Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Karakteristik Kepemimpinan Kristen Melalui Keteladanan Yesus Dalam Melayani Berdasarkan Markus 10: 43-45 Misdon Silalahi; Rudolf Weindra Sagala; Alvyn C. Hendriks; Janes Sinaga
Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso Vol 8 No 1: Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso - Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33856/kerusso.v8i1.272

Abstract

Every human being is a leader, at least leading themselves. Leadership is a responsibility entrusted to them by a community or an organization. In addition to having the ability and skill, a leader is also expected to have good characteristics. This research uses qualitative methods through literature study. The purpose of this research is to encourage every leader to emulate the leadership of Jesus, which is servant leadership as described in the book of Mark 10:43-45. In Christian leadership, it is expected to have the characteristic of servant leadership, which can be exemplified through the leadership of Jesus Christ. Serving is part of the existence and purpose of human life, and since humans are created to serve God, it can be done in a life of mutual service with the aim of bringing glory to Him. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Setiap manusia adalah seorang pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya melalui komunitas maupun sebuah organisasi. Selain seorang pemimpin harus memiliki kemampuan maupun kemahiran, seorang pemimpin juga diharapkan memiliki karakteristik yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah agar setiap pemimpin meneladani kepemimpinan Yesus, yaitu kepemimpinan yang melayani seperti yang terdapat dalam kitab Markus 10:43-45. Dalam kepemimpinan Kristen diharapkan memiliki karakteristik kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan melayani dapat dicontoh melalui keteladanan kepemimpinan Yesus Kristus. Melayani adalah bagian dari keberadaan dan tujuan hidup manusia, dan karena manusia diciptakan untuk melayani Tuhan, hal ini dapat dilakukan dalam kehidupan yang saling melayani dengan tujuan membawa kemuliaan bagi-Nya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI ANAK MENGGUNAKAN METODE BERCERITA BERDASARKAN ULANGAN 6:7 Juita Lusiana Sinambela; Janes Sinaga; Stepanus Pelawi; Max Lucky Tineti
Sesawi Vol 3, No 2 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i2.76

Abstract

Tujuan penelitian ini diharapkan agar orang tua dalam kehidupan rumah tangganya dapat memberikan Pendidikan Kristen kepada anak-anaknya, karena kewajiban memberikan Pendidikan rohani kepada anak-anak adalah menjadi tanggungjawab utama sebagai orang tua dalam kehidupan rumah tangga. Pendidikan Agama Kristen dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang sederhana yaitu bercerita. Mendengarkan cerita adalah sesuatu yang sangat digemari anak-anak, apabila hal tersebut dilakukan orang tua diwaktu anak-anak sedang bersantai maupun sebelum tidur, hal ini sesuai dengan nasihat Firman Tuhan dalam Ulangan 6:7 mengajarkan anak-anak berulang-ulang pada setiap kesempatan. Cara terbaik menyampaikan pesan moral dan pembinaan kerohanian terhadap anak adalah dengan bercerita, dikarenakan pada umumnya anak lebih mudah mengingat sebuah pesan melalui cerita daripada metode lain. Bahan cerita Kristiani yang dapat digunakan oleh orang tua adalah adalah Alkitab, Alkitab berisi cerita kisah orang-orang beriman yang dapat menjadi panutan iman bagi anak-anak Kristen. Metode penelitian ini dengan metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data dari daftar Pustaka berupa Alkitab, buku-buku dan jurnal. Penelitian ini diharapkan membuat orang tua dapat mengimplementasikan Pendidikan Agama Kristen Bagi anak-anak dengan metode bercerita, sehingga lebih mudah diingat dan dimengerti setiap anak.
FUNGSI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI SEKOLAH KRISTEN Janes Sinaga
Sesawi Vol 3, No 1 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i1.65

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah memaparkan fungsi sekolah Kristen sebagai sarana tempat mendidik siswa untuk memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari dimanapun berada.Pada zaman modern ini beberapa orang tidak memiliki karakter yang baik, untuk itu sejak masa kanak-anak adalah pilihan yang tepat mendidik mereka agar memiliki karakter yang baik. Sekolah Kristen adalah pilihan yang tepat untuk mendapatkan Pendidikan karakter dikarena berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan dididik oleh guru yang berdedikasi dalam pelayanan dan seorang yang takut akan Tuhan. Metode penulisan ini mengunakan metode kualitatif dengan menggunakan daftar Pustaka buku-buku dan jurnal nasional dan setelah menganalisa data-data tersebut penulis menjelaskannya dalam hasil pembahasan dan kesimpulan. Melalui tulisan ini diharapkan setiap orang tua mempercayakan anaknya dididik di sekolah Kristen agar mereka memiliki pengetahuan yang baik dan karakter yang baik dalam kehidupan kesehariannya pada saat ini dan di masa yang akan datang.
Kisah Nuh Dan Terjadinya Air Bah Di Bumi: Tindakan Kasih Karunia Allah Berdasarkan Kejadian 6-9 Erikson Pane; Rudolf Weindra Sagala; Exson Pane; Janes Sinaga
Manna Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.33 KB) | DOI: 10.38091/man_raf.v9i1.269

Abstract

The purpose of the study is for everyone to understand the meaning of why God sent down the flood in the days of Noah's life, so that everyone can live righteously in this day and age. The story of Noah and the occurrence of the flood is to tell how God saved life on earth when the people who lived in it grew evil from time to time. God told Noah to build the Ark according to the details that God gave as a means of salvation when the flood destroyed life on earth. The flood was God's way of reconstructing the earth and life on it without re-creating, by saving Noah and his family as pious people at that time. This research was conducted with a qualitative method by collecting data from various bibliography such as Bibles, books and journal manuscripts. Through this research, it is hoped that everyone will understand God's love and plan for His people, even in the event of a disaster.