Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MENGURANGI PERSENTASE OIL LOSSES PADA WASTE VIBRATING SCREEN UNDER FLOW CCT DI PT. KARYANUSA EKA DAYA Yohanes Tri Joko Wibowo; Zainal Fuad
Technologic Vol 8, No 2 (2017): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v8i2.217

Abstract

Vibrating screen adalah alat yang digunakan untuk menyaring sludge yang masih mengandung minyak, agar minyak dapat dipisahkan dari zat yang tidak digunakan seperi pasir maupun air. Oil losses pada waste vibrating screen adalah oil losses yang tak terhitung dalam perhitungan absolute oil losses pabrik, tetapi penelitian menunjukkan bahwa kandungan oil losses masih tinggi yaitu 8,5 % dengan tonase per hari 5.727 kg waste saat TBS (tandan buah segar) olah mencapai 708.016 kg., sehingga produksi waste terhadap TBS olah adalah 0,80 %. Hal tersebut mendorong pembuatan sebuah alat untuk mengutip minyak yang masih terkandung dalam waste dengan tujuan untuk mengurangi persentase kadar minyak pada waste. Setelah dilakukan iterasi pada proses pembuatan oil trap tank yang berprinsip pada perbedaan massa jenis zat dan gravitasi, keberhasilan pengutipan mencapai 81,99 %.
OPTIMASI PENGIRIMAN KOMPONEN DARI PEMASOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE MILK-RUN Yohanes Tri Joko Wibowo
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v6i1.68

Abstract

Dewasa ini, sistem rantai pasok yang baik dalam sebuah perusahaan sudah bukan lagi merupakan kebutuhan tetapi sudah menjadi sebuah keharusan. Dengan adanya sistem rantai pasok yang baik, nilai perusahaan di mata konsumen akan baik. PT. AWI merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri komponen otomotif. Saat ini, sistem pengiriman komponen dari pemasok dilakukan secara mandiri dan dilakukan sendiri oleh para pemasok. Dalam kondisi tersebut, ada biaya pengiriman yang harus ditanggung oleh PT. AWI yang dimasukkan dalam harga komponen tersebut. Biaya tersebut dirasa masih cukup tinggi. Sistem inventory perusahaan yang merupakan rantai berikutnya setelah pengiriman komponen, dirasakan masih belum efisien mengingat masih adanya persediaan barang yang tinggi. Mempertimbangkan kondisi persaingan dunia usaha yang semakin hari semakin berat, tuntutan harga yang lebih kompetitif dari konsumen, masih tingginya biaya pengiriman dan juga tingginya tingkat persediaan barang, PT. AWI berusaha memperbaiki kinerjanya. Berdasarkan permasalahan yang ada, dibutuhkan suatu sistem pengiriman yang baik yang dapat meniminalkan biaya yang harus dibebankan kepada konsumen. Metode yang akan digunakan adalah metode milk-run. Dengan metode tersebut, diharapkan dapat dilakukan pengurangan jumlah biaya pengiriman dan pengurangan jumlah persediaan barang. Metode milk-run adalah metode dimana pengiriman komponen dilakukan oleh pemberi order dengan cara menjemput sendiri komponen pesanannya ke para pemasok dengan siklus dan jumlah yang telah ditentukan. Dengan demikian efisiensi pengiriman komponen dapat dikelola sehingga bisa diperoleh minimasi biaya dan optimasi jumlah komponen yang mampu diangkut.
Optimization of plastic injection molding process parameters for cowl B (L/R) sink mark defects by using Taguchi methods and ANOVA Eko Ari Wibowo; Muhammad Nur Wahyu Hidayah; Rohmat Setiawan; Yohanes Trijoko Wibowo; Bonaventura Lingga Krisna
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol. 15, No. 1, (2023): OE March 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2023.v15.i1.069

Abstract

The plastic injection molding process on Cowl B (L/R) products that have been carried out has sink mark defects. The defects that arise occur because the composition of injection molding parameter values is not optimal in the variables of melt temperature, mold temperature, packing time, packing pressure, and cooling time. The purpose of this study is to find the optimal composition of parameter values for each variable, to minimize sink mark defects in the product. The analysis process begins with the preparation of an orthogonal array matrix to determine the design parameters to be simulated on Autodesk mold flow. These results are evaluated with a signal-to-noise ratio to determine the effect of each parameter value composition on the results of the analysis process. The Analysis of Variance (ANOVA) method is used to estimate the contribution of each independent variable to all response measurements (the dependent variable). The optimization results for sink mark defects in the sink mark index value of 1.4494%, volumetric shrinkage of 0.5053%, and sink mark estimate of 0.0608 mm are found in the composition of the parameter values of melt temperature 200°C, mold temperature 80°C, packing time 30 seconds, packing pressure 80 MPa and a cooling time of 13,365 seconds. This data is used as a reference in determining parameters before production is carried out on plastic injection molding machines so that the time and cost of testing the injection molding process are optimal.
Line Stop Time Reduction through Dandori Evaluation in Plastic Injection Process Production Wibowo, Yohanes T.; Pratama, Anggi; Manurung, Vuko A. T.
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v6i2.6624

