Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Sri Sugiarsi; Rizqy Zumrotus Sholikhah; Eka Novitayanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.27 KB) | DOI: 10.54877/ijhim.v1i2.26

Abstract

Keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis rata – rata terjadi pada bagian unit rawat inap. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui penyebab keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis, mengetahui kedisiplinan dokter dan perawat dalam mengisi dan mengembalikan dokumen rekam medis, serta untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis rawat inap. Pertanyaan penelitian ini menggunakan Framewok SPIDER, dan penelitian ini menggunakan desain Literature Review dengan menggunakan database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter dan perawat menjadi penyebab utama keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis serta kedisiplinan dokter dalam mengisi diagnose penyakit pasien serta tanda tangan pada dokumen rekam medis masih kurang serta kedisiplinan perawat dalam mengembalikan dokumen rekam medis dengan tepat waktu masih kurang, hal tersebut berdampak pada mutu pelayanan rumah sakit terhadap pasien menjadi buruk serta terhambatnya pelaporan mortalitas dan morbiditas rumah sakit. Untuk menghindari keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis maka disarankan untuk selalu menekankan SOP (Standart Operating Procedure) tentang batasan waktu pengembalian dokumen rekam medis dengan cara melakukan sosialisasi tertulis maupun lisan kepada seluruh tenaga medis serta mengadakan pelatihan terkait pelayanan yang profesional kepada para petugas medis
The Effect of Family Support and Social Support on The Incidence of Postpartum Depression Estiningtyas Estiningtyas; Anindhita Yudha Cahyaningtyas; Sri Sugiarsi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v12i2.219

Abstract

Postpartum depression (PPD) is a severe complication of labour where there are significant adverse effects on the mother and infant. In general, PPD occurs in the 4-6 weeks after delivery. Family and social support are needed by mothers to cope with stress during the postpartum period caused by sudden hormonal changes that influence mood swings, domestic workload, and caring for infant and mother during the postpartum period, resulting in fatigue and lack of sleep. The purpose of the study was to analyze the effect of family and social support on PPD occurrence.This study used an analytic observational research design with a cross-sectional approach. This study's population was postpartum mothers at 0-6 weeks in the Health Agency of Sukoharjo Regency work area. The sampling technique used Multistage Random Sampling with a sample size of 160 respondents. The instruments used were the family support questionnaire, social support, and EPDS (Edinburgh Postnatal Depression Scale). Data analysis was using logistic regression and Odd Ratio. The results of the analysis of family support data are P-value 0.027 <(0.05) and OR value 5.787, and social support P-value 0.025 <(0.05) and OR value 5.693. The P-value result means that there is a significant effect of family support and social support on the occurrence of PPD where mothers who lack family and social support will be at risk to experience PPD, with each risk 5.787 times higher and 5.693 times higher, respectively. Health workers are expected to emphasize the importance of family and social support for postpartum mothers in emotional support and technical support by helping postpartum mothers take care of infants, self-care, and homework to reduce the risk of postpartum depression. Keywords: Depression, social support, family support
PERAN KADER KESEHATAN DALAM PROGRAM POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS JATEN Nunik Maya Hastuti; Reni Pupitasari; Sri Sugiarsi
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 3, No 2 (2019): MATERNAL (JURNAL ILMIAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v3i2.756

