Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Sri Sugiarsi; Rizqy Zumrotus Sholikhah; Eka Novitayanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.27 KB) | DOI: 10.54877/ijhim.v1i2.26

Abstract

Keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis rata – rata terjadi pada bagian unit rawat inap. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui penyebab keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis, mengetahui kedisiplinan dokter dan perawat dalam mengisi dan mengembalikan dokumen rekam medis, serta untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis rawat inap. Pertanyaan penelitian ini menggunakan Framewok SPIDER, dan penelitian ini menggunakan desain Literature Review dengan menggunakan database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter dan perawat menjadi penyebab utama keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis serta kedisiplinan dokter dalam mengisi diagnose penyakit pasien serta tanda tangan pada dokumen rekam medis masih kurang serta kedisiplinan perawat dalam mengembalikan dokumen rekam medis dengan tepat waktu masih kurang, hal tersebut berdampak pada mutu pelayanan rumah sakit terhadap pasien menjadi buruk serta terhambatnya pelaporan mortalitas dan morbiditas rumah sakit. Untuk menghindari keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis maka disarankan untuk selalu menekankan SOP (Standart Operating Procedure) tentang batasan waktu pengembalian dokumen rekam medis dengan cara melakukan sosialisasi tertulis maupun lisan kepada seluruh tenaga medis serta mengadakan pelatihan terkait pelayanan yang profesional kepada para petugas medis
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN SKALA NYERI PADA PASIEN GASTRITIS Eka Novitayanti
Jurnal Infokes Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis is a digestive problem that often occurs, gastritis is an inflammation of the gastric mucosa that causes pain. Symptoms that commonly occur in people with gastritis are discomfort (pain) in the epigastrium, flatulence, headaches and nausea which can interfere with daily activities. This study aims to determine the relationship between gender and pain scale in gastritis patients. The method used is an analytic observational study with a cross sectional approach to conduct research on the relationship between gender and the incidence of gastritis in Kaling Village, Tasikmadu Karanganyar. The population in this study were all gastritis patients in Kaling Village. Sampling in this study was a total sampling of 30 respondents. The instrument used in this study was a checklist/questionnaire sheet that had to be filled out by the respondents and validated by the researcher. Statistical test using chi square to determine the correlation of the two variables. The result is a P value of 0.410, which is > 0.005. In conclusion, there is no relationship between gender and pain scale in gastritis patients. Suggestions for future researchers are to examine actions to reduce pain in gastritis patients
PENGARUH TEKHNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN GASTRITIS Eka Novitayanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i1.655

Abstract

Gastritis merupakan gangguan pencernaan umum dimana terjadi proses inflamasi pada lapisan lambung sehingga menimbulkan rasa nyeri yang dapat mengganggu aktivitas yang memerlukan perawatan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien gastritis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain single-group pretest-posttest design. Seluruh partisipan penelitian adalah penderita gastritis di Desa Kaling, Tasikmadu Karangayar. Sapling yang digunakan adalah total sampling sehingga sampel pada penelitian ini adalah seluruh anggota populasi diwawancarai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menggunakan teknik relaksasi dalam didapatkan nilai p-value = 0,000 atau p<; 0,05 artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap perubahan skala nyeri setelah dilakukan teknik relaksasi dalam. Kesimpulannya adalah ada pengaruh yang signifikan terhadap perubahan skala nyeri setelah menggunakan teknik relaksasi nafas dalam.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Untuk Mengelola Sampah Melalui Edukasi Pencegahan Bencana Banjir Yeni Nur Rahmayanti; Dewi Wulandari; Eka Novitayanti; Betty Kusdhiarningsih; Tri Wulandari; Nurul Gilang Abriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.506

