Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU-IBU YANG MEMILIKI BALITA TENTANG ISI PIRINGKU (IPK) Chyka Febria; Mega Ade Nugrahmi
Menara Medika Vol 5, No 2 (2023): VOL 5 NO 2 MARET 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i2.4165

Abstract

Pendahuluan: Kejadian stunting di Indonesia di tahun 2013 mencapai 37,2%. Kalau dibandingkan dengan tahun 2010, kejadian stunting 35,6%, artinya terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, tetapi kalau dilihat dari data RISKESDAS tahun 2018, prevalensi stunting terlihat penurunan sebanyak 30,8%. Hal ini melihatkan di tahun 2018 angka kejadian stunting di Indonesia menurun. Mesksipun adanya penurunan, tetapi persentase ini masih dikategorikan tinggi jika dilihat persentase WHO yang semestinya < 20%.Kejadian stunting di provinsi sumatera barat merupakan urutan ke-17 dari 34 provinsi yang berada di Indonesia ialah sebanyak 36,2%, angka tersebut diatas kejadian nasional ialah 35,3% (KEMENKES RI, 2021).Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu-ibu yang memiliki balita tentang isi piringku (IPK ). Metodologi: Jenis Penelitian menggunakan metoda Quasi Eksperimen dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan metoda pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 12-36 bulan. Sampel penelitian sebanyak 52 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer, instrument penelitian menggunakan kuisioner. Hasil: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh nilai p=0,007 (<0,05), berarti ada pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu-ibu balita tentang isi piringku (IPK). Kesimpulan: dari penelitian ini ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu-ibu balita tentang isi piringku sesuai usia (IPK).
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI NAGARI TANJUNG BUNGO Chyka Febria; Mega Ade Nugrahmi; Liza Andriani; Rilly Yane Putri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 2 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i2.2473

Abstract

Kekurangan gizi kronis mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan balita dan menurunkan aspek kognitif anak hal disebut juga dengan stunting. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah berat badan saat lahir anak karena menghambat proses tumbuh kembang anak dan berujung stunting. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting di Nagari Tanjung Bungo Kabupaten 50 kota. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan case control dengan metode analitik korelasional dan pendekatan retrospektif. sampel 35 kasus dan 35 kontrol dengan teknik purposive sampling, analisis data menggunakan chi square.Populasi penelitian adalah balita yang berada di Nagari Tanjung Bungo. Hasi penelitian diperoleh sebanyak 19 (54,2 %) balita memiliki riwayat BBLR, dan balita yang mengalami stunting sebanyak 35 (100 %). Hasil uji Chi Square menunjukan nilai p vallue <0,001 dan nilai OR 0,047. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada balita di nagari tanjung bungo. Berat badan lahir rendah merupakan faktor terjadinya stunting.
EDUKASI AKSI BERGIZI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA Chyka Febria; Mega Ade Nugrahmi; Kartika Mariyona
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v6i2.2896

Abstract

The incidence of anemia in West Sumatra province reached a national average of 14.8% according to the Minister of Health's Decree of 29.8% in women and 27.6% in men. West Sumatra Province is the 4th province with the highest incidence of anemia after Maluku, Southeast Sulawesi and Gorontalo (Rikesdas, 2018). The aim of this activity is to increase knowledge and motivate participants to apply balanced nutrition guidelines and apply the contents of my plate in their daily lives. The method used is to provide education about the contents of my plate to young women, by giving pretest and posttest questionnaires. The results of this activity after education was carried out increased knowledge about the contents of my plate and teenagers already knew how much to eat in one meal. The conclusion from this activity was that when the pre-test was carried out, the majority of female students had poor knowledge, namely 34 people (68%), and after being given education, the results of the post-test showed that the majority of female students had good knowledge, 38 people (76%).
Pencegahan Stunting Melalui Program Gemarikan Oleh Posyandu di Nagari Balingka Kabupaten Agam Chyka Febria; Liza Andriani; Yofa Sukmawati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.1077

Abstract

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh akibat defisiensi nutrisi mulai dari dalam kandungan sampai usia kurang 2 tahun. Angka stunting yang cukup tinggi juga terjadi di Kabupaten Agam, termasuk Nagari Balingka. Pemerintah Nagari Balingka kemudian menggerakkan program Gemarikan upaya mencegah dan menurunkan angka stunting tersebut. Kegiatan pelaksanaan program Gemarikan tersebut didukung oleh posyandu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran posyandu dalam upaya pencegahan stunting melalui program Gemarikan di Nagari Balingka serta menganalisis faktor pendorong dan penghambat peran posyandu dalam program Gemarikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta mengggunakan teknik wawancara terhadap narasumber yang ada di Nagari Balingka, penelusuran data secara online dan dokumentasi sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran posyandu dalam pelaksanaan program Gemarikan masih kurang konsisten karena komunikasi program tidak intens dan kurang komprehensif. Akibatnya, banyak dari ibu balita di Nagari Balingka yang masih kurang paham akan program tersebut. Sementara itu pada kegiatan wajib peran posyandu sudah berjalan baik karena dilaksanakan secara konsisten. Faktor pendorong pelaksanaan program Gemarikan adalah pola konsumsi ikan yang rendah di masyarakat di Nagari Balingka dan Faktor penghambatnya adalah kondisi sumber daya manusia ibu balita di Nagari Balingka yang rendah. Melihat kondisi tersebut maka saran yang tepat diberikan mengenai pola konsumsi ikan yang rendah di masyarakat adalah dengan memberikan dorongan pada posyandu untuk memberi pendidikan pada ibu balita minimal seminggu 2-3 kali, sementara itu hambatan mengenai kondisi sumber daya manusia yang rendah dapat diperbaiki dengan menciptakan kepatuhan peran ibu balita pada posyandu dan memberi sanksi pada ibu balita yang melanggar pelaksanaan program Gemarikan.