Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH NOMOR 05 TENTANG AKUNTANSI PERSEDIAAN PERANANNYA DALAM MENINGKATKAN INTERNAL CONTROL PERSEDIAAN PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN CIAMIS Dede Abdul Rozak
Jurnal Wawasan dan Riset Akuntansi Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369 KB) | DOI: 10.25157/jwr.v2i2.1369

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada Analisis Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan Peranannya dalam Meningkatkan Internal Control Persediaan (Suatu studi pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis). Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi: 1] Bagaimana penerapan akuntansi persediaan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis? 2] Bagaimana internal control atas pengadaan persediaan habis pakai dan racun hama pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis? 3] Bagaimana peranan penerapan akuntansi persediaan dalam meningkatkan internal control persediaan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis? Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian deskriptif dengan teknik analisis deskriptif. Untuk menganalisis data yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif mengenai penerapan PSAP No 05 dan internal control persediaan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis dengan teori yang baku, dan menganalisis penerapan PSAP No 05 dengan internal control persediaan sehingga dapat ditarik kesimpulan apakah penerapan PSAP No 05 tentang akuntansi persediaan berperan dalam meningkatkan internal control persediaan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 05 tentang akuntansi persediaan telah diterapkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis. Hal ini dilihat dari pengakuan, pengukuran dan penyajian yang sesuai dengan PSAP No 05. Internal Control persediaan telah dilakukan dengan baik, hal ini terlihat dari lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan telah dilakukan. Serta Penerapan PSAP No 05 tentang akuntansi persediaan berperan dalam meningkatkan internal control persediaan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Keputusan Pembelian Produk Kopi Bening Plamboyan Dede Abdul Rozak; Roni Marsiana Suhendi; Enjang Nursolih; Endang Rustendi
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 10, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/je.v10i2.7644

Abstract

Banyaknya merk kopi instan yang beredar membuat konsumen mempunyai pilihan yang beragam. Hal ini membuat persaingan antar pemasar produk semakin ketat dan menuntut produsen agar memahami dan mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumennya. Alasan-alasan yang mendasari konsumen dalam membeli produk kopi instan dapat dijadikan informasi bagi produsen tentang apa saja kelebihan dan kekurangan produk yang ditawarkan sehingga menjadi evaluasi produsen untuk menciptakan produk yang sesuai dengan harapan konsumen. Tingkat penjualan akan meningkat jika produsen memahami konsumen. Oleh karena itu peneliti bertujuan untuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian produk kopi bening (studi pada masyarakat Kota Ciamis). Metode deskriptif dipilih menjadi metode dasar dalam penelitian ini dan dilaksanakan dengan teknik survei. Lokasi penelitian dipilih secara purposiveyaitu memilih kedai kopi plamboyan sebagai tempat penelitian. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 115 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Jumlah variabel yang diteliti adalah 28 variabel. Data yang diolah dengan menggunakan analisis faktor sebanyak 27 variabel yang bisa dianalisa lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari 27 variabel yang dianalisa dengan model analisis faktor yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian kopi bening. Faktor-faktor tersebut terdiri dari 8 faktor yaitu Faktor Psikologis, Faktor Produk, Faktor Sosial, Faktor Distribusi, Faktor Harga, Faktor Promosi, Faktor Individu, Faktor Budaya
RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA AGROINDUSTRI TENGTENG DI DESA PANYINGKIRAN KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS Kamila Nurhayati; Dini Rochdiani; Muhamad Nurdin Yusuf; Dede Abdul Rojak
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8757

Abstract

Agroindustri tengteng “Kembar Arjuna” sudah berjalan selama 9 tahun diharapkan berperan dalam upaya perluasan lapangan pekerjaan, pemberdayaan produksi dalam negeri, dan juga memperbaiki perekonomian masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Biaya, peneriman dan pendapatan, 2) Rentabilitas, 3) Penyerapan tenaga kerja agroindustri tengteng “Kembar Arjuna”. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Teknik penarikan sampel pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis rentabilitas dan analisis tingkat penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri temgteng “Kembar Arjuna” yaitu sebesar Rp 5.393.269,43 dalam satu kali proses produksi, penerimaan sebesar Rp 6.206.000 dalam satu kali proses produksi dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 812.730,57 dalam satu kali proses produksi, 2) Nilai rentabilitas sebesar 15,07% yang artinya agroindustri tengteng tersebut dapat menghasilkan laba sebesar 15,07% dari modal yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi, 3) Penyerapan tenaga kerja yang diserap oleh agroindustri tengteng “Kembar Arjuna” yaitu sebesar 0,41% dari jumlah angkatan kerja di Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.
Core Employability Skills dan Kompetensi Teknik Siswa SMK Menghadapi Persaingan Global Dedi Sutrisna; Dede Abdul Rozak
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 11, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/je.v11i1.10151

