Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Kekuatan Bending dan Tarik Pada Pengelasan Oxy-Acetelyne Menggunakan Garam Kuning Chendri Johan; Frans Robert Bethony
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 5, No 1 (2021): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v5i1.4796

Abstract

Penelitian    ini    menggunakan    metode    eksperimental  dengan    melakukan  penelitian secara  langsung  menggunakan  mesin las oxy-acetylene pada proses penyambungan dan proses pengukuran  menggunakan  alat  uji  bending  dan  uji  tarik. Hasil pengujian proses pengelasan oxy-acetylene pada plat aluminium AA 1100 menunjukan bahwa kekuatan tarik rata-rata pada penggunaan garam kuning adalah 71,39 Mpa dengan  kekuatan bending rata-rata spesimen 58.98 Kgf hasil pengujian menunjukkan pemanfaatan garam kuning sebagai fluks pada proses pengelasan oxy acetylene dapat dilakukan.
PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP TINGKAT KEAUSAN PAHAT KARBIDA Chendri Johan; Frans R. Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.847 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.871

Abstract

Pengaruh variasi parameter pemesinan terhadap tingkat keausan pahat karbida. Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa besar pengaruh variasi parameter pemesinan terhadap keausan pahat karbida pada proses bubut stainless steel dengan setting variasi putaran yang digunakan adalah, 850 rpm, 1000 rpm, dan 1300 rpm sedangkan variasi gerak makan 0.18 mm/rev , 0.22 mm/rev, 0.28 mm/rev dan kedalaman potong tetap 1.5 mm . Proses pemesinan menggunakan mesin bubut konvensional dengan pahat karbida Al2O3 –TiO2+TiO2, material stainless steel grate 301, dan penggukuran keausan pahat ini menggunakan alat microscope dengan proses pemesinan menggunakan metode experimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai keausan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya nilai dari masing-masing variasi parameter pemesinan. Nilai keausan terkecil teramati pada proses pemesinan pada parameter dengan kecepatan porong Vc 101.4 m/min, f = 0.18 mm/rev dengan nilai VB = 0.040 mm, dan nilai keausan terbesar teramati pada proses pemesinan dengan kecepatan potong Vc = 155.1m/min, f = 0.28 mm/rev dengan nilai VB = 0.065 mm. Hasil penelitian variasi parameter pemesinan kering stainless steel menggunakan pahat Al2O3 – TiO2 menunjukkan bahwa kecepatan potong, dan gerak makan berpengaruh signifikan terhadap keausan pahat. Kata kunci: Pemesinan, karbida,Stainless steel, Keausan, Parameter
Optimasi Umur Pahat Pada Proses Pembubutan Baja ST 42 Chendri Johan
Journal Dynamic Saint Vol. 5 No. 2 (2020): Jilid 5 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v5i2.1099

Abstract

The high cutting speed (Vc) and the varying depth of cut (a) made the tool life decrease. Machining variables are very influential on the tool life, namely cutting speed (Vc) which has a contribution of 13.36%, and depth of cut (a) which has a contribution of 68.56% to the tool life. The correlation value between tool life and the machining process variable is very significant, with the correlation value between the predictors obtained by R = 0.999.
Pemanfaatan Briket Biomassa Untuk Meningkatkan Produksi Tempe dan Menghemat Bahan Bakar Sallolo Suluh; Theresyam Kabanga; Frans Robert Bethoni; Dennis Lorenza; Risa Lasarus; Chendri Johan; Lery Alfriany Salo; Christof Geraldi Simon; Formanto Paliling
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5909

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu pengrajin tahu-tempe yang beralamat di Kelurahan Tallung lipu, Rantepao. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan briket arang bambu petung sebagai bahan bakar penganti kayu bakar yang sering digunakan pengrajin tahu-tempe ini untuk meminimalkan penggunaan kayu bakar yang proses pembelian sudah meningkat. Metode pengabdian dilakukan dengan metode experimental dengan memanfaatkan bambu petung sebagai bahan bakar penganti kayu. Dimana di awali dengan demonstrasi pembuatan briket mulai proses pengarangan, penghalusan arang, pencampuran serta pencetakan briket. Kemudian penerapannya briket sebagai bahan bakar pada tungku pemanasan pengrajin dalam memasak bahan dasar tahu-tempe. Setelah dilakukan demonstrasi langsung terlihat masyarakat dalam ini pengrajin tahu-tempe merasa puas dengan penyalaan briket arang itu sendiri karena penyalaan bertahan lama dalam memasak bahan-dasar tempe yang menghemat produksi tempe mereka.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI BONGGOL PISANG DAN AIR LERI KEPADA MASYARAKAT DI LEMBANG RANTEDADA Sallolo Suluh; Widi Kurniawan; Damaris Arrang; Riki Masero; Frans Dedi Dena; Frans Robert Bethony; Chendri Johan; Christof Geraldi Simon; Dennis Lorenzo; Petrus Sampe Lawang; Formanto Paliling; Risa Lasarus; Lery Alfriany Solo; Fikran Fikran; Nofrianto Pasae; Nitha Nitha; Yafet Bontong
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i1.1162

