Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Sri Sugiarsi; Rizqy Zumrotus Sholikhah; Eka Novitayanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.27 KB) | DOI: 10.54877/ijhim.v1i2.26

Abstract

Keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis rata – rata terjadi pada bagian unit rawat inap. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui penyebab keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis, mengetahui kedisiplinan dokter dan perawat dalam mengisi dan mengembalikan dokumen rekam medis, serta untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis rawat inap. Pertanyaan penelitian ini menggunakan Framewok SPIDER, dan penelitian ini menggunakan desain Literature Review dengan menggunakan database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter dan perawat menjadi penyebab utama keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis serta kedisiplinan dokter dalam mengisi diagnose penyakit pasien serta tanda tangan pada dokumen rekam medis masih kurang serta kedisiplinan perawat dalam mengembalikan dokumen rekam medis dengan tepat waktu masih kurang, hal tersebut berdampak pada mutu pelayanan rumah sakit terhadap pasien menjadi buruk serta terhambatnya pelaporan mortalitas dan morbiditas rumah sakit. Untuk menghindari keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis maka disarankan untuk selalu menekankan SOP (Standart Operating Procedure) tentang batasan waktu pengembalian dokumen rekam medis dengan cara melakukan sosialisasi tertulis maupun lisan kepada seluruh tenaga medis serta mengadakan pelatihan terkait pelayanan yang profesional kepada para petugas medis
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN SKALA NYERI PADA PASIEN GASTRITIS Eka Novitayanti
Jurnal Infokes Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis is a digestive problem that often occurs, gastritis is an inflammation of the gastric mucosa that causes pain. Symptoms that commonly occur in people with gastritis are discomfort (pain) in the epigastrium, flatulence, headaches and nausea which can interfere with daily activities. This study aims to determine the relationship between gender and pain scale in gastritis patients. The method used is an analytic observational study with a cross sectional approach to conduct research on the relationship between gender and the incidence of gastritis in Kaling Village, Tasikmadu Karanganyar. The population in this study were all gastritis patients in Kaling Village. Sampling in this study was a total sampling of 30 respondents. The instrument used in this study was a checklist/questionnaire sheet that had to be filled out by the respondents and validated by the researcher. Statistical test using chi square to determine the correlation of the two variables. The result is a P value of 0.410, which is > 0.005. In conclusion, there is no relationship between gender and pain scale in gastritis patients. Suggestions for future researchers are to examine actions to reduce pain in gastritis patients
PENGARUH TEKHNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN GASTRITIS Eka Novitayanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.655

Abstract

Gastritis merupakan gangguan pencernaan umum dimana terjadi proses inflamasi pada lapisan lambung sehingga menimbulkan rasa nyeri yang dapat mengganggu aktivitas yang memerlukan perawatan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien gastritis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain single-group pretest-posttest design. Seluruh partisipan penelitian adalah penderita gastritis di Desa Kaling, Tasikmadu Karangayar. Sapling yang digunakan adalah total sampling sehingga sampel pada penelitian ini adalah seluruh anggota populasi diwawancarai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menggunakan teknik relaksasi dalam didapatkan nilai p-value = 0,000 atau p<; 0,05 artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap perubahan skala nyeri setelah dilakukan teknik relaksasi dalam. Kesimpulannya adalah ada pengaruh yang signifikan terhadap perubahan skala nyeri setelah menggunakan teknik relaksasi nafas dalam.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DENGAN MOTIVASI MENOLONG KORBAN HENTI JANTUNG Pipi Anonyma; Jemmi Sastrawijaya; Yeni Nur Rahmayanti; Eka Novitayanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2847

Abstract

Bantuan hidup dasar merupakan tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa dalam menolong terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan hal terpenting guna membantu mencengah kematian dan mengurangi timbulnya kecacatan. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan Siswa Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Motivasi Menolong Korban Henti Jantung. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa dengan Teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling, dengan jumlah sampel 64 orang siswa. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ρ = 0,000 (ρ = 0,05) dengan r = 0,627, maha dapat diartikan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan pengetahuan bantuan dasar hidup dengan motivasi menolong korban henti jantung
PENGARUH PENGETAHUAN BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA Yeni Nur Rahmayanti; Dewi Wulandari; Eka Novitayanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2376

