agency (BAZNAS) of Bogor City is very relevant. This study aims to analyze the effectiveness of zakat fund management and its impact on community empowerment. The research methods used are qualitative and quantitative approaches, involving data collection through interviews, surveys, and documentation studies. The results of the study indicate that BAZNAS Bogor City has succeeded in managing zakat funds well. The significant allocation of funds for empowerment programs, such as skills training and business capital assistance, is one indicator of this success. For example, the sewing training program held by BAZNAS has helped many women in Bogor to acquire new skills, so that they can be financially independent and contribute to the family economy. However, the challenges faced by BAZNAS cannot be ignored. The lack of public awareness of the importance of zakat and transparency in fund management are issues that need to be addressed. Many residents still do not understand the benefits of zakat, so their participation in these programs is low. In addition, transparency in the use of zakat funds is also in the spotlight, because the community has the right to know how the funds they donate are used for the common good. To overcome these challenges, this study recommends increasing socialization of zakat, both through public campaigns and collaboration with various parties, including educational institutions and community organizations. By increasing public awareness and ensuring transparency in management, it is hoped that the positive impact of zakat management can be maximized.