Abstract

Organic farming is increasingly in demand because it prioritizes sustainability and environmentally friendly principles. Liquid organic fertilizer made from banana tubers and leri water is an alternative that is environmentally friendly and easy to produce. However, knowledge and skills in making liquid organic fertilizer still need to be improved among the community, especially in areas such as Lembang Rantedada. This study was carried out through direct assistance and training activities for the community in Lembang Rantedada with a practical and participatory approach, involving the community in every stage of fertilizer production, from raw material preparation to the fermentation and storage process. The result of this mentoring activity is an increase in community knowledge and skills in making liquid organic fertilizer. Communities can use locally available banana stems and water to produce organic fertilizer that is beneficial for their agriculture. Apart from that, awareness is also created about the importance of using organic fertilizer in supporting sustainable agriculture and environmental preservation. Assistance in making liquid organic fertilizer from banana stems and leri water to the community in Lembang Rantedada is an effective step in increasing the independence and sustainability of local agriculture. By increasing knowledge and skills, communities can utilize local resources more optimally and support environmentally friendly agricultural practices
Pemanfaatan Briket Biomassa Untuk Meningkatkan Produksi Tempe dan Menghemat Bahan Bakar Sallolo Suluh; Theresyam Kabanga; Frans Robert Bethoni; Dennis Lorenza; Risa Lasarus; Chendri Johan; Lery Alfriany Salo; Christof Geraldi Simon; Formanto Paliling
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5909

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu pengrajin tahu-tempe yang beralamat di Kelurahan Tallung lipu, Rantepao. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan briket arang bambu petung sebagai bahan bakar penganti kayu bakar yang sering digunakan pengrajin tahu-tempe ini untuk meminimalkan penggunaan kayu bakar yang proses pembelian sudah meningkat. Metode pengabdian dilakukan dengan metode experimental dengan memanfaatkan bambu petung sebagai bahan bakar penganti kayu. Dimana di awali dengan demonstrasi pembuatan briket mulai proses pengarangan, penghalusan arang, pencampuran serta pencetakan briket. Kemudian penerapannya briket sebagai bahan bakar pada tungku pemanasan pengrajin dalam memasak bahan dasar tahu-tempe. Setelah dilakukan demonstrasi langsung terlihat masyarakat dalam ini pengrajin tahu-tempe merasa puas dengan penyalaan briket arang itu sendiri karena penyalaan bertahan lama dalam memasak bahan-dasar tempe yang menghemat produksi tempe mereka.
Analisa Keausan Mata Pahat HSS pada Proses Pembubutan Kering dengan Variasi Gerak Makan dan Putaran Spindel Johan, Chendri; Allo, Angga Linggi; Bontong, Yafet; Bethony, Frans Robert
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v7i2p66-71

Abstract

Keausan pahat merupakan peristiwa terlepasnya material atau atom dari permukaan material akibat deformasi plastis dan gaya mekanik. Keausan pada pahat potong akan menyababkan perubahan bentuk benda kerja sehingga akan mengakibatkan geometri dan kualitas permukaan material akan mengalami penurunan.Proses pemesinan bubut merupakan proses pemesinan yang menggunakan pahat bermata tunggal (single point cutting tools). Perbedaan parameter potong merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat laju keausan mata pahat. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya keausan pahat yaitu putaran spindel, gerak makan, kedalaman potong. Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana pengaruh gerak makan dan putaran spindel terhadap keausan pahat serta bagaimana hubungan antara gerak makan dan putaran spindel terhadap keausan pahat pada proses bubut konvensional. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yang bertujuan agar penelitian tersebut dapat berjalan baik dan lancar dimulai dari tahap persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis hasil penelitian. Pada penelitian ini merupakan eksperimen yang membandingkan tingkat keausan mata pahat HSS ½ x 4 inch. Material yang digunakan adalah baja ST 42 dengan Panjang spesimen 300 mm dan diameter 25 mm dan di bubut dengan Panjang 250 mm dengan menggunakan variasi gerak makan 0,6, 0,7, 0,8 mm/put dan putaran spindel 400 rpm, 500 rpm, 600 rpm. Kemudian di timbang menggunakan timbangan digital.
MEMBUKA DUNIA BAGI PENYANDANG TUNARUNGU: REVOLUSI SISTEM TRANSKRIPSI SUARA Pertiwi, Anna; Hasni, Hasni; Johan, Chendri; Aryo Nugraha Pongdatu, Gidion
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5494-5501

