Andri Tuhumury
Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PENYEBARAN LASA (Castanopsis buruana Miq) SEBAGAI POHON PENGHASIL PANGAN ALTERNATIF DI SERAM BAGIAN BARAT MALUKU Irwanto Irwanto; Andri Tuhumury; Andjela Sahupala
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 2 No 2 (2018): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.941 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran Lasa (Castanopsis buruana Miq) dan pemanfaatannya sebagai bahan makanan alternatif oleh masyarakat Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Analisis penyebaran Lasa (Castanopsis buruana Miq) dipergunakan metode petak tunggal pada berbagai ketinggian tempat dengan ukuran petak 200 x 200 meter. Dalam petak tunggal ini dibuat sub-sub petak dengan ukuran sesuai tingkat pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukan penyebaran pohon Lasa (Castanopsis buruana Miq) berada pada ketinggian di atas 300 mdpl. Potensi penyebaran pada ketinggian 300, 400, 500 mdpl di Desa Hunitetu adalah sebagai berikut 120 pohon/ha, 135 pohon/ha, dan 130 pohon/ha sedangkan Desa Murnaten sebesar 105 pohon/ha, 130 pohon/ha, dan 135 pohon/ha. Indeks Morisita menunjukkan Lasa (Castanopsis buruana Miq) memiliki pola sebaran mengelompok (clumped) dengan struktur populasi bentuk kurva “J” terbalik atau memiliki jumlah individu paling banyak pada tingkat permudaan. Masyarakat Desa Hunitetu memanfaatkan biji Lasa (Castanopsis buruana Miq) sebagai cemilan dan snack serta diolah menjadi pengganti beras, dimasak dengan air sebagai nasi atau dimasak dengan santan sebagai bubur.
HABITAT DAN PERILAKU BURUNG JULANG IRIAN (Rhyticeros plicatus) DI RESORT MASIHULAN SEKSI WILAYAH 1 TAMAN NASIONAL MANUSELA Marni Yanti Sia; Cornelis K. Pattinasarany; Andri Tuhumury
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i2.9045

Abstract

The purpose of this study was to determine the habitat and daily behavior of hornbills at Masihulan Resort, Manusela National Park. Study was conducted on March 2019. Ad libitum sampling method was used to observe the hornbills behavior, while combination of lines and line terraced was used to obtained vegetation data. Hornbills require a natural habitats that are not affected by human activity, but can also adapt to habitats that have been disturbed with low levels of interference. An important factor of habitat that affects the distribution and daily activities of hornbills are the presence of feeding trees and nesting trees. Diet sources of hornbills in both locations consist of five spesies of plants, namely Ficus benjamina, Octomeles sumatrana, Myristica lancifolia, Pometia pinatta, and Eugenia sp; they were more abundant on Ilie than Hua Hui Jalang. The behaviors that had been identified were feeding, calling, grooming, and beak rubbing behavior. Four behaviors were observed at Hua Hui Jalang, namely: feeding (8%), grooming (32%), beak rubbing (40%), and calling (20%); and threebehaviors were observed at Ilie, namely : feeding (29,17%), grooming (31.25%), and calling (39.58%).
KOMUNITAS AVIFAUNA DI SEPANJANG ALIRAN ANAK SUNGAI WAILAWA DESA TAWIRI KECAMATAN TELUK AMBON, KOTA AMBON Andri Tuhumury
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i2.5406