Abstract

A quality product is a product that is efficiently produced. Line stops should be minimized to ensure efficient production. This study found a high line stop in the area of plastic injection machines caused by dandori. The line stops account for about 6% of the total production time 5.3% of them caused by dandori. Dandori is a line stop due to tools changing within a production process. This study aims to reduce the line stop by 30% and uses a fishbone analysis enhanced by the 5W+1H method for further analysis to reduce this problem. Enhancing the fishbone diagram with 5W+1H analysis produces a positive result. As a written calculation, this improvement gives a 28% line stop reduction, but it provides an average of 32.5% in actual operation. The improvement succeeded in reducing line stops due to dandori. The final achievement of 32% has passed the target of a 30% reduction and also provides an excellent cost-benefit ratio value of 20.9.
MODEL PENENTUAN TINGKAT KONTRIBUSI PART DALAM PRODUK STUDI KASUS : PROSES PEMBUATAN MOLD Joko Wibowo, Yohanes Tri
Technologic Vol 3 No 2 (2012): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi, kemampuan bersaing sudah menjadi prasyarat bagi perusahaan untuk tumbuh dan berkembang. Kemampuan bersaing bukan semata-mata dalam hal penentuan harga saja, tetapi juga termasuk persaingan utilisasi aset perusahaan. Aset perusahaan bukan semata-mata yang berbentuk fisik, tetapi dewasa ini ada dan berkembang konsep aset yang tidak bisa dipegang atau disentuh yang dikenal dengan istilah intangible asset. Pengetahuan sebagai intangible asset sudah menjadi sumber daya ekonomi kunci dan dominan, dan mungkin satu-satunya sumber dari comparative advantage. Kemampuan perusahaan untuk mengenali secara benar pengetahuan yang ada dan tingkat kontribusinya dalam sebuah bisnis proses akan mempengaruhi posisi perusahaan dalam sebuah kompetisi bisnis. Dengan diketahuinya tingkat kontribusi pengetahuan secara benar, akan terlihat tingkat kepentingan masing-masing proses. Dengan berdasar pada tingkat kontribusinya, dapat diambil banyak kebijakan yang mendukung keunggulan perusahaan dalam berkompetisi melalui pemanfaatan daya ungkit dan model pareto.
PENDEKATAN FORMULASI STRATEGI TEKNOLOGI DALAM INDUSTRI KECIL MODERN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING Wibowo, Yohanes Tri Joko; Totong, Totong
Technologic Vol 3 No 2 (2012): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological development is rapidly increasing, pushing the company indirectly to utilize the technology. The technology that the company uses, both of which are directly involved in the operational activities of the company and the supporters, will improve the company capabilities. In the technology era, company capabilities is the capability to respond positively to the dynamic current situation. Today, small industry is no longer a small industry in all matter, but it has a major role in maintaining the stability of the national economy through an empowerment environment process . The role of small industry in promoting economic growth environment is no longer in doubt. By these reasons, small industries should be given a clear reference to the role of technology for them and how to approach technology can help small industry for more advanced and developed in the middle of the competition. Described in this paper technological approach in a technological strategy to help self-assessment process to improve competitiveness and increase the ability of small industrial.
MINIMASI TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES REAMER DENGAN PENDEKATAN METODE TAGUCHI Wibowo, Yohanes Tri Joko
Technologic Vol 6 No 1 (2015): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses reamer merupakan penyederhanaan proses yang dituntut menghasilkan kualitas ukuran dan permukaan yang bagus. Namun, seringkali proses ini tidak bisa menghasilkan kualitas permukaan yang diharapkan meskipun secara ukuran masuk. Kegagalan proses ini membuat harga pencapaian kualitas melalui proses reamer menjadi tidak ekonomis lagi. Proses reamer seharusnya dilengkapi dengan data teknis yang lengkap sehingga resiko kegagalan menjadi minimal. Data teknis yang disertakan oleh produsen alat sering kali tidak lengkap dan pengetahuan teoritis di lapangan pun masih berupa pedoman-pedoman umum yang dapat diartikan berbeda-beda. Hal tersebut mendorong penelitian untuk melihat variasi parameter dalam kaitannya dengan kualitas hasil proses. Untuk efisiensi penelitian, digunakan pendekatan dengan metode taguchi.
OPTIMASI PENGIRIMAN KOMPONEN DARI PEMASOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE MILK-RUN Wibowo, Yohanes Tri Joko
