Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : TECHNOLOGIC

PEMBUATAN ALAT BANTU PENGETESAN TORQUE CONVERTER TIPE WA600-3 PADA AREA HDYRAULIC TEST BENCH DI PT UTR JAKARTA T Manurung, Vuko; Ihwanudin, Ihsan; Tri Joko Wibowo, Yohanes
Technologic Vol 13 No 1 (2022): Thirteenth Volume of the Technology Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v13i1.399

Abstract

Hydraulic Test bench adalah mesin uji komponen-komponen hidrolik yang biasa dipakai pada industri otomotif, industri manufaktur, maupun industri penerbangan. Komponen yang akan diuji antara lain power train, serta silinder hidrolik (control valve, main pump, dan lain lain). Sedangkan alat bantu untuk masing-masing penerapannya di test bench sangat tergantung dari ukuran dan jenis hidroliknya. Untuk memastikan bahwa hasil remanufacturing sampai ke customer sesuai dengan permintaan dan tidak terjadi claim maka perlu dipastikan bahwa produk yang dihasilkan benar-benar telah lolos uji, meskipun belum ada data yang menunjukkan claim atas produk yang dihasilkan. Akan tetapi kemungkinan ini menjadi kekuatiran tersendiri mengingat belum ada alat pengujian yang spesifik. Apabila terjadi claim maka kerugian yang akan ditanggung oleh perusahaan menjadi besar yang meliputi ongkos kirim, denda akibat unit tidak beroperasi dan kemungkinan biaya yang timbul akibat terjadi kecelakaan akibat produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan permintaan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut maka menajemen perusahaan melakukan antisipasi terhadap semua kemungkinan yang akan terjadi (risk management). Adapun garansi dari produk adalah pemakaian selama 3000 jam atau 6 bulan mana yang lebih dahulu tercapai. Torque converter tipe WA600-3 pengujian yang selama ini dilakukan adalah digabung dengan transmisinya sehingga fungsi torque converter sendiri tidak dapat diamati hasilnya setelah di remanufacturing. Hal ini mengakibatkan tidak ada kepastian produk benar-benar telah sesuai dengan standar yang diminta. Oleh karena itu dibuatlah alat bantu khusus (special tool) sehingga proses pengujian tidak perlu lagi bersamaan dengan transmisinya. Disain alat bantu ini menggunakan perangkat lunak (software) Autodesk Inventor yang ada diperusahaan. Dengan adanya alat bantu ini maka proses pengujian komponen torque converter tipe WA600-3 seluruhnya dapat dilakukan di test bench, dan tanpa mmelakukan sampling test. Hasil pengujian memenuhi target Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale, dan Productivity. Dengan demikian kemungkinan claim dari customer akibat kesalahan dalam remanufacturing dapat diminimalkan.
PEMBUATAN AUTOMATIC TOOLS CHANGER FLUSH UNTUK MENURUNKAN CACAT PRODUK PADA MESIN CNC MILLING T. Wibowo , Yohanes; Amanullah, Faisal; AT Manurung, Vuko
Technologic Vol 13 No 2 (2022): Thirteenth Volume of the Technology Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v13i2.413

Abstract

Kualitas, biaya dan pengiriman merupakan obyektif perusahaan yang sudah jamak. Kualitas menghubungkan perusahaan dengan pelaku bisnis untuk mendukung berjalannya aktivitas di dunia manufaktur. Salah satu cacat produk adalah cacat oversize. Cacat ini merupakan ketidaksesuaian produk yang terjadi akibat ukuran yang tidak sesuai dengan standar. Akurasi ukuran dipengaruhi oleh berbagai hal, baik yang berkaitan langsung dengan proses permesinan maupun hal-hal yang tidak langsung. Dalam sebuah studi, didapatkan data bahwa hasil permesinan Cover R K45G mengalami cacat oversize dengan rerata sebesar 3.56% dari total produksi. Angka tersebut dua kali lipat dari ambang batas cacat oversize yang diijinkan. Dengan menggunakan pendekatan akar masalah yaitu 5 why analysis, dilakukanlah studi lanjut untuk penanganan masalah yang ada. Studi lapangan menunjukkan adanya scrap yang menempel pada tools magazine, yang menyebabkan ketidakcentrisan alat potong dengan spindle, dan lebih lanjut berdampak pada tidak tercapainya ukuran yang disyaratkan. Scrap tersebut menempel karena tidak optimalnya proses pembersihan yang dilakukan oleh mekanisme pembersihan yang ada. Dengan pembuatan automatic tools changer flush, scrab yang menempel dapat diminimalisir. Dengan metode pembersihan yang baru, cacat oversize turun menjadi 0.05%. Selain dampak pada aspek kualitas, potensi biaya untuk proses pengerjaan ulang atau pembuatan kembali produk dapat diminimalisir. Perbaikan aspek kualitas, penurunan biaya dan penurunan waktu proses tercapai melalui implementasi pembuatan alat ini.
RANCANG BANGUN FIXTURE UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI PROSES SPRUE CUTTING PADA AXLE BRACKET DI PT. XYZ Stenli Octavian Eridheni; Suprihartini, Januar Nur Rohmah; Joko Wibowo, Yohanes Tri
Technologic Vol 16 No 2 (2025): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/technologic.v16i2.500

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen otomotif berbahan dasar aluminium casting dengan produk utama berupa piston untuk mesin kendaraan bermotor. Dalam rangka diversifikasi produk, perusahaan bekerja sama dengan mitra industri untuk memproduksi axle bracket yang berfungsi sebagai dudukan suspensi dan master rem pada sepeda motor. Proses sprue cutting pada komponen ini masih dilakukan secara manual karena fixture yang tersedia hanya dirancang untuk model piston, sehingga waktu siklus pemotongan tinggi dan kapasitas produksi tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat fixture khusus yang dapat meningkatkan efisiensi proses sprue cutting axle bracket. Metode penelitian meliputi pengumpulan data, analisis permasalahan menggunakan fishbone diagram, perancangan dan pembuatan fixture, serta uji performa melalui pengukuran waktu siklus dan kualitas hasil pemotongan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa fixture baru mampu menurunkan waktu siklus dari 110 detik menjadi 85 detik dan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 28%, serta mengurangi cacat produk. Dengan demikian, fixture yang dikembangkan terbukti meningkatkan produktivitas, stabilitas proses, dan kualitas pemotongan pada produksi axle bracket.