Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Pancake Substitusi Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) dan Tepung Pisang Kepok Putih (Musa paradisiaca formatypica) Putri, Agatha Dewinta Anesthi; Pranata, Franciscus Sinung; Swasti, Yuliana Reni
Pro Food Vol. 11 No. 2 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i2.498

Abstract

Pancake merupakan kue pipih berbentuk bundar yang terbentuk dari campuran terigu, telur, air gula dan baking powder yang biasa disantap sebagai makanan selingan. Pancake dalam penelitian ini dibuat dari substitusi tepung labu kuning dan tepung pisang kepok putih sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan tepung terigu di Indonesia dan bertujuan untuk meningkatkan kandungan serat pada pancake. Nutrisi dari pancake yang dihasilkan juga lebih tinggi dibandingkan dengan pancake 100% terigu pada umumnya sehingga memiliki nilai tambah yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali pengulangan pada setiap perlakuan: 0:0 (K), 30:10 (A), 20:20 (B), dan 10:30 (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pancake yang substitusi tepung labu kuning dan tepung pisang kepok putih mengandung kadar air  25,63-32,23%, kadar abu 1,29-1,73%, kadar protein 7,95-9,46%, kadar lemak 1,73-2,87%, kadar karbohidrat 56,05-62,73%, kadar serat tidak larut 2,03-8,03%, kadar serat larut 3,36-12,01%, kekerasan 2,68-5,34 N, daya kembang 145,24-168,25%, warna yellowish orange dengan rata-rata skor L: 49,17; a: 13,1; b: 28,73; angka lempeng total 30,33-204,67 CFU/g, dan angka kapang khamir 0 CFU/g. Substitusi tepung labu kuning dan tepung pisang kepok putih pada pancake berpengaruh nyata pada kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar serat tidak larut, dan kadar serat larut. Pancake yang disubstitusi dengan 10% tepung labu kuning dan 30% tepung pisang kepok putih menghasilkan kualitas yang terbaik dari seluruh perlakuan.
SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.) DALAM PEMBUATAN KWETIAU BASAH DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK SECANG (Caesalpinia sappan L.) [PRODUCTION OF WET FLAT RICE NOODLE SUBSTITUTED WITH JACKFRUIT SEED FLOUR (Artocarpus heterophyllus Lamk.) AND WOOD EXTRACT IN ADDITION (Caesalpinia sappan L.)] Apriliani Theodora; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2019): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wet flat rice noodles is one of noodle kindsmade from rice flour, white - coloured, flat, broad and consumed instead of rice. It is well - favoured by people but it has low protein, fiber and antioxidant compound so it needs substitutive and additional ingredients to increase its protein, fiber, antioxidant compound and colour to attract consumen such as jackfruit seed flour and sappan wood extract. The experiment’s purpose is to know the quality of wet flat rice noodles substituted with jackfruit seed flour and added with sappan wood extract based by physical, chemical, organoleptic and microbiological parameters. This experiment used complete randomized design with four formulations of rice flour equal jackfruit seed flour such as 100:0 as control, 85:15, 70:30 and 55:45. The results showed that wet flat rice noodles had water content range of 69.02-72.00%, ash content range of 0.07-0.49%, protein content range of 1.31-2.70%, fat content range of 2.75-3.88%, carbohydrate content range of 20.89-26.85%, crude fiber content range of 3.43-6.86%, soluble fiber content range of 2.47-6.21%, total phenolic compound range of 127.46-148.78 mg GAE/100 gram, antioxidant activity range of 75.72-83.22%, texture range of 55.33-76.33 N/mm2and total plate count range of 440.00-1293.33 CFU/gram. The best substitution of producing wet flat rice noodles is 85 : 15.  ABSTRAKKwetiau basah (wet flat noodles) merupakan salah satu jenis mie berbahan dasar tepung beras, berwarna putih, berbentuk pipih dan lebar, dan dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Kwetiau basah merupakan produk pangan yang cukup digemari masyarakat namun memiliki kadar protein dan serat yang rendah serta senyawa antioksidan yang sangat rendah sehingga penggunaan tepung biji nangka bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dan serat sedangkan penambahan ekstrak secang bertujuan untuk memberi warna dan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas kwetiau basah berbahan baku tepung beras dengan substitusi tepung biji nangka dan penambahan ekstrak secang pada parameter fisik, kimia, organoleptik, dan mikrobiologi. Selain itu, penelitian ini untuk mengetahui formulasi substitusi terbaik tepung biji nangka pada tepung beras dalam pembuatan kwetiau basah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan4 perlakuan substitusi tepung beras dan tepung biji nangka sebesar 100:0 sebagai kontrol, 85:15, 70:30, dan 55:45. Hasil penelitian yang diperoleh, kwetiau basah memiliki kadar air 69,02-72,00%, kadar abu 0,066-0,49%, kadar protein 1,31-2,70%, kadar lemak 2,75 -3,88%, kadar karbohidrat 20,89-26,85%, kadar serat kasar 3,43-6,86%, kadar serat larut 2,47-6,21%, kandungan total fenolik 127,46-148,78 mg GAE/100 gram, aktivitas antioksidan 75,72-83,22%, tekstur 55,33-76,33 N/mm2 dan angka lempeng total 440,00-1293,33 CFU/gram. Substitusi tepung biji nangka pada tepung beras dalam pembuatan kwetiau basah dengan penambahan ekstrak secang yang berkualitas baik adalah 85:15.
KUALITAS MUFFIN DENGAN KOMBINASI TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris) Gunawan, Anita; Pranata, Franciscus Sinung; Swasti, Yuliana Reni
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 14, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.313 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v14i1.46841