Abstract

Sampah merupakan sarana penyakit, sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan banjir. Desa Mojorejo merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Sukoharjo. Bencana banjir merupakan limpahan air yang melebihi tinggi muka air normal, sehingga melimpah dari palung sungai menyebabkan adanya genangan pada lahan rendah di sisi sungai. Pada umumnya banjir di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas normal sehingga sistem pengaliran air yang yang terdiri sungai dan anak sungai alamiah serta sistem drainase dangkal penampung banjir buatan yang ada tidak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut, sehingga meluap. Bencana banjir Bandang adalah bencana banjir yang biasanya terjadi pada aliran sungai yang kemiringan dasar sungai curam. Aliran banjir yang tinggi dan sangat cepat dan limpahan dapat membawa batu besar atau bongkahan dan pepohonan serta merusak atau menghanyutkan apa saja yang di lewati namun cepat surut kembali. Dengan adanya kejadian bencana banjir tersebut maka kedepannya perlu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah untuk pencegahan terjadinya bencana banjir. Masyarakat menjadi sasaran terhadap peningkatan kapasitas dikarenakan masyarakat yang terkena bencana alam banjir. Desa Mojorejo terdapat 6 dukuh, dukuh tersebut antara lain Mojorejo, Masan, Losari, Sambilutung, Tangkil, dan Tempukrejo. Dukuh Mojorejo terdapat RT 1, 2 dan RW 1 dengan Jumlah warga desa Mojorejo 300 orang dan jumlah ibu-ibu di dukuh Mojorejo RW 01 sebanyak 43 orang dengan berbagai permasalahan yang kompleks, dan dari hasil survei dan wawancara. Para warga masih banyak kurang pengetahuan dan pemahaman warga terkait mitigasi bencana banjir.
Upaya Pertolongan Pertama Terjadinya Bencana Pada Masyarakat di Kelurahan Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar Betty Kusdhiarningsih; Eka Novitayanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i1.614

Abstract

Karanganyar merupakan suatu daerah di Jawa tengah yang memiliki demografi berupa pegunungan, dan terdapat salah satu sungai terbesar di Indonesia. Hal ini menyebabkan Karanganyar sebagai daerah yang subur sekaligus rawan bencana seperti longsor, dan banjir. Badan Pusat Statistik mencatatkan di Kabupaten Karanganyar terdapat 523 kejadian bencana alam selama tahun 2020, dimana angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi. Khususnya di Papahan Tasikmadu Karanganyar yang akhir-akhir ini terjadi banjir akibat meluapnya sungai karena tanggul yang rusak serta debit air hujan yang tinggi. Meskipun dinyatakan sebagai daerah yang rawan bencana, namun nyatanya masih banyak ditemukan adanya fasilitas dan tempat yang dibangun dengan minim keselamatan. Disertai pula dengan masyarakat yang kurang memiliki dasar pengetahuan mengenai pencegahan, penanganan dan pemulihan ketika suatu bencana terjadi. Hal inilah yang mendasari penulis untuk melakukan pengabdian masyarakat, dengan harapan membawa perubahan bagi masyarakat sekitar sehingga terhindar dari kerugian baik harta, benda dan nyawa dengan memberikan sosialisasi tentang pertolongan pertama bila terjadi bencana.
Basic Life Support (BLS) Education To Increase Students' Motivation To Help Cardiac Arrest Victims Yeni Nur Rahmayanti; Fadma Aji Pramudita; Eka Novitayanti; Betty Kusddiarningsih; Pipi Anonyma
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v3i3.544

Abstract

Basic Life Support (BLS) is an activity to clear the patient's airways, assist breathing, and maintain blood flow without the use of assistive devices. This assistance must be carried out quickly and precisely, because if the assistance is not appropriate it can cause disability, even worse, the patient can die. The purpose of this community service is to increase students' knowledge about BLS and motivation to help. The method used is education and lectures. The population in the community service is students at Tunas Harapan Vocational School, totaling 63 students with several existing problems. The results of the survey on students still have many who do not understand BLS. And from the results of the survey and interviews, most students who do not know how to help victims of cardiac arrest and some are even afraid to help. Very low knowledge and motivation and the lack of information from medical personnel regarding BLS are obstacles and problems. Therefore, it is necessary to provide education and understanding of BLS. The results showed that students experienced an increase in their knowledge of Basic Life Support (BLS) from good knowledge at 7.94% to 46.03%, and their motivation to help cardiac arrest victims increased from good knowledge at 4.76% to 58.73%. This education and motivation can provide information to students and teachers of the school so they can provide assistance to cardiac arrest victims.
Landslide Disaster Mitigation Education in Creating Disaster-Responsive Villages Yeni Nur Rahmayanti; Eka Novitayanti; Fadma Aji Pramudita; Pipi Anonyma
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT VOL 5 NO 1 APRIL 2026
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v5i1.638

