Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : HUMANIKA

Representasi Shokuiku dalam Novel Mdogiwa no totto-chan Karya Tetsuko Kuroyanagi Aisyah Kholilah Shofuro; Yusida - Lusiana; Diana Puspitasari
HUMANIKA Vol 30, No 1 (2023): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v30i1.52475

Abstract

Penelitian ini membahas representasi pendidikan makan (shokuiku) dalam novel Madogiwa no Totto-chan karya Tetsuko Kuroyanagi dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna shokuiku melalui penggunaan tanda semiotika ikon, indeks dan simbol. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode simak dan teknik catat untuk pengumpulan data. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce dan konsep shokuiku. Hasil penelitian ditemukan 5 data ikon, 5 data indeks, dan 6 data simbol. Keseluruhan data yang ditemukan mencerminkan tiga bentuk pendidikan makan yaitu pendidikan intelektual (chiiku) yang diwakili oleh 4 tanda yaitu guru pertanian, lagu makan, laut dan gunung, serta tungku memasak (hangousuisan); 6 data pendidikan jasmani (taiiku) yang digambarkan oleh objek mama, guru renang, dan istri kepala sekolah; dan 6 data pendidikan moral (tokuiku) yang digambarkan oleh tanda kepala sekolah, upacara minum teh (sawakai), ohanashi, itadakimasu, bekal makan siang (bentou), dan sake. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa representasi shokuiku lebih banyak terdapat pada kelompok pendidikan moral dan pendidikan Jasmani dimana pemilihan dan pemberian nutrisi seimbang, olahraga, serta pola pembiasaan budaya asli Jepang merupakan bagian paling penting shokuiku dalam novel Madogiwa no Totto-chan
Representasi Ikigai pada Tokoh Sakura Yamauchi pada Anime Kimi no Suizou o Tabetai karya Yoru Sumino Stefany Josephine Margaret; Yusida Lusiana; Muammar Kadafi
HUMANIKA Vol 30, No 1 (2023): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v30i1.52144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan konsep ikigai yang direpresentasikan melalui tokoh utama Sakura melalui tanda ataupun simbol. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika John Fiske dengan teori code of television dengan tiga tahanan dalam menganalisis yaitu tahap level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian adalah adanya tanda-tanda Ikigai dalam anime Kimi No Suizou Wo Tabetai. Tanda-tanda tersebut direpresentasikan oleh tokoh utama melalui keempat elemen ikigai yaitu semangat hidup (jounetsu), tujuan hidup (shimei), profesi/pekerjaan (shokugyou), dan panggilan jiwa (tenshoku) dapat terlihat diri tokoh utama Sakura. Pada tataran realitas, konsep ikigai tokoh terlihat pada aspek penampilan, cara bicara, perilaku, gerak tubuh, ekspresi dan lingkungan. Pada level representasional, kode-kode teknis dan konvensional hadir dalam anime penggambaran konsep ikigai tercermin melalui aspek kamera, pencahayaan, musik dan suara. Tingkat ideologi yang dapat disimpulkan, penggambaran ikigai tokoh dalam perjuangan hidupnya melawan penyakit yang dideritanya adalah ideologi effortism/ganbarizumu. Setiap orang dengan situasi dan kondisi yang dimiliki dapat menjadi yang berkinerja terbaik dan memiliki hidup penuh makna dengan memiliki motivasi untuk hidup sehat. Selain itu dilandasi juga dengan konsep Ichi-go ichi-e yang memiliki arti pengalaman berharga di mana kita tidak akan pernah bisa mengulanginya lagi dengan cara yang sama.