Abstract

The threat of entry of foreign workers into Indonesia has increasingly narrowed employment opportunities in Indonesia. This also has an impact on the Vocational High School (SMK) as an educational institution that produces middle-level skilled workers, so this institution is required to always improve the quality of its graduates according to the standards needed by the business and industrial world which continue to develop along with globalization. On the other hand, data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that there is still a high unemployment rate for SMK graduates, which indicates that SMK graduates lack competitiveness in the business/industry world. This study aims to describe Job Readiness as measured by Core Employability Skills (CES) and Technical Competency. (KT) students of Building Skills Vocational School facing global competition in Ciamis Regency. The combination method was used on a sample of 172 students of Class XII Vocational High School Building Engineering Competency in Ciamis Regency, with the instrument scores, questionnaires, interviews, observations, and documentation. From the results of the study, it was found that CES and KT for vocational students facing global competition, seen from the curriculum, ACSF, and SKKNI targets, they reached the competent category.
Analisis Daya Saing Tapioka (Kode HS 1903) di Pasar Internasional Rozak, Dede Abdul; Rozak, Elmira Syahdanabila
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.19075

Abstract

Competition in the international market for tapioca commodities  is getting tougher with the presence of other major exporting countries. Therefore, it is important for Indonesia to not only rely on comparative advantages but also strengthen its competitive advantages. The purpose of this study is to analyze the competitiveness of tapioca in Indonesia and four competing countries. The data analysis used in this study are ISP, AR, RCA, RSCA, TBI, and ECI. The results showed that Indonesia's tapioca trade balance had a positive performance in the period 2013-2022. The competitiveness of tapioca exports based on the Index of Trade Specialization (ISP) shows that Indonesia has strong competitiveness with an average ISP value of 0.59. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia’s Acceleration Ratio (AR) is 9.38 which means that tapioca have a comparative advantage. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Revealed Comparative Advantage (RCA) is 3.71, which shows that tapioca have a comparative advantage. Likewise, the results of the RSCA analysis show the same thing. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Trade Balance Index (TBI) is 0.59, which means that it can run as an exporting country, because it is able to export more than importing tapioca. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Export Competitiveness Index (ECI) 1.05, which shows a competitive advantage or is experiencing an upward trend in tapioca exports.
Analisis Daya Saing Tapioka (Kode HS 1903) di Pasar Internasional Rozak, Dede Abdul; Rozak, Elmira Syahdanabila
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.19075

Abstract

Competition in the international market for tapioca commodities  is getting tougher with the presence of other major exporting countries. Therefore, it is important for Indonesia to not only rely on comparative advantages but also strengthen its competitive advantages. The purpose of this study is to analyze the competitiveness of tapioca in Indonesia and four competing countries. The data analysis used in this study are ISP, AR, RCA, RSCA, TBI, and ECI. The results showed that Indonesia's tapioca trade balance had a positive performance in the period 2013-2022. The competitiveness of tapioca exports based on the Index of Trade Specialization (ISP) shows that Indonesia has strong competitiveness with an average ISP value of 0.59. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia’s Acceleration Ratio (AR) is 9.38 which means that tapioca have a comparative advantage. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Revealed Comparative Advantage (RCA) is 3.71, which shows that tapioca have a comparative advantage. Likewise, the results of the RSCA analysis show the same thing. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Trade Balance Index (TBI) is 0.59, which means that it can run as an exporting country, because it is able to export more than importing tapioca. The competitiveness of tapioca exports based on the average value of Indonesia's Export Competitiveness Index (ECI) 1.05, which shows a competitive advantage or is experiencing an upward trend in tapioca exports.
Implementasi Strategi Pemsaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Produk Makanan Olahan Sacha Inchi Roni Marsiana Suhendi; Mujaddid Faruk; Ibnu Rusydi; Kasman Kasman; Dede Abdul Rozak
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.22644