Abstract

Muffin is a cake whose manufacturing process is very easy, practical and fast. In this study, muffin with a combination sorghum flour and red bean flour are expected to be preferred because have a good nutritional content, especially fiber content. The purpose of this study was to determine the effect of adding sorghum and red bean flour to the chemical, physical, and microbiological qualities of the muffins and to determine the best concentration of adding sorghum flour and red bean flour. The experimental design in this study was a completely randomized design with variations of wheat flour, sorghum flour and red bean flour as much as 100: 0: 0 (K), 65: 30: 5 (A), 70:20:10 (B) and 75. : 10:15 (C). The parameters tested in this study included chemical, physical, and microbiological qualities. The results showed that the muffins with the best treatment were the combination of wheat flour, sorghum flour and red bean flour 75: 15: 10%. Muffins with the best treatment containing 25.99% water content, 1.46% ash content, 20.15% fat content, 9.02% protein content, 39.62% carbohydrate content, 12.11% insoluble fiber content, soluble fiber content of 3.92%, texture 133.5 g and microbiological tests which include total plate and yeast mold numbers that meet the SNI standards for sweet bread (SNI 01-2840-1995).
Kualitas dan Aktivitas Antioksidan Selai Lembaran Kombinasi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Gisela Dian Prasetyani; Franciscus Sinung Pranata; Yuliana Reni Swasti
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 7, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v7i1.3328

Abstract

Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dikombinasikan untuk diolah menjadi selai lembaran yang memiliki manfaat kesehatan. Manfaat tersebut diperoleh dari kandungan antioksidan dari kedua bahan yang dapat mencegah timbulnya penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella terhadap kualitas kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik. Berdasarkan hasil uji tersebut akan ditentukan pula selai lembaran dengan kualitas paling baik. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella yaitu 100:0 (P), 100:20 (Q), 100:40 (R), 100:60 (S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selai lembaran kombinasi ubi jalar ungu dan ekstrak kelopak bunga rosella memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar abu, serat kasar, serat terlarut, total padatan terlarut, total asam tertitrasi, total fenolik, aktivitas antioksidan, tekstur dan angka kapang khamir, tetapi tidak memberikan pengaruh pada warna dan angka lempeng total. Selai lembaran perlakuan 100:60 (S) menghasilkan kualitas paling baik berdasarkan parameter kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik. 
Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Tempe Koro Pedang dalam Produk Egg Roll di Pulutan, Wonosari, Gunung Kidul Brigitta Laksmi Paramita; Franciscus Sinung Pranata; LM Ekawati Purwijantiningsih; Yuliana Reni Swasti; Leonie Margaretha Widya Pangestika
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.60752

