Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PANDANGAN GEREJA ADVENT DALAM PENGGUNAAN ALAT MUSIK DRUM BERDASARKAN ALKITAB DAN TULISAN ROH NUBUAT Janes Sinaga; Jimmy Allen Sakul; Rolyana Ferinia; Juita Lusiana Sinambela
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.044 KB) | DOI: 10.51667/djtk.v3i1.705

Abstract

Musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap kegiatan ibadah dan penggunaan Alat musik dapat menjadi berkat bagi yang mendengarkannya namun dapat menjadi kutuk apabila tidak digunakan dengan baik. Penggunaan alat musik dalam ibadah gereja sering menjadi perdebatan antara yang boleh digunakan dengan tidak boleh digunakan di kalangan Gereja Kristen dan secara khusus menurut pemahaman Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Melalui penelitian ini penulis menjelaskan secara kualitatif melalui pengalaman pelayanan sebagai gembala jemaat di sebuah Gereja Advent di DKI Jakarta dan menggali dari sumber buku Pustaka, media online serta menyimpulkannya secara utuh. Adapaun hasil penelitian ini menyatakan pengunaan musik drum tidak relevan penggunannya untuk mengiringi lagu pujian maupun instrument musik untuk Tuhan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menurut Alkitab dan Roh Nubuat. Kiranya melalui tulisan ini dapat digunakan untuk referensi penggunaan alat musik dalam ibadah Gereja sehingga menghindari perbedaan pendapat sehingga musik dapat menjadi berkat dalam sebuah ibadah Gereja.
Pentingnya Keterlibatan Anggota Jemaat Sebagai Seorang Kristen Dalam Penginjilan Terhadap Pertumbuhan Gereja Janes Sinaga; Juita Lusiana Sinambela; Rolyana Ferinia Sibuea; Stimson Hutagalung
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 1, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.261 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memaparkan pemahaman pentingnya keterlibatan anggota jemaat sebagai seorang Kristen yang telah percaya dan diselamatkan oleh Yesus Kristus sebagai bentuk tanggungjawab menjalankan perintah Tuhan Yesus dan menyambut panggilan yang paling agung yang pernah diberikan Allah kepada manusia. Melalui keterlibatan semua anggota jemaat maka gereja akan bertumbuh secara kerohanian maupun keanggotaan. Sekiranya setiap orang Kristen memahami panggilannya sebagai orang percaya untuk terlibat dalam penginjilan maka tidak akan ada yang menolak terlibat dalam pelayanan penginjilan ini. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data dari daftar Pustaka buku-buku dan jurnal. Melalui pemaparan tulisan ini kiranya setiap orang Kristen termotivasi terlibat dalam penginjilan karna penginjilan adalah tujuan utama Gereja ada.
Tinjauan Terhadap Perayaan Natal Berdasarkan Lukas 2:8 Menurut Alkitab dan Roh Nubuat Janes Sinaga; Sarwedy Nainggolan; Juita Lusiana Sinambela
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.716 KB)

Abstract

Hari natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus sebagai mesias dan Juruselamat manusia. Pada umumnya setiap Kristen menyambut peryaan natal penuh sukacita, sebagai titik awal rencana keselamatan kepada manusia yang telah jatuh kedalam dosa. Namun dalam hal penerimaan perayaan natal masih ada perbedaan pandangan bahkan dalam penetapan tanggal natal tersebut. Penelitian ini membahas tujuan utama orang Kristen menyambut natal secara khusus menurut Alkitab dan tulisan Roh Nubuat yang dipercaya menjadi petunjuk dan nasehat bagi umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pada masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif melalui daftar Pustaka Alkitab, buku dan media online lainnya dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang tepat dan konfrehensip tentang perayaan natal.
Karakter Kepemimpinan Musa Inspirasi Setiap Pemimpin Janes Sinaga; Juita Lusiana Sinambela; Rolyana Ferinia; Stimson Hutagalung Hutagalung
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 12 No. No. 2 (2021): SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.258 KB) | DOI: 10.47154/scripta.v12iNo. 2.137

Abstract

ABSTRAK   Setiap komunitas sosial apapun membutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengarahkan komunitas tersebut untuk mencapai tujuan dari komunitas tersebut. Beberapa orang ingin menjadi seorang pemimpin, namun apakah dia dapat menjadi pemimpin yang berhasil dan memiliki karakter yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Musa adalah seorang pemimpin besar dan berkarakter dalam tokoh Alkitab, seorang pemimpin yang selalu berhubungan dengan Tuhan dan menuruti kehendak Tuhan dimasa kepemimpinan dan hal inilah yang menuntun kepada keberhasilannya. Melalui kehidupan Musa pemimpin besar Bangsa Israel yang adalah pemimpin yang dipilih Allah maka setiap pemimpin atau yang berniat jadi pemimpin dapat mencontoh kehidupan hamba Tuhan Musa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisa literatur dari daftar Pustaka dan alkitab sehingga dapat disimpulkan menjadi sebuah petunjuk maupun model bagi para pemimpin masa kini.
Pertobatan Yakub: Si Penipu Menjadi Israel Janes Sinaga; Juita Lusiana Sinambela; Max Lucky Tinenti; Stepanus Pelawi
Journal of Social Interactions and Humanities Vol. 1 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.262 KB) | DOI: 10.55927/jsih.v1i1.450

