p-Index From 2021 - 2026
1.512
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pharmasipha
Amal Fadholah
Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Darussalam Gontor

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor dalam Menggunakan Obat Herbal di Lingkungan Kampus UNIDA Gontor Amal Fadholah; Lija Oktya Artanti; Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.5706

Abstract

Herbal asli Indonesia adalah tanaman obat yang tumbuh dan dibudidayakan di Indonesia dan digunakan secara turun temurun untuk tujuan kesehatan. Obat herbal yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi dengan catatan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di BPOM dan tidak mengandung bahan kimia obat (BKO) karena dapat membahayakan kesehatan dan berakibat fatal. Efektifitas obat herbal secara klinis masih belum didukung oleh bukti yang kuat dan konsisten. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor (feature, benefit dan function) yang mempengaruhi penggunaan produk herbal di lingkungan keluarga kampus UNIDA Gontor. Identifikasi obat herbal yang digunakan sesuai dengan keamanan produk dan manfaat yang diperoleh. Metode penelitian ini adalah mix method yaitu campuran kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survey rapid assessment. Pengambilan sampel meggunakan metode purpossive sampling dan alat ukur berupa kuesioner dan panduan wawancara singkat dengan atribut features, benefit dan function. Hasil penelitian ditemukan penyebab pemilihan obat herbal alasan terbanyak yaitu alasan aman terhadap efek samping 25 orang, sunnah Rasul 20 orang, minim efek samping 20 orang, dan alasan lain 33 orang. Alasan berdasarkan persentase mengobati 18% dan mencegah penyakit 82%. Identifikasi terkait tingkat pemahaman responden tentang features antara lain: kemasan yang tidak layak digunakan berjumlah 64 orang dengan persentase 72%, dosis penggunaan 54%, kandungan bahan alam 67%, kemasan produk yang menarik 71%, label halal MUI 72%, serta label tanggal kadaluarsa 67%. Pemahaman benefit terkait obat yang efektif 62%, obat yang berkualitas 49%; rasa, bau dan warna obat herbal yang baik 48%, bentuk obat 70%, kemasan yang layak digunakan 71%, dan penyimpanan obat herbal 71%. Pemahaman function terkait komposisi obat herbal 11%, ketertarikan memahami cara kerja obat herbal 52%, kesesuaian indikasi obat herbal 31%, dan adanya efek samping 25%.
Evaluasi Drug Related Problems (DRPs) Pengobatan Sistem Pencernaan dan Sistem Pernapasan Pasien Stroke di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Periode 2018 Amal Fadholah; Dinni Aulia Safitri; Nadia Saptarina
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.7409

Abstract

Pasien stroke mendapatkan berbagai perawatan obat dan pemberian obat untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, manajemen pemberian obat untuk pasien stroke rentan terhadap kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan sistem pencernaan dan pernapasan selama rawat inap pada pasien stroke, dan untuk mengevaluasi masalah terkait pengobatan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan penelitian non-eksperimental dengan desain deskriptif evaluatif yang retrospektif, dengan melacak data dari catatan rekam medis. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa 17 rekam medis pasien. Jenis pasien stroke yang diteliti di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pada tahun 2018 meliputi jenis stroke stroke iskemik yang mana penderitanya lebih banyak dari stroke hemoragik, dengan total stroke iskemik 13 pasien dan stroke stroke hemoragik 4 pasien. Stroke iskemik yang paling umum diderita menurut jenis iskemik ialah dengan jenis kelamin perempuan. Lama perawatan minimum adalah 12 hari untuk stroke hemoragik dan paling lama 15 hari untuk stroke iskemik. Profil penggunaan obat-obatan sistem pencernaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ranitidine, ciprofloxacin, omeprazole, ondansetron, levofloxacin, sucralfat, laxadyn, ondansetron, urdafalk. Profil penggunaan obat-obatan sistem pencernaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ambroxol, ciprofloxacin, dan levofloxacin. Jumlah Drug Related Problems pada pasien stroke yang mendapatkan pengobatan sistem pencernaan dan sistem pernapasan, tidak ditemukan kasus obat yang salah, tidak ada kasus dosis terlalu rendah, kasus dosis terlalu tinggi ditemukan pada 1 pasien, 4 kasus efek samping obat reaksi dan interaksi obat ditemukan pada 2 pasien.
Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Apotek Wilayah Kecamatan Colomadu Kota Karanganyar Amal Fadholah; Zahra Hanifah Baharriski; Lija Oktya Artanti
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.7400