Abstract

Desa Pulutan, Wonosari merupakan salah satu desa penghasil kacang koro pedang. Namun, olahan koro pedang saat ini hanya sebatas diolah menjadi tempe. Pengembangan produk tempe yang dinilai memiliki manfaat gizi yang tinggi pun masih terbatas sehingga diperlukan pengetahuan terkait pengembangan produk tempe menjadi produk yang lebih komersial dan memiliki nilai jual yang tinggi. Egg roll merupakan salah satu produk yang digemari masyarakat. Pemanfaatan tempe koro pedang pada produk egg roll dapat meningkatkan nilai jualnya. Pengetahuan terkait dengan pemanfaatan tempe koro pedang menjadi egg roll sangat diperlukan untuk memperluas pemanfaatan tempe koro pedang dan untuk pengembangan usaha tempe koro pedang. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dipilih dalam pengabdian ini agar peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan namun juga skill dalam mengolah tempe koro pedang menjadi produk egg roll. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank (p<0,05) menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada frekuensi jawaban benar pre-test dan post-test yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait pemanfaatan tempe koro pedang pada produk egg roll. Peningkatan skill peserta dalam mengolah produk egg roll berbasis tempe koro pedang juga dibuktikan dengan produk egg roll tempe koro pedang yang sudah dikomersialisasikan dan bermanfaat untuk pengembangan UKM. Kata kunci: Tempe koro pedang; egg roll; penyuluhan; pelatihan.
Kualitas Kue Lompong dengan Penambahan Ekstrak Cincau Hitam (Mesona palustris, BL.) sebagai Senyawa Antioksidan Franciscus Sinung Pranata; Cecilia Anis Oktaviani; Yuliana Reni Swasti
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 16 No. 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v16i2.4548

Abstract

Makanan tradisional semakin lama sudah tidak begitu menarik di kalangan konsumen di zaman ini. Kue lompong merupakan makanan khas asal daerah Kutoarjo. Kue lompong ini memiliki kekhasan yaitu pada kemaasan dan pewarna yang digunakan. Kue lompong dibungkus dengan daun pisang kering. Kue lompong memiliki warna hitam khas yang berasal dari abu sekam padi. Abu sekam padi bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker karena hasil dari pembakaran. Peneliti menginovasi pewarna yang digunakan yaitu ekstrak cincau hitam (Mesona palustris BL.). Ekstrak cincau hitam ini berasal dari Tanaman Janggelan   yang berpontensi mengandung senyawa antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas. Penambahan ekstrak cincau hitam ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari produk kue lompong yaitu dari segi kualitas kimia, fisik, total fenolik, aktivitas antioksidan, mikrobiologis dan orgnoleptik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak cincau hitam terhadap kualitas kue lompong dari kualitas fisik, kimia, mikrobiologis dan organoleptik produk serta mengetahi konsentrasi ekstrak yang tepat. Tahapan yang dilakukan yaitu pembuatan ekstrak cincau hitam, pembuatan kue lompong dengan penambahan ekstrak cincau hitam, uji proksimat, ujinfisik, kimia, antioksidan, mikrobiologisndannorganoleptik produk kue   lompong. Penelitian ini menggunakan metode RancangannAcak Lengkap dengan variasi penambahan ekstrak cincau hitam yaitu 0% sebagai kontrol tanpa penambahan ekstrak, 30%, 60% dan 100%. Hasil penelitian terbaik pada konsentrasi 100% menunjukkan kue lompong memiliki kadar air 36,42%, kadar abu 0,30%, kadar lemak 3,93%, kadar protein 3,17%, kadar karbohidrat 57,30%, serat kasar 2,48%, serat larut 5,25%,   kekerasan 302,00 g, kekenyalan 162,03 g, kue lompong memiliki warna cokelat kehitaman, total fenolik 1,34 mg GAE/g DW, antioksidan 61,00%, ALT 1,07 CFU/g, angka kapang 0 CFU/g. Kue lompong dengan penambahan ekstrak cincau hitam yang memiliki kualitas paling baik adalah penambahan ekstrak cincau dengan konsentrasi 100% yang dapat dilihat pada hasil uji organoleptik dengan parameter fisik, kimia, mikrobiologi, aktivitas antioksidan dan organoleptik.