Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS SSCS TERHADAP PENGETAHUAN FAKTUAL, KONSEPTUAL, DAN PROSEDURAL MATERI SISTEM PERNAPASAN Amalia Lestari; Endang Widi Winarni; Neni Murniati; Bhakti Karyadi; Irwandi Ansori
Jurnal IPA Terpadu Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v6i2.35577

Abstract

LKPD digunakan sebagai suatu bahan ajar yang dapat membantu dan mempermudah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur, kelayakan dan kepraktisan LKPD berbasis SSCS (Search, Solve, Create and Share). Metode penelitian yang digunakan adalah R & D dengan model Borg & Gall. Subjek penelitian adalah Guru dan 29 orang peserta didik kelas XI SMA Negeri 01 Kota Bengkulu. Hasil penilaian validasi keseluruhan aspek pada bahan ajar LKPD Biologi berbasis SSCS materi sistem pernapasan yang dikembangkan memiliki kelayakan sangat baik dengan persentase 86,41%. LKPD yang dikembangkan dikategorikan sangat praktis, semua aspek penilaian yang diberikan melalui lembar respon peserta didik mendapatkan hasil dengan persentase 100%, peserta didik memberikan respon yang baik terhadap LKPD yang dikembangkan. Hasil belajar peserta didik menunjukan bahwa LKPD Biologi berbasis SSCS mampu memfasilitasi pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural peserta didik dengan memperoleh persentase sebesar 92.09%.
Keanekaragaman Makroinvertebrata di Sungai Kampai, Bengkulu Abdul Rahman Singkam; Moh Aziz Pathori; Irwandi Ansori; Talib Chitheer
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i1.27892

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman makroinvertebrata di Sungai Kampai, Bengkulu. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun, yaitu Muara Simpur, Pagar Agung, dan Lubuk Gio dengan dua kali periode sampling setiap stasiun, yaitu April 2019 mengikuti puncak musim hujan dan September 2019 mengikuti puncak musim kemarau. Pengambilan sampel makroinvertebrata menggunakan metode three minutes sampling. Hasil penelitian ditemukan 501 individu makroinvertebrata yang terdiri dari 25 spesies (24 genus; 22 famili; 5 kelas; 4 filum). Epeourus aculeatus merupakan spesies dengan kelimpahan relatif tertinggi secara keseluruhan, yaitu sebesar 62,08%. Indeks keanekaragaman (H’) berturut-turut adalah 1,72; 1,13; 1,80 mengindikasikan bahwa Sungai Kampai mengalami degradasi ringan. Jumlah individu Ephemeroptera, Plecoptera, dan Trichoptera (EPT)  per stasiun dari hulu ke hilir adalah 128; 196; dan 20 dengan Indeks Biotik Famili (IBF) adalah 3,34; 4; dan 4. Berdasarkan gabungan dari beberapa indeks ini menunjukkan bahwa kondisi Sungai Kampai masih tergolong sangat baik.AbstractThis research aims to analyze macroinvertebrate diversity in the Kampai River, Bengkulu. Sampling was carried out at three stations, namely Muara Simpur, Pagar Agung, and Lubuk Gio with two sampling periods for each station, namely April 2019 following the peak of the rainy season and September 2019 following the peak of the dry season. Macroinvertebrate sampling used the three minutes sampling method. The research results found 501 macroinvertebrate individuals consisting of 25 species (24 genera; 22 families; 5 classes; 4 phyla). Epeourus aculeatus is the species with the highest relative abundance overall, namely 62.08%. The diversity index (H') is 1.72; 1.13; 1.80 indicates that the Kampai River is experiencing mild degradation. The number of Ephemeroptera, Plecoptera and Trichoptera (EPT) individuals per station from upstream to downstream is 128; 196; and 20 with a Biotic Family Index (IBF) of 3.34; 4; and 4. Based on a combination of several indices, it shows that the condition of the Kampai River is still considered very good. 
Physicochemical Characteristics of Nata De Banana Produced From Ambon Banana Peels (Musa paradisiaca L.) Cultivated in The Highlands and Lowlands of Bengkulu Province, Indonesia Dewi Jumiarni; Getteri Hulandari; Irwandi Ansori
Journal of Innovation in Applied Natural Science Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Innovation in Applied Natural Science
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jinas.v2i1.144

Abstract

Background: Banana peel waste from Ambon bananas contains essential nutrients that support the growth of Acetobacter xylinum in nata production. Differences in cultivation environments, such as highland and lowland areas, may influence the composition of banana peels and subsequently affect the characteristics of nata de banana produced. Aims: This study aimed to analyze the differences in characteristics of nata de banana produced from Ambon banana peels cultivated in highland and lowland areas, focusing on physical properties and sensory acceptance. Methods: An experimental design was used with banana peels from highland and lowland areas as the differentiating variables. Data on nata characteristics were analyzed statistically using an independent sample t-test with SPSS version 23. Result: The results showed significant differences in thickness and weight of nata de banana between the two sources. Nata produced from highland banana peel extract had greater thickness and weight. Organoleptic tests also indicated that nata from highland peels was more preferred in terms of color, texture, taste, and aroma. Conclusion: Ambon banana peels from highland areas demonstrate higher potential as raw material for nata production, offering an effective approach to utilizing local natural resources and improving the management of banana peel waste.