Abstract

Kendala dan tantangan belajar di Perguruan Tinggi bagi penyandang berkebutuhan khusus pasti lebih besar dibanding dengan kesulitan yang dihadapi mahasiswa regular. Dengan demikian diperlukan sebuah inovasi agar dapat mengakomodasi kebutuhan belajar penyandang berkebutuhan khusus di perguruan tinggi. Salah penyandang berkebutuhan khusus yang memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan diperguruan tinggi adalah penyandang tunarungu baik dalam kategori ringan sampai berat digolongkan ke dalam kurang dengar atau tuli. Saat ini terdapat penyandang tunarungu yang tercatat sebagai mahasiswa aktif pada UKI Toraja adalah penyandang tunarungu dalam kategori ringan (kurang dengar), namun tidak menutup kemungkinan pada tahun-tahun ajaran berikutnya, UKI Toraja menerima penyandang tunarungu kategori berat (tuli). Dalam hal ini sebuah inovasi pembelajaran dan teknologi bantu (teknologi asistif) untuk mahasiswa berkebutuhan khusus di perguruan tinggi berupa teknologi asistif dalam bentuk “pengembangan alat bantu bagi penyandang tunarungu di UKI Toraja”, teknologi bantu (teknologi asistif) yang kami usulkan sebagai bentuk komitmen mewujudkan layanan inklusif mahasiswa penyandang tunarungu kategori berat (tuli) di UKI Toraja kelak yang dapat meningkatkan keterampilan hidup mandiri bagi penyandang tunarungu berat (tuli) dalam bermobilitas.
Analisis Permukaan Baja ST 42 dalam Pengaruh Variasi Kecepatan Spindel dan Kedalaman Pemotongan pada Kekasaran Hasil Teknologi Pemesinan Chendri Johan; Alfendi Ranteallo; Yafet Bontong; Sallolo Suluh; Pineng, Martina
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2025): Journal of Electrical and System Control Engineering
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jesce.v8i2.13159

Abstract

Surface roughness is an important aspect in machining that affects the appearance and function of the product. This study examines the effect of spindle speed and depth of cut on the surface roughness of ST 42 steel using HSS tools. Workpieces with a length of 300 mm and a diameter of 25 mm were processed with variations in spindle speed of 250, 350, and 450 rpm and depths of cut of 0.6, 0.7, and 0.8 mm. Roughness measurements were carried out using a surface tester. The results showed that at 250 rpm, the surface roughness was 0.0554 μm, at 350 rpm, 0.0517 μm, and at 450 rpm, 0.0416 μm. For the depth of cut, the roughness values were 0.0509 μm (0.6 mm), 0.0523 μm (0.7 mm), and 0.0542 μm (0.8 mm), respectively. The conclusion shows that increasing spindle speed reduces surface roughness, while depth of cut has a less significant effect.
Analisis Kekuatan Bending Hasil Pengelasan SMAW Pada Baja ST 42 Menggunakan Pendingin Oli SAE 20W-50 Dengan Memvariasi Kuat Arus Johan, Chendri; Pineng, Marthina; Pakiding, Marco
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i1.22989

Abstract

 Metode eksperimental adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini dimana proses pengelasan dilakukan dengan menggunakan las SMAW, elektroda E-7016, kampuh V, memvariaskan arus pengelasan dan menggunakan media pendingin oli SAE 20W-50. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan bending yang dihasilkan dari proses pengelasan menggunakan baja ST 42. Hasil pengujian proses pengelasan SMAW pada baja ST 42 menunjukan bahwa pada arus 115 A memiliki nilai kekuatan bending tertinggi hasil pengelasan dengan nilai kekuatan bending rata-rata 1942,03 N/mm2, dan terendah pada arus 75 A dengan nilai kekuatan bending rata-rata 1800,93 N/mm2. Hasil pengamatan pada uji bending dapat terlihat bahwa nilai kekuatan bending baja ST42 pada raw material atau spesimen tanpa las memiliki nilai tertinggi sebesar 1819.69 N/mm2. Hasil pengujian kekuatan bending pada pengelasan SMAW pada material baja ST 42 dengan memvariasikan arus 75A,95A, dan 115A pada kampuh V dengan pendingin oli SAE 20W-50 dapat disimpulkan bahwa hasil uji bending semakin tinggi arus maka nilai kekuatan bending semakin meningkat.