Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Peran Kader Kesehatan Masyarakat terhadap Resiliensi Remaja Melahirkan di Kecamatan Pakis Sri Margowati; Sambodo Sriadi Pinilih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1778.358 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran kader kesehatan masyarakatdalam membantu remaja melahirkan menjalani kehidupannya. Kemampuandan aktivitas kader dilakukan secara terencana melalui arahan bidan desa.Terpilih 11 Desa dari 20 desa yang ada di wilayah kecamatan Pakisdidasarkan pada kasus remaja melahirkan > 10 kasus pada desa tersebut.Batasan usia melahirkan remaja dalam penelitian ini adalah perempuan usia< 20 tahun didasarkan bahwa kehamilan dan persalinan dengan resiko tinggi(risti) terjadi pada perempuan usia < 20 tahun dan > 35 tahun. Informasidiperoleh melalui kuesioner untuk mengukur kemampuan umum kader dalammemberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat dankemampuan dalam kasus remaja melahirkan serta wawancara mendalam.Peran kader diukur sebelum dan sesudah dilakukan wawancara mendalamdalam jeda waktu satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas kaderdalam memberikan motivasi, memantau kesehatan ibu dan anak sertakerjasama mempunyai selisih frekwensi (d) dengan nilai negatif. Uji nonparametrik Mann-Whitney menunjukan nilai p 0,027 terdapat hubunganbermakna pada pengukuran pre-post, dimana terjadi perubahan peran kaderdalam memberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat diwilayah tersebut. Hasil pengukuran terhadap kasus remaja melahirkandiperoleh hasil memberikan bimbingan, lindungan dan arahan dihasilkanselisih frekeunsi (d) dengan nilai negatif pada pemberian bimbingan danlindungan, sedangkan dalam memberikan arahan memiliki nilai positif. Uji tdengan nilai p:0,081 tidak terdapat signifikasi yang bermakna aktivitas kadertidak menunjukkan perubahan sebelum dan sesudah pengukuran. Perubahanyang nampak terdapat pada aktivitas kader dalam memberi arahan terhadapremaja melahirkan (positif) bekerjasama dengan pihak lain seperti sekolah,Puskesmas, organisasi remaja menunjukkan upaya kader untuk lebihmendewasakan usia kehamilan dan persalinan. Wawancara mendalamdiperoleh anggapan kader terhadap kasus kehamilan dan persalinan di usiadini disebabkan karena budaya atau tradisi masyarakat setempatmenganggap usia dan pendidikan pada anak perempuan dianggap cukupsetelah lulus SLTP (16 tahun). Selain itu remaja yang mengalami kehamilandan persalinan dianggap sebagai masalah privasi keluarga. Peran danaktivitas kader cukup positif. Pengembangan masyarakat seperti memberikanbimbingan, perlindungan pada remaja melahirkan belum menjadi prioritassehingga resiliensi remaja masih perlu ditingkatkan.
Peningkatan Daya Saing Pedagang Pasar Rejowinangun Magelang melalui Sekolah Pasar Fahmi Medias; Zulfikar Bagus Pambuko; Sambodo Sriadi Pinilih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.291 KB)

Abstract

Pasar Rejowinangun yang terletak di Jantung Kota Magelang merupakan salah satu pasar tradisional yang mempunyai keterikatan sejarah dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat Kota Magelang. Ketidakmampuan pasar tradisional dalam bersaing dengan pasar modern menjadi masalah tersendiri yang harus segera diselesaikan. Masalah yang dihadapi oleh para pedagang pasar adalah rendahnya kesadaran dalam penerapan etika bisnis Islam, minimnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan manajemen usaha, dan rendahnya kesadaran budaya bersih dan sehat. Sekolah Pasar bagi pedagang dilaksanakan untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut sehingga mampu meningkatkan kesadaran perilaku Islami pedagang dalam bertransaksi, implemantasi usaha berbasis manajemen keuangan, dan peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat di pasar. Pemberdayaan masyarakat melalui model partisipatif atau Participatory Rural Apraissal (PRA) sangat efektif membantu para pedagang pasar dalam meningkatkan daya saing diantara pasar modern. Hasil sekolah pasar ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen keuangan usaha bagi para pedagang memberikan pengaruh signifikan dalam peningkatan keuntungan usaha, peningkatan daya saing pasar dengan mengoptimalkan online store bagi produk-produk pedagang pasar, peningkatan bauran pemasaran produk pedagang pasar, serta semakin membaiknya pelaporan keuangan usaha para pedagang. Di lain sisi, sekolah pasar memberikan kesadaran kepada pedagang dalam melakukan transaksi sesuai dengan prinsip jual beli dalam Islam serta peningkatan kesadaran gaya hidup bersih dan sehat yang berpengaruh pada meningkatnya kunjungan pembeli.