Technologic Vol 6 No 1 (2015): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, sistem rantai pasok yang baik dalam sebuah perusahaan sudah bukan lagi merupakan kebutuhan tetapi sudah menjadi sebuah keharusan. Dengan adanya sistem rantai pasok yang baik, nilai perusahaan di mata konsumen akan baik. PT. AWI merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri komponen otomotif. Saat ini, sistem pengiriman komponen dari pemasok dilakukan secara mandiri dan dilakukan sendiri oleh para pemasok. Dalam kondisi tersebut, ada biaya pengiriman yang harus ditanggung oleh PT. AWI yang dimasukkan dalam harga komponen tersebut. Biaya tersebut dirasa masih cukup tinggi. Sistem inventory perusahaan yang merupakan rantai berikutnya setelah pengiriman komponen, dirasakan masih belum efisien mengingat masih adanya persediaan barang yang tinggi. Mempertimbangkan kondisi persaingan dunia usaha yang semakin hari semakin berat, tuntutan harga yang lebih kompetitif dari konsumen, masih tingginya biaya pengiriman dan juga tingginya tingkat persediaan barang, PT. AWI berusaha memperbaiki kinerjanya. Berdasarkan permasalahan yang ada, dibutuhkan suatu sistem pengiriman yang baik yang dapat meniminalkan biaya yang harus dibebankan kepada konsumen. Metode yang akan digunakan adalah metode milk-run. Dengan metode tersebut, diharapkan dapat dilakukan pengurangan jumlah biaya pengiriman dan pengurangan jumlah persediaan barang. Metode milk-run adalah metode dimana pengiriman komponen dilakukan oleh pemberi order dengan cara menjemput sendiri komponen pesanannya ke para pemasok dengan siklus dan jumlah yang telah ditentukan. Dengan demikian efisiensi pengiriman komponen dapat dikelola sehingga bisa diperoleh minimasi biaya dan optimasi jumlah komponen yang mampu diangkut.
MENGURANGI PERSENTASE OIL LOSSES PADA WASTE VIBRATING SCREEN UNDER FLOW CCT DI PT. KARYANUSA EKA DAYA Wibowo, Yohanes Tri Joko; Fuad, Zainal
Technologic Vol 8 No 2 (2017): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vibrating screen adalah alat yang digunakan untuk menyaring sludge yang masih mengandung minyak, agar minyak dapat dipisahkan dari zat yang tidak digunakan seperi pasir maupun air. Oil losses pada waste vibrating screen adalah oil losses yang tak terhitung dalam perhitungan absolute oil losses pabrik, tetapi penelitian menunjukkan bahwa kandungan oil losses masih tinggi yaitu 8,5 % dengan tonase per hari 5.727 kg waste saat TBS (tandan buah segar) olah mencapai 708.016 kg., sehingga produksi waste terhadap TBS olah adalah 0,80 %. Hal tersebut mendorong pembuatan sebuah alat untuk mengutip minyak yang masih terkandung dalam waste dengan tujuan untuk mengurangi persentase kadar minyak pada waste. Setelah dilakukan iterasi pada proses pembuatan oil trap tank yang berprinsip pada perbedaan massa jenis zat dan gravitasi, keberhasilan pengutipan mencapai 81,99 %.
ANALISA EFEKTIVITAS VIBRATING SCREEN UNDERFLOW CCT TERHADAP VISKOSITAS SLUDGE DAN PENINGKATAN VOLUME DRAIN PASIR DI PT. KED Wibowo, Yohanes Tri Joko; Nugroho, P B
Technologic Vol 8 No 2 (2017): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vibrating Screen merupakan salah satu mesin yang sangat berperan dalam proses pemisahan fluida dari butiran pasir ataupun partikel lain (fibre,cangkang, dll.). Dalam proses pengolahan sludge di stasiun klarifikasi, Vibrating Screen digunakan untuk mengolah underflow CCT dengan tujuan untuk mengurangi viskositas sludge dan meningkatkan volume drain pasir yang terkandung dalam screen waste yang dihasilkan. Selama ini Vibrating Screen underflow CCT di Pabrik 1 PT. KED tidak beroperasi secara optimal karena volume drain pasir hanya mencapai angka 0,03 m³/jam dan viskositas sludge berada di angka 3,295 Pa s pada suhu 80º C. Dengan menggunakan metode Taguchi dalam proses analisa terhadap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas Vibrating Screen underflow CCT diharapkan dapat menemukan proses yang optimal dan mampu meningkatkan karakteristik kualitas dari kinerjanya. Dengan pengoptimalan faktor-faktor tersebut proses kerja yang terjadi pada Vibrating Screen underflow CCT akan meningkat dan dapat meningkatkan volume drain pasir menjadi 0,3 m³/jam dan viskositas sludge dapat diminimalkan di angka 2,210-2,220 Pa s. Karena itu, melalui metode Taguchi dan dengan melakukan analisa dan kontrol terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas Vibrating Screen underflow CCT, efektivitas Vibrating Screen dapat tercapai sehingga nilai viskositas sludge dapat berkurang dan volume drain pasir yang dihasilkan meningkat dengan optimal.