Abstract

Background: Indonesia is prone to natural disasters such as earthquakes, volcanic eruptions, tsunamis, floods, and landslides. Landslides are the movement of masses of soil or rock from slopes, usually caused by heavy rainfall, earthquakes, or human activity. Jenawi District has varied topography, ranging from hills to mountainous areas. This place has a variety of heights, ranging from slopes to very steep areas. This area also has slopes ranging from 15-30% and high annual rainfall.Aims: To increase knowledge of landslide disaster mitigation. The population for this community service program is residents of Jenawi Village.Method: Focus Group Discussion (FGD) was used. The population consisted of 55 men and women from Jenawi Village. Jenawi District has many steep slopes and receives significant rainfall. This situation results in widespread erosion, soil decomposition, and landslides. Based on this identification, Mitra Husada Karanganyar Health College aims to educate residents about landslides and disaster-responsive villages.Results: The community service activities ran smoothly, and understanding of landslides and disaster response increased by 76,4%.Conclusion: Community knowledge about landslide mitigation has increased, but true knowledge is inseparable from education.
Edukasi Sikap Mental Entrepreneur Pada Generasi Millenial Triana Mirasari Asrikusuma; Eka Novitayanti; Adriana Mardiah
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3188

Abstract

Perubahan dan peran mindset sebagai dasar sikap mental entrepreneur memiliki manfaat yang sangat luar biasa untuk persaingan peluang. Perubahan mindset wajib dilakukan dari dalam pribadi generasi muda dan peran serta orangtua yang sangat mendukung untuk pembentukan karakter seorang wirausaha di kemudian hari. Generasi muda merupakan waktu yang tepat untuk belajar memperkuat sikap mental entrepreneur melalui jalur pendidikan informal. Tujuan edukasi ini untuk mengkaji bagaimana perubahan mindset dan peranannya dalam membangun sikap mental jiwa kewirausahaan terhadap generasi muda agar menumbuhkan rasa percaya diri, mandiri dan menjadi orang yang memiliki kreatifitas tinggi sehingga menjadi  lebih produktif pada saat di usia produktif. Metode pengabdian diawali dengan perijinan kepada pejabat setempat, ketua karang taruna sampai evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan pemberian pretest serta posttest edukasi kepada karang taruna. Karang Taruna ”Bhakti Manunggal” Karanganyar sebanyak 42 orang hadir pada acara edukasi sikap mental entrepreneur pada generasi millenial ini dengan berbagai pengetahuan yang komplek. Hasil pre test menunjukkan bahwa dominan sikap mental entrepreneur kurang sebanyak 26 (62%),  sedangkan post test dominan sikap mental entrepreneur baik sebanyak 31 (74%). Terlihat karang taruna berpartisipasi secara aktif bersama dengan narasumber. Hal ini merupakan langkah awal entrepreneur pemula di dunia persaingan perekonomian yang sangat ketat.
PROVIDING LANDSLIDE DISASTER MITIGATION EDUCATION TOWARDSIMPROVING KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF CITIZENS IN DISASTERRESPONSE SITUATIONS Yeni Nur Rahmayanti; Eka Novitayanti; Fadma Aji P; Christiana Ari P; Pipi Anonyma
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 1 (2026): VOLUME 10 ISSUE 1 APRIL 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss1/821

Abstract

Landslides are the movement of soil or rock masses from slopes, generally triggered by heavy rain, earthquakes, or human activity. This condition indicates the importance of serious attention to disaster risk reduction efforts to minimize impacts and increase community resilience. Lack of information from residents regarding disaster mitigation and disaster response attitudes that have not been fostered. Providing education to improve residents' knowledge and disaster response attitudes. This study aims to analyze the effect of Landslide Disaster Mitigation Education on the Level of Knowledge and Attitudes of Residents in Disaster Response Situations. The method used is quantitative with a quasi-experimental design. Using total sampling, with a population of Jenawi villagers with a sample of 55 respondents. Data analysis used the Wilcoxon Test. The results of the Wilcoxon Test showed a p-value of 0.001 or a p-value of ˂ 0.05. This indicates that there is an effect of Landslide Disaster Mitigation Education on the Level of Knowledge and Attitudes of Residents in Disaster Response Situations. It can be concluded that providing education through the lecture method can increase knowledge about disaster mitigation and disaster response attitudes.