Abstract

Produk olahan sacha inchi merupakan inovasi pangan berbasis tanaman yang masih relatif baru di Indonesia sehingga menghadapi tantangan pemasaran yang signifikan. Rendahnya tingkat pengetahuan konsumen mengenai manfaat produk menyebabkan permintaan dan volume penjualan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis implementasi strategi pemasaran produk olahan sacha inchi; (2) mengintegrasikan strategi pemasaran digital dan non-digital dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi; dan (3) mengeksplorasi segmen pasar potensial berdasarkan indikator ekonomi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain Grounded Theory tipe konstruktivistik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner pada pelaku usaha, pedagang, dan konsumen di empat lokasi pasar olahan pangan di Kabupaten Ciamis. Temuan menunjukkan bahwa strategi pemasaran harus mengacu pada bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi) dengan penekanan pada edukasi nutrisi, branding premium, diversifikasi produk, pemanfaatan platform digital, dan distribusi hybrid. Segmen pasar ideal adalah kelompok menengah ke atas dengan gaya hidup sehat. Penelitian ini menghasilkan model integrasi strategi pemasaran digital dan non-digital untuk meningkatkan awareness, penetrasi pasar, dan volume penjualan produk olahan sacha inchi.
Penurunan Balita Stunting Melalui Pemanfaatan Kakulating dan PMT Sprinila Omegrow Sebagai Metode Intervensi Spesifik Kesehatan Berdampak Di Kampung Nila Kawali Ratna Suminar; Ririn Lestari; Mochamad Arief Rizki Mauladi; Dendy Syaiful Akbar; Dede Abdul Rozak; Silvia Widyani Heriyanti; Kartikasari Kartikasari; Syifa Salsabila
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23516

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya pemantauan tumbuh kembang balita serta keterbatasan akses terhadap intervensi gizi yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi Sprinila Omegrow dan aplikasi Kalkulator Deteksi Stunting. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kader Posyandu dalam penggunaan aplikasi Kalkulating, dan penguatan kapasitas Kampung Nila Kawali dalam pemanfaatan potensi local ikan nila, beras, daun kelor, dan sacha inchi oil. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi awal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anggota Poklahsar Kampung Nila Kawali dari 30% berpengetahuan cukup, dan 70% berpengetahuan kurang, menjadi  90% berpengetahuan baik dan 10% berpengetahuan cukup, peningkatan pengetahuan kader semula 58,33% berpengetahuan cukup dan 41,67% responden berada pada kategori kurang, menjadi 83,33% telah mencapai kategori pengetahuan baik, dan 16,67% berada pada kategori cukup, peningkatan usability kader menjadi 100%. Indikator berat badan balita mengalami peningkatan sebesar 3,06%, dari rata-rata 11,55 kg menjadi 11,91 kg, rata-rata tinggi badan meningkat 4,05% dari 83,34 cm menjadi 86,72 cm, status gizi balita mengalami peningkatan sebesar 50% balita dengan status gizi normal tercatat 66,67%.  Skor Kuesioner Pra Skrining Perkembangan mengalami peningkatan 13,42% dari rata-rata 7,70 menjadi 8,73. Sprinila Omegrow berpotensi menjadi produk pangan fungsional berbasis potensi lokal yang mendukung upaya pencegahan stunting. Integrasi inovasi digital dan Sprinila Omegrow efektif mendukung pencegahan stunting. Disarankan agar program ini dilanjutkan dengan cakupan sasaran yang lebih luas serta dukungan lintas sektor.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Dede Abdul Rozak; Mohamad Apip; Rifki Abdul Malik
Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Vol 14, No 1 (2026): Transformasi Bisnis Berkelanjutan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/je.v14i1.21923

Abstract

Amidst complex market share dynamics, manufacturing companies particularly those in the cosmetics sub-sector—are compelled to enhance their corporate value. However, high corporate growth, capital structure, and profitability do not necessarily lead to a consistent increase in corporate value. This study aims to identify the variables that—both partially and simultaneously influence the corporate value of PT Unilever Tbk, a company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), during the 2010–2021 period. PT Unilever Tbk was selected as the sample for this study from the cosmetics manufacturing sub-sector. The sample was chosen using purposive sampling based on predetermined criteria. Data processing was conducted using SPSS version 25, and analysis was performed using multiple regression. The findings indicate that, between 2010 and 2021, profitability had a substantial positive impact on the corporate value of PT Unilever Tbk on the IDX, whereas capital structure and business expansion had a negligible impact. Furthermore, the results show that corporate growth, capital structure, and profitability did not have a statistically significant impact on the corporate value of PT Unilever Tbk on the IDX during the 2010–2021 period.