Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP TINGKAT KEAUSAN PAHAT KARBIDA Chendri Johan; Frans R. Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.847 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.871

Abstract

Pengaruh variasi parameter pemesinan terhadap tingkat keausan pahat karbida. Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa besar pengaruh variasi parameter pemesinan terhadap keausan pahat karbida pada proses bubut stainless steel dengan setting variasi putaran yang digunakan adalah, 850 rpm, 1000 rpm, dan 1300 rpm sedangkan variasi gerak makan 0.18 mm/rev , 0.22 mm/rev, 0.28 mm/rev dan kedalaman potong tetap 1.5 mm . Proses pemesinan menggunakan mesin bubut konvensional dengan pahat karbida Al2O3 –TiO2+TiO2, material stainless steel grate 301, dan penggukuran keausan pahat ini menggunakan alat microscope dengan proses pemesinan menggunakan metode experimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai keausan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya nilai dari masing-masing variasi parameter pemesinan. Nilai keausan terkecil teramati pada proses pemesinan pada parameter dengan kecepatan porong Vc 101.4 m/min, f = 0.18 mm/rev dengan nilai VB = 0.040 mm, dan nilai keausan terbesar teramati pada proses pemesinan dengan kecepatan potong Vc = 155.1m/min, f = 0.28 mm/rev dengan nilai VB = 0.065 mm. Hasil penelitian variasi parameter pemesinan kering stainless steel menggunakan pahat Al2O3 – TiO2 menunjukkan bahwa kecepatan potong, dan gerak makan berpengaruh signifikan terhadap keausan pahat. Kata kunci: Pemesinan, karbida,Stainless steel, Keausan, Parameter
ANALISIS KELELAHAN DAN KEKERASAN BAJA AISI 1025 METODE PACK CARBURIZING CAMPURAN ARANG CEMARA DAN BARIUM KARBONAT Frans R. Bethony; Formanto Paliling; Risa Lasarus
Journal Dynamic Saint Vol. 8 No. 1 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan, kekerasan dan struktur mikro baja AISI 1025 dengan metode pack carburizing campuan arang cemara dan barium karbonat. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja AISI 1025, arang cemara dan barium karbonat. Sampel uji kelelahan dan kekerasan mikro baja AISI 1025 masing-masing dibuat sesuai dengan standar ASTM E-466 dan ASTM E 92. Sampel uji dikenai proses pack carburizing dengan campuran antara 75% serbuk arang cemara dan 25% barium karbonat (BaCO3). Proses carburizing dilakukan pada variasi temperatur pemanasan 835, 870 dan 905oC dengan waktu penahanan selama 4 jam. Selanjutnya, sampel uji dilakukan proses quenching pada temperatur 850oC dengan waktu penahanan selama 20 menit. Pengujian kelelahan dilakukan dengan mesin uji rotary bending machine, sedangkan pengujian kekerasannya dilakukan dengan micro hardness tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur proses pack carburizing semakin tinggi pula kelelahan (fatigue), yaitu 5.910.200 siklus. Kekerasan tertinggi terjadi pada bagian permukaan sampel uji, yaitu 809,03 HV. Kekerasan mikro dan kelelahan dengan kedalaman difusi karbon kedalam permukaan sampel uji terjadi korelasi yang linearitas.
Efektifitas Waterglass dan Serat Sabut Kelapa Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Ermitha Ambun Rombe Dendo; Sallolo Suluh; Frans R. Bethony; Chendri Johan; Dedianto Tangke Padang
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.317

Abstract

Tanah berbutir halus dengan kuat tekan bebas rendah memerlukan perbaikan sebelum dimanfaatkan sebagai material pendukung konstruksi. Penelitian ini mengevaluasi kombinasi waterglass dan serat sabut kelapa sebagai sistem stabilisasi tanah lempung.Eksperimen laboratorium menggunakan waterglass tetap 15% dari berat air dan serat sabut kelapa sepanjang 1 cm sebesar 0,5%, 1,0%, dan 1,5% dari berat tanah kering,dengan pemeraman 3 dan 7 hari. Hasil Pengujian menunjukkan bahwa berat jenis tanah tanpa bahan stabilisasi 2,60, fraksi lolos saringan No. 200 sebesar 79,24%, sehingga berdasarkan klasifikasi AASHTObatas cair 48,04%, batas plastis 36,63%, indeks plastisitas 11,41%, kadar air optimum 34,7%, dan berat isi kering maksimum 1,32 g/cm3. Kombinasi serat sabut kelapa dan waterglass dapat meningkatkan kuat tekan bebas dalam seluruh variasi yang diuji, Nilai tertinggi dalam rentang pengujian adalah 0,385 kg/c㎡2 pada serat 1,5% dengan dengan kenaikan terhadap tanah asli berkisar 29,91-55,13% pada 3 hari dan 64,53% pada 7 hari.