Abstract

Bencana merupakan suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menggangu kehidupan dan penghidupan  Masyarakat. Kesiapsiagaan bencana sebagai tindakan-tindakan yang memungkinkan untuk mampu menanggapi suatu situasi bencana secara cepat dan tepat guna. Tujuan penelitian ini Pengaruh Pengetahuan Bencana terhadap Kesiapsiagaan Bencana Pada Masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini warga dukuh Mojorejo sebanyak 150 orang dengan Teknik sampling yang digunakan yaitu Simple Random Sampling dan didapatkan sampel sebesar 60 responden. Dengan variabel pengetahuan tentang bencana dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Hasil penelitian didapatkan bahwa masyarakat memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 dengan presentase 78,3% dan memiliki tingkat kesiapsiagaan baik sebanyak 44 dengan presentase 73,3%. Hasil analisa pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kesiapsiagaan bencana pada masyarakat didapatkan nilai ρ = 0,018 (ρ = 0,05), maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan Pengaruh Pengetahuan Bencana Terhadap Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Pada Masyarakat.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Untuk Mengelola Sampah Melalui Edukasi Pencegahan Bencana Banjir Yeni Nur Rahmayanti; Dewi Wulandari; Eka Novitayanti; Betty Kusdhiarningsih; Tri Wulandari; Nurul Gilang Abriani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.506

Abstract

Sampah merupakan sarana penyakit, sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan banjir. Desa Mojorejo merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Sukoharjo. Bencana banjir merupakan limpahan air yang melebihi tinggi muka air normal, sehingga melimpah dari palung sungai menyebabkan adanya genangan pada lahan rendah di sisi sungai. Pada umumnya banjir di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas normal sehingga sistem pengaliran air yang yang terdiri sungai dan anak sungai alamiah serta sistem drainase dangkal penampung banjir buatan yang ada tidak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut, sehingga meluap. Bencana banjir Bandang adalah bencana banjir yang biasanya terjadi pada aliran sungai yang kemiringan dasar sungai curam. Aliran banjir yang tinggi dan sangat cepat dan limpahan dapat membawa batu besar atau bongkahan dan pepohonan serta merusak atau menghanyutkan apa saja yang di lewati namun cepat surut kembali. Dengan adanya kejadian bencana banjir tersebut maka kedepannya perlu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah untuk pencegahan terjadinya bencana banjir. Masyarakat menjadi sasaran terhadap peningkatan kapasitas dikarenakan masyarakat yang terkena bencana alam banjir. Desa Mojorejo terdapat 6 dukuh, dukuh tersebut antara lain Mojorejo, Masan, Losari, Sambilutung, Tangkil, dan Tempukrejo. Dukuh Mojorejo terdapat RT 1, 2 dan RW 1 dengan Jumlah warga desa Mojorejo 300 orang dan jumlah ibu-ibu di dukuh Mojorejo RW 01 sebanyak 43 orang dengan berbagai permasalahan yang kompleks, dan dari hasil survei dan wawancara. Para warga masih banyak kurang pengetahuan dan pemahaman warga terkait mitigasi bencana banjir.
Upaya Pertolongan Pertama Terjadinya Bencana Pada Masyarakat di Kelurahan Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar Betty Kusdhiarningsih; Eka Novitayanti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i1.614

Abstract

Karanganyar merupakan suatu daerah di Jawa tengah yang memiliki demografi berupa pegunungan, dan terdapat salah satu sungai terbesar di Indonesia. Hal ini menyebabkan Karanganyar sebagai daerah yang subur sekaligus rawan bencana seperti longsor, dan banjir. Badan Pusat Statistik mencatatkan di Kabupaten Karanganyar terdapat 523 kejadian bencana alam selama tahun 2020, dimana angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi. Khususnya di Papahan Tasikmadu Karanganyar yang akhir-akhir ini terjadi banjir akibat meluapnya sungai karena tanggul yang rusak serta debit air hujan yang tinggi. Meskipun dinyatakan sebagai daerah yang rawan bencana, namun nyatanya masih banyak ditemukan adanya fasilitas dan tempat yang dibangun dengan minim keselamatan. Disertai pula dengan masyarakat yang kurang memiliki dasar pengetahuan mengenai pencegahan, penanganan dan pemulihan ketika suatu bencana terjadi. Hal inilah yang mendasari penulis untuk melakukan pengabdian masyarakat, dengan harapan membawa perubahan bagi masyarakat sekitar sehingga terhindar dari kerugian baik harta, benda dan nyawa dengan memberikan sosialisasi tentang pertolongan pertama bila terjadi bencana.