Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH NOMOR 05 TENTANG AKUNTANSI PERSEDIAAN PERANANNYA DALAM MENINGKATKAN INTERNAL CONTROL PERSEDIAAN PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN CIAMIS Dede Abdul Rozak
Jurnal Wawasan dan Riset Akuntansi Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369 KB) | DOI: 10.25157/jwr.v2i2.1369

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada Analisis Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan Peranannya dalam Meningkatkan Internal Control Persediaan (Suatu studi pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis). Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi: 1] Bagaimana penerapan akuntansi persediaan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis? 2] Bagaimana internal control atas pengadaan persediaan habis pakai dan racun hama pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis? 3] Bagaimana peranan penerapan akuntansi persediaan dalam meningkatkan internal control persediaan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis? Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian deskriptif dengan teknik analisis deskriptif. Untuk menganalisis data yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif mengenai penerapan PSAP No 05 dan internal control persediaan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis dengan teori yang baku, dan menganalisis penerapan PSAP No 05 dengan internal control persediaan sehingga dapat ditarik kesimpulan apakah penerapan PSAP No 05 tentang akuntansi persediaan berperan dalam meningkatkan internal control persediaan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 05 tentang akuntansi persediaan telah diterapkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis. Hal ini dilihat dari pengakuan, pengukuran dan penyajian yang sesuai dengan PSAP No 05. Internal Control persediaan telah dilakukan dengan baik, hal ini terlihat dari lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan telah dilakukan. Serta Penerapan PSAP No 05 tentang akuntansi persediaan berperan dalam meningkatkan internal control persediaan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Keputusan Pembelian Produk Kopi Bening Plamboyan Dede Abdul Rozak; Roni Marsiana Suhendi; Enjang Nursolih; Endang Rustendi
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 10, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/je.v10i2.7644

Abstract

Banyaknya merk kopi instan yang beredar membuat konsumen mempunyai pilihan yang beragam. Hal ini membuat persaingan antar pemasar produk semakin ketat dan menuntut produsen agar memahami dan mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumennya. Alasan-alasan yang mendasari konsumen dalam membeli produk kopi instan dapat dijadikan informasi bagi produsen tentang apa saja kelebihan dan kekurangan produk yang ditawarkan sehingga menjadi evaluasi produsen untuk menciptakan produk yang sesuai dengan harapan konsumen. Tingkat penjualan akan meningkat jika produsen memahami konsumen. Oleh karena itu peneliti bertujuan untuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian produk kopi bening (studi pada masyarakat Kota Ciamis). Metode deskriptif dipilih menjadi metode dasar dalam penelitian ini dan dilaksanakan dengan teknik survei. Lokasi penelitian dipilih secara purposiveyaitu memilih kedai kopi plamboyan sebagai tempat penelitian. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 115 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Jumlah variabel yang diteliti adalah 28 variabel. Data yang diolah dengan menggunakan analisis faktor sebanyak 27 variabel yang bisa dianalisa lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari 27 variabel yang dianalisa dengan model analisis faktor yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian kopi bening. Faktor-faktor tersebut terdiri dari 8 faktor yaitu Faktor Psikologis, Faktor Produk, Faktor Sosial, Faktor Distribusi, Faktor Harga, Faktor Promosi, Faktor Individu, Faktor Budaya
RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA AGROINDUSTRI TENGTENG DI DESA PANYINGKIRAN KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS Kamila Nurhayati; Dini Rochdiani; Muhamad Nurdin Yusuf; Dede Abdul Rojak
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8757

Abstract

Agroindustri tengteng “Kembar Arjuna” sudah berjalan selama 9 tahun diharapkan berperan dalam upaya perluasan lapangan pekerjaan, pemberdayaan produksi dalam negeri, dan juga memperbaiki perekonomian masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Biaya, peneriman dan pendapatan, 2) Rentabilitas, 3) Penyerapan tenaga kerja agroindustri tengteng “Kembar Arjuna”. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Teknik penarikan sampel pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis rentabilitas dan analisis tingkat penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri temgteng “Kembar Arjuna” yaitu sebesar Rp 5.393.269,43 dalam satu kali proses produksi, penerimaan sebesar Rp 6.206.000 dalam satu kali proses produksi dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 812.730,57 dalam satu kali proses produksi, 2) Nilai rentabilitas sebesar 15,07% yang artinya agroindustri tengteng tersebut dapat menghasilkan laba sebesar 15,07% dari modal yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi, 3) Penyerapan tenaga kerja yang diserap oleh agroindustri tengteng “Kembar Arjuna” yaitu sebesar 0,41% dari jumlah angkatan kerja di Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.
Core Employability Skills dan Kompetensi Teknik Siswa SMK Menghadapi Persaingan Global Dedi Sutrisna; Dede Abdul Rozak
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 11, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/je.v11i1.10151