Peran Kader Kesehatan Masyarakat terhadap Resiliensi Remaja Melahirkan di Kecamatan Pakis Margowati, Sri; Pinilih, Sambodo Sriadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran kader kesehatan masyarakatdalam membantu remaja melahirkan menjalani kehidupannya. Kemampuandan aktivitas kader dilakukan secara terencana melalui arahan bidan desa.Terpilih 11 Desa dari 20 desa yang ada di wilayah kecamatan Pakisdidasarkan pada kasus remaja melahirkan > 10 kasus pada desa tersebut.Batasan usia melahirkan remaja dalam penelitian ini adalah perempuan usia< 20 tahun didasarkan bahwa kehamilan dan persalinan dengan resiko tinggi(risti) terjadi pada perempuan usia < 20 tahun dan > 35 tahun. Informasidiperoleh melalui kuesioner untuk mengukur kemampuan umum kader dalammemberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat dankemampuan dalam kasus remaja melahirkan serta wawancara mendalam.Peran kader diukur sebelum dan sesudah dilakukan wawancara mendalamdalam jeda waktu satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas kaderdalam memberikan motivasi, memantau kesehatan ibu dan anak sertakerjasama mempunyai selisih frekwensi (d) dengan nilai negatif. Uji nonparametrik Mann-Whitney menunjukan nilai p 0,027 terdapat hubunganbermakna pada pengukuran pre-post, dimana terjadi perubahan peran kaderdalam memberikan layanan kesehatan dan pengembangan masyarakat diwilayah tersebut. Hasil pengukuran terhadap kasus remaja melahirkandiperoleh hasil memberikan bimbingan, lindungan dan arahan dihasilkanselisih frekeunsi (d) dengan nilai negatif pada pemberian bimbingan danlindungan, sedangkan dalam memberikan arahan memiliki nilai positif. Uji tdengan nilai p:0,081 tidak terdapat signifikasi yang bermakna aktivitas kadertidak menunjukkan perubahan sebelum dan sesudah pengukuran. Perubahanyang nampak terdapat pada aktivitas kader dalam memberi arahan terhadapremaja melahirkan (positif) bekerjasama dengan pihak lain seperti sekolah,Puskesmas, organisasi remaja menunjukkan upaya kader untuk lebihmendewasakan usia kehamilan dan persalinan. Wawancara mendalamdiperoleh anggapan kader terhadap kasus kehamilan dan persalinan di usiadini disebabkan karena budaya atau tradisi masyarakat setempatmenganggap usia dan pendidikan pada anak perempuan dianggap cukupsetelah lulus SLTP (16 tahun). Selain itu remaja yang mengalami kehamilandan persalinan dianggap sebagai masalah privasi keluarga. Peran danaktivitas kader cukup positif. Pengembangan masyarakat seperti memberikanbimbingan, perlindungan pada remaja melahirkan belum menjadi prioritassehingga resiliensi remaja masih perlu ditingkatkan.
Peningkatan Daya Saing Pedagang Pasar Rejowinangun Magelang melalui Sekolah Pasar Medias, Fahmi; Pambuko, Zulfikar Bagus; Pinilih, Sambodo Sriadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Rejowinangun yang terletak di Jantung Kota Magelang merupakan salah satu pasar tradisional yang mempunyai keterikatan sejarah dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakat Kota Magelang. Ketidakmampuan pasar tradisional dalam bersaing dengan pasar modern menjadi masalah tersendiri yang harus segera diselesaikan. Masalah yang dihadapi oleh para pedagang pasar adalah rendahnya kesadaran dalam penerapan etika bisnis Islam, minimnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan manajemen usaha, dan rendahnya kesadaran budaya bersih dan sehat. Sekolah Pasar bagi pedagang dilaksanakan untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut sehingga mampu meningkatkan kesadaran perilaku Islami pedagang dalam bertransaksi, implemantasi usaha berbasis manajemen keuangan, dan peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat di pasar. Pemberdayaan masyarakat melalui model partisipatif atau Participatory Rural Apraissal (PRA) sangat efektif membantu para pedagang pasar dalam meningkatkan daya saing diantara pasar modern. Hasil sekolah pasar ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen keuangan usaha bagi para pedagang memberikan pengaruh signifikan dalam peningkatan keuntungan usaha, peningkatan daya saing pasar dengan mengoptimalkan online store bagi produk-produk pedagang pasar, peningkatan bauran pemasaran produk pedagang pasar, serta semakin membaiknya pelaporan keuangan usaha para pedagang. Di lain sisi, sekolah pasar memberikan kesadaran kepada pedagang dalam melakukan transaksi sesuai dengan prinsip jual beli dalam Islam serta peningkatan kesadaran gaya hidup bersih dan sehat yang berpengaruh pada meningkatnya kunjungan pembeli.