Abstract

The pharmacy is a pharmaceutical service facility where the pharmacist practices pharmacy. The professionalism of the performance of a pharmacist in a service is very influential in improving the quality of public health. If the service performance provided can rich patient expectation, it will automatically grow a good level of patient satisfaction. This study aims to determine and evaluate the level of patient satisfaction by assessing the 5 dimensions of pharmaceutical services at pharmacies that cover facilities, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Evaluation of the quality of pharmaceutical service in pharmacies is very necessary so that pharmacists can continuously make improvements both in terms of service products or services. This study was included in a non-experimental descriptive study, with a Cross-Sectional data collection model. The total of samples is 140 respondents taken from 5 pharmacies located in the Colomadu District Region Karanganyar City. Overall the percentage of patient satisfaction on the quality pharmaceutical service shows a satisfactory interpretation of 78.86%. The highest gap of the 5 dimensions is found in the tangible dimension and the responsiveness dimension is -0.08. the results of the Importance-Performance Matrix Analysis show that the majority of the overall statement items are in quadrant II and III with the meaning that some pharmaceutical services need to be maintained (keep up the good work) and some services have shown good performance that does not need to be prioritized (low priority).
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Kulit Tikus Roatul Zauharoh; Amal Fadholah; Marik Sri Husnul Khotimah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4209

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari luka sayatan sangat sering terjadi, tidak hanya orang dewasa anak kecilpun sering mendapatkan luka sayatan ketika bermain. Luka akibat sayatan apabila tidak langsung diobati atau dibersihkan dapat menimbulkan infeksi luka. Tidak banyak yang mengetahui bahwa selain untuk dikonsumsi ternyata teh hijau (Camellia sinensis) berpotensi dalam mengobati luka, salah satunya luka akibat sayatan. Teh hijau (Camellia sinensis) memiliki berbagai macam khasiat bagi kesehatan tubuh, sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, antiradang. Kandungan dalam teh hijau salah satunya katekin dan berbagai zat aktif lain dapat membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadanya efektivitas pada ekstrak etanol teh hijau terhadap penyembuhan luka akibat sayatan pada tikus. Tikus yang dibutuhkan 24 ekor tikus galur wistar yang kemudian dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol positif (povidone iodine 10%), kontrol negatif (vaseline putih), ekstrak etanol teh hijau dengan variasi konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90%, dan diberikan perlakuan setiap 3x1. Proses pengamatan secara makroskopis dan pengukuran panjang luka dilakukan setiap hari pukul 06.00 WIB. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan SPSS.20 dengan uji one-way ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji post hoc pada uji tukey. Dan menunjukkan bahwa variasi konsentrasi etanol 70% memiliki nilai rata-rata pengurangan panjang perhari antara 2-4 cm. Sehingga dapat menutup luka secara sempurna lebih cepat dari variasi konsentasi yang lainnya
Gambaran Sanitasi Lingkungan pada Santriwati Penderita Demam Tifoid di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 Amal Fadholah; Laily Mega Rahmawati; Rista Rahmawati
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.5632

Abstract

Penyakit menular yang cukup sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah demam tifoid yang pada umumnya menyerang di usia remaja. Faktor resiko terjadianya demam tifoid salah satunya adalah sanitasi lingkungan yang belum sasuai dengan standar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran sanitasi lingkungan dan faktor yang mempengaruhi munculnya kejadian demam tifoid pada santriwati penderita demam tifoid di Pondok Modern Daraussalam Gontor Putri 1. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan studi retrospektif. Penelitian dilakukan sejak November sampai dengan Desember 2019 di Pondok Gontor Putri 1. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh dengan jumlah responden 63 santriwati penderita demam tifoid. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis data dalam bentuk tabel yang berisi hasil skor kuisioner responden dan dihitung dengan rumus presentase, kemudian dikategorikan sesuai dengan hasil nilai interval untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan pada santriwati penderita demam tifoid di Pondok Gontor Putri 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter sanitasi lingkungan memiliki kategori cukup baik, dengan masing-masing parameter memiliki presentase sebesar 54% pada sanitasi air bersih, 51% pada sanitasi tempat sampah, 57% pada sanitasi sarana pembuangan tinja, dan 53% pada tingkat kepadatan lalat. Sehingga didapatkan kemungkinan faktor yang menjadi penyebab kejadian demam tifoid di Pondok Gontor Putri 1 meliputi kualitas air bersih, frekuensi pembersihan bak air, keadaan bak air, bentuk tempat sampah, keadaan tempat sampah dan sekelilingnya, frekuensi tempat sampah dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS), tingkat kebersihan sarana pembuangan tinja, dan frekuensi pembersihan sarana pembuangan tinja.