Abstract

ABSTRACT The obstacle for Integrated Development Post of Non Trasmitted Diseases cadres in their role is to be incompetent and competent. The purpose of this study was to study the role of cadres in efforts to increase the Integrated Development Post of Non Trasmitted visit at the Jaten Public Health Center. This type research was deskriptive. The sample in this study consisted of 8 cadres; and 40 Posbindu participants. Research data collection by interviewing and observing PTB postbindu activities. Research data were analyzed using content analysis. The results showed that the role of cadres as coordinators and activators of good participation by as many as 19-20 people (47.5% -50%). While the role of cadres as pematau and counselor roles is lacking by 15-24 people (37.5% -60%). Obstacles in carrying out their roles are the cadres’ lack of competence and skills. The conclusion of this research is the role of cadres as coordinators and mobilizers can be heard higher than its role as a monitoring factor of interests and counselors. Keywords: role, cadre, Integrated Development Post of Non Trasmitted ABSTRAK Kendala kader posbindu dalam menjalankan perannya adalah dinilai kurang kompeten dan terampil terkait program posbindu PTM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kader dalam upaya peningkatan kunjungan posbindu penyakit tidak menular di Puskesmas Jaten. Jenis penelitian adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 8 orang kader; dan 40 orang peserta posbindu. Pengumpulan data penelitian dengan wawancara dan observasi terhadap kegiatan posbindu PTM. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis conten/isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader sebagai koordinator dan penggerak dinilai baik oleh sebanyak 19-20 orang (47.5%-50%). Sedangkan peran kader sebagai pematau dan konselor dinilai kurang oleh 15 – 24 orang (37.5%-60%). Hambatan dalam menjalankan perannya adalah kompetensi dan ketrampilan kader terglong kurang. Simpulan penelitian ini adalah Peran kader sebagai koordinator dan penggerak dapat diperankan lebih otimal dibandingkan dengan perannya sebagai pemantau faktor resiko dan konselor. Kata Kunci: peran, kader, posbindu, PTM
EVALUASI IMPLEMENTA SI SISTEM ELECTRONIC HEALTH RECORD (EHR) DI RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIVERSITA S GADJAH MADA BERDASARKAN METODE ANALISIS PIECES Erna Adita Kusumawati; Sri Sugiarsi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.66

Abstract

The purpose of this study was to evaluate an Electronic Health Record (EHR) at the Academic Hospital ofthe University of Gadjah Mada reviewed based on the PIECES method analysis to determine the aspectsof performance, information / data, economic, control, efficiency, and service. This study used descriptiveresearch with quantitative approach and cross-sectional study design. The result of the research showed Aspectsperformance (performance), information / data (information / data), efficiency (efficiency), service (leyanan)Academic Hospital EHR system UGM rated as good by users of EHR systems, while aspects of control /security (control / security) considered quite good and economic aspects (economic) Academic Hospital EHRsystem UGM rated poorly by users of EHR systems. While the EHR system in UGM Academic Hospital whenviewed from the characteristics of users with various categories of age, past education, tenure, and work unitshowed different results in every aspect of the study (performance, information / data, economic, control /security, efficiency, service).Keywords: evaluation, implementation, Electronic Health Record, PIECESAbstrakTujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi sistem Electronic Health Record (EHR) di Rumah SakitAkademik Universitas Gadjah Mada ditinjau berdasarkan metode analisis PIECES untuk mengetahui aspekperformance, information/data, economic, control, efficiency, dan service. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian cross sectional. Hasil penelitianmenunjukkan Aspek performance (kinerja), information/data (informasi/data), efficiency (efisiensi), service(leyanan) sistem EHR di RS Akademik UGM dinilai baik oleh pengguna sistem EHR, sedangkan aspek control/security (kontrol/keamanan) dinilai cukup baik dan aspek economic (ekonomi) sistem EHR di RS AkademikUGM dinilai kurang baik oleh pengguna sistem EHR. Sedangkan sistem EHR di RS Akademik UGM apabiladitinjau dari karakteristik pengguna dengan berbagai kategori usia, pendidikan terakhir, masa kerja, dan unitkerja menunjukkan hasil yang berbeda dalam setiap aspek yang diteliti (performance, information/data,economic, control/security, efficiency, service).Kata kunci: evaluasi, implementasi, Electronic Health Record, PIECES
Analisis Penulisan Abstrak Bahasa Inggris Pada Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Mitra Husada Karanganyar Erna Adita Kusumawati; Sri Sugiarsi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.262

Abstract

Menurut hasil survei yang telah dilakukan terhadap 10 abstrak bahasa Inggris mahasiswa RMIK tahun kelulusan 2018, masih ditemukan banyak kesalahan dalam penulisan kalimat (tenses). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penggunaan tipe kalimat (tenses) yang digunakan pada abstrak bahasa Inggris mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Mitra Husada. Jenis penelitian adalah desriptif dengan pendekatan studi dokumen. Populasinya adalah seluruh abstrak  berbahasa Inggris pada karya tulis ilmiah mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Mitra Husada Karanganyar telah lulus tahun 2018 yang berjumlah 120. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tenses yang tidak tepat lebih banyak dilakukan di pendahuluan abstrak pada bagian latar belakang; penggunaan tense yang tidak tepat lebih banyak dilakukan daripada penggunaan tense yang tepat pada bagian metodologi penelitian; penggunaan tense yang tidak tepat lebih banyak dilakukan daripada penggunaan tense yang tepat pada bagian hasil penelitian (temuan); penggunaan tense yang tepat lebih banyak dilakukan daripada penggunaan tense yang tidak tepat pada bagian pembahasan (diskusi); dan penggunaan tense yang tepat lebih banyak dilakukan daripada penggunaan tense yang tidak tepat pada bagian kesimpulan dan saran
Analysis of Differences in Riil Rates With INA-CBGs Rates of Inpatients Confirmed with Covid-19 at RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen ira basuki; Sri Sugiarsi; Trismianto Asmo Sutrisno
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v3i3.145