Abstract

Tujuan penelitian ini agar setiap umat manusia lebih berserah kepada rencana Allah, tidak bertindak sendiri apalagi sampai jatuh kedalam dosa untuk mencapai maksud dan tujuannya. Kita boleh mencontoh kehidupan Yakub bahwa Penipuan yang dilakukannya berakibat buruk terhadap kehidupan selanjutkan bahkan hal yang serupa terjadi kepadanya “ditipu keluarganya sendiri”. Yakub adalah tokoh Alkitab yang cukup populer sebagai nenek moyang Bangsa Israel. Namun Yakub juga dikenal memiliki masa kelam sebagai seorang penipu. Yakub disebut penipu bukanlah menipu orang lain namun menipu Ayah dan Kakak lelakinya. Yakub menipu untuk mencapai tujuannya memiliki hak kesulungan. Bagi Tuhan penipuan dengan tujuan apapun tidak dibenarkan walaupun itu bersifat rohani sekalipun. Pengalaman Yakub menjadi pelajaran rohani bagi kita bahwa penipuan atau dosa selalu berakibat buruk dalam kehidupan kita. Namun Tuhan selalu rindu agar kita dengan rendah hati mengakui dengan penuh penyesalan segala kesalahan kita kepadanya, maka Dia akan mengampuni kita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai daftar Pustaka serta menganalisisnya menjadi sebuah kesimpulan yang menuntun setiap orang belajar dari peristiwa kisah Yakub yang telah jatuh dalam dosa namun bertobat.
Makna Sesamaku Manusia Berdasarkan Lukas 10:25-37 Daniel Siswanto; Janes Sinaga; Micle Edwin Tumundo; Juita Lusiana Sinambela
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 5, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.304 KB) | DOI: 10.53827/lz.v5i2.87

Abstract

"Who is my neighbor?" The scribe's question was motivated by his understanding of "neighborhood" which was only limited to Jews. The Jews in a series of ceremonies made themselves most holy. They do not think about foreigners or other nations other than their own people. This kind of understanding will tend to limit behavior to love others outside of a certain relationship. The purpose of this study is to provide a true and in-depth understanding according to biblical standards regarding the understanding of who is my neighbor. Delivering straightforwardly and clearly the intent and purpose of the Lord Jesus in giving parables according to Luke 10:25-37 as well as the correct view and understanding of who my neighbor is. This study uses a qualitative method by collecting and analyzing from various literature sources such as the Bible, books and journals so as to get a correct understanding of fellow human beings in Luke 10:25-37. In the story of the good Samaritan, Christ wanted to show that true religion does not depend on rules, beliefs, or religious ceremonies, but in performing acts of love and true goodness. The lesson on the parable of the Good Samaritan in the context of “Who is My Neighbor”, gives an understanding to every reader that a fellow human being is not just someone who believes in us.“Siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan seorang ahli Taurat ini dilatarbelakangi oleh adanya pemahamannya tentang “sesamanya manusia” yang hanya terbatas pada orang Yahudi saja. Orang Yahudi dalam suatu rentetan upacara menjadikan diri mereka sendiri paling kudus. Mereka tidak memikirkan orang asing atau bangsa lain selain kaum mereka sendiri. Pemahaman seperti ini akan cenderung membatasi perilaku untuk mengasihi orang lain di luar satu ikatan hubungan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang benar dan mendalam sesuai dengan standard Alkitabiah sehubungan dengan pengertian siapakah sesamaku manusia. Menyampaikan dengan lugas dan jelas akan maksud dan tujuan dari Tuhan Yesus dalam memberikan perumpamaan sesuai Lukas 10:25-37 serta pandangan dan pemahaman yang benar tentang siapakah sesamaku manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisa dari berbagai sumber Pustaka seperti Alkitab, buku dan jurnal sehingga mendapatkan pemahaman yang benar mengenai sesama manusia dalam Lukas 10:25-37. Dalam kisah orang samaria yang baik hati, Kristus ingin menunjukkan bahwa agama yang benar itu bukanlah bergantung pada peraturan, kepercayaan, atau upacara agama, melainkan dalam melakukan perbuatan kasih, dan kebaikkan sejati. Pelajaran perumpaan Orang Samaria Yang Baik Hati dalam konteks “Siapakah Sesamaku Manusia”, memberikan pemahaman kepada setiap pembacanya bahwa sesama manusia bukan hanya seorang yang seiman dengan kita.
Kepemimpinan Harun Pada Zaman Bangsa Israel Juita Lusiana Sinambela; Janes Sinaga; Stepanus Pelawi; Max Lucky Tinenti
Asian Journal of Philosophy and Religion Vol. 1 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajpr.v1i1.431