Abstract

The threat of entry of foreign workers into Indonesia has increasingly narrowed employment opportunities in Indonesia. This also has an impact on the Vocational High School (SMK) as an educational institution that produces middle-level skilled workers, so this institution is required to always improve the quality of its graduates according to the standards needed by the business and industrial world which continue to develop along with globalization. On the other hand, data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that there is still a high unemployment rate for SMK graduates, which indicates that SMK graduates lack competitiveness in the business/industry world. This study aims to describe Job Readiness as measured by Core Employability Skills (CES) and Technical Competency. (KT) students of Building Skills Vocational School facing global competition in Ciamis Regency. The combination method was used on a sample of 172 students of Class XII Vocational High School Building Engineering Competency in Ciamis Regency, with the instrument scores, questionnaires, interviews, observations, and documentation. From the results of the study, it was found that CES and KT for vocational students facing global competition, seen from the curriculum, ACSF, and SKKNI targets, they reached the competent category.
Analisis Daya Saing Tapioka (Kode HS 1903) di Pasar Internasional Rozak, Dede Abdul; Rozak, Elmira Syahdanabila
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.19075

Abstract

Competition in the international market for tapioca commodities  is getting tougher with the presence of other major exporting countries. Therefore, it is important for Indonesia to not only rely on comparative advantages but also strengthen its competitive advantages. The purpose of this study is to analyze the competitiveness of tapioca in Indonesia and four competing countries. The data analysis used in this study are ISP, AR, RCA, RSCA, TBI, and ECI. The results showed that Indonesia's tapioca trade balance had a positive performance in the period 2013-2022. The competitiveness of tapioca exports based on the Index of Trade Specialization (ISP) shows that Indonesia has strong competitiveness with an average ISP value of 0.59. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia’s Acceleration Ratio (AR) is 9.38 which means that tapioca have a comparative advantage. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Revealed Comparative Advantage (RCA) is 3.71, which shows that tapioca have a comparative advantage. Likewise, the results of the RSCA analysis show the same thing. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Trade Balance Index (TBI) is 0.59, which means that it can run as an exporting country, because it is able to export more than importing tapioca. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Export Competitiveness Index (ECI) 1.05, which shows a competitive advantage or is experiencing an upward trend in tapioca exports.
Analisis Daya Saing Tapioka (Kode HS 1903) di Pasar Internasional Rozak, Dede Abdul; Rozak, Elmira Syahdanabila
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.19075

Abstract

Competition in the international market for tapioca commodities  is getting tougher with the presence of other major exporting countries. Therefore, it is important for Indonesia to not only rely on comparative advantages but also strengthen its competitive advantages. The purpose of this study is to analyze the competitiveness of tapioca in Indonesia and four competing countries. The data analysis used in this study are ISP, AR, RCA, RSCA, TBI, and ECI. The results showed that Indonesia's tapioca trade balance had a positive performance in the period 2013-2022. The competitiveness of tapioca exports based on the Index of Trade Specialization (ISP) shows that Indonesia has strong competitiveness with an average ISP value of 0.59. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia’s Acceleration Ratio (AR) is 9.38 which means that tapioca have a comparative advantage. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Revealed Comparative Advantage (RCA) is 3.71, which shows that tapioca have a comparative advantage. Likewise, the results of the RSCA analysis show the same thing. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Trade Balance Index (TBI) is 0.59, which means that it can run as an exporting country, because it is able to export more than importing tapioca. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Export Competitiveness Index (ECI) 1.05, which shows a competitive advantage or is experiencing an upward trend in tapioca exports.