Abstract

The acceleration of handling Covid-19 is carried out in the form of providing health services to patients in hospitals that provide Covid-19 services. Financing of patients treated with certain emerging infectious diseases can be claimed to the Ministry of Health through the Director General of Health Services. There is a negative difference in the cost of patient care. The purpose of this study is to determine the difference between real rates and INA-CBGs rates in confirmed Covid-19 inpatients at dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Hospital in semester 1 of 2022.This type of research is analytical observation with a comparative approach. The population of 275 medical record files used saturated samples. How to collect data by observation using checklists and documentation. The data analysis of this study is a univariate and bivariate analysis, the results of this study are the average real tariff of inpatient women Rp. 18,485,206.40, while the average tariff INA–CBGs is 18,101,971.27. Based on the Wilcoxon test, it can be concluded that there is no difference between the real tariff and the INA–CBGs tariff for inpatients confirmed with Covid-19 at dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Hospital.
Analisis Mutu Rekam Medis Kasus Bedah Dengan Metode Kualitatif Di Rsud Dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sholikhah, Nur Amalia; Sri Sugiarsi; Astri Sri Wariyanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.631

Abstract

The quality of medical records can be seen from 3 criteria for completeness of content, accuracy, timeliness and fulfillment of legal aspects. Medical record quality analysis is carried out in two ways, namely quantitative analysis and qualitative analysis. The purpose of this study was to analyze the quality of medical records of surgical patients with qualitative methods at RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. This type of research is a mix method. The object population was 204 surgical case medical records and the subject population was 2 general surgeons and 4 nurses, object sampling using the Slovin formula with e = 0.1 resulted in 67 files while subject sampling used purposive sampling. How to collect data by observation using Checklist and Unstructured Interviewdata processing techniques include 2 methods, namely Quantitative and Qualitative. The results of this study found that for consistency of diagnostic recording 57 (84%) files were consistent while 11 (14%) files were inconsistent. The consistency of recording medical record documents as much as 54 (80%) is consistent and 14 (20%) is inconsistent. The consistency of recording things done during treatment and treatment was 45 (66%) consistent and 23 (34%) inconsistent. The consistency of recording informed consent as much as 65 (95%) is consistent and 3(5%) is inconsistent. The analysis that could potentially lead to damages was 67 (99%) consistent and 1 (1%) inconsistent. Factors causing the inconsistency of medical record recording include man, material, machine, method factors.
Analisis Faktor – Faktor Yang Memepengaruhi Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali Sri Sugiarsi; Sri Mulyono; Trismianto Asmo Sutrisno; Nur'aini
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.762

Abstract

Mengingat pentingnya rekam medis elektronik (RME) dalam menentukan kualitas data dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien dan merupakan dasar dalam transformasi digital kesehatan untuk mengintegrasikan data kesehatan dalam suatu big data nasional maka perlu dilakukan suatu evaluasi yang dapat menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam implementasi RME di Rumah Sakit Pandan Arang Bayolali. Metode penelitian ini adalah survey dengan pendekatan cross sectional. Sebagai sampel penelitian adalah seluruh pengguna rekam medis elektronik sebesar 85 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Analisis menggunakan bantuan software SmartPLS vers1. Hasil penelitian: Kualitas informasi terhadap kepuasan informasi memiliki nilai koefisien jalur 0,55, t-value 7,88 > t-table (1,66), dan p–value 0,00 < 0,05; Kepuasan informasi terhadap harapan kinerja memiliki nilai koefisien jalur 0,23, t-value 2,32 > t-table (1,66), dan p–value 0,02 < 0,05; Pengaruh sosial terhadap harapan kinerja memiliki nilai koefisien jalur 0,338, t-value 2,97 > t-table (1,66), dan p–value 0,00 < 0,05; Harapan kinerja terhadap sikap memiliki nilai koefisien jalur 0,73, t-value 10,24 > t-table (1,66), dan p–value 0,00 < 0,05. Sikap terhadap kepuasan keseluruhan memiliki nilai koefisien jalur 0,89, t- value 16,35 > t-table (1,66), dan p–value 0,00 < 0,05; Kepuasan keseluruhan terhadap manfaat bersih memiliki nilai koefisien jalur 0,48, t-value 2,27 > t-table (1,66), dan p–value 0,02 < 0,05. Simpulan: Dalam sisi pasien dan pengguna bahwa manfaat penerapan RME- SIMRS sudah diterima tetapi manfaat penerapan RME -SIMRS dari sisi manajemen masih belum maksimal.
Analisis Perbedaan Tarif Riil Dengan Tarif Ina-Cbgs Tindakan Hemodialisis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri Sulistiyanigsih, Maria; Sri Sugiarsi; Erna Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i1.111