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Agar kita dapat memahami bagaimana cara memimpin yang baik, apa yang harus dilakukan seorang pemimpin sehingga kepemimpinannya dapat membawa suatu manfaat besar bagi setiap orang yang di pimpin. Pemimpin yang mempunyai keyakian teguh dalam mempertanahkan keyakinannya, menantang orang lain yang salah dan mengakui kesalahan bahkan memperbaiki kelakuan jika di perlukan. Dan terlebih dari pada itu Agar kita mengetahui di dalam kepemimpinan kita harus miliki keberanian dalam mengambil keputusan, Bertanggung Jawab dan tidak mementingkan keselamatan diri namun mengutamakan TUHAN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisa data-data dari daftar Pustaka seperti Alkitab, buku-buku dan media online. Melalui penelitian ini setiap pembaca dapat memperoleh inspirasi menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan.
GEREJA SEBAGAI UMAT SISA PADA INTERPRETASI WAHYU 12:17 DAN PENERAPAN MISINYA Janes Sinaga; Raden Deddy Kurniawan; Juita Lusiana Sinambela
The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/teologi-dan-kependidikan.v8i2.99

Abstract

The purpose of this study is that the concept of the remnant for the Adventist Church plays a very important role. Not only in the message of spreading the gospel message to the whole world, but also in understanding who the Adventist Church is. Any religious community that claims to have a special identity and mission can become an arrogant and exclusive community. But that doesn't mean that the claim then automatically makes them like that. The Adventist Church must do what they can to dispel the negative impression of arrogance and exclusivity. Therefore, proper expression is needed to explain the interpretation of the remnant at the end of time to other Christians. Furthermore the Adventist Church can be viewed as a Church relevant to contemporary society. So that the mission of the Adventist Church may be carried out according to divine wisdom. This study uses a qualitative method, by analyzing various sources such as the Bible, library books and several online media and journals. This research is hoped that every Christian understands the meaning of the remnant and knows more about the existence of the Adventist Church. As for the conclusions that can be drawn so that the church becomes exclusive and understands its vocation.
Pandangan Gereja Advent Terhadap Rekreasi Dari Sudut Pandang Lukas 21: 34 Dan Tulisan Roh Nubuat Dadan Wahyu; Janes Sinaga; Chandra Yane Arlinta; Juita Lusiana Sinambela
Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v3i2.388

Abstract

Banyak orang Kristen secara umum dalam mengadakan rekreasi itu dengan diisi oleh hiburan atau kepelesiran yang merujuk kepada suasana yang sangat bertolak belakang dari maksud dan tujuan rekreasi itu sendiri untuk memberikan kesegaran dan kebugaran untuk kembali beraktivitas dengan lebih produktif. Banyak hiburan yang populer saat ini, bahkan bagi mereka yang mengaku Kristen, cenderung memiliki tujuan yang sama dengan para penyembah berhala kuno. Tujuan Penelitian adalah agar setiap orang dapat memahami dasar dan standar rekreasi yang baik dan benar, memahami makna rekreasi yang benar dan baik, agar dapat menerapkan makna rekreasi yang benar dalam zaman ini. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Rekreasi yang benar adalah yang menghasilkan kebugaran dan tenaga baru bukan menghamburkan uang dengan hiburan-hiburan yang menjenuhkan dan membosankan. Tujuan rekreasi adalah untuk menyegarkan kembali kekuatan tubuh dan pikiran.  
Implementasi Amanat Agung dalam Penginjilan dan Pemuridan terhadap Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Matius 28:18-20 Janes Sinaga; Juita Lusiana Sinambela; Rudolf Weindra Sagala; Bartholomeus Diaz Nainggolan
Tumou Tou Vol. 10 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/tt.v10i1.1049

Abstract

The purpose of this study is that everyone is involved in implementing the Great Commission of Jesus Christ so that church growth occurs. The harvest is a lot but the workers are few, this is the Word of our Lord Jesus Christ. To produce a harvest of souls that are won for Christ, the Great Commission in Matthew 28:18-20 must be carried out namely “Go” (Preach) and Make disciples (Discipleship). Evangelism is the first step as a disciple. And being a disciple is an activity that aims to motivate and train spiritually mature believers to devote themselves wholeheartedly to God in order to become disciples. Evangelism and discipleship are one and cannot be separated. Evangelism is the first step as a disciple. If every church and its members carry out this great commission well, it will bring many people to come to Christ and this has an impact on the growth of the church. The book of Matthew was originally addressed to early Christians but God's Word is still relevant in every age, because the essence of the Word always directs everyone to believe Jesus is the savior of mankind. This study uses a qualitative method, by collecting data and information from various library sources such as the Bible, spiritual books and journals which are concluded and used in this research so as to lead everyone to carry out the Great Commission so that the church can grow well.