Abstract

The study was conducted in April 2017, located along the Wailawa watercourses, Tawiri Village, Ambon. The method applied in these studies were Point Count, while data analysis using Shannon-Wiener Diversity Index, Evenness Index, Domination Index, Similarity Index, and Guild Composition. The results showed that the number of bird species found along Wailawa watercourse were 28 species of 25 genera, 17 families, and 8 orders. The diversity of bird species is moderate (H ‘= 2,54). The bird species similarity analysis resulted in three bird communities, including: (1) bird communities in mangrove forest, estuaries with grass vegetation, (2) bird communities in garden and settlement habitats, and (3) bird communities in mixed forest habitat. Mangrove forest and estuaries have the highest species similarities (0,63). Estuaries and mix gardens have the lowest bird similarities (0,05). Bird communities in mangrove forests and estuaries are heterogeneous because they have more species with a more equitable distribution of species abundance, while in other habitat, their are homogenous because of relatively have a low species diversity with uneven distribution of species abundance.Penelitian ini bertujuan menganalisis komunitas burung, meliputi kekayaan jenis, keanekaragaman jenis, kelimpahan relatif, kemerataan jenis, foraging guild, serta kesamaan jenis. Penelitian dilakukan pada bulan April 2017, berlokasi di sepanjang Anak Sungai Wailawa, Desa Tawiri, Kota Ambon. Metode pengambilan data adalah metode point count, sedangkan analisis data menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Indeks Kemerataan Jenis Evennes, Indeks Dominasi Jenis, Indeks Kesamaan Jenis, dan Foraging guild. Hasil penelitian menunjukkan jumlah jenis burung yang ditemukan sebanyak 28 jenis dari 25 genus, 17 famili, dan 8 ordo. Keanekaragaman jenis burung tergolong sedang (H’ = 2,54). Hasil analisis tingkat kesamaan komunitas menghasilkan tiga komunitas burung, meliputi : (1) komunitas burung di hutan mangrove-muara sungai bervegetasi rumput, (2) komunitas burung di kebun dan permukiman, serta (3) komunitas burung di kebun campur. Hutan mangrove dan muara sungai memiliki kesamaan jenis burung tertinggi, yakni 0,63. Muara sungai dan kebun campur memiliki kesamaan jenis burung terendah, yakni 0,05. Komunitas burung di hutan mangrove dan muara sungai adalah komunitas heterogen karena memiliki lebih banyak spesies dengan distribusi kelimpahan spesies yang lebih merata, sedangkan komunitas burung pada tipe habitat lainnya adalah komunitas homogen karena keragaman jenis relatif rendah dan distribusi kelimpahan spesies tidak merata.
KEANEKARAGAMAN JENIS SATWA BURUNG DI KAWASAN PERKEBUNAN PULAU AY KECAMATAN PULAU BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Richard Porkily; Lesly Latupapua; Andri Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.9476

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis satwa burung yang ditemukan pada kawasan perkebunan   Pulau Ay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu metode  Transek Jalur. Jenis satwa burung yang di temukan pada Kawasan Perkebunan Pulau Ay berjumlah 17 jenis yaitu : Pergam Tarut, Cekakak Rimba, Cupit (Ay), Walet Sapi, Kipasan Dada Hitam, Pergam Laut,  Sikatan Burik, Kacamata Laut, Cikrak Pulau, Kuntul Perak, Pecuk Padi Belang, Cikalang Besar, Myzomela Merah Tua, Kepudang Sungu Besar, Trinil Pantai, Kuntul Karang dan Kuntul Kecil. Keanekaragaman jenis satwa burung di kawasan Perkebunan Pulau Ay tergolong sedang. Hal ini ditandai dengan H’ = 1,83.
POTENSI BURUNG SEBAGAI OBJEK BIRDWATCHING DI DESA MASIHULAN Jhon Amos Ardinanta Tarigan; Yosevita Th. Latupapua; Andri Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12347

Abstract

Avitourism has now become the most ideal alternative for local community-based bird conservation to be developed. The aim of this research is to analyze the potential of birds as objects for birdwatching in the forest of Masihulan Village, the data collection method uses the point count method. Stillulan Village Kematan Seram Utara has quite a lot of bird species and some of them are protected by the Indonesian state, so it has the potential for developing bird watching tourism. The total number of bird species that can be found in Stillulan Village is 32 bird species from 18 families. The type of bird that dominates is the Maluku Parrot with the highest number of individuals, namely 80 individuals. The bird community on route 1 has a diversity index (H') = 2.82, an evenness index value (E) = 0.86. On line 2 with a total of 24 birds, it has a diversity index (H') = 2.90, an evenness index value (E) = 0.91. And on line 3 with a total of 24 birds, it has a diversity index (H') = 2.81, an evenness index value (E) = 0.89Avitourism saat ini telah menjadi alternatif konservasi burung berbasis masyarakat local yang paling ideal untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi satwa burung sebagai objek birdAwatching di hutan Desa Masihulan, metode pengumpulan data menggunakan metode point count. Desa Masihulan Kematan Seram Utara memiliki jenis burung yang cukup banyak dan beberapa di antaranya termasuk dilindungi oleh negara Indonesia, sehingga berpotensi untuk pengembangan wisata bird watching. Total jenis burung yang dapat ditemukan di Desa Masihulan ada 32 jenis burung dari 18 famili. Jenis burung yang mendominasi adalah burung Nuri Maluku dengan jumlah individu paling banyak yaitu 80 individu.Komunitas burung pada jalur 1 memiliki indeks keanekaragaman (H’) = 2,82, nilai indeks kemerataan (E) = 0,86. Pada jalur 2 dengan jumlah burung sebanyak 24, memiliki indeks keanekaragaman (H’) = 2,90, nilai indeks kemerataan (E) = 0,91. Dan pada jalur 3 dengan jumlah burung sebanyak 24, memiliki indeks keanekargaman (H’) = 2,81, nilai indeks kemerataan (E)= 0,89.