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah salah satu penyakit katastropik terbesar nomor 2 di Indonesia yang menelan banyak biaya. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani kesulitan pada pembiayaan pelayanan kesehatan ini adalah dengan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah diatur pola pembayaran kepada fasilitas kesehatan tingkat lanjutan dengan sistem pola Indonesia Case Based Groups (CBG). Penerapan tarif INA-CBGs mengharuskan manajemen rumah sakit untuk membuatnya efisien dan mengoptimalkan manajemen keuangan rumah sakit, selisih tarif negatif yang cukup besar antara tarif riil rumah sakit dan tarif INA CBGs berpotensi menimbulkan kerugian bagi rumah sakit. Metode yang digunakan adalah observasi analitik dengan rancangan studi potong lintang (Cross Sectional) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data diambil secara retrospektif dari data rekam medis dan klaim pembayaran BPJS Pasien Hemodialisa RSUD Kabupaten Kediri dalam jangka waktu Januari-Juni 2022. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 161 sampel. Hasil penelitian menunjukkan biaya riil (Rp1.4431.875.970,-) dan tarif INA-CBG (Rp758.058.100,-) didapat selisih negatif (Rp673.817.870,-). Hasil Asymp. Sig. (2-Tailed) Mann Whitney Test adalah sebesar 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tarif riil dan tarif INA-CBG tindakan hemodialisa pasien gagal ginjal kronis di RSUD Kabupaten Kediri dalam kurun waktu Januari-Juni 2022.
Analisis Kualitatif Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Pada Kasus Sectio Caesarea Di RSUD Pandan Arang Boyolali Meylani Hartiningsih; Sri Sugiarsi
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i1.137

Abstract

Mutu rekam medis dapat diukur secara analisis kuantitatif dan kualitatif. Untuk mengetahui konsistensi pencatatan rekam medis dapat dilakukan secara analisis kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dokumen rekam medis rawat inap kasus sectio caesarea dan mengetahui faktor penyebab pencatatan rekam medis yang tidak konsisten di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode penelitian ini menggunakan mixed method dengan teknis pengumpulan data observasi dan wawancara. Populasi obyek penelitian ini adalah 276 rekam medis dan sampel 73 rekam medis dengan teknik simple random sampling. Populasi subyek penelitian adalah seluruh Dokter spesialis Kandungan dan Kebidanan dan Bidan ruang adas manis. Sampel subyek 3 Dokter spesialis Kandungan dan Kebidanan serta 4 Bidan dengan teknik purposif sampling. Instrumen penelitian menggunakan alat bantu checklist dan pedoman wawancara. Pengolahan data menggunakan cara collecting, editing, dan penyajian data. Hasil penelitian yaitu review konsistensi diagnosis 73% konsisten dan 27% tidak konsisten. Review pencatatan perkembangan pasien 64 % konsisten dan 36% tidak konsisten. Review konsistensi pencatatan hal-hal penting selama perawatan dan pengobatan 86% konsisten dan 14% tidak konsisten. Review pencatatan informed consent 60% konsisten dan 40% tidak konsisten. Review pencatatan kejadian yang berpotensi menimbulkan tuntutan ganti rugi 1% ada dan 99% tidak ada. Faktor penyebab pencatatan rekam medis tidak konsisten yaitu dari faktor man dan material. Kekonsistensian rekam medis dari awal pasien masuk, dalam perawatan hingga diperbolehkan pulang menjadi penting untuk diperhatikan agar terjalin kesinambungan dalam pelayanan kesehatan yang diberikan.